7.

Stadion De Grolsch Vesle.

Babak kedua pertandingan pertama di liga bagi kedua tim yaitu Twente dan Fortuna Sittard kembali di mulai.

Dengan tertinggal 1 gol, Fortuna Sittard berusaha merebut ritme permainan dan berusaha mengontrolnya.

Namun ketika mereka mencoba membangun serangan, ketiga penyerang Twente akan menganggu mereka dari belakang dan akan membuat para gelandang sedikit terganggu dan harus buru buru mengoper.

Perebutan bola di wilayah tengah sangat sengit.

Akhirnya pada menit ke 51, Brama berhasil melakukan memotong operan Rienstra kepada Polfer.

Brama langsung memanfaatkan para pemain Fortuna Sittard yang belum berbalik dan langsung melakukan operan di tengah celah celah para pemain lawan yang sedang berlari.

Bola menuju kepada Menig dan Menig yang awalnya akan terus menerobos berhenti tiba tiba lalu melakukan terobosan ke dalam.

Dia melihat rekannya dan melakukan umpan terobosan ke dalam kotak penalti, namun bukan mengarah ke tengah melainkan ke sisi kiri kotak penalti lawan dimana Leon berlari.

Leon yang akan menembak setelah hanya beberapa langkah dari bola pun di tarik jersey nya dari belakang.

Leon yang berlari kencang tentu merasa tercekik dan langsung berhenti.

Dia merentangkan tangannya pada wasit bahwa itu adalah pelanggaran.

Hakim garis yang terdekat melihatnya dan mengangkat bendera, tanpa pemberitahuan hakim garis, wasit di lapangan juga sudah melihatnya dan meniupkan peluit dengan tangannya menunjuk titik penalti.

Leon langsung kembali keluar kotak penalti, sekarang bukan bagiannya.

Penalti adalah bagian dari Danilo.

Setelah mempersiapkan tendangan penalti, Danilo menunggu peluit wasit.

Danilo dengan tenang menembak ke pojok kanan bawah setelah wasit meniup peluit, dia bergerak sangat cepat dan penjaga gawang telat menyelamatkan bolanya.

Gol Danilo melalui tendangan penalti memperbesar kedudukan menjadi 2 : 0.

Setelah perayaan setengah menit bersama, pertandingan kembali di mulai.

Fortuna Sittard yang merasa masih banyak waktu pun terus melakukan penyerangan.

Tentu hal yang sama terjadi bagi Twente dimana memanfaatkan serangan balik.

Dengan berbagai ujian masing masing, skor tetap tidak berubah dan berakhir dengan 2 : 0.

Ini juga menjadi titik awal yang baik bagi Twente karena meraih kemenangan pertama di liga.

Saat usai pertandingan, para pemain bertepuk tangan berterima kasih kepada para penggemar yang hadir.

Saat akan memasuki lorong, Leon di berhentikan oleh beberapa reporter.

"Leon bagaimana perasaan debut anda ? Apakah memuaskan? Dan bagaimana perasaan anda mencetak gol tepat pada debut anda?"

Dari banyaknya pertanyaan, Leon hanya mendengar yang paling jelas dan itu adalah pertanyaan tentang debutnya.

Dia juga melihat pada reporter yang bertanya dan tersenyum.

"Perasaannya tentu menyenangkan mendapatkan kesempatan untuk debut, untuk masalah gol, saya tidak tahu apakah harus menjawabnya dengan jujur atau tidak, yang terpenting gol tersebut aku persembahkan untuk keluargaku yang hadir untuk menonton debutku." Jawab Leon kemudian berbalik dan memasuki ruang ganti.

Dalam pertandingan ini, Leon bermain full dan Vaclav tidak mendapatkan kesempatan sama sekali.

Memasuki ruang ganti, Leon mengobrol bersama rekan timnya sambil menunggu suhu tubuh menurun.

Apalagi pelatih Ron Jans pergi bersama Brama untuk konferensi pers.

Setelah beberapa waktu, para pemain sudah membersihkan dirinya dan kembali ke mobil.

..

Sesampainya di rumah, Leon mendapatkan panggilan dari ayahnya yang mengatakan selamat atas debut dan golnya.

Leon berterima kasih dan menjawab bahwa dia akan terus bekerja keras.

Tentu ini untuk menyenangkan ayahnya yang mungkin selalu khawatir dengan Leon.

Usai pertandingan, Leon bersantai di sofa ruang santai.

Dia memeriksa sistemnya untuk melihat exp yang di dapat usai pertandingan.

Starter : 30.000 exp.

1 Gol : 30.000 exp.

Kemenangan : 50.000 exp

Pendapatan exp dari Eredivisie ini membuat Leon tak terduga.

Dia mengira exp akan cukup banyak, tapi ternyata hampir sama dengan pertandingan pemanasan.

Dengan perasaan bingung, Leon harus tetap menerimanya.

110.000 exp di dapat dari pertandingan pertamanya.

Dia juga mencetak 1 gol ini merupakan data yang bagus bagi karirnya.

Akhirnya exp sistem pun menjadi level 5 : 325.000 / 500.000 exp.

Leon menghitung dan dia bisa menaikan sistem dengan 2 atau 3 pertandingan lagi.

Saat waktunya makan malam, Leon membuat makanan yang sudah di jadwalkan agar tubuhnya tetap terjaga.

Bukan hanya untuk tetap terjaga saja, tapi juga untuk cepat memulihkan fisiknya.

Ahli gizi Leon memberikan banyak penjelasan pada Leon saat itu bahwa gizi sangat penting.

Selain makanan dari klub ketika sarapan dan makan siang usai latihan, Leon selalu memakan beberapa lagi di rumah.

Ini juga anjuran dari ahli gizinya yang sudah berkomunikasi baru baru ini dengan pihak ahli gizi klub.

Jadi meski Leon makan lagi di rumah, itu tidak akan terlalu mempengaruhinya.

Keesokan harinya, itu adalah hari Senin lainnya lagi, tapi Leon merasa sedih karena tidak bisa berbuat apa apa pada atributnya.

Dia tidak memiliki poin keterampilan sama sekali dan untuk menaikkan sistem sangat lama.

Untuk mengisi hari libur nya ini, Leon mulai membersihkan dirinya dan berpakaian santai.

Lalu dia menggunakan mobilnya untuk mencari tempat bersantai.

Dia awalnya mengajak beberapa temannya di grup sebelum berangkat, tapi ternyata memiliki jadwal masing masing juga.

Jadi dia hanya bisa menikmati liburnya sendiri.

Leon mengendarai mobilnya dan mencari tempat yang menenangkan.

Namun dia harus menyerah karena tidak menemukannya.

Akhirnya dia memilih ke sebuah tempat bersantai dimana itu adalah sebuah rooftop.

Banyak anak anak muda yang suka menongkrong dan bermain di sini.

Leon memarkir mobilnya di basement dan menaiki lift.

Saat sampai di atas, Leon melihat banyak orang dan memilih ke tempat yang sepi dan memiliki tempat aman.

Dia duduk dan bermain dengan ponselnya sesekali melihat pemandangan dari atas, akhirnya dia mengambil beberapa foto dan mengabadikannya di sosial media miliknya.

Sosial media miliknya baru memiliki pengikut 10k saja.

Leon terkenal bukan karena sepak bola nya saat mendapatkan banyak pengikut, tapi karena wajahnya.

Akhirnya, Leon memesan beberapa camilan dan minuman karena merasa bosan.

Rooftop ini sebenarnya sebuah cafe, namun cafenya berada di tengah tengah.

Dan kebanyakan orang melupakan cafe tersebut dan memilih langsung ke atas.

Sampai sore hari dan saat matahari akan tenggelam, Leon memotretnya dan mengabadikannya lalu kembali pulang.

Leon menghabiskan waktu seharian di rooftop ini tapi tidak bosan karena selama itu akan ada beberapa yang datang untuk mengobrol.

Entah wanita atau pria yang mengajaknya untuk ikut bermain atau bergabung dengan mereka.

Kembali ke rumahnya, Leon membersihkan diri.

Dia menyalakan televisi nya dan mulai menonton pertandingan sepak bola.

Namun setelah 20 menit, dia mematikannya dan kembali ke kamar.

Bermain dengan ponselnya dan merasa sangat bosan.

Akhirnya dengan pakaian yang sangat santai, Leon pergi keluar dan berjalan jalan keluar komplek rumahnya.

Kembali ke rumah saat pukul 9 dan Leon langsung memilih untuk tidur.

Terpopuler

Comments

Dandri Burangasi

Dandri Burangasi

bagus🔥

2024-02-19

1

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

mantap thor

2024-01-23

3

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus

2024-01-23

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!