14.

Stadion Koning Willem II.

Pertandingan ke 5 di liga ini akan segera di mulai.

Para pemain saat ini masih berbaris di lapangan untuk berjabat tangan.

Kedua kapten akhirnya berdiskusi dengan wasit.

Dalam pertandingan ini, Ron Jans menurunkan komposisi pemain yang baik.

Penjaga gawang Drommel.

Lini pertahanan dari kiri ke kanan : Jayden, Kik Pierie, Julio, Ebuehi.

Lini tengah ada : Brama sebagai gelandang bertahan dan dua di depannya ada Bosch dan Ramiz.

Penyerang depan merupakan trio yang sedang dalam kondisi baik awal musim ini, itu adalah : Menig di sayap kiri, Danilo penyerang tengah dan Leon di sayap kanan.

Untuk susunan Willem II, mereka jug menurunkan komposisi susunan terkuatnya.

Mereka saat ini berada di posisi ke 12 klasemen yang ada jarak dengan Twente.

Jadi di pertandingan ini, Willem harus berusaha keras untuk meraih hasil positif apalagi bermain di kandang sendiri.

Akhirnya, pertandingan pukul 2 tersebut dimulai.

Dalam 2 menit pertandingan setelah di mulainya kick off, Twente mencetak gol melalui gol Danilo.

Itu merupakan assist dari Leon setelah memanfaatkan pemain Willem yang masih belum fokus memasuki kondisi permainan.

Leon menggiring bola ke area pertahanan lawan dan melewati bek kiri mereka yaitu Nelom.

Leon melewati Nelom dengan gerakan cutting inside yang tiba tiba dan membuat gerakan pertahanan Nelom sangat kikuk.

Saat akan menembak dengan cara finesse shot, Leon menemukan bahwa Danilo mengulurkan tangannya ke arah belakang Kahn.

Leon tentu langsung paham dan dengan begitu, dia mencelupkan bola dengan pelan ke arah yang di tunjuk.

Kahn yang awalnya mengira Leon akan menembak dan melakukan penutupan pun sadar bahwa dia sudah di tipu, namun saat berbalik dia melihat Danilo sudah melakukan ancang ancang tembakan.

Dia mengangkat tangan nya menandakan bahwa itu adalah offside.

Namun hakim garis mengabaikannya karena ini adalah operan dan gerakan pemain yang bagus sekali.

Jadi dia tidak mengangkat benderanya.

Danilo yang bebas pun menembak ke pojok kanan dari penjaga gawang dimana posisi tembakannya menyilang.

Penjaga gawang Rueter melompat hanya saja jarak jari jemarinya dan bola sangat jauh dan dia tidak bisa menggapai nya.

Skor pun berubah dalam 2 menit dengan bantuan Leon, Danilo membuka skor.

Skor 0 : 1 untuk keunggulan tim tamu Twente.

Tertinggal 1 gol, Willem melancarkan serangan sengit untuk segera menyamakan kedudukan.

Namun Leon dan Menig juga ikut bertahan sehingga membuat area Twente kokoh.

Keduanya bertukar serangan dengan sangat sengit.

Sebelum turun minum, skor kembali di perbesar oleh Twente melalui gol Danilo lagi setelah menerima assist dari Bosch.

Itu terjadi pada menit tambahan yaitu menit ke 48.

Dengan 2 gol tertinggal, Willem merasa sangat buruk.

Kembali ke ruang ganti dan mengandalkan 15 menit waktu istirahat kedua pelatih memberikan arahan masing masing kepada para pemainnya.

Waktu istirahat 15 menit habis begitu saja dan pertandingan babak kedua kembali di mulai.

Leon masih bermain dengan sangat aktif di lapangan.

Memasuki menit 62, Twente kembali mencetak gol lagi dan memperbesar kedudukan menjadi 0 : 3.

Gol tersebut merupakan tendangan jarak jauh dari Jayden yang menggiring bola dari belakang.

Karena pergerakan Menig menarik ke kiri, Jayden masuk ke tengah dan melakukan tembakan langsung.

Bola terangkat dan menuju pojok tiang dekat.

Rueter tidak bisa menyelamatkannya karena bola menuju titik rumit.

Jayden yang mencetak gol juga tak menyangka dan tertegun sesaat.

Setelah perayaan singkat, memasuki menit ke 65, Ron Jans yang melihat permainan stabil melakukan beberapa penyesuaian.

Vaclav masuk menggantikan Leon.

Menig keluar di gantikan oleh Issah Abbas.

Ramiz digantikan oleh Ilic.

Danilo digantikan oleh Alexander.

Tersisa 1 pergantian namun Ron Jans tidak melakukannya karena takut terjadi sesuatu nanti dan masih ada kuota pergantian yang bisa di gunakan.

Akhirnya sampai wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan, skor tidak berubah.

Twente meriah kemenangan sebagai tim tamu dengan skor 0 : 3.

Setelah membersihkan diri, para pemain langsung kembali ke mobil dan langsung kembali ke Enschede dari Tilburg.

Leon yang mendapatkan pemberitahuan dari sistem mengabaikannya dan beristirahat dalam perjalanan.

Keesokan harinya setelah bangun di pagi hari, Leon mengecek exp yang di dapat.

Starter : 30.000 exp.

1 assist : 20.000 exp.

Kemenangan : 50.000 exp.

100.000 exp di dapat.

Level 6 : 175.000 / 600.000 exp.

Leon kemudian menggunakan 1 poin keterampilan untuk meningkatkan atribut keseimbangan menjadi 70 dan tersisa 17 poin keterampilan lagi.

Bangkit dari ranjang kasurnya dan segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka.

Leon kemudian melakukan aktivitas paginya dan setelah menyelesaikan semuanya, dia membersihkan tubuhnya.

Melihat jam menunjukan pukul 10, Leon berniat bersantai di rumahnya dan bermain game.

Dia melakukannya karena pelatihan hari ini libur.

Pelatih memberikan waktu bagi pemain untuk beristirahat dan menjaga kondisinya, sebab mereka saat ini benar benar dalam kondisi yang sangat bagus.

Dengan kemenangan ke empat mereka di liga, meski tak naik ke puncak klasemen, mereka tetap di posisi ke 2 dan tetap menjaga jarak dari posisi pemuncak klasemen yaitu Ajax.

Di posisi ketiga ada PSV, keempat ada Feyenoord dan kelima ada Vitesse.

PSV dan Feyenoord memiliki poin yang sama dengan Twente, hanya saja mereka kalah jumlah selisih gol sehingga Twente berada di posisi ke dua.

Saat Leon sedang bermain game di rumahnya, di beberapa tempat yang merupakan rumah dari teman teman Leon mendapatkan kunjungan dari agen mereka.

Mereka menanyakan mengenai situasi Leon apakah dia memiliki agen atau tidak.

Mereka menceritakan bahwa Leon tidak memiliki agen yang membuat agen agen tersebut sangat senang.

Tentu saja, bagi para agen ini mereka harus bergerak lebih cepat dan memikirkan kondisi yang baik agar bisa menandatangani Leon sebagai klien mereka.

Pasalnya mereka juga tahu bahwa agen agen besar belum bertindak karena mereka sedang melakukan penilaian lebih lanjut lagi mengenai Leon.

Apakah pantas di jadikan klien perusahaan agensi nya atau tidak.

Tapi berbeda bagi agen agen seperti mereka, mereka harus bergerak cepat, meski nanti agen yang lebih besar mengambil alih tentu akan ada bayaran ganti rugi juga yang masih akan menguntungkan mereka.

Leon tidak memiliki agen karena sebelumnya dia belum merasa membutuhkannya dan dia juga sedang menunggu agen yang benar benar bisa mengurus semua hal di belakang lapangan sehingga dis hanya akan fokus pada pertandingan saja.

Meski Leon berasal dari keluarga yang kaya, dia tentu ingin mendapatkan dukungan dari beberapa produk komersial yang akan menambahkan pendapatan baginya.

Ini tentu akan menjadi kekayaan pribadinya.

Waktu berlalu dengan begitu cepat dan hari pelatihan kembali di mulai.

Namun para pemain melakukan pelatihan dalam kondisi yang bersemangat karena tim sedang bagus, pelatih Ron Jans dan staf melihat ini tentu senang dan sekaligus khawatir.

Khawatir para pemain terlalu terlarut dengan kesenangan dan kesuksesan awal ini.

Terpopuler

Comments

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

mantap thor.

2024-01-25

2

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus

2024-01-25

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!