Di dalam sebuah mobil kedua wanita sedang mengobrol dengan sangat santai dan salah satu wanita menyetir mobilnya.
"Maria, apakah kamu tidak keberatan memberikan kontakmu padanya?"
"Kamu tahu, aku banyak bertanya tadi karena takut kamu salah menilai orang."
Maria mendengar ini menggelengkan kepalanya sambil fokus menyetir.
"Dia memiliki pesona nya sendiri yang membuat aku juga penasaran jadi aku memberikan kontak ku padanya."
Teman Maria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Dia tidak berdaya dengan kelakuan temannya hari ini, biasanya temannya ini akan sangat pemilih dan mengabaikan banyak pria ketika dimintai kontaknya.
Tapi tadi apa yang terjadi? Itu begitu mudahnya dan dia bisa melihat bahwa Maria tidak memasang ekspresi jijik di wajahnya, dimana tidak seperti biasanya.
"Meski dia juga pemain sepak bola, tentu tidak mungkin juga untuk sukses kan? Kamu terlalu ceroboh hari ini."
"Kurasa tidak."
"Lihatlah lagi pada berita yang tadi kamu perlihatkan padaku."
"Ada beberapa berita mengenai performanya di klub dan itu membuatku tertarik."
"Kamu tahu bahwa aku berasal dari keluarga sepak bola, jadi aku mengerti seberapa sulitnya mendapatkan performa seperti itu."
Temannya Maria membuka lagi berita tadi.
"4 pertandingan 3 gol 1 assist di kompetisi resminya, 4 pertandingan 3 gol 3 assist di pertandingan persahabatan."
"Ini memang data yang bagus." Ucap temannya Maria yang tidak faham sepak bola, tapi dia masih tahu bahwa angka ini sangat bagus.
"Ya, sepertinya dia memiliki masa depan yang cerah dan aku ingin melihat apakah gen sepak bola di keluargaku bisa benar benar membuat penilaian yang akurat atau tidak." Ucap Maria sambil tersenyum.
"Baiklah lupakan pria tadi."
"Kamu akan segera berangkat ke Italia kan?"
"Ya ibuku meminta untuk ikut kesana dan menghadiri acara fashion show tersebut." Ucap Maria.
"Baiklah, mari kita bersenang senang dulu sebelum kita berpisah."
"Ya." Jawab Maria singkat.
...
Malam harinya, Leon merasa sangat sedih harus meninggalkan London, dia berharap ketika dia kembali ke Belanda dan memulai obrolan dengan wanita yang dia temui tadi akan memiliki kemajuan.
Jam 10 malam, Leon kembali ke rumahnya sendiri dan tidak ikut orang tuanya kembali ke rumah besar.
Sesampainya di rumah, Leon menghempaskan tubuhnya ke sofa.
Setelah 5 menit, dia bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setalah mandi, Leon tidak merasa ngantuk dan bermain dengan ponselnya di kamar.
Leon kemudian memberanikan diri untuk memulai sebuah obrolan dan mengirimkan sebuah pesan.
Sayang nya dalam 5 menit tidak ada balasan.
Leon akhirnya menyerah dan membuka akun sosial medianya untuk mencari konten konten menarik.
Saat melihat konten orang yang bermain game, Leon langsung bangkit dari rebahannya dan menepuk pahanya.
"Sialan! Kenapa aku lupa untuk membeli komputer dan play station."
"Besok aku harus keluar untuk membelinya dan bisa di gunakan untuk menghibur diri dan menghabiskan waktu saat hari libur."
Leon kemudian merebahkan dirinya lagi dan mencari cari lagi konten konten baru.
Tanpa sadar, Leon mengangguk dan mematikan ponselnya lalu menyimpannya.
Keesokan harinya, setelah bangun di pagi hari, Leon mulai aktivitas nya dan latihan pagi di halaman belakang.
Dia sudah di beritahu kemarin oleh ayahnya bahwa peralatan gym akan di kirimkan besok pagi.
Ayahnya sudah membelikannya.
Pada pukul 10, kiriman tersebut datang.
Leon mengarahkan untuk menyimpannya di ruang kosong.
Pada pukul 12, Leon keluar untuk membeli komputer dan play station.
Kembali ke rumah, Leon beristirahat di sofa.
Tanpa sadar, Leon membuka ponselnya dan melihat bahwa pesannya sudah di balas.
Namun Leon tidak memilih untuk membuka dan membacanya, dia akan menunggu beberapa waktu untuk membalasnya.
Waktu berlalu begitu cepat, Senin lainnya di tanggal 12 Oktober pun tiba.
Dan latihan juga akan kembali di mulai hari ini.
Sebelum berangkat ke tempat latihan, Leon menambahkan 1 poin keterampilan untuk meningkatkan atribut keseimbangannya menjadi 69.
Tersisa 18 poin.
Sambil mengemudi ke tempat latihan, Leon menyenandungkan lagu.
Setelah sampai dan menuju ruang ganti untuk berganti pakaian, Leon kembali ke lobi untuk mengobrol bersama teman temannya.
Meski ada beberapa yang di panggil tim nasional di timnya, tapi mereka bukan dari tim nasional Belanda.
Sambil menunggu waktu latihan, Leon bermain dengan ponselnya dan membalas chat yang dikirim Maria.
Selama beberapa hari ini, Leon terus berkomunikasi dengan Maria dan bertukar banyak topik.
Kadang keduanya juga melakukan panggilan Vidio.
Yang membuat Leon gemetar adalah saat Maria memberitahu mengenai identitas aslinya.
Leon awalnya ingin menyerah namun melihat bahwa dia sudah terlanjur memulai pendekatan dia akhirnya memutuskan untuk tidak menyerah.
Maria. Nama aslinya adalah Maria Guardiola.
Saat pertama kali Maria memberitahunya bahwa namanya Maria Guardiola, Leon langsung bertanya tentang pemikirannya.
Saat mendapat persetujuan dari Maria bahwa dirinya benar, Leon benar benar tercengang.
Maria Guardiola merupakan putri pertama Pep Guardiola yang saat ini menjadi manager Manchester City.
Leon tentu tahu siapa sosok tersebut.
Untung saja saat panggilan Vidio, Maria mengatakan bahwa dia sudah dewasa dan ayah nya tidak akan mencampuri urusan pribadinya.
Leon tentu senang.
"Brengsek kamu senyum senyum sendiri dari tadi."
"Ayo berangkat kelapangan." Suara itu membangunkan Leon, Leon kemudian sadar dan memilih memasukan ponselnya ke tas kecil dan berlari keruang ganti untuk menyimpannya.
Kemudian pelatihan pun di mulai.
Dalam pelatihan ini, pelatihan ringan di lakukan.
Saat usai pelatihan, pelatih Ron Jans mengumpulkan para pemain.
"Kami memiliki tren yang sangat bagus di awal musim ini."
"Dari 4 pertandingan, kita sudah mencatatkan 3 kemenangan dan 1 seri dan memiliki 10 poin."
"Kita berada di posisi ke 2 klasemen dan kita harus menjaga momentum ini untuk terus membuat kita lebih percaya diri."
"Jadi aku meminta kalian untuk tetap fokus dan serius pada pelatihan maupun pertandingan."
"Aku tidak ingin tim tiba tiba terpuruk dan sulit untuk bangkit, jadi ayo lakukan bersama agar kita bisa meraih kesuksesan bersama."
Para pemain mengangguk bersemangat.
Kembali ke rumah, Leon membawa Danilo dan beberapa temannya ke ruang bersantai untuk bermain game.
Mereka tentu senang untuk menghabiskan waktu sambil bermain game.
Jadi sampai sore hari, beberapa pemain muda menghabiskan waktunya di rumah Leon untuk bermain game.
Waktu berlalu dengan cepat dan pelatihan terus di lakukan.
Pertandingan melawan Willem ll pun akan segera tiba yaitu besok 18 Oktober.
Mereka akan bermain sebagai tim tamu dan akan berangkat di pagi hari menuju kandang Willem.
Jadi malam sebelum pertandingan, Leon memberitahu Maria bahwa dia akan ada pertandingan besok dan tidak bisa mengobrol lebih lama lagi karena dia harus tidur agar kondisinya baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Andromeda
Ini lucu. Awalnya iseng eh malah dapet berlian di balik tumpukan emas, ahahaha
2024-02-24
2
Mahlubin Ali
wadehelmen langsung ketemu permaisuri tapi di hadang raja terakhir
2024-02-17
2
Lari Ada Wibu
mantap thor
2024-01-25
2