Hari hari berlalu dengan cepat.
Setelah Leon membawa Maria ke depan ibunya dan keluarganya, di perjalanan pulang dalam mobil, Maria berkata pada Leon bahwa hubungannya bisa di bawa lebih jauh lagi.
Ini tentu membuat Leon senang, dia juga menghentikan mobilnya sesaat di pinggir jalan dan mengecup bibir Maria karena bahagia.
Kemudian Leon mengantarkan Maria kembali ke hotel karena seharian penuh Maria mengobrol bersama ibunya membicarakan banyak topik.
Leon juga berada di rumah hanya bisa diam dan mendengarkan.
Dalam beberapa hari yang terus berlalu, Leon juga mengikuti pelatihan bersama tim, namun Leon selalu dengan cepat pulang untuk menghabiskan waktu dengan Maria agar bisa saling memahami lebih jauh lagi dan hubungannya semakin menjadi dekat.
Meski sudah di putuskan bahwa Maria menyetujui untuk menjadi pacarnya, tentu dengan hubungan baru, waktu harus banyak di habiskan bersama.
Akhirnya tiba pada 1 November hari Minggu.
Leon mendapatkan tiket dari klub dan memberikannya pada keluarganya dan Maria.
Leon meminta agar ibu dan ayahnya pergi menonton dan duduk bersama Maria.
Sebenarnya setiap pertandingan kandang Leon mendapatkan tiket dan memberikannya pada keluarganya, namun keluarganya hanya kadang kadang saja datang ke tempat.
Dalam pertandingan hari Minggu ini, pertandingan di adakan sore hari pukul 3.
Lawan mereka hari ini adalah Pec Zwolle yang berada di peringkat 10 dan Twente sekarang berada di posisi ke 4 setelah mengalami hasil seri di pertandingan terakhir.
Saat di ruang ganti, Leon menerima pesan dari ibunya mengenai dimana dia duduk.
Leon tidak membalasnya dan membacanya saja.
Leon kemudian bersiap dan akhirnya saat waktu menunjukan pukul 3 tepat, pertandingan di mulai.
Setelah pertandingan di mulai dengan wasit yang meniup peluitnya, kedua tim langsung memulai konfrontasinya.
Mereka ingin saling mengendalikan ritme masing masing.
Namun 5 menit setelah pertandingan di mulai, Twente mencetak gol.
Gol tersebut merupakan gol Danilo setelah menerima Assist Leon.
Leon melakukan operan satu dua dengan Ilic dan kemudian dia memberikan umpan pada Danilo di tengah kotak penalti, Danilo hanya mengontrol bola dengan cara memantulkan bola ke kiri nya dia berbalik dan langsung menembak.
Penjaga gawang Zetterer tidak bisa bereaksi sama sekali karena proses Danilo sangat cepat.
Mulai dari kontrol bola dan berbalik lalu menembak.
Danilo berlari dan melompat pada Leon untuk merayakan golnya.
Leon tentu senang karena langsung berkontribusi.
Perayaan setengah menit itu akhirnya berakhir karena diinterupsi oleh wasit yang mengatakan bahwa pertandingan harus di lanjutkan.
Setelah membuka skor pertama, pertandingan menjadi semakin sengit.
Sampai menit ke 20 tidak ada gol lagi yang tercipta namun kedua tim saling mengirimkan serangan dan tembakan tembakan mengancam gawang masing masing.
Leon juga berusaha untuk tampil maksimal dalam pertandingan ini.
Dia sudah mencatatkan 4 kali terobosan dan 3 sukses dari 4 percobaan tersebut.
Ini masih persentasi yang sangat tinggi.
Akhirnya pada menit ke 29, Twente memperlebar skornya.
Itu merupakan aksi solo Menig yang melewati 2 pemain lawan yaitu Van Wermes bek kanan Pec Zwolle dan Kersten bek tengah nya.
Dia sepertinya sudah lama tidak mencetak gol dan memilih untuk menembak langsung.
Hanya saja bola yang di arahkan ke pojok kanan tersebut malah membentur tiang gawang.
Bola memantul ke area kotak penalti, Leon yang berada di dekatnya tanpa membuang waktu langsung menembak tanpa kontrol bola.
Bola yang di tembak menyusur tanah dengan kecepatan yang sangat cepat dan melewati celah kedua kaki penjaga gawang.
Leon yang mencetak gol pun berlari kegirangan.
Dia merentangkan kedua tangannya lebar lebar dan mengangkat bahunya dengan wajah sombong.
Setelah perayaan setengah menit, pertandingan kembali di mulai.
Pec Zwolle berusaha untuk menahan gempuran Twente dan berusaha melakukan serangan balik.
Namun Nakayama yang biasa membantu menyerang saat ini sangat pasif karena dia di tekan oleh Leon dan selalu di tindas oleh aksi solo Leon.
Hanya 4 menit berselang setelah gol Leon, Twente kembali mencetak gol.
Itu merupakan gol setelah Leon bekerja sama dengan Ilic dan Leon akhirnya berbalik menerobos pertahanan lawan dan melewati 2 pemain yaitu Nakayama dan Lam.
Leon melakukan finesse shot setelah memasuki kotak penalti dan gol kedua nya di cetak.
Leon sangat bersemangat dan dia melakukan seluncuran ke pojok lapangan dengan tangan yang terlipat di depan dadanya.
Sebelum dia bisa bangkit, dia langsung di kerumuni oleh rekannya yang menyusul.
Di tribun, ayah Leon tersenyum bahagia.
Kemudian dia melirik pada wanita di sebelah istrinya.
Dia hanya menggelengkan kepalanya dan pasti tahu kenapa Leon meledak di pertandingan ini.
Ibunya Leon berteriak dan memeluk Maria.
Sampai turun minum, gol tidak lagi tercipta.
Dengan keunggulan 3 gol, para pemain Twente beristirahatlah dengan sangat gembira.
Mereka mengobrol dan bertanya alasan Leon yang meledak.
Mereka bisa melihatnya dengan jelas bahwa Leon seperti ingin membuktikan sesuatu di pertandingan ini.
Leon hanya tersenyum misterius dan mengabaikan nya.
Waktu istirahat 15 menit berlalu begitu saja.
Pertandingan babak kedua pun di mulai.
Namu hanya berselang 5 menit setelah kick off babak kedua, Twente kembali mencetak gol melalui gol Leon lagi.
Leon menerima umpan silang dari Jayden dan dia menahan bola dengan dadanya dan melakukan tendangan voli di kotak penalti sambil terjatuh.
Leon juga tak menyangka bahwa tembakan ini akan berbuah gol.
Leon yang berhasil mencetak hattrick pun bangkit dan membuka bajunya dan berlari ke arah tribun penonton.
Dia tersenyum dan menunjuk pada Maria.
Seolah melihat aksi Leon, kamera juga menyorot pada tribun yang di tunjuk oleh Leon.
Hanya komentator yang tertegun ketika melihat adegan ini.
Mereka tentu kenal siapa wanita ini, namun hanya beberapa penggemar yang mengenal Maria juga.
Leon yang telah merayakan gol tersebut kembali memakai bajunya dan wasit menghampirinya memberikan kartu kuning.
Leon hanya mengangguk dan mengerti.
Setelah tertinggal 4 gol, Pec Zwolle merasa sangat sedih tapi mereka masih berusaha untuk memperkecil kedudukan.
Leon di gantikan pada menit ke 70 karena pelatih ingin menjaga Leon.
Toh skor sudah 4 : 0 dan Leon sendiri sudah mencetak hattrick jadi tidak ada gunanya lagi Leon di lapangan.
Leon yang keluar dari lapangan mendapatkan tepuk tangan dari seluruh stadion.
Yang menggantikan Leon adalah Daan Rots yang sangat sedikit mendapatkan kesempatan bermain.
Tapi Daan Rots memanfaatkan cedera Lazarous dan Vaclav.
Menurut Daan Rots, yang terpenting adalah menit bermain.
Setelah duduk di bench, Leon menonton pertandingan.
Hanya berselang 4 menit setelah Leon di ganti, Reijnders mencetak gol melalui tembakan jarak jauhnya.
Skor pun berubah menjadi 4 : 1.
Namun 10 menit berselang, Twente mencetak gol lagi melalui Ilic yang sejak babak pertama bekerja sangat keras.
Dia juga mencetak gol dari luar kotak penalti yang membuat skor akhir menjadi 5 : 1.
Sampai wasit meniupkan peluit nya, skor tidak berubah.
Usai pertandingan, para pemain berterima kasih kepada para penggemar.
Leon juga memberikan jersey nya kepada seorang penggemar kecil yang berteriak teriak dan mengeluarkan kertas yang bertuliskan 'Leon, bisakah kamu memberikan jersey mu?'
Leon melihat ini hanya tahu bahwa mungkin dia sudah di kenali karena penggemar kecil pun sudah mengingatnya.
Setelah memberikannya, Leon mengambil bola yang di berikan oleh wasit atas hattrick nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Andromeda
Selebrasi Ziyech waktu di Ajax ya?
2024-02-24
1
𝘽𝘼𝙉𝙂 𝙑𝘼𝙉
hattrick pertama berkat maria🤣🤣
2024-01-27
3
Lari Ada Wibu
mantap thor
2024-01-26
2