3.

18 Agustus,

Ini merupakan hari ulang tahun Leon, sepulang latihan, Leon langsung pulang ke rumah karena sebelum berangkat latihan dia diingatkan oleh ibunya untuk cepat cepat pulang.

Leon tentu tidak ingat bahwa ini adalah hari ulang tahunnya, jadi dia hanya mengangguk menuruti perkataan ibunya.

Sesampainya di rumah, Leon melihat sebuah mobil baru yang bagus di garasi rumah.

Leon turun dari mobil dan menatap mobil itu lebih dekat dan tersenyum.

Ini benar benar mobil yang bagus.

Leon kemudian naik ke atas dan masuk ke dalam rumah.

Saat memasuki ruang tamu dan ruang keluarga, Leon tidak menemukan siapapun.

Dia bingung.

"Ibu, ayah?"

"Halo?"

"Nenek, kakek? Kamu dimana?" Leon membuka pintu kamar kakek dan neneknya dan tidak menemukannya.

Dia bingung, semuanya sangat sepi, kemudian dia kebelakang karena bagian belakang belum di cek.

Bagian belakang rumah ada halaman yang luas.

Ada lapangan bola kecil, kolam renang dan tempat barbeque di sana.

Leon berjalan ke belakang dan menggeser pintunya.

Setalah pintu terbuka semuanya, Leon melihat ke depan dan tertegun.

Dia melihat semua anggota keluarganya dan kemudian bingung.

"Selamat ulang tahun nak." Teriak ibunya, lalu keponakan keponakan kecilnya menyalakan confetti dengan bantuan orang yang lebih tua.

Keponakan keponakan kecil itu tertawa bahagia.

Leon tentu tersenyum dan langsung ingat.

Dia berjalan ke depan dan memeluk ibunya lalu ke ayahnya.

"Selamat ulang tahun nak, sekarang usia mu sudah 20 tahun."

"Kamu sudah besar."

"Tapi yang sangat di sayangkan ibu adalah kamu tidak memiliki pacar."

Mendengar ini, Leon pucat.

Ibunya selalu membahas masalah ini setiap kali tidak ada topik.

Leon sebenarnya bukan tidak ingin, tapi tidak menemukan yang pas dan cocok.

"Cucuku yang paling besar, hei ini hadiahku." Ucap kakeknya.

Kemudian Leon memeluk kakek dan neneknya.

Dia melihat kakeknya mengeluarkan sebuah dokumen.

Leon mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah sebuah rumah.

Leon terharu dan menangis.

Ini benar benar luar biasa.

Hadiah ulang tahun ke 20 nya adalah rumah dari kakek dan neneknya.

Leon tentu tahu bahwa ini tidak mudah karena keluarga juga memiliki banyak uang berkat kerja kakeknya dulu yang membuka perusahaan bir.

Sekarang di urus oleh ayahnya yang di ajar dengan baik oleh kakeknya.

Banyak keuntungan setiap tahunnya jadi keluarga juga memiliki banyak uang.

Leon menyimpannya dan mencium kakek dan neneknya dan memberikan berkah agar tetap sehat dan bisa melihat dirinya di panggung yang lebih besar.

"Nak, ini hadiah dari ayah dan ibumu." Ayahnya kemudian menyerahkan sebuah kunci dari sakunya.

Leon berbalik ketika mendengar suara ayahnya dan melihat ayahnya sedang memegang sebuah kunci.

Leon tertegun dan langsung memikirkan sebuah pemikiran yang membahagiakan.

"Kamu pasti sudah melihatnya kan?"

"Mobil yang di garasi tadi kan?" Tanya Leon.

"Betul, sekarang itu milikmu. Kamu tidak perlu lagi menggunakan mobil kakek mu." Ujar ayahnya sambil tersenyum mengejek.

Jelas bahwa Leon menggunakan mobil kakeknya yang jarang di pakai, dan itu selalu membuat kakeknya memarahinya karena memakai mobil tanpa izin.

Pasalnya itu adalah mobil yang paling di sayangi oleh kakeknya.

Leon kemudian mengambil kunci dari tangan ayahnya dan tersenyum puas.

Dia mencium ayah dan ibunya dan berkata bahwa dia akan sukses dan tidak terlarut dengan kebahagiaan dan kesuksesan saat ini.

Setelah merayakan ulang tahunnya, Leon segera turun lagi ke garasi untuk melihat mobil barunya.

Ini adalah Porsche 718 yang keluar tahun kemarin.

Mobilnya berwarna hitam.

Leon meraba mobilnya dan segera masuk ke dalam.

Dia kemudian mencoba nya ke jalan sambil melihat rumah yang di beli oleh kakeknya.

Rumahnya berada di jalan lain, tapi masih sama di Enschede.

Leon kemudian sampai di komplek perumahan barunya itu.

Penjaga keamanan bertanya tujuan dan Leon menjelaskan.

Kemudian sesampainya di depan rumah baru miliknya, Leon tertegun.

Segera turun dan memarkirnya.

Leon kemudian mengeluarkan kunci yang sudah di bawanya dan segera masuk ke dalam.

Perabotan di rumah sudah lengkap semuanya sangat indah.

Leon berkeliling sebentar dan puas.

Dia ingin buru buru pulang untuk berterima kasih lagi pada kakek dan neneknya.

Sesampainya di rumah, seperti yang dia niatkan, dia berterima kasih lagi pada kakek dan neneknya juga ayah dan ibunya karena hadiahnya benar benar memuaskan.

Mobil dan rumah, ini benar benar luar biasa.

Saat ibu dan ayahnya melihat bahwa Leon puas, mereka menyuruhnya untuk segera pindah dan hidup sendiri.

Leon merasa bahwa hadiah hadiah itu tidak lagi indah.

Tapi segera dia mengerti, dia menyetujui permintaan ayah dan ibunya.

Kakek dan neneknya juga mengingatkan untuk kembali ke rumah sesekali untuk berkumpul.

Leon setuju dan segera mengepak pakaian di rumahnya.

Untuk barang barang lainnya, Leon tidak membawanya.

Pakaian juga yang di bawa tidak semuanya.

Jarak rumah nya sendiri dan orang tuanya juga tak terlalu jauh jadi tak masalah untuk bolak balik.

Leon kemudian sampai di rumah barunya lagi dan mengambil foto mobil yang di parkir di depan rumahnya.

Dia mengambil semuanya secara luas dan mengirimkan nya ke grup tim.

"Luar biasa."

"Setelah pertandingan persahabatan nanti, aku akan mengundang kalian ke rumah untuk merayakan bersama."

"Semuanya di persilahkan datang."

Setelah Leon mengirim pesan tersebut, segera grup juga menjadi ramai dan membahas nya.

Mereka juga tak lupa mengucapkan selamat kepada Leon.

Hanya beberapa pemain di tim U 21 yang mengatakan kepada Leon bahwa jangan lupa untuk membawa minuman yang sangat berkualitas.

Jelas para pemain tim utama musim lalu tidak mengetahuinya dan bertanya.

Akhirnya setelah penjelasan beberapa pemain lain, para pemain tim utama musim lalu langsung bersorak dan setuju untuk datang berkunjung.

Jelas mereka tak menyangka bahwa Leon masih memiliki latar belakang yang kaya.

Keesokan harinya, Leon berlatih seperti biasa dan para pemain juga menanyakan mengenai undangan ke rumahnya tersebut.

Leon mengiyakannya dan mengatakan bahwa kita harus fokus dulu untuk laga persahabatan agar perayaan juga menjadi maksimal.

Setelah menerima kebenarannya, mereka semakin menantikannya.

Rumah Leon masih memiliki halaman belakang dengan kondisi yang hampir mirip dengan rumah sebelumnya.

Hanya saja sedikit kecil, masih ada kolam renang di belakang jadi bisa merayakannya di situ.

Saat akan pulang latihan hari ini, Ennio penjaga gawang muda mendekat pada Leon dan berbisik bisik.

Setelah mendengarnya, Leon merasa itu menarik dan menyetujuinya.

Ennio memberitahunya bahwa dia akan datang bersama pacarnya dan akan mencoba meminta pacarnya untuk mengajak beberapa temannya.

Leon tentu setuju, hal seperti itu tidak setujui sangatlah di sayangkan.

Jadi selama beberapa hari ke depan, Leon berlatih bersama tim seperti biasa.

Leon menunjukan kualitasnya sebagai penyerang sayap yang bertipe inverted.

Leon selalu melakukan cutting inside dan mencoba menguntungkan dirinya sendiri.

Jika posisi dan kondisi di depannya bagus, dia akan langsung mengesekusinya, jika tidak dia setidaknya akan memberikan umpan terobosan ke temannya di dalam kotak penalti dan berharap dia bisa mendapatkan sebuah assist.

Terpopuler

Comments

Taaku

Taaku

sip

2024-02-03

2

ojol emperor

ojol emperor

pinjam dulu seratus

2024-01-28

2

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus up

2024-01-22

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!