Dalam sekejap mata, 13 September 2020 pun tiba.
Ini merupakan hari yang paling di tunggu tunggu oleh Leon.
Leon yang masuk daftar starting line up pun menerima beberapa tiket gratis dari klub untuk di berikan kepada teman dan keluarga untuk menonton.
Leon juga memberikannya pada keluarganya dan berharap mereka datang untuk melihat debutnya.
Sore hari pukul 3, Stadion De Grolsch Vesle sudah di penuhi dengan warna merah.
Mereka merupakan penggemar klub Twente.
Menyisakan 3000 tiket untuk di serahkan kepada penggemar Fortuna Sittard.
Pertandingan ini di siarkan oleh ESPN.
Komentator pertandingan ini juga di isi oleh Herman Kuiphof dan Theo Reitsma.
Keduanya mulai memperkenalkan susunan pemain kepada para penggemar.
"Ran Jons merupakan pelatih yang di angkat pada bulan Juni lalu. Kita tidak tahu formasi dan pemain siapa saja yang diterapkan."
"Pada musim panas kemarin, Twente banyak menjual pemain pemain veteran nya dan mempromosikan banyak pemain muda."
"Kalau begitu, langsung saja Herman sebutkan susunannya."
Herman tersenyum dan langsung berkata sambil melihat pada susunan nya.
"Twente menggunakan formasi 4 - 3 - 3 menyerang."
"Penjaga gawang merupakan penjaga gawang musim lalu yaitu Drommel. Namun penjaga gawang cadangannya adalah pemain yang di promosikan kemarin, Ennio."
"Lini pertahanan mereka terbilang cukup stabil untuk bagian bek tengah nya."
"Dari kiri di isi oleh Jayden Oosterwolde yang promosi, lalu Schenk yang berusia 28, Julio yang berusia 24, dan bek kanan di isi oleh Ebuehi yang berusia 25."
"Lini tengah mereka di isi oleh 2 pemain muda dan 1 veteran : Wout Brama seorang veteran akan menjadi gelandang bertahan dan 2 gelandang di depannya di isi oleh Jesse Bosch dan Luka Ilic yang keduanya berusia 21."
"Lini depan yang juga masih punggawa muda. Dari kiri ada Queensy Menig 25 tahun, penyerang tengah Danilo yang berusia 22, dan penyerang kanan mereka ada Leon Floris berusia 20 tahun bulan Agustus kemarin."
"Yang patut kita lihat adalah Leon di pertandingan hari ini, dia baru promosi dan tampil sangat baik pada laga persahabatan."
"Dari 4 pertandingan persahabatan, dia mencatatkan 3 gol dan 3 assist."
"Ini benar benar layak untuk di perhatikan, apalagi dia masih muda."
Herman dan Theo terus berbicara memperkenalkan pemain pemain nya.
"Fortuna Sittard menggunakan formasi menyerang yang sama yaitu 4 - 3 - 3."
"Tiga penyerangnya dari kiri Hansson, Polfer, Flemming."
"Gelandangnya, Seuntjens, Smeets, Rienstra."
"Lini pertahanan, Jansen, Angha, Ning, Rota."
"Penjaga gawang Kocelev."
Saat keduanya masih memperkenalkan, para pemain sudah memasuki dan kedua kapten yaitu Brama dan Smeets berdiskusi dengan wasit.
Setelah beberapa saat kick off di menangkan oleh Twente.
Pertandingan pun di mulai.
Segera kedua pemain juga mulai beradaptasi dengan ritme pertandingan.
Sampai 5 menit pertandingan, keduanya melakukan bolak balik dalam penyerangan namun belum mencatatkan tembakan satu pun pada gawang lawan.
Akhirnya 5 menit kemudian, yaitu menit 10.
Herman yang melihat ini pun menjelaskan dengan semangat.
"Ebuehi memotong operan Seuntjens yang bertujuan di berikan pada Hansson."
"Ebuehi tidak berlama lama dan memberikan nya pada Brama yang membuka celah."
"Brama melakukan sedikit scanning dan meneruskannya pada Ilic."
"Ilic melakukan scanning sebelum menerima bola dan akhirnya menerima bola dengan baik dan bebas kawalan, dia berbalik dan menggiring bola ke depan."
"Fortuna harus berhati hati, lawan sudah memasuki area berbahaya."
"Ilic melakukan operan terobosan ke sisi kiri pertahanan Fortuna."
"Jansen dan Leon beradu lari untuk mengejar bola yang menuju ruang kosong di area pertahanan Fortuna."
"Leon memiliki akselerasi yang bagus dan meninggalkan Jansen setelah keduanya memulai di saat yang sama."
"Jansen berusaha untuk tetap berlari, dan Leon akhirnya mendapatkan bola."
"Leon kontrol dengan baik, dia menggeser bola ke kiri dengan kaki kiri bagian luarnya, bola melewati celah kedua kaki Jansen."
"Leon tidak menunggu lama dan langsung menerobos ke dalam meninggalkan Jansen lagi."
"Angha melepaskan perhatian nya dan menuju pada Leon, Leon melewati Angha dengan mudah."
"Leon menembak."
"Oh.." Herman berseru dengan panjang sambil menunggu apakah bola masuk atau tidak.
"GOOLLL!"
"Gol pertama di cetak, ini gol yang indah.",
"Serangkaian aksi yang yang sangat baik, entah itu skema serangan balik atau aksi individu dari Leon."
"Kecepatan Leon juga patut di acungi jempol."
"Kami akan meminta bagian belakang layar untuk melihat berapa kecepatan Leon barusan."
Leon yang mencetak gol langsung berlari ke sudut lapangan dan berdiri di depan titik tendangan sudut.
Dia tersenyum dan menunjuk satu jarinya pada kepalanya.
Rekan timnya berlari pada Leon untuk merayakan bersama.
Setelah setengah menit perayaan, pertandingan kembali di mulai.
Fortuna mulai keluar menyerang karena mereka tertinggal 1 gol.
Meski begitu, Twente juga tak mau kalah dan mulai menyerang juga.
Keduanya saling bertukar serangan dan sayangnya sampai turun minum, gol tidak kembali tercipta.
Para pemain kembali ke ruang ganti.
Di saat para pemain ke ruang ganti, Ayah Leon dan keluarganya berada di tribun pun menangis terharu.
"Anakku mencetak gol." Ucap Ibunya Leon sambil melompat lompat.
Dadanya yang besar pun menarik perhatian sekitar.
Mereka akhirnya tahu bahwa orang orang yang bersemangat ini adalah keluarga pemain yang mencetak gol tadi.
Mereka memberikan selamat pada keluarga tersebut.
"Leon akhirnya kamu bisa mewujudkan impian ayah dulu." Ayah Leon berkata dengan pelan sambil melihat ke lapangan yang dimana para pemain pengganti sedang pemanasan.
Dia kemudian melirik pada papan skor LED di lapangan.
Twente 1 - 0 Fortuna Sittard.
Di bawah nama Twente ada nama Leon Floris.
Ayah Leon sangat bangga dan menangis.
Kakek dan neneknya tidak ikut dan menonton di rumah.
Keluarga yang datang adalah ayah dan ibu lalu keponakan kecil Leon yang merupakan anak dari adik ibunya.
Di ruang ganti, Dan Jons memberikan selamat atas permainan di babak pertama.
Meski unggul 1 gol dia puas tak puas.
Puas karena tim unggul, tak puas karena tim hanya mencetak 1 gol.
"Permainan di babak kedua lakukan dengan lebih sabar dan tenang."
"Kontrol ritme, meski kita memiliki banyak pemain muda, jangan terburu buru. Pastikan ritme pertandingan di tangan kita."
"Babak kedua nanti kalian harus langsung fokus jangan terlarut dengan keunggulan 1 gol, ini masih bahaya."
"Manfaatkan celah di antara bek tengah dengan bek sayap mereka untuk memberikan umpan terobosan ke situ, area di belakang nya akan menjadi area yang pasti di menangkan oleh kedua pemain sayap kita." Ron Jans berkata sambil melirik pada Menig dan Leon.
Keduanya mengangguk.
"Baiklah, gunakan waktu yang tersisa untuk memulihkan fisik kalian." Ron Jans langsung keluar dari ruang ganti dan meninggalkan para pemainnya untuk beristirahat di ruang ganti.
Para pemain di ruang ganti pun memulihkan fisiknya sambil minum air.
"Danil, kamu harus memanfaatkan posisimu, dimana kamu hanya di jaga oleh 1 bek tengah saja."
"Ning tinggi dan pasti akan lambat, terlihat dari beberapa gerakannya tadi di babak pertama."
"Berbeda dengan Angha yang tinggi tapi lentur dan reaksinya bagus." Brama veteran tim dan kapten memberitahu Danilo untuk memanfaatkan kesempatannya.
"Oke kapten, aku mengerti."
Leon juga mendengarkan arahan Brama pada Danilo dan memang benar, bahwa Angha meski di lewati oleh Leon dia masih sempat bereaksi, tapi karena akselerasinya dia tidak bisa berbuat apa apa lagi pada akhirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
RMYAN'S
Semangat bang Cain, ditunggu update selanjutnya 😂
2024-01-22
2
Lari Ada Wibu
lanjut thor
2024-01-22
2
dennisad
Lanjuttt
2024-01-22
2