4.

21 Agustus hari pertandingan persahabatan pertama.

Lawan mereka di pertandingan ini adalah Fortuna Sittard yang berkompetisi di liga yang sama yaitu Eredivisie.

Mereka juga akan menjadi lawan pertama di liga nanti.

Jadi pertandingan persahabatan ini juga untuk melihat sejauh mana kemampuan taktis tim sudah di pahami oleh para pemain dan bisa melihat kekurangannya.

Apalagi ini juga untuk melihat bagaimana kondisi lawan pertama mereka.

Pertandingan ini di gelar di stadion kandang FC Twente yaitu Grolsch Vesle.

Hanya ada 3.000 penonton yang hadir di pertandingan ini.

Semuanya adalah penggemar Twente dan tiket pertandingan persahabatan juga sangat murah.

Di pertandingan persahabatan pertama ini, Leon belum masuk sebagai starting line up meski tampil bagus di latihan.

Itu di sebabkan bahwa pelatih Ron Jans ingin melihat kemampuan Vaclav yang musim kemarin menjadi kekuatan utama.

Apalagi di pelatihan dia di tekan oleh Leon jadi selalu tidak tampil baik.

Dia ingin melihat bagaimana kondisinya jika bermain melawan tim sungguhan yang bukan rekan.

Apakah kondisi nya akan meledak atau masih seperti di pelatihan.

Akhirnya pertandingan sore hari pukul 4 tersebut di mulai.

Setelah pertandingan di mulai, kedua tim mulai mencoba untuk menjalankan konsep dan cara bermain mereka masing masing.

Keduanya bertabrakan.

Satu ingin bermain cepat dan satu ingin bermain lambat.

Tentu yang bermain lambat adalah Twente karena para pemain yang ada di lapangan ini beberapa pemain adalah veteran.

Gol tak kunjung tercipta sampai menit ke 30.

Akhirnya gol tersebut di buka setelah waktu menunjukan menit ke 39.

Gol tersebut merupakan gol Twente yang di cetak oleh Danilo, penyerang utama tim Twente untuk musim ini yang baru didatangkan.

Dia berusia 22 tahun.

Gol tersebut di cetak setelah Danilo menerima operan dari gelandang Luciano yang termasuk dalam jajaran veteran.

Dia berusia 30 tahun.

Setelah gol tersebut tercipta, skor tidak berubah sampai turun minum.

Berselang 15 menit setelah istirahat, pertandingan babak kedua di mulai.

Fortuna Sittard mencetak gol pada menit ke 54 melalui tembakan jarak jauh gelandang nya.

Akhirnya pada menit ke 60, pelatih Ron Jans melakukan beberapa penyesuaian.

Vaclav yang tampil buruk di babak pertama di gantikan, Leon memakai nomor punggung 21 menggantikannya.

Setelah masuk kelapangan, Leon berlari aktif.

5 menit pertama, Leon sudah 2 kali mencoba menerobos pertahanan lawan.

1 kali sukses dan 1 kali gagal.

Gagal di sebabkan lawan tiba tiba melakukan double sehingga Leon tak siap dan bola di rebut dari belakangnya.

Meski Leon terjatuh, wasit tidak meniupkan peluit nya.

Akhirnya menit ke 74, Twente kembali mencetak gol setelah Leon mendapatkan bola dan melewati 2 pemain Fortuna Sittard.

Setelah melewati pemain terakhir dengan cutting inside nya, Leon awalnya akan menembak tapi melihat posisi penjaga gawang yang ada di tengah, Leon akhirnya memberikan operan ke pinggirnya dimana Luka Ilic berlari dari belakang dan menyusulnya.

Luka Ilic tanpa mengontrol bola dan langsung menembaknya dari luar kotak penalti.

Dimana itu hanya 1 meter dari garis kotak penalti.

Tendangan nya melayang dan menuju ke sebelah kiri penjaga gawang.

Penjaga gawang Fortuna Sittard melompat dan melakukan penyelamatan namun jari jarinya yang menyentuh bola tak kuat menahan tembakan keras tersebut dan harus merelakan golnya.

Gol tersebut menjadi gol penutup pertandingan persahabatan melawan Fortuna Sittard.

Skor akhir adalah 2 : 1, pelatih Ron Jans tidak puas dengan hasil ini dan memberikan beberapa arahan.

Dia belum terlalu marah karena ini merupakan pertama kalinya para pemain merasakan intensitas sesungguhnya dari Eredivisie.

Usai pertandingan, saat akan kembali ke rumahnya untuk merayakan rumah dan mobil barunya, Leon menerima pemberitahuan dari sistem.

Itu berupa exp yang di dapat.

Leon tak menyangka pertandingan persahabatan akan memberikan exp.

Exp yang di dapat adalah :

Pengganti : 10.000 exp.

Assist : 10.000 exp.

Kemenangan : 25.000 exp.

Saat melihat exp yang di dapat, Leon beranggapan bahwa Eredivisie juga pendapatan exp nya akan seperti ini, namun suara di benaknya memberitahu bahwa ini adalah pertandingan persahabatan jadi berbeda.

Leon pun mengerti dan langsung segera pulang.

Setelah beberapa saat dia menyiapkan segalanya, mobil mobil berdatangan.

Leon pun menyambutnya dan akhirnya dia melihat bahwa hanya ada beberapa pemain yang akhirnya datang.

Leon pun tak mempermasalahkannya dan mengundang mereka untuk masuk.

Akhirnya Ennio datang terlambat dengan mobil kecilnya.

Dia diikuti dengan 2 mobil lagi yang sama kecilnya.

Leon menyambutnya dan total 8 wanita datang, itu adalah teman teman dari kekasihnya Ennio.

Di dalam rumah, Leon melakukan penyambutan bahwa ini adalah hadiah dari ulang tahunnya dan berharap bahwa rumah ini akan menjadi rumah yang nyaman dan tidak berhantu.

Setelah mendengar bahwa Leon mengatakan agar rumah tidak berhantu semuanya tertawa.

Makanan yang di sediakan tidak merupakan makanan berat dan hanya makanan ringan.

Tapi para pemain mempedulikan minuman yang di bawa oleh Leon setelah meminta pada ayahnya.

Dia membawa beberapa kotak untuk perayaan hari ini.

Meski mendapatkan pertanyaan, dia menjawab dengan jujur dan disetujui oleh ayahnya.

"Leon, ini adalah rumah yang bagus."

"Itu benar, ada beberapa kamar di sini. Bisakah kamu meminjamkannya padaku jika aku ingin.." Nathan berbisik pada Leon dan Leon hanya memutar matanya.

Setelah 3 jam banyak mengobrol sambil minum minum, semuanya bahagia.

Leon juga berkenalan dengan teman teman wanita dari pacar Ennio.

Tapi tidak ada yang membuat Leon terkesan.

Leon masih kurang puas.

Akhirnya pada jam 10 malam lebih, ada beberapa pemain yang izin pulang.

Leon menyetujuinya dan mengatakan untuk tetap berhati hati.

Saat para pemain mulai pergi satu per satu, Leon melihat bahwa ada satu wanita dari teman pacarnya Ennio yang kacau.

Dia melihat bahwa Ennio, pacarnya dan teman temannya itu mengabaikannya.

Leon kemudian mendekat dan melihatnya.

Setelah melihatnya dengan jelas, Leon segera melirik ke belakang tapi menemukan Ennio sudah ada di belakangnya.

Dia kaget.

"Bawa dia!"

"Aku akan mengurus teman temannya agar mereka pulang terlebih dulu."

Mendengar ini, Leon kemudian melihat lagi ke teman teman dari wanita ini.

Setelah melihat tidak ada yang peduli, Leon mengangkatnya ke kamarnya.

Kemudian dia keluar lagi.

Tepat ketika keluar, Ennio datang lagi dan akan izin pulang.

Kemudian teman teman wanita itu akhirnya sadar bahwa mereka kehilangan 1 temannya.

Tapi Ennio mengatakan bahwa ada temannya yang membawa pulang tadi.

Mereka awalnya khawatir tapi kemudian lega setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Ennio.

Leon melihat ini hanya memutar matanya dan mengutuk di dalam hatinya bahwa Ennio adalah pembohong besar.

Setelah 15 menit, semua sudah pergi.

Leon melihat bahwa rumahnya berantakan, dia kemudian mengabaikannya terlebih dulu.

Saat akan kembali ke kamar, pintu kamar terbuka.

Dia tertegun.

"Kemana perginya?"

"Semuanya sudah pulang."

"Ah terus bagaimana denganku?" Ujar wanita itu sambil masih mencari cari dan akhirnya harus menerima bahwa semuanya sudah pergi.

"Aku tidak ada waktu untuk mengantarmu, aku pusing dan lagi harus membereskan ini."

Mendengar ini, wanita itu melihat bahwa rumahnya memang berantakan.

Dia bingung harus bagaimana.

"Bagaimana kalo bantu aku membereskan dulu sambil menunggu pusing ku mereda?"

"Apakah kamu benar akan mengantar nanti?"

Leon melirik keluar dan sudah sangat malam, tapi dia harus menunda sebanyak mungkin.

"Iya aku akan mengantar nanti."

"Okelah kalau begitu."

Keduanya kemudian membereskan kekacauan di rumah.

Setelah 1 jam, dimana waktu sudah menunjukan pukul 12 kurang, Leon duduk di sofa nya dan mengambil lagi minuman.

Dia meminumnya lagi, saat wanita itu datang dan melihat Leon sedang minum lagi, dia bingung.

"Duduklah dan minum dulu, aku kelelahan." Ujar Leon.

Kemudian dia hanya bisa mengikutinya.

Leon perlahan lahan meminta nya agar minum juga.

Setelah beberapa putaran, wanita tersebut kembali pusing.

Leon mengambil kesempatan dan mengecupnya.

Wanita tersebut mungkin tidak sadar dan memilih menyerah karena dia juga tidak punya tenaga lagi.

Leon membawanya ke dalam kamar dan mulai menyerangnya secara perlahan.

Leon sebenarnya tidak memiliki kesan apapun pada teman teman wanita dari pacar Ennio, tapi jika di beri kesempatan siapa yang menolaknya.

Leon juga pernah melakukannya saat dia berada di tim U 21 jadi dia masih memiliki beberapa pengalaman mengenai hal ini.

Terpopuler

Comments

ardian lewatz

ardian lewatz

mantap thor/Joyful/

2024-04-23

0

Taaku

Taaku

mantap

2024-02-03

2

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus

2024-01-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!