Chapter. 9

Asap rokok menyebar kemana-mana dengan kepulan yang bikin seseorang sesak napas jika menghisapnya, tetapi itu tak berlaku buat yang sudah kecanduan begitu juga dengan sekumpulan pria yang tengah berpesta pora di sebuah ruangan private room dengan ditemani beberapa wanita bayaran untuk mereka bersenang-senang.

"Jadi main sayang?" tanya wanita itu mengelus nakal selangkangan Lorenzo yang tengah asik menghisap rokoknya.

"Singkirkan tanganmu bit*h!" sentak Lorenzo, dirinya sekarang merasa tak berminat untuk bermain dengan para wanita itu.

"Emphh .... Why bro? Kepikiran sesuatu?" tanya Veroza setelah melepas pangutan bibirnya.

"Hem, lagi kepikiran bagaimana cara membuatnya suka terhadapku!" sahut Lorenzo.

"Peftt ... jadi ceritanya sahabatku ini tengah berencana untuk menggaet hati seorang perempuan?" goda Liam meneguk minumannya. "Gue jadi penasaran perempuan mana yang tidak akan luluh terhadap pesona seorang Lorenzo," sambung Liam.

"Jika perempuan itu terlalu cuek, lebih baik kau gunakan jalan pintas saja bro!" imbuh Veroza, menatap sekilas Lorenzo yang tengah menatapnya juga. "Perkosa maksudku!" sambungnya lalu tertawa pelan dan melanjutkan kegiatannya, bahkan mereka sudah menyewa kamar untuk menyalurkan hasrat masing-masing.

Bukan tak mungkin jika mereka masih suci ataupun perjaka, bagaimanapun mereka sangat kurang didikan dan edukasi dari masing-masing orang tua, walaupun sekolah pagi sampai petang, jika tak ada peran orang tua, pasti akan timbul hal-hal yang tak boleh dilakukan, apalagi mereka sangat dibebaskan sehingga mereka melenceng sampai merusak tubuh, tidak semua, tetapi faktanya memang begitu, peran orang tua dalam mendidik anak sangat lah penting!

Terlebih lagi Lorenzo? Dengan keadaan keluarga yang tak sehat sehingga memicu perceraian, jadi dia sebagai anak memilih jalan pintas untuk menenangkan pikirannya dengan pergi ke tempat haram itu, walaupun itu bebas.

.

.

.

"Kita beli boneka yang itu, yuk?" ajak Kaela menunjuk pada boneka Dino kuning alis Nailong si gemoy yang menarik perhatian ketiga gadis itu.

"Kaela, Zila juga mau yang itu!?" antusias Nazila di ajak jalan-jalan sama kedua sahabatnya itu.

"Ayo kita beli!" seru keduanya meninggalkan Liana yang hanya menggeleng pelan mengikuti kedua sahabatnya itu, serasa menjadi ibu saja, yang tengah menemani kedua putrinya berjalan-jalan.

Bahkan mereka bertiga masih menggunakan seragam sekolah yang di mana itu menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak sekolah SMA Varies School begitu terkenal akan kemahalan biaya untuk masuk ke sekolah itu, dan isinya pun anak-anak orang berada, maka tak heran para pengunjung pasar malam itu terkejut dengan anak-anak orang berada di datang ke pasar malam.

"Lihat, kita punya mangsa baru!" serunya menunjuk ke arah anak-anak SVS yang tengah memakan sate dengan raut wajah terkejut.

"Gas lah!" tukasnya lalu pergi menghampiri anak-anak SVS, bagi mereka itu adalah jackpot besar karena bisa memalak anak-anak kaya itu.

"Wah ...! ternyata makanan seperti ini sangat enak!" seru Nazila dengan bibir yang sudah cemong bekas saus sate itu.

"Benar, apalagi harganya sangat murah!" timpal Kaela.

"Udah yuk, kita pulang nanti dicariin sama orang rumah, apalagi kita belum pulang dari sekolah!" ajak Liana merasa cemas, takut di marahin oleh sang mami yang super-duper cerewet.

"Yah ...." Lesu keduanya merasa tak rela untuk di ajak pulang.

"Wahh ..., ada anak-anak SVS nih!" seru salah satu anak laki-laki itu, melirik teman-temannya mengkode untuk mencegah mereka untuk kabur.

"Minggir!" ketus Liana merasa jengah dengan mereka yang sok akrab.

"Lo gak usah sok deh! Mending Lo pada kasih kita duit, ya gak gaes!?" sosornya memainkan rambut Liana tetapi langsung di tepis malas oleh sang empu.

"Kaela, Zila takut!" cicit Nazila merapatkan tubuhnya semakin dekat dengan Kaela yang nampak sangat marah dengan sekumpulan anak-anak tidak jelas di depannya ini.

"Dasar miskin!" hina Liana sehingga menyulut amarah pria yang satunya.

"Sialan Lo, mending Lo kasih duit Lo, atau enggak .... Kita-kita bakalan perkosa Lo bertiga!" bengisnya menunjukkan empat pria temannya.

"Atau kita perkosa mereka dulu baru kita ambil duitnya, kan lumayan double kill!" selanya menjilat bibir bawahnya penuh nafsu menatap ketiga gadis cantik itu.

"Alah kelamaan!" seru yang satunya langsung menarik tangan Nazila sehingga terlepas dari pegangan Kaela.

"Sialan Lo, jangan apa-apain sahabat gue anjing!" teriak Kaela hendak menendang pria bajingan itu, tetapi sialnya tubuhnya malah di peluk dari belakang bahkan buah dadanya berhasil di pegang sehingga semakin menyulut amarah Kaela.

"Anjing kalian!" teriak Liana berhasil menendang selangkangan pria yang berdiri di depannya lalu dengan gerakan cepat dirinya berteriak sembari mengambil batu dan menghantamnya dan berhasil mengenai mata pria yang menarik kakinya.

"Lepasin Nazila!" teriak Nazila memberontak kuat, tak ayal tamparan kuat mengenai pipi mulusnya dan semakin membuat Nazila menangis histeris.

Sebuah tinjuan keras menghantam kepala belakang Kaela hingga berteriak kesakitan lalu kejang-kejang dan pingsan, Liana yang melihat itu semakin berteriak histeris meminta tolong, bahkan dirinya tak urung mendapatkan tamparan bahkan pukulan di bahunya membuat dirinya limbung tak berdaya.

"Dasar gadis sialan, coba aja gak berontak mungkin kalian selamat!" maki salah satu pria itu, lalu menggeledah semua tas mereka dan mengambil barang penting, seperti duit dan handphone mahal milik ketiganya.

"Jadi perkosa gak nih?" tanya yang satunya.

"Udah tinggalin aja, udah gak nafsu gue!" dengusnya lalu pergi meninggalkan ketiga gadis yang sudah tergeletak tak berdaya itu.

Liana hanya bisa menangis tengkurap, dengan punggung yang begitu sakit, sedangkan Nazila dia sudah pingsan akibat rasa takutnya bahkan bisa jadi dia langsung trauma dengan kejadian barusan, untuk Kaela dia sudah pingsan tak berdaya.

.

.

Mami Liana menangis histeris saat mendengar kabar sang anak yang begitu mengenaskan begitu juga dengan mama Kaela yang sudah pingsan, tak kuasa melihat rupa sang anak yang sudah babak belur, untuk Nazila dia masih berada di ruang rawat berteriak histeris ketakutan melihat wajah orang asing.

"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya mama Kaela melihat seorang dokter itu keluar dari ruang rawat.

"Untuk saat ini saya belum bisa memastikan apakah anak anda mengalami cedera otak ringan apa belum, untuk itu saya akan memeriksa kembali jika pasien sudah bangun, untuk mengetahui lebih lanjut," jelas dokter itu lalu pamit pergi.

Mama Kaela sangat terpukul mendengar keadaan sang anak, begitu juga dengan mami Liana yang merasa prihatin dengan kabar sahabat anaknya itu. "Yang sabar jeng, kita berdoa semoga lekas membaik," ucap mami Liana duduk memeluk tubuh mama Kaela.

.

.

Kedua polisi itu kini sudah berada di depan mansion Maximilian dengan dikawal beberapa bodyguard yang mengantarnya ke dalam, jam sudah menunjukkan pukul dua malam jadi keadaan mansion itu cukup sepi.

"Ada apa?" tanya Lorenzo dengan kepala yang sedikit pusing akibat minum-minum bersama teman-temannya.

"Kami kesini hanya ingin memberitahukan bahwa saudari Nazila Adelia Putri tengah di rawat di rumah sakit,"

Lorenzo yang mendengar itu membelalakkan matanya terkejut. "Jangan bercanda!" geram Lorenzo, sepulang tadi jam sepuluh dirinya tak sempat mengecek kamar sang gadis, akibat kepalanya sangat pusing.

"Kami tidak bercanda tuan, korban ditemukan pingsan dengan sekujur tubuh yang penuh dengan lebam, kini sudah di rawat di rumah sakit." Jelas polisi tersebut.

Lorenzo yang tak percaya mencoba berlari ke atas guna memastikan sang gadis berada di kamar, sepi' Lorenzo kalut. "Sial, gue kecolongan!" desisnya lalu pergi mengambil Hoodie hitamnya dengan kunci mobil, dia akan pergi kerumah sakit sekarang.

Kedua polisi itu pun mengikuti Lorenzo dari belakang.

.

.

.

TBC 🤓

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!