Pagi harinya Nazila bangun menoleh kesamping tak mendapatkan siapapun yang ada hanya bau khas percintaan semalam bersama Lorenzo abangnya itu, Nazila sedikit menyesal, ingat hanya sedikit tidak tau selebihnya.
"Lebih baik aku segera membereskannya, takut mommy curiga!" Gumamnya lalu beralih mengambil beberapa lembar tisu setelah selesai dirinya menyemprotkan parfum untuk menghalau bau Pesing dan khas percintaannya, tadi malam.
Selesai melakukannya Nazila pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, setelah selesai dirinya keluar dia kaget saat mendapati mommynya berdiri di dekat sampah menatap bingung dengan gumpalan tisu yang segitu banyaknya.
"Sayang kok di kamar kamu banyak banget tisunya, kamu habis ngapain?" tanya Joana menelisik lebih teliti dengan tisu-tisu itu.
Nazila kelihatan gugup. "Heheh itu mom, kemarin malam habis nonton drama Korea sedih banget tau!" lesunya berjalan ke arah lemari.
Joana menggeleng pelan. "Lain kali jangan nonton yang begituan, sayang banget air mata kamu keluar buat yang gak jelas!" tegur Joana dia tak mau anak gadisnya menangisi hal yang tidak penting, begitulah pikirnya.
Nazila hanya mengangguk sebagai respon atas ucapan mommynya itu, toh dia juga tak menonton drama Korea melihatnya pun tak pernah, bagaimana dia tau? Ya karena ketularan virus Liana pecinta cowok ganteng.
...* * *...
Seperti hari-hari sebelumnya Nazila melakukan kegiatan KBM nya dengan lancar tetapi ya gitu ada Lorenzo si tukang cemburuan jika ada seorang cowok yang mengajak Nazila berbicara Lorenzo akan langsung menatapnya tajam.
"Perasaan gue aja apa gimana ya, setiap cowok yang coba dekat sama Lo kek ada yang merhatiin gitu gak sih?" dengus Liana menggandeng tangan Nazila.
"Perasaan Lia aja kali, Zila biasa aja tuh!" tukas Nazila, dia mah tau bahwa itu Lorenzo Abang brengs*knya.
"Ah ..., masa sih, gak sadar mungkin lo nya!" dengus Liana, keadaan mereka berdua sedikit membaik meskipun mereka terkadang suka teringat dengan Kaela yang tak bisa sekolah lagi.
Liana mendengus tak suka dengan jawaban Nazila jelas-jelas orang itu selalu memperhatikan sahabatnya ini. "Serah Lo lah, ayo cepetan gue udah laper banget nih, nanti keburu bel, mana jam kedua Bu Dela ngajar lagi!" kesal Liana.
Setelah memesan makanannya Nazila duduk tepat di samping meja para KKN yang tak lain adalah Lorenzo dan kawan-kawan kebetulan juga Lorenzo tengah menatapnya jadi sedikit membuatnya gugup.
"Tuh kan apa gue bilang, dia selalu ngeliatin Lo!" sergah Liana mengangetkan Nazila.
"Lia ngagetin aja, mungkin lagi liatin Lia kali, bukan aku!" kekeh Nazila yang sangat cantik membuat Lorenzo tak suka.
'Gadisnya menjadi tatapan orang-orang dia tak suka itu.
"Ck Lo mah," lagi dan lagi Liana di buat kesal, Nazila tak menanggapinya bisa-bisa pertanyaan aneh Liana membuatnya kelimpungan nanti.
Liam yang mengerti mulai berbisik. "Adek tiri Lo boleh juga." Bisik Liam tersenyum pongah.
Lorenzo berbalik menatap tajam sahabat laknatnya ini. "Lo sentuh, tangan Lo gue potong!" desisi Lorenzo memakan makanannya, tak lupa mengirimi Nazila pesan singkat untuk menemuinya di gudang belakang sekolah.
Nazila yang sudah membaca pesan dari abangnya itu memilih tak membalasnya dia melanjutkan acara makan dan mengobrolnya bersama Liana.
'Dia mengacuhkanku? Baiklah jika itu maunya. Lorenzo segera pergi meninggalkan teman dan sahabatnya yang sedikit kebingungan tapi mereka bodo'amat.
Sesampainya di gudang belakang Lorenzo kembali mengirimkan Nazila pesan 'datang atau Abang berbuat hal yang tak kamu duga!
Nazila menggenggam erat handphonenya, jika tak dituruti dia takut abangnya itu nekat, entah hal apa yang akan abangnya lakukan kali ini, demi menghindari hal yang buruk lebih baik dirinya turuti saja.
"Lia, aku mau ke toilet sebentar, aku pergi duluan ya?" pamit Nazila setelah berbisik di telinga Liana.
Baru saja hendak membuka suara tetapi Nazila sudah melenggang pergi duluan, Liana mengangkat bahunya acuh lalu melanjutkan acara makannya itu.
Sedangkan kedua curut Lorenzo langsung mengerti dengan kepergian Lorenzo yang tiba-tiba. "B*jingan gila itu tidak tau tempat!" batin Veroza dan Liam teruntuk Zex dan Damian mereka sedikit tidak tau tentang Lorenzo.
.......
.......
Lorenzo langsung mengunci pintu gudang setelah Nazila masuk. Tanpa mendengar pertanyaan Nazila Lorenzo langsung mencium bibir Nazila dengan rakus, bahkan kali ini Nazila tidak menolak dia malah merespon ciuman panas Lorenzo.
"Good girls baby, memang seharusnya seperti itu." Bisik Lorenzo dengan suara serak basah menahan birahi.
Nazila menatap abangnya sebentar lalu kembali mencium bibir tebal yang sangat seksi itu, Lorenzo tersenyum dalam ciuman yang di pimpin oleh gadisnya itu sangat amatir, tetapi tak apa dirinya akan sering mengajarinya nanti agar semakin pro jika perlu bisa mengalahkan dirinya nanti. Juara ciuman top global di menangkan oleh Nazila.
Beberapa detik kemudian Nazila menyudahinya. "Hah, hah, gak bisa napas Abang!" rengek Nazila menelusupkan kepalanya di dada bidang sang Abang.
Cup.
"Jangan terburu-buru nanti juga bakalan terbiasa," senyum Lorenzo, mengubah Nazila untuk memunggunginya. "Lucu ..." bisik Lorenzo, membuat Nazila kegelian.
"Geli ...." Nazila menggeliat tak nyaman.
Setelah melakukan por play sedikit, meskipun sudah sering melakukannya beberapa kali Nazila tetap takut dengan perbuatan tak senonoh mereka yang tak tau tempat.
"Abang pelan-pelan, takut ...."
Lorenzo duduk di atas kursi dengan Nazila di pangkuannya. "Yes darling, I'm slow, don't be afraid."
Lorenzo melakukannya dengan cepat, gudang sekolah itu terasa panas dan pengap dengan perbuatan tak senonoh kedua anak manusia itu.
Siapapun tolong beritahu mereka bahwa hubungan mereka sangat salah dan tidak normal, ya tuhan bagaimana dengan keadaan Joana jika tau dengan kelakuan putri manisnya itu.
Apakah ini bisa di sebut dengan child grooming? Melakukan tindakan pelecehan terhadap anak di bawah umur, bahkan umur 16 tahun belum legal untuk melakukan hubungan atau membangun sebuah hubungan berbau berlawan jenis.
Tetapi mereka suka sama suka? Yap karena itu di dasari oleh paksaan dan ancaman sehingga si korban tak berani berkutik seperti halnya yang di alami oleh Nazila dan Lorenzo ini, jika Nazila berani membuka mulut mungkin kasus Lorenzo bisa masuk hukum karena sudah melawan norma hukum.
.......
.......
.......
...TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
Jeng jeng...!!
2024-02-29
1