Keesokan paginya, berhubung latihan libur, Leon bersantai setelah bangun dari tidurnya.
Dia hanya melirik wanita yang masih tidur itu.
Leon menilai bahwa wanita ini hanya bernilai 80 poin lebih.
Namun Leon tak mempermasalahkannya.
Setelah setengah jam, wanita itu bangun dan tidak terlihat bingung sama sekali.
Dia tidak marah mengenai hal yang terjadi dan berharap akan menjadi dekat dengan Leon.
Apalagi setelah pertempuran tadi malam, dia senang melihat lelaki yang kuat.
"Bersihkanlah, aku akan mengantarmu pulang setelah itu." Ujar Leon kemudian bangkit dan membuat sarapan sesuai jadwal yang telah di tetapkan oleh ahli gizi pribadinya.
Leon sudah memiliki ahli gizi pribadinya, dan itu sudah dia rekrut ketika dia berada di U - 21.
Ahli gizinya akan mengirimkan pesan mengenai jadwal jadwal apa yang harus di makannya.
Setelah beberapa waktu, wanita tersebut sudah berpakaian lagi seperti kemarin.
Leon mengantarnya ke asrama sebuah kampus dan Leon dengan cepat kembali.
Dia tidak merasa jijik meski wanita yang di tidurinya tadi malam bernilai 80 poin.
Leon kembali ke rumah orang tuanya untuk berkunjung karena ini hari libur.
Sesampainya di rumah orang tuanya, Leon menyapa dan bermain dengan keponakan kecilnya.
"Bagaimana malam kemarin?"
"Apakah aman?" Tanya ayahnya khawatir.
Dia jelas khawatir karena Leon terlalu terburu buru dan dia takut Leon hancur padahal karirnya baru di mulai.
"Tak apa ayah, tenang saja."
"Jangan melihatku seperti itu, aku tahu apa yang ayah pikirkan, tidak perlu khawatir."
Leon bisa melihat kekhawatiran ayahnya, dan hanya bisa menenangkan nya dan kemudian mengingatkan dirinya sendiri agar tak terlalu ceroboh.
"Baguslah."
Sampai siang hari, Leon kembali ke rumahnya dan menikmati hari liburnya.
Sore harinya, dia melakukan latihan di halaman belakang rumahnya yang ada sedikit rumput.
Keesokan harinya, hari pelatihan kembali di mulai.
Para pemain sudah melupakan apa yang terjadi di rumah Leon dan fokus pada latihan.
Leon juga latihan dengan baik dan tidak terlalu terbawa suasana.
Malah terbilang dia latihan dengan sangat baik.
Dalam pelatihan pertandingan antara tim merah dan kuning, Leon tampil baik mencetak 2 gol dan 1 assist.
Pelatih Ron Jans juga menjadi semakin meningkatkan perhatiannya pada Leon.
Dia bisa melihat bahwa Leon memiliki potensi yang tinggi.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, pertandingan persahabatan kedua di mulai.
Ini adalah 27 Agustus, lawan mereka adalah FC Emmen yang yang berkompetisi di Eredivisie juga
Dalam pertandingan ini, Leon di turunkan sebagai starter dan memenuhi kepercayaan Ron Jans.
Dia mencetak 1 gol dan 1 assist di babak pertama.
Skor akhir pertandingan persahabatan ini adalah 3 : 1 dengan kemenangan Twente.
Pelatih Ron Jans memberikan sedikit kritik pada bagian pertahanan karena mereka kebobolan 1 gol.
Kembali ke rumah, Leon menerima exp dari pertandingan persahabatan.
Starter : 15.000 exp.
1 Gol : 15.000 exp.
1 Assist : 10.000 exp.
Kemenangan : 25.000 exp.
65.000 exp di dapat.
Level 5 : 120.000 / 500.000 exp.
Leon merasa peningkatan exp sistem sangat cepat, Leon semakin menantikan Eredivisie karena itu di pastikan memiliki pendapatan exp yang lebih tinggi.
Namun yang membuat Leon semakin menantikan adalah dia bergabung dengan salah satu klub di lima liga besar.
Pasalnya Eredivisie tidak termasuk jadi mungkin exp juga berbeda.
Membuang pemikiran pemikiran seperti itu, Leon akhirnya harus tenang dan memikirkan dengan cermat musim yang akan di mulai ini.
Dia harus siap.
Kemudian waktu berjalan dengan cepat, para pemain kembali berlatih lagi.
Vaclav Cherny semakin tertekan oleh kehadiran Leon dan kualitas permainan Leon.
Dia merasa sangat buruk musim ini padahal musim belum di mulai.
Namun melihat kondisi Vaclav yang semakin memburuk membuat Leon senang dan kondisi bahkan meledak ledak dalam pelatihan.
Akhirnya para pemain yang banyak berlatih bersama ini mulai menerapkan taktis Ron Jans lebih baik lagi.
Pemahaman diam diam diantar para pemain juga semakin terbentuk.
Apalagi Luka Ilic dan Leon, keduanya seperti nya memiliki pikiran yang sama dan selalu tampil mengagumkan.
Dalam sekejap mata, pertandingan persahabatan ketiga kembali di mulai.
Ini adalah 4 September.
Pertandingan persahabatan ini mempertemukan Twente dengan Go Ahead Eagles yang berada di Eerste Divisie.
Klub memilih lawan ini karena klub ini di nilai oleh pihak manajemen menjadi kandidat kuat untuk promosi.
Maka pada pertandingan persahabatan 4 September ini benar benar sesuai dugaan pihak manajemen.
Pertandingan persahabatan ini berakhir dengan skor 2 : 2.
Go Ahead Eagles sangat kuat.
Pelatih Ron Jans hanya bisa menggelengkan kepalanya dan harus semakin mempercepat pertumbuhan para pemain mengenai taktisnya.
Dalam pertandingan persahabatan ini, Leon hanya mencatatkan assist dan tidak mencetak gol.
Dia sudah melakukan banyak kesempatan tembakan tapi semua di selamatkan yang membuat Leon sedikit kesal dan kecewa.
Usai pertandingan, Leon mendapatkan exp :
Starter : 15.000 exp.
1 Assist : 10.000 exp.
Hanya 25.000 exp di dapat dari pertandingan ini.
Level 5 : 145.000 / 500.000 exp.
Leon kembali ke rumah dan langsung beristirahat karena pertandingan persahabatan tadi di mulai pukul 7 malam dengan penonton sebanyak 5000 orang.
Keesokan harinya, setelah bangun pagi, Leon melakukan aktivitas paginya dan langsung berangkat ke tempat latihan.
Pelatih Ron Jans tidak memberikan libur karena mereka meraih hasil tidak memuaskan dan waktu semakin mepet.
Dalam pelatihan ini, Leon yang semakin ingin memantapkan posisinya menjadi pemain utama juga meledak yang membuat Vaclav semakin khawatir.
Pasalnya di pertandingan pemanasan, waktu bermain nya semakin berkurang, sedangkan Leon semakin bertambah.
Hanya tersisa 1 pertandingan persahabatan lagi yaitu tanggal 7 September melawan Excelsior yang berada di Eerste Divisie.
Dalam sekejap mata, 7 September juga tiba.
Dalam pertandingan persahabatan terakhir ini, Leon kembali tampil sebagai starter.
Sejak dimulainya pertandingan, Leon tampil sangat mengancam dan aksi aksi solonya membuat para pemain lawan hanya bisa mengikutinya dan tidak bisa terbuat apa apa.
Sampai turun minum, skor sudah 3 : 0.
Dimana Twente unggul besar.
Leon menyumbangkan 2 gol dalam pertandingan persahabatan ini.
1 gol dia ciptakan sendiri melalui aksi cutting inside nya dan menembak ke pojok yang berlawanan dengan penjaga gawang.
1 gol lagi memanfaatkan tembakan Danilo yang di selamatkan oleh penjaga gawang dengan tidak sempurna, dalam gol ini, Leon hanya menembak bola ke arah yang tidak akan sempat di kejar oleh penjaga gawang karena dia masih dalam keadaan terjatuh.
Setelah menit ke 72, Leon digantikan.
Skor akhir adalah 4 : 1 dengan kemenangan Twente.
Leon menerima exp yang lumayan lagi.
Starter : 15.000 exp.
2 gol : 2 x 15.000 exp.
Kemenangan : 25.000 exp.
70.000 exp di dapat setelah pertandingan persahabatan terakhir.
Level 5 : 215.000 / 500.000 exp.
Ada waktu satu Minggu sebelum pertandingan pertama mereka di liga.
Keesokan harinya adalah hari libur dan Leon bisa bersantai dan mengunjungi rumah orang tuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Taaku
sip
2024-02-03
2
Lari Ada Wibu
mantap thor
2024-01-22
1
𝘽𝘼𝙉𝙂 𝙑𝘼𝙉
alurnya gk terlalu cepat kah itu bg?
2024-01-22
3