Keesokan harinya, Leon bangun dari tidurnya.
Dia sangat santai setelah bangun dari tidurnya.
Pasalnya tidak ada jadwal latihan hari ini.
Kemudian dia teringat pemberitahuan sistem setelah pertandingan namun dia mengabaikannya.
Membuka kotak pemberitahuan sistem, Leon melihat pendapatan exp.
Pengganti : 20.000 exp.
1 gol : 30.000 exp.
Kemenangan : 50.000 exp.
100.000 exp di dapat usai pertandingan kemarin.
Dengan tambahan 100.000 exp, exp sistem menjadi 575.000 / 500.000 exp.
Dengan begitu, Level sistem pun naik ke level 6.
Level 6 : 75.000 / 600.000 exp.
Leon mendapatkan 20 bonus poin keterampilan dan kesempatan membuka atribut baru.
Leon tidak memilih untuk menambahkan poin keterampilan pada atribut yang ada saat ini.
Dia merasa belum waktunya sekarang apalagi dia tidak memiliki banyak poin keterampilan.
Dia kemudian memasuki pohon atribut dan melihat banyak atribut yang berwarna abu abu tanda belum di buka.
Leon mencari cari atribut yang sangat cocok untuknya saat ini.
Akhirnya, dia memilih untuk membuka atribut keseimbangan terlebih dulu.
Pasalnya dengan kecepatan dan giringan bolanya, dia selalu terganggu oleh guncangan guncangan lawan yang menarik jersey nya jadi ini merupakan atribut yang paling pas untuk di buka.
Leon kemudian membuka atribut keseimbangan dan segera nilai atribut keseimbangan juga di perlihatkan.
Keseimbangan : 67.
Leon hanya tertawa kering ketika melihat ini, pantas saja dia merasa selalu kurang stabil saat mendapatkan guncangan hebat dari lawannya dan dia harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menstabilkan kembali posisinya agar bola tetap aman.
Berhubung ini adalah hari Senin 5 Oktober, Leon menambahkan 1 poin keterampilan pada atribut tersebut dan meningkatkan atribut keseimbangan menjadi 68.
Leon merasa senang karena sudah membuka atribut baru.
Tersisa 19 poin keterampilan lagi, Leon menarik nafas panjang bahwa ini masih membutuhkan banyak waktu.
Segera, Leon bangkit dari ranjang kasurnya dan bergegas ke kamar mandi.
Siang harinya, Leon pergi ke rumah orang tuanya dan berkunjung sebentar untuk menyenangkan kakek dan neneknya.
Saat pukul 3 sore, Leon kembali ke rumah berganti pakaian dan berangkat lagi ke sebuah gym.
Belum ada ruang gym di rumahnya saat ini, dan Leon akan memesan beberapa peralatan gym nanti untuk di simpan di ruang yang kosong.
Dia sudah berkata kepada ayahnya untuk memesannya.
Sampai jam 6 sore, Leon kembali ke rumahnya dan membersihkan diri.
Dia menghabiskan waktunya dengan bermain ponsel dan pergi tidur setelahnya.
Keesokan harinya, hari pelatihan kembali di mulai.
Di lobi kantor klub, para pemain masih bersantai dengan pakaian yang sudah di ganti dengan pakaian latihan.
"Leon, apa rencana mu untuk masa depan?" Mess Hilgers bertanya padanya.
Leon pun meliriknya dan kemudian tanpa sadar Jayden mendekat.
Leon sudah mengetahui mengenai keduanya, keduanya memiliki hal yang sama seperti dirinya yaitu keturunan Indonesia.
Leon melirik keduanya dan berkata dengan tenang setelah menyesap air.
"Untuk saat ini, aku benar benar akan memfokuskan karirku dan performaku."
"Aku masih memperjuangkan untuk mendapatkan panggilan tim nasional Belanda karena aku ingin bermain di piala Dunia."
"Itu adalah sebuah kebanggaan."
"Jika bergabung dengan tim nasional Indonesia, aku tidak tahu kapan aku bisa bermain di piala dunia."
"Itu pasti membutuhkan banyak waktu, apalagi mungkin sangat sedikit atau juga tidak ada pemain Indonesia yang berkarir di Eropa."
Mendengar ini, Hilgers dan Jayden hanya terdiam.
Keduanya juga mendapatkan beberapa pertanyaan beberapa waktu ini oleh para reporter Indonesia.
Mereka sebenarnya sama memiliki impian untuk bermain di piala dunia.
Namun bagi Leon, bermain di piala dunia hanya membutuhkan waktu saja karena dia percaya bahwa dia bisa mendapat kesempatan untuk di panggil timnas.
Dengan performanya dan sistemnya, itu hanyalah masalah waktu.
"Oke, jika kamu bingung berlatihlah dengan baik jangan sampai ketinggalan. Jika kamu tertinggal dan tidak mendapatkan panggilan tim nasional Belanda, mungkin kamu benar benar harus bermain untuk Tim Nasional Indonesia agar memiliki catatan karir tim Nasional." Ujar Leon sambil bercanda.
Keduanya hanya mencibir Leon tapi mereka juga langsung menyalakan semangat juang.
Waktu pelatihan pun tiba dan para pemain mulai berlatih.
Usai latihan, Leon tidak kembali ke rumahnya melainkan ke rumah orang tuanya.
Meski dia menjawab pertanyaan Hilgers dan Jayden, dia ingin berdiskusi lagi dengan keluarganya.
Apalagi meski ayahnya sudah menjelaskan, Leon masih khawatir tentang perasaan ayahnya.
Sesampainya di rumah orang tua, Leon tidak menemukan ayahnya, mungkin masih di perusahaan.
Leon pun akhirnya hanya bercerita dengan ibunya.
Sayangnya, ibunya memiliki sikap yang sama, namun kakek dan neneknya mengingat kan agar dia bisa mengambil keputusan dengan bijak dan cepat.
Kakek dan neneknya pun tentu ingin melihat Leon memperkuat timnas Belanda, namun jika kemampuan Leon tidak cukup, tentu tak masalah jika bergabung dengan tim nasional Indonesia.
Leon akhirnya menghabiskan waktu di rumah orang tuanya dan menunggu ayahnya pulang.
Saat ayahnya pulang, Leon segera memberitahunya dan jawaban ayahnya tetap sama, apalagi wajah nya masih tenang.
Leon pun akhir nya meyakinkan sekali lagi mengenai perasaan ayahnya, untungnya ayahnya mengerti dan menjelaskan panjang lebar pada Leon.
Leon kembali ke rumah di malam hari dengan perasaan puas.
Meski dia sudah memiliki rencana yang tepat untuk masa depannya, dia tentu harus memikirkan perasaan orang tuanya juga karena mereka yang melahirkannya.
Keesokan harinya, Leon mendapat pemberitahuan bahwa pelatihan libur.
Itu karena ada agenda FIFA.
Leon akhirnya bingung harus menghabiskan waktu dengan apa.
Pasalnya laga selanjutnya di mulai tanggal 18 Oktober dan saat ini masih tanggal 7.
Dengan kebingungan, Leon akhirnya memilih untuk bepergian ke rumah orang tuanya.
Sesampainya di sana, Leon menerima kabar dari kakek neneknya yang ingin pergi ke Inggris untuk mengunjungi teman lamanya.
Dengan waktu libur yang cukup, Leon memilih untuk ikut dengan kakek neneknya sekalian menghabiskan waktu liburnya karena tidak ada rencana apapun.
Malam harinya, keluarga Leon berjumlah 5 orang berangkat ke Inggris.
Leon banyak bertanya pada kakek neneknya mengenai siapa temannya di Inggris.
Akhirnya mengetahui bahwa temannya itu adalah pemilik sebuah klub sepak bola di London, namun klubnya hanya bermain di kompetisi League One atau divisi ketiga sepak bola Inggris.
Leon tak menyangka kakek nya memiliki koneksi yang lumayan.
Hanya 1 jam lebih, pesawat mendarat di bandara London.
Keluarga Leon langsung menuju ke rumah teman kakeknya tersebut.
Mereka tentu harus menginap.
Sesampainya di rumah keluarga teman kakeknya, Leon melihat bahwa ada koleksi minuman di rumah ini.
Dengan penasaran, Leon terus mencermati dan kagum.
Leon akhirnya faham bahwa kakeknya mungkin membangun koneksi lewat minuman dan benar saja ternyata dulu nya teman kakeknya memiliki karir yang sama dengan kakeknya, namun menyerah dan memilih untuk menggunakan uangnya untuk mengakuisisi sebuah klub sepak bola di daerahnya.
Leon mendengarkan cerita keduanya dan merasa sangat menarik.
Leon hanya bisa kagum dengan perjuangan orang orang tua terdahulu, ternyata perjuangannya dan pengorbanan nya benar benar sangat besar.
Leon memikirkannya bagaimana jika dia hidup di era tersebut dan hanya menarik nafas panjang, dia tidak berani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Shedy
Messi or ronaldo?
2024-02-04
3
Lari Ada Wibu
mantap thor
2024-01-24
2
Buana Lukman
bagus
2024-01-24
2