Chapter. 8

Jam pelajaran kedua Lorenzo mulai mengajar di kelas 10 B tempat kelas Nazila, lagi dan lagi pria jahat itu mendapatkan keberuntungan, sedangkan Nazila sudah mulai tidak fokus sebab tatapan abangnya itu hanya menyorot ke arahnya.

Lorenzo duduk mengawasi para siswa siswi itu, dan kebanyakan dari mereka para siswi yang melirik diam-diam ke arahnya, tapi dirinya bodoh amat, karena di pikirannya hanya tertuju pada gadisnya yang duduk di bangku belakang yang tengah menulis dalam diam.

"Yang sudah selesai bisa kumpulkan lalu keluar!" ucapannya tak ada lembut-lembutnya sama sekali lalu menggulung kemeja putihnya sehingga memperlihatkan tato naga miliknya, kenapa dirinya tidak di tegur oleh pihak kampus? Ya karena Daddy dia berkuasa, ada uang masalah beres.

"Plis urat-urat tangannya ngajak nikah!"

"Kira-kira gimana rasanya di gandeng sama tangan itu ya?"

"Tangan gue kalah ganteng!"

"Bisa pingsan kalo gue di pegang Ama tuh tangan."

"Oh my god, Zil, tangannya aja seganteng itu!" pekik Liana menggigit kuku-kuku jarinya sembari menepuk-nepuk pundak Nazila hingga sang empu meringis sakit.

"Shh .... Lia bahu aku sakit, jangan di pukul-pukul begitu?" ringis Nazila menyingkirkan tangan Liana.

"Maaf-maaf, tapi gue panas gila liat tangannya tuh kakak orang!" games Liana.

"Ck, sialan gadis itu, pundak gadisku jadi sakit, kira-kira hukum apa yang pantas diberikan untuknya?" batin Lorenzo melirik sekilas ke arah Nazila lalu melanjutkan memainkan handphonenya.

* * *

"Mau kemana?"

"Lepas Abang!" panik Nazila mencoba melepaskan lilitan tangan Lorenzo di tangannya, mana ini di area sekolah dirinya takut kepergok oleh anak-anak sini dan menuduhnya macam-macam.

"Abang lepas nanti ada yang lihat!" Nazila mendorong dada bidang itu.

Cup.

"Gak ada yang liat baby, jadi diam aku mau peluk kamu sebentar!" ucap Lorenzo memeluk tubuh gadisnya dengan lembut, demi apapun tubuh Nazila sangat candu untuk dipeluk apalagi aroma lavender yang menyeruak masuk ke indra penciumannya.

"Abang lepas ada orang!?" panik Nazila memberontak kuat, tapi yang namanya Lorenzo bukannya melepaskan dirinya malah membawa tubuh mungil itu menjauh menuju ruangan pribadi miliknya semasa sekolah di sini dahulu.

Nazila di dudukan di atas pangkuan Lorenzo sehingga sebuah panggilan masuk ke handphone Nazila yang di mana itu dari Leo, Nazila melirik takut-takut ke arah abangnya yang tengah menatapnya dengan tenang.

Nazila gelisah takut terjadi sesuatu, dirinya tau jika sang abang diam bukan berarti telah mengizinkannya tetapi dirinya juga tak enak hati harus menolak panggilan dari Leo, maka dengan berat hati Nazila mengangkat panggilan itu meskipun jantungnya berdetak seperti mau lepas dari tempatnya.

"Kok lama angkatnya?" tanya Leo di seberang sana.

"Maaf kak, tadi handphone Zila di tas, jadi gak tau," jawab Nazila gugup apalagi dengan tatapan Lorenzo yang sangat tenang dan menghanyutkan.

"Oh ..., kamu dimana, kakak jemput ya? Kita ke kantin bareng?" ajak Leo.

Nazila semakin panik sekarang, dirinya seperti seorang yang tengah selingkuh saja. "Aku di kelas kak, kakak ke kantin aja duluan soalnya aku lagi malas untuk ke kantin," tolak Nazila merasa tak enak.

"Yah ..., lain kali kita ke kantin bareng mau gak? Nanti kakak yang traktir," ucap Leo dengan suara berseri-seri setelah lesu.

Telinga Lorenzo sudah sangat panas mendengar obrolan kedua orang itu, jika di komik-komik pasti telinga Lorenzo sudah mengeluarkan asap beserta laser merah.

"Ya kak, nanti kapan-kapan kita makan berdua di kantin," ucap Nazila tanpa sadar, karena telah membangunkan iblis yang tengah bersemayam di dalam diri Lorenzo.

"Kal-- akh ...!" pekik Nazila saat merasakan remasan di area pinggangnya.

"Zil, kamu baik-baik aja kan?" tanya Leo khawatir.

"Sakit ...," gumam Nazila menatap sedu ke arah Lorenzo yang masih tak berekspresi.

"Nazila?" panggil Leo.

Lorenzo yang mendengar suara Leo langsung merebut handphone Nazila, lalu mencium bibir Nazila. Lorenzo semakin menarik intens tubuh mungil itu merapat ke arah tubuhnya ciuman mereka semakin panas. "Hummpp ...!" Nazila menepuk kasar pundak abangnya dia kehabisan nafas.

Cup.

"Lagi? Abang cium aku sembarangan, udah beberapa kali aku bilang--"

Cup.

"I know, darling, maaf ya?" gumam Lorenzo mengendus rakus leher gadisnya.

Nazila menangis. "Abang selalu bilang 'maaf, tapi tetap ngelakuinnya," tangis Nazila menatap Lorenzo dengan tatapan terluka. "Aku seperti perempuan mura--"

Cup.

"Siapa yang bilang begitu?" desis Lorenzo mencengkeram erat pinggang sang gadis. "Kau milikku, kau hanya boleh bersamaku sayang, aku tidak peduli dengan pendapat orang lain, karena apa? Karena kau hanya milikku dan begitupun sebaliknya!" geram Lorenzo tak ingin di bantah.

Gadis lemah sepertinya bisa apa? Paling hanya bisa menangis dan meratapi nasib tanpa bisa melawan sedikitpun, gadis remaja itu begitu terguncang batin dan mentalnya. "Ya tuhan!" batin Nazila memeluk erat leher Lorenzo biarkan kali ini dirinya menangis kencang di pundak Abang bejatnya itu.

"Menangislah sayang, aku tidak akan iba sedikitpun, karena kau hanya milikku, milikku dan selamanya!" batin Lorenzo memeluk erat tubuh kecil yang bergetar itu.

"I'm so sorry, baby!"

Bullshit!

* * *

Gadis itu tersungkur di dalam gudang setelah dijambak oleh seorang lelaki yang ternyata dia adalah salah satu anggota KKN yang mengajar di sekolahnya. "Ampun kak," gumam gadis itu bersimpuh di kaki pria itu yang hanya diam tersenyum sinis.

"Tubuh Lo boleh juga? Jadi boleh lah ...?" desis pria itu melirik nakal seluruh tubuh kecil yang bergetar ketakutan.

"Jangan-jangan, aku mohon jangan lakukan itu!" tangisnya semakin kencang saat melihat mata pria itu yang seperti menelanjangi dirinya hidup-hidup.

"Main-main sebentar ya cantik, gak sakit kok!?" gumam pria itu melepas almamaternya sehingga menyisakan kaos warna hitam.

"Nggak ...! Tolong ...?! Siapapun di luar sana tolong aku!" teriaknya demi apapun dirinya sangat takut. "Ya tuhan ...." Lirihnya menangis semakin deras.

Kepalanya begitu pusing akibat darah yang tak berhenti-henti nya keluar, sakit sekali, dirinya begitu miris kenapa nasibnya harus seperti ini, apa salahnya selama dirinya hidup dirinya selalu berbuat baik, tapi kenapa tuhan mengujinya begitu kuat.

"Apa salahku, kenapa kau melakukan itu padaku?" gumamnya sembari terisak merasakan nyeri yang luar biasa di bawah sana.

Kecupan manis di layangkan. "Kamu gak ada salah sayang, tapi temanmu yang bersalah!" senyumnya sebelum gadis cantik itu pingsan di bawah kukungan si pria yang begitu nikmat melakukan aksi bej*tnya!

.

.

Sebuah formulir tertempel di setiap Mading SMA Varies School, pihak sekolah berencana mengadakan camping untuk mempererat tali persaudaraan mereka sebagai anak SMA Varies School, setiap tahun ajaran baru mereka akan selalu mengadakan camping.

.

.

.

Hayo siapa itu yang di perkokos 😂😁

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Lha ceritanya siapa thor?? kok kayak gak nyambung gitu?? flashback ya? tapi siapa?🤔🤔🤔😇😇

2024-09-26

0

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

mampir ya thor, ceritanya sungguh menegangkan 👍, itu siapa yang di perkaos...??/Sweat/

2024-02-29

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!