Dokter Andrew turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Alina, sore itu anak-anak panti pada keluar dari rumah untuk bermain dihalaman panti, seketika anak-anak itu menoleh pada sebuah mobil yang berhenti tepat dihalaman panti.
" Itu kan kak Alina ..." Seru anak-anak panti bersamaan dengan binar cerah menatap Alina yang kini berada dipanti.
" Iya benar, ayo kita kesana " ucap salah satu anak laki-laki berumur 10 tahunan.
" Kakak.....kakak..." Teriak histeris anak-anak panti yang berhamburan memeluk tubuh Alina.
Saking banyaknya anak-anak panti mereka memeluk tubuh kurus Alina bersamaan hingga tubuh itu tak kuat menahan beratnya anak-anak panti, untungnya ketika ia hampir jatuh dokter Andrew berada dibelakangnya sehingga hanya punggungnya yang tertabrakan dengan punggung dokter Andrew.
" Ma....maaf dokter " cicitnya malu.
" Tak apa Alina " jawab sang dokter.
Kedua matanya bertemu, dan tak lama setelah keduanya tersadar meraka sedikit menjauh hingga tubuh keduanya kini sudah tidak menempel seperti tadi.
" Alina...!! " Panggil sekarang wanita paruh baya yang Alina tentu saja mengenali suara itu.
" Ibu panti " seru Alina senang, wanita itu segera bergambur ke pelukan ibu panti.
Ada rasa senang dirinya bertemu dengan ibu panti yang sudah merawatnya dari bayi, namun ada rasa sedih bersamaan yang Alina rasakan.
Bagaimana tidak, jika ia kembali ke panti asuhan hanya karena suaminya mengusirnya, juga akan menjadi beban bagi keluarganya dipanti asuhan.
" Ibu panti sehat...??" Tanya Alina yang sudah melepaskan pelukannya.
" Alhamdulillah ibu sehat Alina, hanya saja karena ibu susah tua ibu kadang mudah lelah."
" Ibu jangan terlalu capek, jaga kesehatan ibu juga."
" Iya Alina, kamu selalu saja perhatian pada ibu, tapi kenapa sekarang kamu terlihat kurus, ada apa denganmu ??" Tanya ibu panti yang belum mengetahui kondisi anak pantinya saat ini.
Alina hanya menghela nafasnya dengan berat hati tentunya, seberat permasalahannya yang ia hadapi saat ini.
" Ceritakan pada ibu, supaya kamu bisa lega Alina." Titah ibu panti.
Akhirnya Alina menceritakan semuanya kepada ibu panti tanpa ia ditutup-tutupi selama ini. Ibu panti hanya mengelengkan kepalanya, kadang ia sampai mengusap dadanya supaya ia tetap kuat mendengar cerita Alina dengan kehidupannya.
Air mata Alina kembali terjatuh saat mengingat peristiwa itu lagi, ibu panti pun menyeka air mata Alina dengan sapu tangan miliknya.
" Jika begitu keadaannya, mulai sekarang tinggallah disini Alina, kamu bisa menemani ibu dan menjaga anak-anak panti." ujar ibu panti yang tidak tega terhadap Alina.
" Tapi buk, sebenarnya aku tidak enak karena aku pulang ke panti karena mereka sudah membuangku, aku takut akan menjadi beban untuk ibu panti."
"Tidak enak kenapanya Alina... ?? Kau adalah bagian dari keluarga panti, baik dulu sampai sekarang "
Alina tersenyum dan memeluk ibu panti, keduanya terlihat saling melepas kerinduan, baru saja mereka bercerita dokter Andrew datang setelah pria itu meninggalkan keduanya untuk bermain bola bersama anak-anak panti.
" Ibu panti, Alina....saya pulang dulu, kebetulan saya sudah ditunggu keluarga." pamit Andrew.
" Baiklah nak Andrew, terima kasih sudah mengantarkan Alina kesini."
" Iya Bu, sama-sama " sahut sang dokter ramah.
" Dokter Andrew terima kasih atas semuanya." Imbuh Alina.
Senyum Andrew pun terbit dan ia pun mengangguk. Sepeninggal dokter Andrew yang sudah pulang, ibu panti dan Alina kini sudah berada dikamar Alina dulu semasa remaja.
" Kau rindu kamarmu ??"
" Tentu saja, semua kenanganku ada disini " sahut Alina.
" Alina...ibu mau tanya padamu "
" Ada apa buk ??"
" Kau sungguh tidak mengingat sesuatu setelah kamu mengalami kecelakaan hebat ?? Kamu tidak mengingat nak Andrew sama sekali ??" ibu panti mengerutkan keningnya.
" Ingat apa buk ?? aku tidak mengingat apapun setelah kecelakaan itu." Jawab Alina.
" Memang ada apa buk ?? Yang aku tahu dokter Andrew adalah dokter aku yang menangani kasus kankerku buk." imbuh Alina kembali
" Raina, sebenarnya nak Andrew sudah lama mengenalmu, kamu tahu...kenapa dia begitu baik padamu ?? Karena dokter Andrew sudah mengenalmu lebih dari 10 tahun yang lalu." Ibu panti mulai menceritakan semuanya.
" Ja...jadi dokter Andrew dulu sering datang kesini ?? " Tanya Alina yang masih belum mengingat semuanya
" Iya Alina, nak Andrew sering kepanti untuk berbagi memberikan kebutuhan panti, pertama kali dokter Andrew datang kesini saat dia masih kuliah awal kedokteran, ia datang bersama ibunya dan itu rutin."
" lalu apa yang terjadi selanjutnya ??" tanya Alina penasaran.
" Ibu tidak akan menceritakannya, suatu saat kamu akan mengingat semuanya, ibu takut kamu akan selalu mengingat saat kamu kecelakaan."
Alina hanya terdiam, dan cukup tercengang bahwa dirinya ternyata pernah dekat dengan dokter Andrew, pantas saja lelaki itu begitu baik padanya.
Jika dipikir apakah ini semua adalah takdirnya bersama dokter Andrew...??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Heny
Smg alina bisa bertemu kembali sm keluarga nya
2025-01-16
0
Hj. Raihanah
kenapa alina pernah kecelakaan
2024-05-10
0