8.

Kembali ke pelatihan rutin bersama tim.

Leon masih bekerja keras dan mencoba untuk mengokohkan setiap fondasi keterampilan bolanya.

Dia juga tampil baik dalam pelatihan pertandingan tim kuning dan merah.

Kadang kadang pelatih selalu menghentikan pertandingan tersebut dan menginterupsi untuk memberikan arahan atau menegur kesalahan para pemainnya.

Leon pun tak luput, karena kadang kadang Leon juga tak sadar jika ada rekannya yang memiliki posisi kosong.

Untung saja ini pelatihan bukan pertandingan nyata.

Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa sadar tanggal 20 September pun tiba.

Ini merupakan hari Minggu dan merupakan pertandingan kedua bagi tim Twente di liga.

Mereka akan bermain melawan Feyenoord dan menjadi tamu di pertandingan ini.

Jadi pada jam 6 sore, Feyenoord Stadium di penuhi oleh para pendukung kedua tim.

Namun jelas bahwa lebih banyak Feyenoord karena ini kandang mereka.

Penggemar Twente hanya mendapatkan 3000 - 5000 tiket dan yang datang kali ini mungkin 3000 orang.

Dalam pertandingan ini, Leon tidak masuk ke dalam starting line up.

Bukan karena Leon tidak tampil baik, tapi karena pelatih Ron Jans mengira Leon masih memiliki kekurangan pengalaman apalagi melawan tim Feyenoord yang di bilang sangat besar.

Vaclav yang selalu memiliki kondisi buruk di pelatihan mendapatkan kesempatan dan tak tahu apakah dia akan memanfaatkannya atau tidak.

Jadi saat pertandingan di mulai, Feyenoord yang menjadi tuan rumah bersikap dengan berani.

Mereka menyerang secara frontal dan tak kenal takut.

Serangan serangan yang di lancarkan pun sangat mengancam.

Dan benar saja pada akhirnya serangan serangan mengancam tersebut memberikan hasil sebuah gol.

Penyerang mereka melakukan tembakan dari kotak penalti setelah melakukan kerja sama satu dua dengan rekannya dan menembak dengan keras ke arah gawang.

Drommel hanya bisa berusaha namun tetap gagal.

Drommel berteriak memarahi bahwa mereka terlambat untuk menutup.

Leon menyaksikan dengan tenang jalannya pertandingan, meski sedikit sedih tim tertinggal, tapi dia masih percaya pada rekan rekannya.

Akhirnya skor pun tak berubah sampai turun minum.

Di istirahat 15 menit ini, pelatih Ron Jans memberikan banyak arahan karena pada pertandingan ini, para pemain melakukan banyak kesalahan.

Waktu istirahat 15 menit habis begitu saja.

Pertandingan babak kedua pun di mulai lagi.

Leon masih duduk di bangku cadangan dengan pemain lainnya.

Akhirnya pada menit ke 67, Twente mencetak gol melalui aksi solo nya Menig.

Dia melewati 2 pemain dan menembak dengan lurus ke arah gawang.

Padahal tembakan ini sangat kikuk, Menit menendang dengan ujung jari kakinya dan untung saja bola melewati celah kedua kaki penjaga gawang.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan.

Feyenoord bermain lebih keras lagi dalam menyerang.

Melihat ini, pelatih Ron Jans melakukan pergantian, Leon masuk pada menit ke 78.

Namun karena waktu yang kurang dan ritme pertandingan sengit ini baru dirasakan oleh Leon, dia tidak berbuat banyak.

Dia hanya mencatatkan 3 kali terobosan sukses dan tidak ada tembakan sama sekali.

Itu karena semua kesempatan Leon terhalang dan akhirnya hanya memberikan operan, namun rekannya kurang memanfaatkan kesempatan kesempatan tersebut.

Akhirnya sampai peluit akhir di bunyikan, skor tidak berubah, dimana skor akhir adalah 1 : 1.

Mengambil 1 poin dari pertandingan tandang, Twente masih terbilang cukup puas.

Akhirnya para pemain kembali ke Enschede.

Pulang larut malam, Leon langsung tidur sesampainya di rumah.

Bangun keesokan paginya, Leon hanya menerima pemberitaan sistem mengenai exp yang di dapat.

Pengganti : 20.000 exp.

Melihat ini, Leon hanya tersenyum kecut.

Kemudian dia langsung menyadari bahwa exp assist pasti 20.000 exp.

Level sistem 5 : 345.000 / 500.000 exp.

Leon tidak terburu buru untuk kemana mana hari ini karena pelatih memberikan hari libur.

Leon hanya akan melakukan pelatihan ringan di belakang rumahnya.

Setelah pukul 11 siang, Leon merasa bosan setiap dia mendapatkan hari libur.

Dia merasa tidak memiliki teman.

Kemudian dia bermain dengan ponselnya dan membuka sosial media.

Dia membuka explore dari sosial media tersebut dan melihat banyak konten.

Saat dia akan menggulir layar nya untuk melihat konten selanjutnya, dia berhenti sesaat.

Leon melihat foto wanita yang sangat dia idam idamkan.

Leon mengklik profil wanita tersebut dan melihat foto fotonya.

Namun saat melihat pengikut akunnya, Leon terdiam dan memilih untuk mengikuti nya dulu sebagai tanda.

Kemudian dia melihat lihat lebih banyak foto nya dan semakin menguatkan bahwa ini adalah wanita yang dia cari selama ini.

Setelah puas melihat foto fotonya, Leon melihat konten konten lainnya tapi kemudian dia menyadari bahwa foto foto wanita yang selanjutnya menjadi semakin tak sedap pandang.

Di pikiran nya wajah wanita tadi terus terbayang.

"Ah brengsek."

"Kenapa begini?"

Leon pun akhirnya keluar untuk melupakan bayang bayang wanita tadi.

Dia kembali ke rumah orang tuanya.

Kemudian dia kembali lagi ke rumah pada sore hari dan bersiap untuk melampiaskan nafsunya.

Meski sudah berkunjung ke rumah orang tuanya, bayang bayang wanita tadi masih terus berada di pikirannya.

Ini akan membuat Leon gila, jadi dia akan melampiaskannya.

Leon berangkat ke sebuah bar dan berharap mendapatkan wanita yang cocok untuk melampiaskan nafsunya namun setelah 2 jam berada di bar, Leon terpuruk.

Dia tidak bisa melupakan bayangan wanita tadi sehingga semua wanita yang dilihatnya menjadi tidak sesuai seleranya.

Dia akhirnya pulang dengan sedih.

Sesampainya di rumah, Leon langsung ke kamar.

Dia membuka ponselnya dan membuka sosial medianya lagi.

Dia mengklik lagi akun wanita tersebut.

Leon melihat bahwa ada biodata singkat mengenai wanita tersebut.

"Barcelona."

"Spanyol?"

Leon melihat bahwa wanita ini berada di Spanyol.

Setelah melihat foto foto wanita tadi, Leon tanpa sadar tertidur.

Keesokan harinya, Leon bangun dengan semangat.

Dia bermimpi bertemu dengan wanita yang terus membayangi nya.

Dengan kondisi bersemangat, Leon pergi ketempat latihan.

Saat latihan kondisi Leon yang meledak ledak membuat para pemain dan pelatih kebingungan.

Mereka berpikir apakah Leon salah minum obat.

Lalu mereka bertanya dan ingin tahu namun Leon hanya tersenyum dan tidak menjawabnya.

Kondisi Leon yang meledak ledak terus berlanjut di pelatihan hari hari berikutnya.

Pada laga pertandingan tim merah dan kuning, Leon meledak mencetak 4 gol sendirian.

Semuanya aksi solo.

Ini benar benar membuat para pemain semakin bingung.

Apalagi pelatih Ron Jans takut Leon hanya terstimulasi sesaat yang akan memperburuk mentalnya nanti.

Dia dengan cepat memberikan kode pada Brama kapten tim.

Usai latihan, Leon di ajak mengobrol oleh Brama di kantin.

Para pemain juga penasaran dan mengikuti secara diam diam.

Saat Brama mengutarakan niatnya, Leon pun akhirnya sadar, dia menarik nafas panjang dan meminta maaf pada kaptennya.

Dia kemudian mulai menjelaskan keadaannya.

Ini membuat kapten Brama tersenyum lalu tertawa tak terkendali, saat Brama tertawa, para pemain di belakang pun tertawa serentak.

Ini membuat Leon tertegun dan kemudian berbalik.

Saat melihat rekan rekannya berada di belakang, Leon tertegun dan kaget lalu berteriak :"Sialan!"

Dia berdiri dan menghampiri rekannya lalu menendang pantat para pemain sambil tersenyum.

Jelas bahwa para pemain juga mempermainkan Leon.

Brama melihat ini pun tersenyum dan kemudian menarik Leon.

"Tenang saja, jika kamu tampil baik terus, kamu akan memiliki banyak penggemar juga yang akan membuat kamu tidak tahu untuk memulai nya."

Leon pun mengangguk mengerti.

"Tapi ingat, kondisi seperti ini akan berbahaya jika kamu menanganinya dengan cara yang salah."

"Jadi untuk sekarang, tetapkan tujuan mu untuk bermain lebih baik lagi dan membantu tim, jika kamu melakukannya dengan baik, namamu pun akan menarik perhatian banyak orang dan mendapatkan penggemar seiring berjalannya waktu."

"Namun jika kamu masih merasa itu sulit, lebih baik kamu segera memulainya, agar semuanya beres. Sombong kan latar belakang mu agar kamu lebih percaya diri lagi."

Leon pun berterima kasih setalah Brama menjelaskan dan memberi arahan panjang lebar untuk kebaikannya sendiri.

Terpopuler

Comments

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

lanjut thor

2024-01-23

3

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus up

2024-01-23

2

RMYAN'S

RMYAN'S

Semangat bang Cain ditunggu update selanjutnya 😂

2024-01-23

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!