12.

Keesokan nya, setelah bangun dan membersihkan dirinya, Leon sarapan bersama dengan keluarga kakek James.

Setelah kakeknya dan Kakek James akan berangkat untuk bermain catur, Leon pun mengikutinya dan ingin melihat.

Namun ketika keduanya bermain catur, keduanya benar benar sangat fokus dan bermain beberapa ronde.

Yang lebih luar biasanya, keduanya mengabaikan keberadaan Leon.

Leon melirik jam sudah jam 11 siang dan memilih menyerah menontonnya, dia berencana untuk keluar dan melihat sekitar.

Kedua kakek yang awalnya fokus pun akhirnya meminta maaf pada Leon, Kakek James yang melihat keinginan Leon pun berniat meminjamkan sebuah mobil pada Leon.

Namun Leon menolak dan memilih untuk berjalan jalan di sekitar saja.

Akhirnya Leon keluar dari komplek perumahan kakek James dan menikmati jalan jalannya di tempat baru.

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, waktu juga sudah menunjukan pukul setengah 1 siang.

Leon kemudian sadar dan merasa dia terlalu terbawa suasana.

Dia akhirnya mencari sebuah cafe untuk mengisi perutnya dan menghabiskan waktunya sekalian menikmati kota ini.

Dia akhirnya mendapatkan sebuah cafe luar ruangan dimana tema cafenya adalah taman.

Leon pun memilih tempat duduk dan memesan beberapa makanan yang tidak terlalu berpengaruh untuk kondisi tubuhnya.

Mencari tempat duduk di tempat yang paling teduh.

Sambil menunggu, Leon melihat bahwa sudah ada beberapa orang yang datang berkunjung.

Mengabaikannya dan bermain dengan ponselnya.

Saat asyik dengan bermain ponselnya, pesanan nya pun tiba.

Leon mulai mencicipinya dengan tenang.

Saat akan memasukan makanan lagi ke mulutnya, Leon tanpa sadar melirik ke sekitar.

Dia tertegun.

Dia melihat seorang wanita yang sangat sangat cantik.

Ini benar membuka pandangan Leon.

Leon menilai wanita ini bernilai 99 poin.

Lebih dari wanita yang sebelumnya dia idam idamkan di sosial media.

Leon berhenti makan dan mengelap bibirnya dengan tisu.

Dia mencuri curi pandang pada wanita tersebut.

Wanita tersebut berdua dengan temannya.

Leon bisa melihat bahwa wanita itu sangat fashionable dan sangat seksi.

Leon tanpa sadar mengabaikan makanannya dan terus menatap dan memperhatikan wanita itu.

Dimana wanita itu mengobrol dengan tenang dan sesekali tertawa dengan temannya.

Bahkan meminta temannya untuk membantu mengambil foto.

Mungkin sadar akan tatapan Leon yang tajam dan tidak pernah berpindah, wanita yang sedang berpose itu seketika menoleh.

Saat melihat seorang pria menatapnya sambil tersenyum, wanita itu hanya tersenyum balik.

Leon melihat ini sadar bahwa dia ketahuan.

Dengan perasaan canggung, dia tersenyum lebih manis.

Leon kemudian mengabaikannya dan memilih untuk melanjutkan menghabiskan makanannya dulu.

Saat melihat jam akan menunjukan pukul 2 siang, Leon menghampiri wanita tersebut.

Sesampainya di sana, Leon berkata sambil tersenyum :"Bolehkah aku meminta akun sosial media mu?"

Kedua wanita tersebut tertegun.

Kemudian teman wanita itu tanpa sadar menjawab :"Tidakkah lebih baik untuk meminta kontaknya langsung?"

"Tentu itu lebih baik." Sahut Leon dan melirik pada teman wanita yang berkata sambil tersenyum.

Dia kemudian mengalihkan perhatiannya lagi pada wanita berbaju putih itu.

Detak jantung Leon berdetak lebih kencang saat melihat wanita ini, ini benar benar berkah bagi Leon saat memilih untuk keluar dan berjalan jalan.

"Baiklah, mana ponselmu." Ujar wanita itu yang sudah melihat ke atas dan kebawah Leon, mungkin puas dengan penampilan Leon.

Leon mengeluarkan ponselnya dan langsung memberikannya.

Ponsel yang tanpa terkunci itu langsung di ambil oleh wanita tersebut dan mulai mengetik nomor kontaknya dan langsung terikat dengan aplikasi chat Leon.

Ponsel yang di kembalikan di ambil oleh Leon dan Leon melihat nama yang tertera.

'Maria.'

"Oke terima kasih." Saat Leon akan berbalik dan pergi, suara teman Maria terdengar lagi yang membuat Leon berhenti.

"Siapa namamu?" Tanya nya.

Leon melirik ke teman Maria dan melihat pada Maria lagi yang masih menatap nya seolah sama penasaran dengan namanya.

Leon kemudian mengulurkan tangannya pada teman Maria dan berkata :"Leon. Leon Floris."

Setelah mengatakannya, Leon juga berjabat tangan dengan Maria.

Leon bisa merasakan rasa halus dari tangan Maria yang ramping tersebut.

"Apakah kamu baru di sini?" Tanya teman Maria lagi.

Leon bingung, dia berniat mendekat kesini karena Maria bukan karena temannya.

Tapi yang aktif justru temannya dan Leon merasa canggung karena berdiri.

"Duduklah dulu." Ujar Maria yang melihat rasa malu dan canggung Leon.

Leon pun memilih duduk di tempat yang kosong.

"Aku baru ke sini untuk pertama kalinya."

"Sebenarnya aku sedang menemani keluargaku berkunjung pada teman kakekku disini."

"Namun karena bosan, aku memilih keluar." Leon melirik lagi pada Maria mengisyaratkan bahwa dia beruntung bertemu dengannya.

"Dari mana asalnya?" Maria mulai bertanya.

"Enschede, Belanda."

Keduanya langsung mengangguk mengerti.

"Apakah kamu mahasiswa atau model?" Tanya teman Maria.

"Model?" Mendengar ini, Leon juga mengulangi pertanyaan tersebut sambil tertegun.

Kemudian dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.

"Bukan. Aku bermain sepak bola."

Akhirnya Maria yang mendengar ini berbinar matanya.

Dialah yang lebih dekat dengan sepak bola.

Dengan rasa penasaran dia mulai bertanya lagi.

"Di klub apa kamu bermain?"

"Twente Enschede yang saat ini bermain di Eredivisie."

"Apakah di tim utama?"

Leon mengangguk sebagai persetujuan.

Maria yang mendengar ini semakin penasaran dengan Leon.

Terlihat jelas bahwa Maria sangat dekat dan tahu akan sepak bola.

Saat keduanya melanjutkan topik mengenai sepak bola, teman Maria melakukan pencarian di situs web.

Saat mencari mengenai Twente, ada beberapa mengenai Leon.

"Maria, dia tidak berbohong. Lihatlah." Ucap temannya dan menyodorkan ponselnya ke depan Maria.

Maria mengambilnya dan melihatnya.

Itu adalah beberapa berita mengenai Leon.

Membacanya sebentar dan melihat lagi pada Leon.

"Ternyata kamu juga pemain yang bagus."

"Belum, tapi aku akan berusaha untuk menjadi pemain yang bagus."

Setelah 5 menit bertukar obrolan, Leon memilih pergi karena takut menganggu kesenangan mereka.

Leon membayar tagihan dan kembali ke rumah kakek James.

Sesampainya di rumah, Leon masih berseri seri.

Dia merasa ini adalah hari yang menyenangkan.

Ibunya melihat ini dan bertanya penasaran.

Leon hanya tersenyum misterius dan tidak memberitahu ibunya.

Jika ibunya di beritahu akan membuat Leon merasa tertekan nantinya.

Leon pergi ke taman belakang dan bermain dengan ponselnya, dia melihat lagi pada kontak Maria.

Dia melihat foto profilnya dan merasa sangat luar biasa.

"Sangat cantik dan seksi." Sebuah suara datang dari belakang yang membuat Leon kaget dan langsung berdiri dari duduknya.

Dia melihat ke belakang dan menemukan bahwa itu ibunya yang sedang tersenyum cerah.

Ibunya kemudian duduk di bangku yang tadi di tempati Leon.

"Bagaimana? Ceritakan pada ibu."

Mendengar ini, Leon ingin kabur tapi ibunya tersenyum begitu manis dan dia akhirnya menyerah.

Dia duduk di samping ibunya dan menceritakan mengenai pertemuannya siang tadi.

Mendengar ini, ibunya mengambil ponsel Leon dan melihat lagi foto nya.

"Kamu cocok dengannya dia sangat cantik."

"Segeralah, jika tidak akan di ambil orang lain."

Leon hanya terdiam dan mengambil kembali ponselnya lalu bangkit dan akan pergi.

"Kita akan pulang malam ini." Mendengar ini, Leon tertegun dan merasa sedih.

Dia merasa dia bisa menghabiskan waktu beberapa hari lagi dan berharap bisa mengajaknya bertemu dan bermain sebentar sebelum berpisah.

Terpopuler

Comments

ardian lewatz

ardian lewatz

lelaki tidak memilih , lelaki mengambil semuanya

2024-04-23

1

Liar Marabunta

Liar Marabunta

dasar laki* mata band 🤣🤣

2024-01-25

3

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

lanjut thor

2024-01-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!