20.

Keesokan harinya, hari pelatihan kembali di mulai.

Leon berangkat ke tempat latihannya dengan pakaian simpel dan santai.

Dia juga mengendarai mobilnya dengan tenang.

Sesampainya di tempat, Leon melihat sudah ada beberapa pemain yang sedang mengobrol di lobi kantor namun belum berganti.

Leon memilih untuk bergabung terlebih dulu daripada berganti.

"Hei hei. Pahlawan cinta datang nampaknya." Ucap Ilic.

Leon merangkul bahu Ilic dan kemudian menepuk nepuk bahunya.

Leon sepertinya teringat sesuatu dan langsung berkata :"Pelatih telah merelakan piala KNVB Beker, jadi apakah pelatih benar benar ingin serius meraih hasil yang bagus di liga?"

Leon sebenarnya setuju namun masih ragu dengan kekuatan timnya.

Meski setiap Minggu dia berkembang, dia belum tentu bisa menggendong nya.

Leon bukan terlalu percaya diri, tapi karena emang kenyataannya begitu.

Dengan atributnya saat ini jika Leon di beri banyak kebebasan seperti latihan, Leon pasti sudah mencetak beberapa gol lagi.

Karena dalam pelatihan bahkan bek bek di tim juga kewalahan dan menyerah padanya.

"Tentu saja, kami sekarang dalam tren yang sangat bagus jadi pasti kami punya tujuan untuk itu."

"Iya, meski kekuatan individu kami tidak sebagus pemain pemain di tim lain, tapi kami harus bekerja sama dengan baik supaya bisa mengalahkan mereka."

"Kita harus terus percaya diri selagi kami memiliki tren positif seperti ini."

Leon mendengar jawaban jawaban temannya dan mengangguk mengerti.

Pada tanggal 28 Oktober, para pemain utama tidak bermain di piala KNVB Beker dan pelatih menggunakan pemain di tim kedua pemain U - 21 semua.

Jadi tentu Leon melupakan hal ini.

Pertandingan tersebut mereka kalah 3 : 1 dari De Graafschap yang bermain di Eerste Divisie.

"Semoga saja tren masih berlanjut, jika juara.." Ebuehi berkata dan berhenti langsung.

Dia hanya tersenyum dan pasti semua rekannya mengerti.

Setelah beberapa saat, pelatihan di mulai.

Pelatihan di mulai dengan ringan terlebih dulu dan kemudian menaikan porsinya.

Saat pelatihan di bagi menjadi pertandingan tim merah dan tim kuning, Leon kembali menggila.

Dia melewati 4 pemain secara singkat.

Ciri khasnya yang selalu melakukan cutting inside tidak bisa dihentikan meski para pemain bertahan sudah tahu kebiasannya.

Dalam pertandingan latihan ini, Leon mencetak 3 gol.

Kembali usai latihan, Leon menerima panggilan dari nomor yang tidak terdaftar di kontaknya.

Dengan perasaan bingung dan penasaran, Leon mengangkatnya.

"Halo, Leon."

"Ah." Ucap Leon kaget dan bingung harus menjawab apa.

"Aku lupa, aku Arjen."

"Arjen Robben?" Tanya Leon bersemangat.

"Ya."

"Hei, kenapa menghubungiku?"

"Kamu tahu, aku adalah penggemarmu." Ucap Leon dengan penuh semangat.

"Haha. Cukup cukup."

"Apakah kamu memiliki waktu?"

"Ada banyak, aku tidak memiliki kegiatan apapun."

"Baiklah, aku sekarang sudah sampai di kota Enschede. Mari kita bertemu langsung."

Mendengar ini, Leon kaget dan langsung bertanya untuk tempat pertemuannya.

Setelah beberapa saat, panggilan di akhiri.

Leon masih bingung dan kaget dengan panggilan ini.

Ini adalah Arjen Robben, salah satu legenda sepak bola Belanda.

Leon memiliki ciri khas bermain sekarang karena menonton banyak pertandingannya, kebetulan dia juga memiliki kecepatan yang cepat dan bermain dengan kaki kiri jadi dia selalu menirunya.

Untuk masalah sempurna atau tidaknya, dia tidak tahu.

30 menit kemudian di sebuah cafe, Leon melihat bahwa Arjen Robben duduk dengan 1 orang lainnya.

Pria satunya lagi memiliki kepala botak, namun Leon tidak tahu karena dia memunggungi nya.

Leon menghampiri Arjen dan bersikap dengan sopan.

"Halo."

"Duduklah Leon." Ujar Arjen.

Leon pun duduk dan akhirnya bisa melihat siapa yang datang.

Itu adalah mantan bek timnas Belanda Johnny Heitinga.

Leon kemudian terkejut lagi dengan kunjungan keduanya.

"Mari kita bicara serius."

"Oke aku akan mendengarkan." Sahut Leon dan bersikap dengan baik.

"Kamu merupakan aku kedua."

"Cara mu bermain sama sepertiku dan kamu memiliki potensi yang tinggi dan karir mu akan lebih cemerlang di masa depan." Ujar Arjen.

Leon mendengar ini merasa malu dan tetap diam.

"Namun ada beberapa kekurangan yang jarang kamu manfaatkan."

Mendengar ini, Leon semakin ingin mendengarkan nasihat nya.

Ini merupakan hal yang mahal dan tidak bisa di beli dengan uang.

Kemudian Arjen menjelaskan beberapa detail mengenai kekurangan kekurangan Leon.

Setelah panjang lebar di jelaskan, Leon akhirnya sadar.

Kemudian dia harus segera meningkatkan atribut kelenturannya dan reaksinya supaya bisa memaksimalkan semuanya dan membuat semua musuh bertekuk lutut di hadapannya.

"Kamu merupakan aset untuk tim nasional masa depan."

"Aku berkunjung dengannya berniat akan melatih mu dan memberikan banyak pelajaran padamu selama 2 Minggu ke depan."

"Johnny akan berperan sebagai pemain bertahan dan kamu akan terus belajar untuk melewati dan menambahkan pengalaman pengalamannya."

Mendengar ini, Leon mengangguk dengan penuh semangat.

"Lalu apakah kalian sudah memiliki tempat tinggal?"

"Kami akan menyewa di hotel atau meminta staf klub mu untuk mempersiapkan asrama saja."

"Tidak perlu, ada ruangan kosong di rumahku. Kalian bisa tinggal bersama dan aku juga akan menjadi lebih banyak ilmu untuk menanyakan banyak hal pada kalian."

Mendengar ini Johnny dan Arjen semakin menghargai Leon.

Keduanya mengobrol beberapa hal lagi dan Leon membawa Johnny dan Arjen ke rumahnya.

Dia juga membantu untuk menyiapkan tempatnya.

Meski Leon tahu akan di latih hanya dalam 2 Minggu saja, namun ini jelas mahal dan sangat bermanfaat.

Tak peduli seberapa jauh kemajuannya, ini akan sangat berdampak.

Kemudian Leon mulai melakukan aktivitas bersama setiap hari.

Di sela sela setelah latihan bersama tim, Leon akan berlatih lagi bersama keduanya dan mempelajari dengan cermat semua ilmu ilmu yang mereka berikan.

Akhirnya waktu berlalu dengan cepat dan tibalah pada tanggal 7 November.

Itu merupakan pertandingan ke 8 Eredivisie.

Mereka bertandang ke kandang Ado Den Haag yaitu Stadion Kyocera.

Robben dan Johnny tinggal di rumahnya dan tidak ikut.

Di pertandingan ini, Leon turun lagi sebagai starter.

Pertandingan pada pukul 4 sore pun di mulai.

Ada Den Haag berada di zona degradasi dan mereka memanfaatkan setiap momen pertandingan kandang untuk meraih poin.

Namun mereka harus menderita bertemu dengan Twente yang sedang dalam kondisi sangat baik dan percaya diri.

Pada menit ke 41, Danilo mencetak gol melalui operan Ilic.

Tim tamu Twente unggul 1 gol dan itu bertahan sampai turun minum.

Dalam pertandingan babak pertama meski Leon tidak mencetak gol, dia berusaha beradaptasi dengan gaya mainnya yang semakin di maksimalkan.

Dan itu benar benar berefek dan menyulitkan lawannya hanya tinggal menunggu waktu saja sampai mencetak gol.

Istirahat 15 menit dengan cepat habis.

Pertandingan babak kedua kembali di mulai dan pada menit ke 59, Twente memperbesar kedudukan mereka menjadi 0 : 2.

Gol di cetak oleh Danilo lagi melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari Menig.

Leon masih belum berkontribusi di pertandingan ini, tapi permainannya membuat banyak orang merasa melihat Leon seperti melihat Arjen Robben yang sangat bebas mengacak acak pertahanan lawan.

Pada menit 76, Ado Den Haag mendapat keberuntungan karena Julio melakukan bunuh diri dan skor menjadi 1 : 2.

Namun pada 10 menit kemudian, Twente mencetak gol lagi.

Itu adalah gol dari Menig yang menerima assist dari Danilo.

Hanya berselang 2 menit setelah gol Menig yaitu menit 88, Leon mencetak gol.

Dia melewati 4 pemain dengan kekuatan giringan bolanya yang sangat lincah dan cepat.

Memasuki kotak penalti dan lakukan tembakan finesse shot.

Saat Leon mencetak gol seperti ini, banyak pemirsa tertegun.

Namun pertandingan harus terus berlanjut dan 2 menit berselang Ado Den Haag mencetak gol lagi dan skor akhir menjadi 2 : 4 dengan kemenangan tim tamu Twente.

Leon mencetak 1 gol dan bermain full di pertandingan ini.

Terpopuler

Comments

𝘽𝘼𝙉𝙂 𝙑𝘼𝙉

𝘽𝘼𝙉𝙂 𝙑𝘼𝙉

masih penasaran dengan tujuan robben melatih leon

2024-01-27

3

HANZ

HANZ

ditunggu kelanjutannya bang cain

2024-01-26

3

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

lanjut thor

2024-01-26

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!