...☞“H A P P Y R E A D I N G”☜ ...
.......
.......
.......
Lorenzo mulai mencium Nazila dengan lembut penuh kehati-hatian sehingga membuat Nazila sedikit terlena akan perlakuan Lorenzo mulai dari remasan lembut di pinggangnya sehingga menuntunnya untuk duduk di atas meja meja pantry. Lorenzo mulai mencium tengkuk, leher, tulang selangka.
Suara derap langkah kaki membuat aksi kedua saudara tiri itu terhenti, membuat Nazila panik untuk cepat-cepat turun dari atas meja takut jika itu mommy atau daddynya, tetapi berbeda dengan Lorenzo yang malah asik mengecap bibirnya sendiri menatap kepanikan sang gadis yang nampak sangat ketakutan. "Tenang baby, jangan panik?" ujar Lorenzo mencium pelan kening Nazila.
"Kalian ngapain?" tanya seseorang berdiri di arah pintu masuk dapur dari arah belakang, posisi yang cukup intim yang di mana Lorenzo berdiri tepat di dalam kedua paha Nazila yang terbuka lalu pakaian Nazila yang sedikit berantakan di tambah rok selutut itu tersingkap menampakkan paha mulus Nazila lalu dengan baju crop top yang sedikit terangkat.
"Kenapa?" tanya balik Lorenzo, membenarkan rok beserta baju Nazila.
"Abang takut!" gumam Nazila tak terdengar membuat Lorenzo angkat alis sebelah.
"Tidak taun saya hanya sedikit terkejut saja, maafkan atas tidak kesopanan saya bertanya bertanya seperti itu, sekali lagi saya, permisi!" Pelayan itu langsung pergi menuju ruang lainnya.
"Abang minggir. Zila mau turun, masakan Zila jadi gosong!" cicit Nazila sedikit takut.
Tanpa menjawab Lorenzo mengangkat Nazila lalu menurunkan tubuh pendek itu ke arah lantai. "Udah sana, katanya mau masak?" suruh Lorenzo menatap mata bulat gadisnya yang sangat lucu. Tak lupa ciuman manis di bibir ranum gadisnya. "Nanti malam tidur sama Abang ya? Abang janji gak bakalan ngapa-ngapain kamu?" tanya Lorenzo meminta izin tetapi tak di tanggapi.
Melihat keterdiaman itu dengan iseng Lorenzo memeluk tubuh pendek di depannya, mencium kepada Nazila dengan brutal.
"Abang ...!" rengek Nazila, mematikan kompornya. "Minggir gak, jangan ganggu Zila!" kesalnya melototkan matanya.
"Gemes banget sih by, makanya jangan acuhin aku!"
Lorenzo mengangkat Nazila ke gendongan koalanya, tak lupa menghirup wangi lavender di tubuh mungil kesukaannya ini.
. . .
Fathur memijit pelan pangkal hidungnya merasa pusing dengan kelakuan mantan istrinya itu yang kini tengah mengamuk pada seorang resepsionis. "Usir wanita yang tengah membuat keributan itu!?" titah Fathur lewat earphone yang di pasangnya.
"Mohon maaf ibu, atasan kami menyuruh anda pergi, jadi jangan mengaku-ngaku jika anda adalah istri bos kami!" sentak bodyguard yang berjaga di sana.
"Kurang ajar! Berani-beraninya kau berkata seperti itu! Saya ini adalah istri bos kalian b*jingan!" teriak Selen berhasil melepaskan cengkraman para bodyguard itu.
"Siapa suami anda nona?" tanya salah satu karyawan di sana, sebab merasa kesal dengan Selen yang berteriak ingin masuk menemui suaminya, sejak kapan bosnya itu mempunyai istri potongan macam Selen ini.
"Mulyadi, dia seorang CEO di sini, kamu jangan macam-macam dengan saya!?" sentak Selen menatap tajam ke arah karyawan dan para bodyguard itu.
"Bukankah itu kepala HRD yang melakukan korupsi proyek itu?" bisik salah satu karyawan.
"Benar, apakah wanita itu gila mengaku jika suaminya seorang CEO!" bisik yang lainnya.
Kuping Selen terasa panas mendengar bisikan para karyawan itu. "Nyonya mungkin anda salah tempat, bos kami tidak ada yang bernama Mulyadi, yang ada hanya Mulyadi seorang kepala HRD yang telah melakukan korupsi dan kasusnya tengah di tindak lanjuti oleh pihak perusahaan!" jelas bodyguard itu.
Selen menggeleng kuat merasa marah dan malu secara bersamaan. "Tidak! Berani sekali kau memfitnah suami saya seperti itu! Apa kau ingin di pecat, hah!" teriaknya menunjuk para orang-orang yang menatapnya merendahkannya.
"Cepat usir dia, dia mengganggu kerja kami saja, pak cepat usir orang gila itu!" sahut para karyawan yang sangat terganggu dengan teriakan Selen sehingga para bodyguard itu menyeret tubuh Selen ke arah pintu gerbang kantor dan satpam di dengan cepat mengunci gerbangnya.
Selen berteriak hingga tenggorokannya sakit tetapi yang ada dirinya malah di tatap aneh oleh orang-orang yang berlalu langsung di sekitaran area perusahaan besar itu.
Gedung tiga puluh lantai itu menjulang tinggi seorang pria paruh baya itu menatap mantan istrinya yang begitu miris tak terawat dia menggeleng. "Bagaimana bisa aku menikah dengan wanita seperti itu?" gumam Fathur lalu berbalik terlihat istri barunya datang membawa sebuah nampan di ikuti oleh salah satu office girls yang membawa sesuatu.
"Kenapa kau harus repot-repot seperti ini sayang? Biarkan saja para pegawai yang di sini mengerjakannya," tegur Fathur yang tak rela istrinya kelelahan seperti tadi.
"Jangan berlebihan mas, aku cuma bawa kopi loh," ucap Joana mengkode pada office girls tadi untuk pergi keluar.
"Tetapi tetap saja, sini duduk?" ajak Fathur, dia sudah mendapatkan sekertaris baru tinggal di uji coba selama sebulan jika kerjanya baik dan bisa di percaya Fathur akan langsung menerimanya, dan selama masa percobaan itu Joana akan tetap menjadi sekretarisnya untuk sementara ini dan membimbing sekertaris baru itu.
"Lebih baik mas minum kopinya mumpung masih hangat," papar Joana mengeluarkan makanan ringan untuk suaminya, Fathur yang melihat itu menggeleng saja, istrinya ini sungguh perhatian dirinya jadi makin cinta dan tak rela untuk melepaskannya, sayang sekali.
. . .
Malam harinya semuanya berkumpul di ruang makan seperti biasa dengan celotehnya Nazila demi menyempurnakan makan malam bersama, semenjak dirinya di setubuhi oleh Lorenzo, Nazila tak jadi sesemangat dahulu meskipun dirinya mencoba untuk terbiasa, dalam keheningan yang sebentar tangan nakal Lorenzo menyingkap rok pendek Nazila mengelus sensual paha putih mulus nan lembut itu sehingga membuat Nazila merinding tak karuan.
"Mommy besok Nazila izin buat kerumah teman boleh?" tanya Nazila setelah menghabiskan makanannya.
"Memangnya mau ngapain nak?" tanya balik Joana sembari mengusap mulutnya dengan tisu.
"Mau jenguk mom, soalnya Zila gak enak dia udah seminggu lebih keluar dari rumah sakit tapi Zila belum pernah jenguk, makanya karena besok sehabis pulang sekolah Zila mau langsung ke sana," ujarnya menjelaskan.
"Baiklah tetapi kamu harus di temani sama Abang gak apa-apa kan?" ucap Joana menyetujui sambil melirik ke arah Lorenzo yang kebetulan menatapnya juga.
Nazila melirik ke arah Lorenzo dengan canggung. "Gak usah mom, Zila juga perginya bareng teman--"
"Sama Abang kamu atau tidak boleh pergi sama sekali?" ancam Joana, sifat protektif sang mommy yang seperti ini yang tak di sukai oleh Nazila.
"Mom, sekali aja Nazila mau pergi berdua sama teman-teman Nazila tanpa--"
"Kenapa kamu menjadi pembangkang seperti ini Nazila, mommy lakuin ini demi keselamatan kamu sendiri, jadi biarkan Abang kamu ikut!" sergah Joana sedikit kelepasan dalam berbicara terhadap sang anak.
Nazila menggeleng pelan lalu pamit pergi, makin hari sifat Joana semakin protektif terhadapnya Nazila ingin seperti gadis remaja lainnya Nazila sangat ingin, dia tau mommynya melakukan ini demi keselamatannya tetapi bukankah sifat seperti itu yang akan membuatnya bergantung terhadap seseorang?
Semenjak perlakuan kurang ajar Lorenzo tempo lalu pikiran polosnya semakin terbuka lebar bahwa dirinya tak bisa seperti ini terus, kepolosannya bisa mendatangkan bahaya yang tak terduga seperti di manfaatkan misalnya.
Polos menyerempet ke bego lebih tepatnya.
"Kenapa melamun?" tanya Lorenzo memeluk tubuh Nazila dari belakang.
"Gak apa-apa, Abang gak ke kamar?" tanya balik Nazila.
"Abang tidur di sini, kamu lupa sama kesepakatan kita di sore tadi?" Lorenzo mulai menjamah tubuh mungil Nazila Shit! Dirinya sudah seperti pedofil yang tengah memaksa anak kecil untuk berhubungan! Tetapi bukankah Lorenzo juga memaksa Nazila? Berarti sama saja!
Nazila diam, mau melawan? Tak akan berhasil, dari pada buang-buang tenaga mending nikmati saja! Dan yah Lorenzo seperti mendapatkan jakpot karena gadisnya tak menolak, sepertinya malam Senin ini adalah malam penuh nikmat dan kesenangan untuk kedua manusia berbeda gender ini.
"Aku tau ini salah, tetapi maafkan aku tuhan!"
Bacot!
.......
.......
.......
...☞✿Lorenzo Stepbrother's Obsession ✿☜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
yah.... adegannya terpotong nih pasti /Sweat/
2024-02-29
1