Sabtu, 24 Oktober.
Stadion Galgenwaard yang menjadi tempat pertandingan antara Utrecht menjamu tamunya yaitu Twente sudah di penuhi oleh para penggemar.
Para pemain saat ini sedang melakukan pemanasan di lapangan.
Dalam pertandingan ini, Leon tidak masuk ke dalam starting line up lagi dan duduk di bangku cadangan.
Akhirnya tepat pukul 2:30, pertandingan di mulai dengan kick off yang di mulai Utrecht.
Namun baru saja kick off di mulai, Utrecht langsung melancarkan serangan yang sangat mendadak.
Gustatson gelandang serang mereka langsung memberikan bola kepada Ramselaar yang merupakan pemain sayap kiri Utrecht.
Ramselaar melewati Ebuehi dalam 1 gerakan saja dan dia masuk ke kotak penalti.
Tanpa menunggu Dario Dumic bek Twente bereaksi, dia langsung menembak ke gawang.
Dia menembak ke arah tiang dekat dan penjaga gawang Drommel berusaha untuk menyelamatkan tembakan tersebut namun sayang bola yang ditembak dengan keras itu memiliki kecepatan melesat yang sangat cepat.
Drommel yang terjatuh pun melihat ke bola yang ada di gawangnya.
Dia bingung.
Ini hanya 1 menit kan?
Dan benar saja wasit meniupkan peluit bahwa gol sah.
Para penggemar Utrecht bersorak dengan keras dan suara nya memekakkan stadion Galgenwaard.
Para pemain Twente di lapangan tercengang dan apalagi pemain di bench termasuk Leon.
Dia sedang mengobrol dan tiba tiba mendengar teriakan keras dan menoleh hanya menemukan bola sudah ada di gawang timnya.
Melihat ini, pelatih Ron Jans berjalan ke pinggir lapangan, dia berdiri di area perintah dan memberikan semangat kepada para pemainnya dan mengingatkan untuk tetap fokus.
Akhirnya pertandingan kembali di mulai.
Utrecht yang bermain di kandang dan telah mencetak gol cepat berada dalam kondisi yang sangat baik.
Mereka kerap memberikan serangan serangan yang sangat mengancam dan membuat para penggemar Utrecht berteriak heboh.
Ini juga menjadi ujian mental bagi para pemain Twente di hadapan penggemar yang sangat berisik seperti ini.
Akhirnya kedua tim saling jual beli serangan.
Namun Twente lebih berhati hati karena saat ini mereka dalam keadaan tertinggal dan skor tak boleh lagi di perbesar.
Pada menit ke 43, Dario Dumic yang berhasil melakukan tekelan langsung berdiri dan berniat mengoper, namun operannya justru malah mengarah pada Van de Str yang merupakan gelandang lawan.
Gelandang tersebut tak membuang waktu dan kesempatan, dia langsung melancarkan tembakan jarak jauh dan bola terangkat menuju sudut rumit.
Drommel kembali gagal menyelamatkan gawangnya dan harus melihat gawangnya kembali di bobol.
Brama yang bertugas sebagai kapten pun bingung.
Leon yang berada di bench berdiri dan berteriak ke para pemain di lapangan.
Ini tentu membuat semua orang di stadion bingung, namun Leon tak malu dan memberikan semangat.
Kemudian dia kembali duduk.
Akhirnya Brama pun memberikan semangat bahwa masih ada waktu.
Sebelum turun minum, Twente akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke 47.
Gol tersebut di cetak oleh Danilo setelah menerima operan dari Jayden yang melakukan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Dia melakukan sundulan yang sangat akurat dan menuju pojok kiri atas.
Dengan peluit wasit, pertandingan babak pertama berakhir.
Di ruang ganti kedua pelatih sama sama memberikan semangat.
Leon yang melakukan pemanasan mendapatkan cemoohan dari para penggemar Utrecht.
Namun dia mengabaikannya dan memilih tetap stabil dalam pemanasan nya.
Mungkin penggemar Utrecht mengira Leon sebagai biang kerok nya karena memberikan semangat sehingga tim Twente berhasil mencetak gol sebelum turun minum.
Akhirnya waktu istirahat 15 menit pun habis.
Pertandingan babak kedua di mulai lagi.
Namun 10 menit setelah pertandingan di mulai lagi, terjadi kecelakaan.
Vaclav terkena tekelan yang membuatnya meringis kesakitan.
Dia sepertinya menangis, salah satu tangannya memegangi ankle nya dan tangan lainnya memukul rumput.
Ron Jans langsung berteriak agar tim medis segera memeriksa.
Setelah di pastikan cedera, Vaclav di tarik keluar.
Van de Str mendapatkan kartu kuning dari wasit namun ini mendapatkan cemoohan dari penggemar Twente yang datang.
Ron Jans juga berteriak bahwa harus di beri kartu merah.
Akhirnya, Leon masuk ke dalam lapangan menggantikan Vaclav.
Pelatih Ron Jans tidak memberikan banyak arahan pada Leon.
Setibanya Leon masuk, bola banyak di berikan padanya untuk mengandalkan aksi individunya.
Dan benar saja, pada menit ke 62, Leon menggiring bola melewati Van de Str yang memiliki kartu kuning dia menjadi berhati hati dan membuat Leon melewatinya dengan mudah.
Dia menggiring menerobos pertahanan Utrecht lalu di hadang oleh Warmedan, namun Leon mengguncangnya dengan tipuan seakan dia akan terus menerobos.
Namun Leon malah melakukan cutting inside, gerakan Leon yang tiba tiba seperti akan terus menerobos dan berhenti tiba tiba membuat Warmedan terjatuh.
Leon berhasil melewati 2 pemain dan menerobos ke dalam.
Saat Hoogma seorang bek tengah akan datang, Leon langsung melakukan tembakan.
Gravitasi tubuhnya di tarik ke sebelah kanan dan dia menembak dengan kaki kiri bagian dalamnya.
Bola yang di tembak melengkung ke arah gawang.
Nijhuis penjaga gawang Utrecht melompat untuk melakukan penyelamatan namun bola yang mengarah sangat ke sudut itu sulit untuk di raih.
Saat Leon melihat bola.masuk, dia langsung berlari ke depan fans Utrecht dan memasang wajah sombong.
Dia kemudian meletakkan satu jarinya di depan bibirnya mengisyaratkan untuk diam dan tutup mulut.
Setelah melihat perayaan Leon, cemoohan semakin keras.
Wasit juga menghampiri nya dan mengingatkan untuk tidak memprovokasi.
Leon pun akhirnya kembali lagi ke wilayahnya.
Pertandingan di mulai kembali.
Dengan skor seperti awal, Twente bermain lebih stabil dan tenang tapi tidak dengan Utrecht yang bermain di kandang dan di hadapan para penggemarnya.
Mereka menyerang dengan sangat ganas.
Kedua nya akhir nya saling bertukar serangan serangan yang mengancam gawang, namun sampai wasit meniupkan peluit nya, skor tidak berubah dan tetap berakhir dengan skor 2 : 2.
Twente hanya bisa meraih 1 poin dari pertandingan ini.
Meski sedikit tak rela mereka harus tetap puas dari pada kalah.
Saat memasuki lorong, Leon di tarik oleh Ron Jans untuk ikut ke konferensi pers.
Leon pun menyerah dan mengikutinya.
Saat konferensi pers pasca pertandingan, kedua pelatih saling memuji dan tidak menyalahkan para pemainnya.
"Leon, kenapa anda bertindak seperti pelatih saat tim tertinggal 2 gol di babak pertama tadi?"
Leon mendengar ini pun ingat kelakuannya dan tersenyum tipis :"Itu hal yang sangat spontan, tim harus segera bangkit dan berusaha memperkecil kedudukan sebelum turun minum agar di babak kedua nanti kita memiliki banyak kesempatan dan semangat yang masih tinggi."
"Dan seperti yang kalian lihat, semua itu terjadi dan skor akhirnya berakhir imbang, meski sangat disayangkan kami masih puas dengan meraih 1 poin di laga tandang ini." Ucap Leon kemudian mendorong microphone nya.
Setelah beberapa saat, konferensi pers selesai.
Leon segera ke ruang ganti dan membersihkan dirinya.
20 menit kemudian, mereka kembali ke mobil dan akan segera pulang ke Enschede.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Lari Ada Wibu
mantap thor
2024-01-25
2
Buana Lukman
bagus up
2024-01-25
2