Enschede, Belanda.
Berada di rumah sepanjang bulan Juli, Leon masih terus berlatih untuk meningkatkan fondasi fondasinya sehingga ketika atribut atribut baru di buka, nilai nilainya tidak akan terlalu kecil.
Sambil menunggu pelatihan musim panas yang akan datang, Leon juga telah menerima pesan dari teman temannya di tim U - 21.
Ada banyak sekali yang mendapatkan kesempatan promosi.
Namun jika begitu terus maka skuad utama akan terlalu banyak, tapi saat obrolan di grup, beberapa pemain yang mendapatkan panggilan lebih dulu dari Leon mengatakan bahwa tim akan membersihkan beberapa veteran.
Leon hanya bisa menghela nafas melihat berita ini saat itu.
Dengan begitu skuad akan memiliki banyak pemain muda.
Memasuki Agustus, Leon sudah memantapkan mentalnya untuk berlatih di tim utama dan tidak ingin kembali ke tim kedua.
Jadi setelah menyelesaikan semua urusannya di rumah, Leon menyetir mobil miliknya ke tempat latihan.
Twente Training Ground, ini adalah tempat yang dimiliki tim untuk berlatih.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat latihan.
Leon memarkir mobilnya dan memasuki klub.
Ada beberapa pemain yang sudah datang, Leon datang menyapanya.
"Haha, aku tak menyangka kita akan bersama lagi." Ujar Daan Rots penyerang tim U - 21.
Asalnya posisi Daan Rots adalah sayap kanan, tapi karena bertentangan dengannya, dia berpindah ke penyerang tengah dan saat menjadi penyerang, dia membuktikan kualitasnya.
Jadi keduanya tidak hanya menjadi musuh melainkan menjadi teman.
"Bersiaplah kamu kembali ke tim U 21." Ejek Leon pada Daan Rots setelah menyapa yang lain.
Beberapa pemain yang sampai di klub semuanya adalah para pemain yang satu tim dengan Leon di tim U 21 jadi mereka mengobrol dengan hangat.
Bek tengah di tim U 21 seperti Kik Pierie, Mess Hilgers, Jayden Oosterwolde juga ada di sini sekarang.
Setelah mengobrol bersama, mereka pergi ke ruang ganti untuk bersalin.
Dan benar saja, begitu memasuki ruang ganti, banyak nama di loker sudah di lepas.
Itu menandakan bahwa para pemain veteran sudah pindah.
Leon menatap loker loker tanpa nama dan memilih langsung, dia berdiri di depan loker dan menatapnya.
Dia bersumpah bahwa dia harus bertahan di tim utama.
Leon mengusap tempat biasa nama di tempel dengan halus.
"Leon, kerja keraslah. Kita pasti akan membuat nama kita menempel di loker loker kosong ini." Ujar Kik yang merupakan kapten di tim U - 21 dulu.
Leon menoleh dan melihat Kik Pierie sudah membuka bajunya.
"Haha tentu, aku akan membuat namaku menempel di loker ini." Kemudian Leon mulai berganti pakaian menggunakan seragam latihan yang sudah di simpan di tempat duduk di bawah loker oleh pihak klub.
Ini merupakan pakaian latihan baru untuk musim ini.
Jam 9 pagi, para pemain sudah mulai berkumpul di lapangan dan para pemain tim utama musim lalu juga menyapa para adik adik mereka yang mendapatkan promosi.
Leon menatap pada Vaclav Cherny yang saat ini akan menjadi satu satunya saingannya.
Sebab Lazarous yang bermain di posisi kanan juga sekarang sedang cedera.
Leon harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
Apalagi Vaclav juga masih muda dan baru berusia 23 tahun.
Pelatih Ron Jans yang baru di angkat 2 bulan lalu datang bersama staf kepelatihannya.
Dia berdiri di depan para pemain dan mengangguk.
"Baiklah, musim lalu, liga di hentikan karena adanya virus yang melanda seluruh dunia."
"Sekarang liga akan kembali di mulai."
"Jadwal pertama kita di mulai pada 13 September."
"Ada 1 bulan lebih untuk mempersiapkan tim dengan baik."
"Sebelum itu, akan ada beberapa pertandingan pemanasan yang di mulai tanggal 21 Agustus."
"Selama 3 Minggu ini, kerahkan semua kualitas kalian masing masing dan perebutkan posisi kalian sendiri."
"Aku akan memainkan pemain yang bekerja baik saat latihan." Ujarnya.
"Ada banyak pemain muda sekarang yang baru promosi, jadi mari kita mulai perkenalan resmi terlebih dulu."
Segera para pemain muda yang baru promosi mulai memperkenalkan diri nya sendiri satu per satu termasuk Leon.
"Leon Floris, penyerap sayap kanan."
"Semoga bisa bekerja sama dengan baik mulai sekarang." Ungkap Leon tanpa rendah hati atau sombong.
Para pemain muda lainnya berkata 'Mohon bimbingannya'.
Namun Leon tidak, dia datang ke sini untuk merebutkan posisi utama jadi dia juga harus menentukan momentum pertamanya.
Terserah yang lain akan memandang nya seperti apa, Leon tidak peduli.
Setelah perkenalan, pelatih Ron Jans mulai meminta asisten nya untuk memeriksa kondisi fisik semua pemain.
Setelah beberapa waktu, hanya ada beberapa pemain yang memiliki kualitas fisik bagus dan siap.
Itu termasuk Leon yang selalu menjaga kondisinya, Leon tersenyum saat melihat Vaclav tidak dalam kondisi yang baik.
Kemudian, para asisten mulai merumuskan pelatihan pada masing masing pemain agar cepat memasuki kondisi fisik yang siap.
Seminggu berlalu dengan cepat, selama seminggu ini, pelatihan semuanya bersifat fisik.
Tentu untuk membalikkan kondisi para pemain dan menyimpan cadangan fisik juga.
Mulai Minggu kedua ini, pelatih Ron Jans akan mulai menerapkan ide taktisnya.
Segera dalam pelatihan ini, Ron Jans mengatakan formasi yang akan di gunakan nya.
Leon tersenyum saat formasi pelatih adalah 4 - 3 - 3.
Ini membuktikan bahwa masih ada kesempatan untuk memperjuangkannya.
Dalam Minggu kedua ini, para pemain mulai berlatih menerapkan konten taktis pelatih.
Dalam ajang pertandingan latihan juga masing masing harus menerapkan taktis yang sama.
Bagi para pemain yang tampil baik akan di pindahkan dengan para pemain lain yang memiliki pemahaman taktis baik juga sehingga pelatih dan staf bisa melihat sejauh mana pemahaman para pemain tentang taktis yang di terapkan ini.
Waktu berlalu seminggu lagi, dalam Minggu kedua pelatihan ini, Leon tampil baik.
Meski kadang dia melakukan beberapa aksi solo dan mengabaikan taktis tapi hasilnya luar biasa.
Dia mencetak gol atau memberikan assist.
Leon bukannya ingin melanggar perintah taktis pelatih yang dimana jangan terlalu bermain sendiri, tapi dia melihat kesempatan.
Untung saja pelatih tidak memarahinya melainkan memberikan apresiasi di depan semua pemain.
Pelatih mengatakan bahwa mereka harus memahami situasi dan menilai permainan dengan cepat lalu manfaatkan dengan baik.
Contohnya adalah Leon, dia menilai bahwa rekannya terlalu jauh dan lawan yang menjaganya sedikit kelelahan dan ada jarak lain dengan bek tengah nya jadi Leon memanfaatkan kesempatan tersebut.
Hasilnya untung positif.
Setelah 2 Minggu pelatihan ini, pelatih sudah mulai menilai siapa saja yang bertahan.
Leon yang akan pulang setelah berlatih mendapat panggilan dari staf klub untuk datang ke kantor dan memilih nomor punggung baru.
Pasalnya Leon bermain di tim U - 21 dan memakai nomor pemain akademi.
Leon mendengar ini bahagia, dia langsung mengerti bahwa ini adalah lampu hijau mengenai dirinya akan tetap di tim utama.
Leon melihat daftar nomor pemain yang kosong dan akhirnya memilih nomor 21.
Setelah di konfirmasi, sosial media klub juga memberikan informasi mengenai hal tersebut.
Leon pulang ke rumah dan memberitahu kabar baik pada keluarganya termasuk ayah dan ibunya bahwa dia telah menetap di tim utama mulai sekarang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Taaku
mantap
2024-02-03
2
Lari Ada Wibu
mantap thor .
2024-01-21
2
Liar Marabunta
update yg banyak
2024-01-20
2