26 September,
De Grolsch Vesle kembali penuh dengan kehadiran para penggemar Twente.
Hari ini merupakan laga ke 3 Twente di Eredivisie.
Twente akan menjamu tamunya FC Groningen sore ini.
Saat jam menunjukan pukul 5 tepat, wasit memulai pertandingan dengan meniupkan peluit nya.
Groningen saat ini berada di posisi ke 9 klasemen sedangkan Twente berada di posisi ke 7.
Permainan ini juga menjadi sengit karena mereka harus memperebutkan momentum tim di liga agar semakin percaya diri untuk mengarungi liga yang panjang ini.
Dalam pertandingan ini, Leon kembali tampil sebagai starter.
Dia masih di percaya oleh pelatih, apalagi kondisi Leon yang meledak ledak itu akhirnya sudah di selesaikan dan Leon menjadi tampil lebih tenang di setiap latihan.
Meski tampil tenang, tapi kontribusinya tetap membuat para pemain dan pelatih bahagia.
Karena Leon tidak seperti sebelumnya yang dimana meledak ledak tapi seperti terburu nafsu.
Sekarang Leon seperti memiliki tujuan yang pasti.
Dalam 15 menit pertama pertandingan, tidak ada gol tercipta.
Namun Twente terus di tekan dan Leon harus ikut dalam pertahanan sehingga kesempatannya menyerangnya semakin berkurang.
Akhirnya, peluang baginya pun datang pada menit ke 22.
Komentator Jeroen Elshof dan Frank Srocks menjadi petugas siaran kali ini.
"Oosterwolde melakukan tekel yang sangat bersih dan bola dia dapatkan."
"Dia langsung memberikan bola pada Brama."
"Namun Brama yang mendapatkan tidak terlalu terburu buru meski mereka memiliki kesempatan serangan balik cepat."
"Dia malah memberikan bola pada Julio, Julio dengan cepat memberikan pada Ilic."
"Ilic dengan cepat menyebarkan bola kembali ke sisi kiri dimana Bosch berada pada ruang yang kosong."
"Ini benar benar sebuah pola pembangunan serangan yang baik."
"Bosch dengan cepat memberikan bola pada Danilo, namun Danilo dalam kondisi membelakangi gawang."
"Dia memberikan bola kembali pada Brama yang datang menjemput."
"Brama tidak mengontrol bola dan langsung melepaskan terobosan ke sisi kanan."
"Ini dia Leon berlari cepat mengejar bola dan kecepatan larinya menerobos pertahanan lawan."
"Leon mendapat kan bola dan langsung menggiring ke dalam, dia terhalang oleh Itakura, dan memilih memberikan bola pada Danilo."
"Danilo juga tidak membuat banyak gerakan dan kembali memberikan bolanya pada Leon yang berlari membelakangi Itakura."
"Leon memasuki kotak penalti."
"Padt penjaga gawang Groningen menyerang, Leon melakukan tembakan.. Oh tidak itu tipuan."
"Leon menembak pada gawang yang kosong."
"GOOOLL."
"Gol telah dicetak, serangan balik yang sangat cantik."
"Jika kalian melihatnya lagi, ini merupakan sebuah pola yang terus terbentuk."
Leon yang mencetak gol berlari ke pojok dan melakukan seluncuran dengan lututnya.
Saat akan menabrak tiang tendangan sudut, Leon langsung bangkit berdiri dan kemudian berdiri tegak sambil tersenyum menatap para penggemar.
Untuk saat ini Leon belum memiliki selebrasi ikoniknya dan dia hanya bisa melepaskan kebahagiaan mencetak golnya secara spontan.
Rekan timnya langsung berkumpul di sekitar Leon dan merayakannya.
Setelah perayaan sesaat, mereka berhenti dan memulai kembali pertandingan.
Mereka saat ini dalam kondisi yang sangat baik apalagi setelah mencetak gol.
Namun Groningen yang tertinggal jelas tak mau mengalah.
Mereka terus melancarkan serangan sengit kepada lawan mereka Twente.
Akhirnya Groningen mendapatkan pukulan lagi setelah menyerang terlalu berani.
Twente melancarkan serangan balik cepat lagi.
"Julio dan Schenk bekerja sama untuk memblok tembakan Larsen."
"Bola menuju ruang kosong, Brama berlari dan mendapatkan bolanya."
"Dia langsung memberikan bola pada Leon di sisi kanan."
"Leon menerima bola dengan kaki kanannya dan langsung berbalik menggiring bola ke area pertahanan lawan."
"Giringan bola Leon sangat cepat."
"Matusiwa kapten Groningen mencoba mengejar Leon namun tetap tertinggal."
"Van Hintum mencoba menghalau Leon namun Leon langsung mengguncangnya dengan 1 gerakan."
"Leon berakselerasi meninggalkan Van Hintum di belakangnya."
"Memasuki kotak penalti apa yang akan di lakukan Leon."
"Itakura melakukan tekelan, dia bertaruh dengan keputusan tekelnya ini."
"Leon menggeser bola sedikit dan segera mengirimkan operan ke tengah kotak penalti dimana Danilo berlari dari belakangnya."
"Danilo menembak."
"GOOOOLL!!"
"Gol kembali di cetak melalui serangan balik."
"Meski proses nya tak seindah gol pertama, tapi kredit masih harus di berikan pada Leon yang tampil baik dalam serangan balik ini."
"Dia menggiring bola dari tengah sampai ke pertahanan lawan, melewati 2 pemain dan akhirnya mencetak assist."
"Dia juga tidak egois, dia bisa sendiri menembak setelah tekelan Itakura gagal, tapi dia memilih memberikan bolanya pada Danilo yang bermain sebagai penyerang."
"Leon memiliki pemikiran yang baik, bagi penyerang tengah agar terus stabil yang di butuhkan adalah gol dan Leon membantu Danilo agar tetap stabil dan membuat tim semakin membaik."
Danilo yang mencetak gol berlari ke arah Leon dan langsung melompat dan memeluk Leon.
Leon hanya bisa menahan Danilo yang melompat di depannya.
Kemudian saat dia akan menurunkan Danilo, para pemainnya bergegas, Leon tak punya tumpuan yang baik dan akhirnya terjatuh.
Setelah perayaan bersama, pertandingan kembali dimulai.
Sampai turun minum skor tidak berubah dan tetap 2 : 0 dengan keunggulan tuan rumah Twente.
Di ruang ganti pelatih Ron Jans memberikan apresiasi atas permainan yang baik.
Dia mengingatkan pemainnya untuk tetap stabil dan fokus.
Pasalnya dia tahu bahwa Groningen akan menyerang lebih ganas lagi.
Setelah istirahat 15 menit, pertandingan babak kedua di mulai.
Pertandingan melaju begitu saja.
Pada menit ke 66, Leon melewati 2 pemain dan akan melakukan finesse shot namun dia ditabrak dan menjadikannya pelanggaran.
Twente di beri hadiah free kick namun tidak ada eksekutor yang baik jadi peluang terbuang percuma.
Pada menit ke 75, serangan di prakarsai oleh Ilic, dia memberikan bola pada Leon di sisi kanan.
Leon melewati Van Hintum dan saat akan melewati kembali Itakura, dia melihat bahwa Bosch kosong, jadi dia mengoper ke tengah di luar kotak penalti.
Saat Leon akan bergerak ke dalam kotak penalti untuk memanfaatkan situasi berikutnya, Bosch sudah memberikan operan terobosan pada Menig.
Menig tak membuang kesempatan bagus dan melakukan tembakan finesse shot ke pojok kanan.
Gol kembali tercipta.
Twente unggul 3 gol.
Pada menit ke 78, Leon di gantikan oleh Vaclav.
Dia di peluk oleh Ron Jans saat keluar.
Mungkin karena performanya yang baik di pertandingan ini jadi dia di peluk.
Saat Leon menikmati pertandingan di bangku cadangan sambil istirahat, terjadi kecelakaan di lapangan.
Itu pada menit ke 84, Lundqvist gelandang serang Groningen menembak dari luar kotak penalti, penjaga gawang Drommel sebenarnya menebak dengan benar dan jarinya menyentuh bola sehingga bola berubah arah, namun bola ternyata membentur tiang setelah perubahan tersebut.
Bola yang membentur tiang kemudian menjadi masuk ke dalam gawang.
Drommel melihat gol telah di cetak hanya memukul tiang dengan telapak tangannya.
Kemudian Larsen penyerang Groningen mengambil bola dari dalam gawang mencoba memanfaatkan waktu yang masih ada untuk mencetak gol lagi.
Tapi sampai peluit di bunyikan, gol tidak tercipta lagi.
Skor akhir adalah 3 : 1, itu menjadi kemenangan kedua bagi Twente di liga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Dandri Burangasi
top²
2024-02-19
1
Lari Ada Wibu
mantap thor
2024-01-24
2
Buana Lukman
bagus
2024-01-24
2