Menikahlah Denganku ?

Hari ini tepat Alina berada dirumah sakit, ia berada diruang kemoterapi untuk menjalani pengobatan lewat cairan yang akan dimasukan di pembuluh darah. Alina menjalani kemoterapi untuk yang ke 6 kalinya.

Wajah kurus dan kusut itu nampak makin mengurus, rambutnya pun kini sudah habis karena pengaruh obat kemo yang konon mengerikan.

Alina berbaring dengan jarum infus ditangan beserta cairannya, tidak seperti biasanya Andrew akan menjenguk sebentar Alina untuk menguatkan wanita itu, namun karena dokter super sibuk itu ada seminar diluar kota sehingga ia tidak bisa melihat kondisi Alina.

Wanita itu pun tahu akan kerjaan Andrew yang sibuk sekali, ia juga sudah diberikan motivasi atau semangat lewat pesan aplikasi pesan.

Baru saja Alina memejamkan matanya, langkah kaki sepatu cukup membuat ia membuka matanya karena sedikit terusik, wajahnya memucat dengan bibir bergetar.

" Mas Nino , Fera....kenapa kalian kesini ??" Tanya Alina mematung dengan menampilkan wajah datarnya.

" Ohh jadi kamu lagi menjalani perawatan ?? Dapat uang dari mana kamu ??" ujar Fera sarkas mengatakannya.

" Aku tanya untuk apa kalian datang kesini ?? Apa hanya untuk memaki aku lagi...??" Lirih alina yang masih berada diatas ranjangnya.

" Tentu saja untuk melihat penderitaanmu, ku kira kamu tak akan punya waktu banyak lagi kan? Sudah baik aku menjenggukmu." Imbuh Fera kembali.

" Kau tega Fera, salah apa aku padamu ?? Kita sudah berteman sejak lama."

" Sudahlah aku kesini hanya ingin menberikanmu ini." Nino menyerahkan seutas selembar kertas pada Alina.

" Apa ini mas ...??" Tanya Alina mengambil sepucuk surat itu dari tangan mantan suaminya.

Begitu membukanya, mata Alina membulat sempurna kala ia membaca surat yang dibawa Nino adalah surat perceraian.

" Jadi kau sudah serius akan melakukan ini?"

" Hemm, sebaiknya segera tanda tangani, supaya aku bisa menikahi Fera ibu dari anakku."

Deg !!

Rasanya hati Alina sungguh teramat sakit, ketika mantan suaminya menyampaikan niatnya bercerai darinya hanya untuk menikahi Fera ibu kandung dari Nesya, puteri yang sejak bayi Alina rawat.

Alina tersenyum sinis, ia segera menghapus air matanya dengan kasar, wanita itu berdecih.

" Betapa bodohnya aku, ternyata selama ini aku mengasuh anak haram suamiku, gilanya lagi aku mengasuh anak dari sahabatku sendiri." Ucap Alina mencoba menguatkan hatinya, ia tidak ingin terlihat lemah didepan mantan suaminya dan sahabatnya.

" Lalu....?? Kau menyesal ?? bukankah sedari awal kamu bodoh Alina." Lagi-lagi Fera berucap ketus pada Alina.

" Ini pulpennya, segera tanda tangani." Titah Nino dengan kasar memberikan pulpen itu pada mantan istrinya.

Dengan kasar pula Alina mengambil pulpen itu dan segera membubuhkan tanda tangan perceraiannya dengan cepat, walaupun itu teramat sakit.

" Ini, segera kalian keluar dari sini." Bentak Alina kesal.

" Tenang saja, aku juga tak ingin berlama-lama melihat wajahmu yang makin buruk itu." Ujar Nino.

" Tunggu surat pengadilannya setelah itu jangan pernah temui aku lagi, atau meminta uang padaku." Imbuh Nino dengan teganya.

Nino dan Fera yang sudah mendapatkan keinginannya kemudian pergi dari ruang kemoterapi, seketika itu tangisan Alina mengeras, ucapan Nino begitu kejam dan menusuk hatinya.

Fera dan Nino senang sekali sudah mendapatkan tanda tangan Alina, Tinggal tunggu sidang pengadilan saja.

" Kau senang ??" tanya Nino.

" Tentu saja mas." Jawab Viska yang mengulas senyumannya.

" Mas kamu tunggu disini ya, aku mau ke toilet sebentar." Sergah Fera begitu mereka akan memasuki basment tempat Nino memarkirkan mobilnya.

" Oke sayang." Jawab Nino.

Fera tidak ke toilet namun wanita itu kembali pada kamar Alina yang tadi mereka kunjungi, Fera membuka pintu kamar kemoterapi dengan cukup kencang sehingga menimbulkan attensi pada pasien kemoterapi lainnya terkejut dan menatap Fera.

Namun wanita itu seakan tak tahu malu, ia malah berjalan gemulai mendekati ranjang Alina, otomatis mata Alina terbelalak menatap Fera yang kembali lagi ke ruangan kemo.

Semua pandangan menatap Fera yang kini sudah berada di tepi ranjang.

" Ada apa lagi...?? Belum cukupkah ??" Tanya Alina menengadahkan kepalanya supaya cairan bening miliknya tidak jatuh.

" Belum....!!" Jawab Fera lantang.

" Hey wanita tak tahu malu, keluarlah, kau menganggu pasien disini." Omel salah satu pasien disamping Alina berbaring yang juga sedang melakukan kemoterapi.

" Tenang saja wanita tua penyakitan, setelah aku mengatakan hal yang penting aku segera keluar dari tempat memuakan ini."

" Kurang aj*r kamu, tidak sopan berbicara seperti itu dengan orang tua, jangan sombong kamu, lihat saja nanti tidak selamanya nasibmu akan mujur." Ucap wali pasien yang tadi sempat memarahi Fera. Wali pasien itu tidak terima kalau ibunya dihina seperti tadi.

" Kita lihat saja mbak." Jawab Fera ketus.

" Cepat katakan mau apa datang lagi haah..?" ucap Alina dengan suara lemahnya.

" Kau menanyakan padaku alasan dibalik aku merebut suamimu, itu semua karena aku membalas rasa sakitku dulu padamu." Jawab Fera.

" Apa maksud ucapanmu ??" Tanya Alina tak paham.

" Sedari dulu jika aku menyukai laki-laki mereka tidak mengganggapku, dan lebih menyukai kamu Alina, semua yang aku suka malah menyukaimu dan itu membuatku iri, aku tidak suka kau mendapatkan pujian dari teman maupun lelaki yang mengejarmu." seru Fera dengan mata menatap nyalang pada Alina.

" Lalu apakah hal itu juga kesalahanku ?? Apakah aku mengharapkan disukai mereka semua ??"

" Tentu saja, aku benci sifat sok baik bak malaikat yang ada dirimu, aku muaaak !!' teriak Fera kembali.

" Ohh...jadi untuk itu kau berusaha menggoda suamiku, bahkan memiliki anak dari hubungan terlarang kalian begitu?? Dan membuatku mengasuh puteri kalian selagi kalian setiap saat berbagi peluh dimana pun ??" Sindir Alina.

" Ya itu semua karena aku dendam padamu, dan ingin merebut semuanya darimu." Ucap Fera di iringi gelak tawanya.

" Pergi dari sini, kalian sudah tega padaku, ingat....aku tidak akan memaafkan kalian." Sumpah Alina yang sudah tak tahan menahan amarah juga rasa sedihnya.

" Jangan cemas, aku akan pergi, satu hal lagi mengapa suamimu lebih menyukai tidur denganku dari pada kamu ?? Itu karena pelayanku yang memuaskan, sedangkan kamu bagai patung yang bernyawa, tidak bisa membuat mas Nino puas."

" Pergi...!!" Titah Alina berteriak.

" Baiklah aku pergi, apa tadi yang kamu bilang, ingin membalas aku..?? Sebelum kau membalas kami, kamu duluan yang sudah berada di alam lain Alina, mati....ya kau akan mati." Ujar Fera yang di iringi tertawa yang keras, dan berlalu pergi meninggalkan kamar ruang perawatan.

Wanita seumuran kisaran 30 tahunan itu mendekati Alina yang tadi sempat menyumpahi Fera, karena bicaranya yang ketus itu mulai mendekati Alina.

" Mbak....kamu baik-baik saja ??" ucap wali penunggu yang berada disamping ranjang Alina.

Alina mengangguk sambil menitikan air matanya, dadanya begitu sesak. Alina terkejut kala wanita itu mulai memeluk dirinya dan mengusap lembut punggungnya.

" Menangislah, aku tahu rasanya..!!." Ucap wanita itu seakan menguatkan Alina.

" Terima kasih." Jawab Alina yang masih dipeluk oleh wanita itu.

Setelah cukup tenang, wanita itu juga berusaha membaringkan dengan hati-hati tubuh Alina berbaring diranjangnya.

" Terima kasih " tutur Alina yang sudah lega.

" Iya tak masalah, kita semua wanita, sudah tentu tak akan menyukai hal seperti yang kamu alami, aku berharap kamu bisa sembuh, dan bisa menata hidup kamu lagi." Ucap wanita itu menyemangati.

" Kau baik sekali kak, siapa nama kamu ??" Tanya Alina ramah.

" Namaku Desi." Sahut wanita itu mengulurkan tangannya.

" Namaku Alina kak, senang berkenalan dengan kak Desi." Ucap Alina yang membalas uluran tangan Desi.

Setelah Alina menyelesaikan kemoterapinya, ia pun balik ke panti asuhan, dengan langkah lemahnya ia berjalan menyusuri lorong demi lorong, pandangannya menunduk kebawah.

Langkahnya terhenti kala ia melihat sepatu berwarna hitam berhenti dihadapannya, ia tahu bahwa pemiliknya adalah pria, Alina menengadah dan terkejut menatap dokter Andrew berada dihadapannya.

" Dokter Andrew." Ucap alin lirih.

Pandangan Alina langsung kabur, ia pun sontak saja tak sadarkan diri, karena tubuhnya yang letih ditambah pikirannya yang stress karena kedatangan mantan suaminya dan Fera.

" Ya Allah, Alina bangun." Andrew cemas dan berusaha membangunkan Alina, namun wanita itu tak kunjung sadar.

Sedangkan Desi wanita tadi membantu Alina terkejut, ia pun segera mendekati Alina.

" Alina bangun." Ucap wanita itu juga tak kalah cemas.

" Anda siapa ??" Tanya wanita yang bernama Desi pada Andrew yang saat itu tak mengenakan jas putihnya.

" Saya temannya, sekaligus dokter yang menangani penyakitnya Alina." Jawab Andrew.

" Ooh begitu, ya sudah kita harus segera menolong Alina.."

Segera Andrew mengendong tubuh tipis Alina dan dengan langkah cepat ia membawanya keruang UGD untuk dilakukan pemeriksaan.

Andrew menyuruh perawat memeriksa tensi Alina dan mulai ia beri infus dan vitamin supaya Alina tidak lemas.

" Ada apa denganmu Alina ?? Mengapa kau terlihat sangat rapuh dah makin lemah saja."  Ucap Andrew dalam hati.

" Dokter apakah Alina akan baik-baik saja ??" Tanya Desi cemas.

" Iya, Alina hanya lemah dan kurang asupan makanan saja, juga dia memiliki tingkah stress yang tinggi."

" Oh iya anda temannya Alina ??" Tanya Andrew.

" Bukan dok, saya hanya teman kenalan Alina." Jawab Desi.

Akhirnya Desi pun memaparkan semuanya pada dokter Andrew perihal alina yang tadi sempat adu mulut dengan sahabatnya, Desi juga menceritakan perihal mantan suaminya yang meminta tanda tangan untuk perceraian.

Kini Andrew tahu bahwa Alina pikiran atau dengan kata lain ia depresi berat, karena Desi mengatakan semuanya tanpa dikurangi apapun. Rasa kesal dan marah kembali dirasakan Andrew, namun rasa makin ingin melindungi Alina kian menguat.

" Terima kasih atas infonya."

" Ia dok, sama-sama." Jawab Desi.

Andrew pun kembali visit ke ruang pasien meninggalkan Alina, namun itu tak lama karena 1jam selanjutnya Andrew sudah kembali ke kamar Alina.

Mata dokter Andrew tertegun menatap Alina sudah sadar dan kini sedang duduk diatas ranjang, mata keduanya bertemu.

" Dokter Andrew." Cicitnya.

Andrew mendekati Alina dan mengusap puncak kepala wanita itu dengan lembut.

" Kau tidak apa-apa kan ?? Apa yang kamu rasakan ??" Tanya Andrew cemas.

Alina hanya menggeleng ia malah lebih memilih memeluk dokter Andrew, pria itu tentu saja tercengang dan ia pun membalas pelukan Alina.

" Dokter tolong saya..." Pinta Alina.

" Apa itu ...?"

" Sembuhkan penyakit saya, karena saya ingin membalas dendam kepada mereka semua yang sudah menyakitiku." Tangis Alina pun pecah saat itu juga.

Andrew hanya terdiam untuk beberapa saat, ia lebih memilih Alina tenang dulu, hanya beberapa menit setelah tangisan Alina terdengar lirih, tangan Andrew memegang tangan Alina dengan lembut.

" Aku akan membantumu, tapi harga untuk itu semua tidaklah murah." Ucap Andrew memandang Alina.

Alina paham itu, ia pun mengangguk, tidak ada orang yang ingin membantu jika itu tidaklah pamrih, itu yang ia yakini.

" Apapun itu aku akan menurutinya, bahkan jika harus jadi pelayanmu seumur hidup, dokter." Jawab Alina.

" Aku akan membantumu membalaskan dendammu, syaratnya setelah kamu bercerai dan sembuh, aku minta kau mau menjadi isteriku, kita akan menikah resmi."

Deg

Deg

" Apa...!!" Alina saat itu tercengang dengan keinginan dokter Andrew.

" Ya Alina, menikahlah denganku, dan aku akan segera meluluskan rencanamu, bagaimana ??"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Maryam Lyam

Maryam Lyam

ya takut nya orang tua dokter Andrew tidak setuju

2024-06-04

0

Sukliang

Sukliang

kau yg akan mati duluan fera, mati dg tubuh dak utuh

2024-05-11

1

Hj. Raihanah

Hj. Raihanah

cepat sembuh Alina dan kamu harus bahagia

2024-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 Positif Cancer Rahim
2 Kebaikan Yang Tak Dianggap
3 Berselingkuh
4 Tentang Dokter Andrew
5 Jatah Mingguan
6 Dikursi Kantor
7 Tanda Merah
8 Ke Pasar Malam
9 Kepergok
10 Acara Reuni
11 Pengakuan Alina
12 Mengikuti Sampai Apartemen
13 Fakta Yang Terungkap
14 Dikeroyok
15 Fera Emosi
16 Kembali ke Panti
17 Menikahlah Denganku ?
18 Nesya Sakit
19 Menemui Nesya
20 Nesya Mengetahui Faktanya
21 Keraguan Alina
22 Pernikahan Kacau
23 Ciuman
24 Takut Khilaf
25 Menikah di Bali
26 Malam Panas
27 Candu
28 Di Pantai
29 Aku Milikmu
30 Bandara
31 Naik Derajat
32 Cincin Berlian
33 Makan Malam
34 Ke Salon
35 Tinggal di Apartemen
36 Bersiap ke Acara Reuni
37 Kedatangan Alina
38 Makin Seru
39 Mabuk
40 Service Alina
41 No Judul
42 Cosplay
43 Lupa Diri
44 Undangan
45 Menemui Ibu Mertua
46 Tentang Angel
47 Jamuan Makan Malam
48 Kemarahan Alina
49 Di Mobil
50 Alina Puas
51 Berkunjung ke Panti
52 Konseling
53 Flashback Malika & Harvey
54 Pesta Resepsi
55 Dipermalukan
56 Pengakuan Alina
57 Bukan Malam Pertama
58 Sakit Hati
59 Kemarahan Andrew
60 Kesempatan Kedua
61 Mabuk
62 Penyatuan
63 Aku Mencintaimu
64 Meninggalkan Rumah
65 Harvey Marah
66 Mengajak Nesya
67 Kesalahan Lagi
68 Rayuan Celine
69 Cemburu
70 Di Antar Harvey
71 Bekerja di Kantor
72 Positif
73 Meminta Jatah
74 Di Kantor
75 Bisa Berjalan
76 Pelukan Angel
77 Tes DNA
78 Bawa Ayah Pergi
79 Kecelakaan
80 Tenggelam
81 Obat Laknat
82 Pingsan
83 Rencana Awal
84 Skin To Skin
85 Kembali Pada Harvey..??
86 Hari Pernikahan
87 MP Malika
88 Rencana Licik Celine
89 Menjebak Andrew
90 Tepat Waktu
91 Hamil.....?
92 Mengusir Celine
93 Angel Ngeprank
94 Menyesali
95 Pengakuan Malika
96 Menjenguk Alina
97 Alina Memaafkan Felicia
98 Menyakiti Alina
99 Hasil Test DNA
100 Kamu Adikku
101 Memanggil Mommy
102 Pilihan Untuk Celine
103 Andrew Sakit
104 Menyatu
105 Menjenguk Harvey
106 Mengirimkan Video
107 Bertengkar
108 Bertemu Mantan
109 Memergoki Nino
110 Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111 Melayat
112 Mengajak Nesya
113 Berkunjung ke Rumah Alina
114 Merawatmu
115 Kembali ke Kantor
116 Mengulang Kesalahan
117 Memblokir
118 Ibadah
119 Menikahi Celine
120 Birthday Alina
121 Pemintaan Maaf
122 Menikahi Celine
123 Kembali Pulang
124 Pingsan
125 Kemarahan Andrew
126 Keputusan Angel
127 Keputusan Angel 2
128 Menikah
129 Duka Mendalam
130 Pendonor Untuk Harvey
131 Kesabaran Rheno
132 Wasiat Ricky
133 Pendarahan
134 Ke Dokter Kandungan
135 Rencana Luna
136 Andrew Menolak
137 Menyuapi Malika
138 Morning Shickness
139 Gagal Menikah
140 Cemburu
141 Syukuran Alina
142 Pergi ke Makam
143 Tuduhan Nino
144 Di Sofa
145 Kian meruncing
146 Main Bola
147 Pintu Maaf Alina
148 Mengantar ke Sekolah
149 Angel Curhat
150 Bertemu Kembali
151 Akhirnya Menyatu
152 Bertemu Teman Lama
153 Ide Andra
154 Memasak di Panti
155 Makan Malam
156 Naksir Luna
157 Mencium Luna
158 Gulung Tikar
159 Perlakuan Kasar Nino
160 Bubur Ayam
161 Pergi Dinas
162 Mengharu Biru
163 Takjub
164 Tertusuk
165 Kecemasan Lucas
166 Bukti Yang Lucas Berikan
167 Dikurung
168 Fera Sadar
169 Ke Rumah Orang Tua Marvel
170 Diceraikan
171 Pumping Asi
172 Tinggal di Panti Asuhan
173 Menikah
174 MP Marvel dan Luna
175 Kecelakaan
176 Kematian Nino
177 Hukuman Celine
178 Ending Bahagia (Tamat)
179 Extra Part
180 Promosi Novel Baru
181 Novel terbaru
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Positif Cancer Rahim
2
Kebaikan Yang Tak Dianggap
3
Berselingkuh
4
Tentang Dokter Andrew
5
Jatah Mingguan
6
Dikursi Kantor
7
Tanda Merah
8
Ke Pasar Malam
9
Kepergok
10
Acara Reuni
11
Pengakuan Alina
12
Mengikuti Sampai Apartemen
13
Fakta Yang Terungkap
14
Dikeroyok
15
Fera Emosi
16
Kembali ke Panti
17
Menikahlah Denganku ?
18
Nesya Sakit
19
Menemui Nesya
20
Nesya Mengetahui Faktanya
21
Keraguan Alina
22
Pernikahan Kacau
23
Ciuman
24
Takut Khilaf
25
Menikah di Bali
26
Malam Panas
27
Candu
28
Di Pantai
29
Aku Milikmu
30
Bandara
31
Naik Derajat
32
Cincin Berlian
33
Makan Malam
34
Ke Salon
35
Tinggal di Apartemen
36
Bersiap ke Acara Reuni
37
Kedatangan Alina
38
Makin Seru
39
Mabuk
40
Service Alina
41
No Judul
42
Cosplay
43
Lupa Diri
44
Undangan
45
Menemui Ibu Mertua
46
Tentang Angel
47
Jamuan Makan Malam
48
Kemarahan Alina
49
Di Mobil
50
Alina Puas
51
Berkunjung ke Panti
52
Konseling
53
Flashback Malika & Harvey
54
Pesta Resepsi
55
Dipermalukan
56
Pengakuan Alina
57
Bukan Malam Pertama
58
Sakit Hati
59
Kemarahan Andrew
60
Kesempatan Kedua
61
Mabuk
62
Penyatuan
63
Aku Mencintaimu
64
Meninggalkan Rumah
65
Harvey Marah
66
Mengajak Nesya
67
Kesalahan Lagi
68
Rayuan Celine
69
Cemburu
70
Di Antar Harvey
71
Bekerja di Kantor
72
Positif
73
Meminta Jatah
74
Di Kantor
75
Bisa Berjalan
76
Pelukan Angel
77
Tes DNA
78
Bawa Ayah Pergi
79
Kecelakaan
80
Tenggelam
81
Obat Laknat
82
Pingsan
83
Rencana Awal
84
Skin To Skin
85
Kembali Pada Harvey..??
86
Hari Pernikahan
87
MP Malika
88
Rencana Licik Celine
89
Menjebak Andrew
90
Tepat Waktu
91
Hamil.....?
92
Mengusir Celine
93
Angel Ngeprank
94
Menyesali
95
Pengakuan Malika
96
Menjenguk Alina
97
Alina Memaafkan Felicia
98
Menyakiti Alina
99
Hasil Test DNA
100
Kamu Adikku
101
Memanggil Mommy
102
Pilihan Untuk Celine
103
Andrew Sakit
104
Menyatu
105
Menjenguk Harvey
106
Mengirimkan Video
107
Bertengkar
108
Bertemu Mantan
109
Memergoki Nino
110
Kehilangan Dua Orang Sekaligus
111
Melayat
112
Mengajak Nesya
113
Berkunjung ke Rumah Alina
114
Merawatmu
115
Kembali ke Kantor
116
Mengulang Kesalahan
117
Memblokir
118
Ibadah
119
Menikahi Celine
120
Birthday Alina
121
Pemintaan Maaf
122
Menikahi Celine
123
Kembali Pulang
124
Pingsan
125
Kemarahan Andrew
126
Keputusan Angel
127
Keputusan Angel 2
128
Menikah
129
Duka Mendalam
130
Pendonor Untuk Harvey
131
Kesabaran Rheno
132
Wasiat Ricky
133
Pendarahan
134
Ke Dokter Kandungan
135
Rencana Luna
136
Andrew Menolak
137
Menyuapi Malika
138
Morning Shickness
139
Gagal Menikah
140
Cemburu
141
Syukuran Alina
142
Pergi ke Makam
143
Tuduhan Nino
144
Di Sofa
145
Kian meruncing
146
Main Bola
147
Pintu Maaf Alina
148
Mengantar ke Sekolah
149
Angel Curhat
150
Bertemu Kembali
151
Akhirnya Menyatu
152
Bertemu Teman Lama
153
Ide Andra
154
Memasak di Panti
155
Makan Malam
156
Naksir Luna
157
Mencium Luna
158
Gulung Tikar
159
Perlakuan Kasar Nino
160
Bubur Ayam
161
Pergi Dinas
162
Mengharu Biru
163
Takjub
164
Tertusuk
165
Kecemasan Lucas
166
Bukti Yang Lucas Berikan
167
Dikurung
168
Fera Sadar
169
Ke Rumah Orang Tua Marvel
170
Diceraikan
171
Pumping Asi
172
Tinggal di Panti Asuhan
173
Menikah
174
MP Marvel dan Luna
175
Kecelakaan
176
Kematian Nino
177
Hukuman Celine
178
Ending Bahagia (Tamat)
179
Extra Part
180
Promosi Novel Baru
181
Novel terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!