Malam harinya, beberapa pemain pergi merayakannya ke sebuah bar untuk minum minum.
Leon ikut berpartisipasi dalam acara perayaan tersebut.
Dia pulang ke rumah tengah malam.
Keesokan hari nya saat bangun, Leon membersihkan dirinya dengan air hangat.
Memulai sarapan dengan baik dan bersantai di ruang bersantai.
Dia melihat kotak pemberitahuan sistem untuk melihat exp sistem.
Starter : 30.000 exp.
1 gol : 30.000 exp.
1 assist : 20.000 exp.
Kemenangan : 50.000 exp.
130.000 exp di dapat.
Level 5 : 475.000 exp / 500.000 exp.
Hanya tersisa 25.000 lagi untuk menaikan level sistem.
Leon semakin menantikan kenaikan level, sebab dia sudah banyak melewatkan hari Senin tanpa perkembangan.
Siang harinya, Leon memilih untuk pergi ke luar dan ingin berbelanja beberapa pakaian dan aksesoris.
Dia hanya memiliki sedikit pakaian di rumahnya yang baru ini.
Aksesoris juga dia hanya memiliki sedikit.
Waktu berlalu dengan cepat, hari pelatihan kembali tiba.
Ada 6 hari tersisa sebelum laga ke empat.
Lawan mereka nanti adalah FC Emmen dan mereka kembali bermain sebagai tim tuan tuan rumah.
Ini masih menguntungkan Twente untuk memperkuat momentum mereka.
Berkat kemenangan terakhir melawan Groningen, Twente kini berada di posisi ke 4 klasemen, sedangkan lawan mereka berikutnya FC Emmen ada di peringkat 14.
Jelas bahwa kemenangan harus di raih, jika tidak akan sangat mengecewakan.
Jadi dalam pelatihan hari hari berikutnya, para pemain mulai serius dan fokus untuk mempersiapkan laga yang akan datang.
Mereka ingin memaksimalkan status mereka sebagai tim tuan rumah dan performa mereka yang sedang baik untuk terus membangun kepercayaan diri.
Dalam sekejap mata waktu pelatihan 6 hari berlalu begitu saja.
De Grolsch Vesle sudah penuh kembali pada tanggal 4 Oktober.
Si Merah memadati De Grolsch Vesle.
Di pertandingan ini, Leon tidak memasuki starting line up dan duduk di bangku cadangan.
Pelatih bukannya tak percaya tapi harus menjaga kondisi dan kesehatan Leon supaya tidak kenapa kenapa, apalagi baru baru ini kondisi Leon yang semakin membaik takut meledak ledak dan membuat lawan marah dan melakukan pelanggaran keras.
Ini akan merugikan tim nantinya.
Untuk pertandingan ini, selain Leon yang duduk di bangku cadangan, banyak pemain yang turun sebagai starter adalah pemain yang di rotasi.
Seperti duet bek tengah, bukan Julio dan Schenk lagi.
Melainkan Mess Hilgers dan Kik Pierie.
Ketiga bek sangat muda mulai dari bek kiri sampai bek tengah, hanya Ebuehi saja yang memiliki umur dan pengalaman cukup di lini belakang.
Gelandang juga bukan lagi Ilic dan Bosch melainkan Ramiz dan Thijs Van Leuwen.
Luciano yang veteran hanya selalu menjadi pengganti.
Penyerang tetap sama, hanya Leon dan Menig yang di gantikan.
Sayap kirinya diisi oleh Issah Abbas yang memakai nomor 10 dan Vaclav yang memakai nomor 7.
Pada sore hari pukul 4, pertandingan pun di mulai.
Emmen memanfaatkan rotasi para pemain Twente dan bermain menyerang dengan berani.
Kegugupan para pemain yang menjadi starter tentu terlihat jelas.
Untung saja mereka masih memiliki penjaga gawang Drommel yang tampil baik dan banyak melakukan penyelamatan.
Akhirnya sampai turun minum, skor pun tidak berubah sama sekali.
15 menit waktu istirahat, Ron Jans habiskan semuanya di ruang ganti.
Dia memberikan banyak arahan sebab kebanyakan pemain yang bermain saat ini adalah para pemain pengganti.
Meski dia ingin membangun momentum kemenangan terus menerus, tapi pengalaman bagi pemain pengganti juga diperlukan, jadi dia mengambil resiko di pertandingan hari ini.
15 menit istirahat dengan cepat habis.
3 menit setelah pertandingan di mulai, Emmen mencetak gol melalui penyerang mereka de Leeuw.
Dia melakukan sundulan setelah menerima umpan silang dari Laursen dari sisi kiri pertahanan Twente.
Oosterwolde tak berdaya ketika dirinya di lewati dan saat akan melakukan tekelan, itu sudah terlambat karena bola sudah di kirimkan.
Tertinggal 1 gol, para pemain Twente bermain secara terburu buru yang menguntungkan Emmen.
Untung saja Emmen tidak kembali mencetak gol.
Pelatih Ron Jans melihat ini tidak puas.
Dia melirik jam di tangannya dan segera meminta para pemain melakukan pemanasan.
Saat menit 60, Leon, Menig masuk menggantikan Vaclav dan Issah Abbas.
Hanya berselang 5 menit setelah keduanya masuk, perubahan skor terjadi.
Leon melakukan aksi solonya setelah menerima bola di tengah dan melewati 3 pemain.
Dia melewati 3 pemain karena Emmen bermain lebih bertahan sehingga terjadi penyusutan di wilayah lawan.
Leon melewati Tibbling gelandang bertahan lawan, Cavlan bek kiri lawan dan Bakker bek tengah sebelah Cavlan.
Leon menembak ke gawang setelah dia memasuki kotak penalti dan melewati lawan terakhir.
Leon hanya merayakannya secara sederhana, untuk saat ini juga Leon sedang memikirkan mengenai perayaan ikoniknya.
Setelah gol di cetak oleh Leon dan kedudukan menjadi 1 : 1, Emmen mulai sedikit panik dalam bermain.
Hal ini dimanfaatkan oleh Twente.
6 menit berselang setelah gol Leon, Menig mencetak gol setelah dia menerima operan dari Danilo dengan sundulannya.
Dia langsung melakukan tembakan voli ke gawang dengan keras dan Telgenkamp penjaga gawang Emmen tak bisa berbuat apa apa.
Dengan gol Menig menit ke 71, skor pun berubah menjadi 2 : 1.
Para penggemar bersorak keras atas pembalikan skor yang menyenangkan ini.
Mereka tak menyangka bahwa 10 menit mereka bisa membalikkan skor.
Pelatih Ron Jans juga memukul udara di depannya dengan tinjunya sangat bersemangat.
Menit ke 75, pelatih Ron Jans melakukan beberapa penyesuaian, Daan Rots main menggantikan Danilo.
Ini juga merupakan pertandingan ke 2 bagi Daan Rots, ia harus bersaing dengan Alexander striker yang memiliki tubuh tinggi.
Sampai akhir pertandingan, skor pun tidak berubah.
Skor 2 : 1 membuat Twente meraih kembali kemenangan nya.
Dari 4 laga, mereka memenangkan 3 dan meraih hasil 1 seri.
10 poin dan mereka naik ke posisi ke 2.
Usai pertandingan, Leon mendapatkan pemberitahuan sistem mengenai exp, namun Leon mengabaikannya dan memilih bergabung dengan para pemain untuk berterima kasih kepada para penggemar.
Saat memasuki lorong pemain, Leon di temukan oleh reporter.
Dari banyaknya pertanyaan, Leon hanya mendengar yang paling menarik.
"Leon, ayahmu merupakan orang Indonesia dan anda lahir di Indonesia. Apakah anda memiliki keinginan untuk memperkuat tim Nasional Indonesia nanti?"
Itu adalah pertanyaan paling menarik baginya, Leon kemudian teringat ucapan ayahnya ketika dia mendapatkan kontrak profesional saat berusia 18 tahun, tepatnya 2 tahun lalu.
Ayahnya berkata :"Masalah kamu membela tim nasional, ayah tidak akan ikut campur. Itu keputusanmu. Kamu pasti sudah dewasa dan bisa memikirkannya dengan baik. Pesan ayah adalah tetap bermain dengan baik dimana pun kamu bermain nanti."
Leon memandang reporter yang bertanya itu dan berkata :"Apakah kamu dari Indonesia?" Tanya Leon dengan bahasa Indonesia yang sedikit kikuk.
Reporter pun tersenyum bahagia mendengar Leon bisa berbahasa Indonesia.
"Ya, jadi bagaimana tanggapan anda?"
Leon kemudian menghela nafas dan memikirkannya sesaat lalu berkata dengan sangat serius :"Untuk saat ini, aku sedang fokus untuk membangun karirku agar lebih baik lagi. Aku juga ingin mengejar prestasi dulu untuk saat ini. Masalah tim nasional akan menyusul seiring berjalannya performa ku yang membaik, toh jika aku tidak mendapat panggilan tim nasional Belanda, mungkin aku akan memikirkannya dan membantu tim nasional Indonesia nantinya karena di sana tempat lahirku dan tempat ayahku berasal." Leon berkata dengan bahasa Indonesia dan Belanda secara bergantian karena dia memiliki beberapa kata yang tidak fasih dalam berbahasa Indonesia.
Mendengar ini reporter itu meski sedikit menyesal mendengar jawabannya namun masih bahagia karena mendapatkan kabar bagus.
Ini adalah pemain keturunan Indonesia dan sudah memiliki jam bermain yang stabil, jika bermain untuk tim Nasional Indonesia pasti akan membantu permainan tim nasional kedepannya dan membuat pencapaian baru bagi prestasi tim nasional Indonesia di masa depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Lari Ada Wibu
mantap thor.
2024-01-24
2
𝘽𝘼𝙉𝙂 𝙑𝘼𝙉
jawaban yang bagus menurutku untuk ukuran tahun itu
2024-01-24
3
Buana Lukman
bagus up 2020 pelatih timnas Indonesia kan sty
2024-01-24
2