Keesokan harinya, 25 Oktober.
Setelah bangun, Leon langsung memeriksa pemberitahuan yang dia abaikan di perjalanan pulang.
Pengganti : 20.000 exp.
1 gol : 30.000 exp.
Leon mendapatkan 50.000 exp saja dari pertandingan kemarin.
Dengan tambahan exp ini, exp sistem pun menjadi level 6 : 225.000 / 600.000 exp.
Setelah melihat ini, Leon langsung melakukan aktivitas pagi nya di gym setelah mencuci muka.
Dia menyelesaikan semua aktivitas pagi mulai dari latihan di gym, sarapan dan membersihkan rumah.
Pada jam 10 pagi, Leon berencana untuk pergi ke rumah orang tuanya dan akan mengajak keponakan kecil nya untuk bermain.
Tapi ponselnya berdering menerima panggilan.
Melihat itu Maria, Leon kemudian menerima panggilan tersebut.
"Ada apa denganmu menghubungi ku jam segini?" Tanya Leon.
Leon melihat bahwa Maria berada di bandara.
"Bisakah kamu menjemput ku? Aku di bandara kota mu sekarang."
Leon mendengar ini tertegun dan kemudian melihat Maria merekam sekelilingnya dan Leon familiar dengan tempat tersebut.
Dengan perasaan bahagia, Leon kemudian berkata :"Tunggu, aku akan kesana dengan cepat."
Leon kemudian mematikan panggilan dan kembali ke kamarnya.
Dia bersiap siap dengan sangat cepat.
Memakai tracktop stone island berwarna hitam, celana cargo panjang stone island berwarna hitam dan kemudian memakai sepatu Adidas broomfield hitam putih.
Mengambil kunci mobil dan langsung bergegas ke bandara.
Dengan perasaan bahagia, Leon menyetir dengan sangat cepat.
Waktu yang seharusnya di butuhkan 1 jam setengah di tempuh oleh Leon dengan 1 jam beberapa menit saja.
Leon kemudian mencari di lobi dan akhirnya menemukannya.
Dengan perasaan bahagia di dalam hatinya, dia memasang ekspresi khawatir di wajahnya karena takut membuat menunggu terlalu lama.
"Seharusnya kamu memberitahu ku lebih dulu supaya kamu tidak menunggu seperti ini." Ujar Leon sambil berinsiatif mengambil koper kecil milik Maria.
Maria tersenyum dan membalasnya :"Untuk kejutan, pekerjaan ku sudah selesai. Dan lagi kamu semalam tidak membalas pesanku."
Leon kemudian tersenyum minta maaf, dia memilih untuk langsung tidur setelah tim pulang ke Enschede.
"Berapa lama kamu akan tinggal di sini?"
"1 Minggu, aku melihat bahwa jadwal pertandingan mu Minggu depan akan menjadi pertandingan kandang, jadi aku berniat menontonnya."
Mendengar ini, Leon merasa lebih bahagia lagi.
"Sudahkah kamu memesan tempat menginap mu?" Tanya Leon.
"Sudah."
"Oke baiklah, mari kita simpan barangmu dulu lalu kita pergi lagi untuk berkeliling." Ujar Leon sambil tersenyum dan di hatinya merasa sedikit kecewa karena ternyata sudah memesan hotel.
Memasuki mobil, Leon mengantar ke sebuah hotel dulu dan menyimpan barang yang di bawa oleh Maria.
Hanya koper kecil yang mungkin hanya ada sedikit baju saja.
Keduanya kemudian pergi lagi, Leon mengajak Maria untuk berkeliling dan akhirnya pada sore hari, Leon mengajak Maria ke cafe rooftop tempat Leon dulu menikmati hari liburnya.
Apalagi pemandangannya pasti akan sangat indah di sore hari.
Duduk di tempat yang aman dan nyaman, keduanya mengobrol dengan sangat asyik.
Keduanya duduk berdempetan dan tidak berhadapan satu sama lain.
Leon menoleh ke kirinya dan melihat Maria kebetulan Maria juga menoleh dan melihatnya.
Leon kemudian tersenyum tipis dan mendekat, Maria menutup matanya dan menunggu.
Keduanya menikmati momen ini dan berpisah setelah beberapa detik.
Leon kemudian menarik Maria untuk berada dalam dekapannya dan menikmati pemandangan.
Saat malam tiba dan puas menghabiskan waktu hari ini, Leon mengantar Maria pulang dengan perasaan yang campur aduk.
Dia sebenarnya tinggal beberapa langkah lagi.
Kembali ke rumah dengan perasaan bahagia, Leon membersihkan dirinya langsung dan setelah beberapa saat, dia melompat ke ranjang kasurnya dan bermain dengan ponselnya.
Lalu setelah mengobrol sebentar dengan Maria, dia pergi tidur.
Keesokan harinya, hari Senin 26 Oktober.
Leon menggunakan 2 poin keterampilan untuk meningkatkan atribut keseimbangan nya menjadi 71.
Dengan begitu dia memiliki sisa 15 poin keterampilan lagi.
Saat Leon pergi ke tempat latihan, Leon menatap rekan rekannya yang menatap dengan mata aneh.
Leon bingung dan akhirnya Danilo merangkulnya dan memperlihatkan sebuah foto.
Dimana itu ada beberapa foto mulai Leon menjemput Maria di bandara dan kemudian kejadian di rooftop.
Leon melihat judul beritanya.
[Putri manajer Manchester City, Guardiola di taklukan oleh Leon.]
[Leon dan Maria Guardiola bermesraan di rooftop.]
Leon hanya tersenyum dan kemudian mengeluarkan ponselnya, dia mengirimkan pesan pada Maria dan bertanya apakah ini akan menjadi masalah baginya.
Namun siapa sangka, Maria membalas dengan cepat dan mengatakan tidak peduli.
Saat Leon usai latihan hari ini, Leon melihat ada beberapa reporter di depan parkiran klub.
Dia tahu bahwa masalahnya datang.
Segera saat Leon akan masuk ke dalam mobil, dia di todong oleh banyak microphone dan kamera yang terus memotret.
Leon pun menyerah dan berhenti.
Dia melihat para reporter dan menunggu mereka bertanya.
"Leon apakah kamu sedang menjalin hubungan dengan Maria Guardiola?"
"Yah aku tidak tahu." Ucap Leon kemudian melambaikan tangannya untuk mempersilahkan mereka pergi.
Leon tak ingin mengkonfirmasi secara sepihak karena Maria belum mengatakan apa apa.
Kembali ke rumahnya, Leon segera menerima panggilan dari ibunya.
"Nak, apakah wanita yang ada di berita bersamamu itu wanita yang kamu temui di London waktu itu?"
"Iya Bu." Leon hanya bisa jujur pada ibunya.
"Apakah kamu bisa mengatasi masalah berita di luar?"
"Tenang saja Bu, tidak lama lagi juga itu pasti akan menghilang."
"Baiklah, kalau begitu bisakah kamu bawa dia kemari?"
"Siapa Bu?" Leon tertegun.
"Maria bawa dan kenalkan pada ibu, ibu ingin melihatnya."
Mendengar ini Leon merasa bingung, dia belum mengkonfirmasi hubungannya dengan Maria dan jika di bawa ke rumah, dia takut Maria merasa risih tapi kemudian Leon memikirkannya lebih jauh dan merasa ini kesempatan.
"Oke aku akan membawanya Bu."
"Baiklah ibu akan memasak banyak makanan nanti."
Menutup panggilan, Leon menyerah dengan kondisi yang di minta ibunya.
Dia mengirimi pesan pada Maria yang ada di hotel.
"Apakah kamu ingin keluar lagi?"
"Ya, aku kesini karena berniat menghabiskan waktu bersamamu dan saling mengenal lagi satu sama lain. Apakah kamu tertarik padaku?" Tanya Maria dengan menggoda.
Leon hanya tersenyum manis.
"Baiklah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, kamu bersiap aku akan menjemputmu sebentar lagi." ucapnya
"Oke."
Leon kemudian bersiap siap dan berpakaian sangat santai namun rapi, dia keluar lagi setelah bersiap dan langsung menjemput Maria.
"Kemana kita akan pergi?"
"Ke sana." Ujar Leon sambil menunjuk ke depan.
Hal ini membuat Maria tertegun dan kemudian tersenyum lucu.
Keduanya mengobrol di dalam mobil yang sedang melaju.
Tak membutuhkan waktu lama, Leon sampai di rumah orang tuanya.
Maria melihat bahwa ini adalah rumah mewah yang besar dan luas.
Dia sebenarnya ingin bertanya tapi memilih diam.
Leon turun dan segera membawanya ke rumah.
"Bu, anakmu yang tampan membawa putri cantik pesanan mu." Teriak Leon untuk memuaskan keinginan ibunya.
Mendengar ini, Maria tertegun dan kemudian meraih lengan Leon dan berbisik :"Apakah ini rumah keluargamu?"
"Iya, aku sudah tinggal sendiri dan ini adalah rumah orang tuaku dan keluargaku."
"Kenapa kamu membawaku kesini?" Ucap Maria dengan wajah yang memerah.
"Ibuku yang memintanya, dia ingin memastikan sesuatu." Ucap Leon tersenyum bahagia.
Maria memutar matanya dan mencubit perut Leon.
Tak lama ibu Leon, Audrey keluar.
Saat kedua wanita itu saling menatap.
Kedua wanita itu memiliki satu pemikiran yang sama.
Sangat cantik.
Leon juga melirik keduanya bolak balik dan puas dengan hal ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Liar Marabunta
gas full..
2024-01-25
3
AS™💨
di tunggu update nya/Grin/
2024-01-25
2
Lari Ada Wibu
lanjut thor
2024-01-25
2