Salah Paham

Selepas membawa Putri Azalea berlarian di dalam gendongannya kini mereka berdua sedang duduk di tepian sungai yang berada di hutan tidak jauh dari Kerajaan Monkshood sambil memandang sekitar yang masih sangat asri dengan berbagai tumbuhan yang tumbuh di sana tentunya juga bunyi air mengalir menenangkan dirinya sejenak.

Putri Azalea menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan merasakan menyatu dengan alam yang tentunya bisa membuatnya jadi sedikit melupakan masalahnya.

"Lea apa yang sedang kamu pikirkan sampai seperti itu tadi" tanya Jenderal Geoffrey menatap Putri Azalea intens.

"nothing, hanya masalah hidup ku saja" Putri Azalea tersenyum kecut.

"sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan kamu itu Putri yang kuat seperti ibunda mu" Jenderal Geoffrey mengacak-acak rambut Putri Azalea gemas.

"bisa saja paman ini, oh ya paman belum memiliki kekasih kan" tanya Putri Azalea menatap serius.

"belum ada Lea untuk saat ini tapi tidak tau nanti seperti apa" jujur Jenderal Geoffrey.

Putri Azalea menyunggingkan senyuman manisnya merasa cukup lega jadi dia tidak perlu memikirkan akan merasa bersalah pada siapapun ketika dia dekat-dekat dengan Jenderal Geoffrey yang sudah mengambil sebagian hatinya.

Hanya saja Putri Azalea cukup sadar dengan kondisinya jadi dia akan mencoba melupakan perasaan yang sudah sangat salah sasaran itu meskipun tidak mudah tapi harus di coba.

"kamu kenapa tersenyum seperti itu apa kamu mengejek paman ya dasar anak nakal" Jenderal Geoffrey mencubit hidung Putri Azalea.

"tidak ada paman, jangan terlalu sensitif karena sudah tua ahahah" canda Putri Azalea tertawa kecil.

"sudah tau paman sudah tua kenapa kamu malah suka dengan paman Lea kamu ini memang ya" Jenderal Geoffrey agak tertawa.

"paman semakin tua laki-laki itu semakin menawan tapi paman tidak usah takut aku akan melupakan perasaan ku ini dan paman harus cari wanita yang lain" Putri Azalea mencoba untuk tetap tersenyum meskipun hatinya cukup perih.

"maafkan paman ya Lea mungkin jikalau keadaannya tidak seperti ini pasti paman sangat senang jikalau seorang Putri cantik suka dengan paman lagipula siapa yang tidak suka dengan mu Lea kamu itu sangat cantik hanya wajah mu yang pucat saja" ucap Jenderal Geoffrey pajang lebar.

"aku lebih baik tidak ada yang suka" lirih Putri Azalea yang masih bisa didengar oleh Jenderal Geoffrey.

"apa maksudmu Lea apa ada seseorang yang menganggu mu bilang pada paman" cerca Jenderal Geoffrey.

"tidak ada paman dia sungguh baik dengan ku tapi aku tidak suka dengan dia aku hanya anggap dia teman saja" elak Putri Azalea.

"oh seperti itu, siapa dia paman sangat penasaran sekali" kepo Jenderal Geoffrey.

"lihat saja nanti jikalau dia datang untuk bertemu dengan ku paman tiga hari lagi dia akan datang" Putri Azalea tidak mau mengatakan siapa.

"ya sudah terserah kamu saja" Jenderal Geoffrey tidak mau terlalu kepo dengan Putri Azalea.

"Azalea" panggil seseorang yang datang mendekat dengan membawa sesuatu.

Sontak saja Putri Azalea juga Jenderal Geoffrey menoleh ke belakang dan melihat seorang pemuda tengah tersenyum tipis menatap Putri Azalea yang juga membalas tersenyum simpul dan mendekatinya.

"Azka cepat sekali kau sembuh" heran Putri Azalea.

"ahahah, ada saja lah nanti aku kasih tau" Azka hanya meringis kecil.

"kau ini ya, sudah lah tidak apa aku tunggu hehehehe" Putri Azalea nyengir kuda.

"apa aku menganggu kalian ya" tidak enak Azka yang datang tiba-tiba.

"tidak juga Ka, kita bicarakan di tempat lain saja" ajak Putri Azalea.

"baiklah terserah tuan Putri saja" Azka memberikan hormat pada Putri Azalea.

"paman Geoff aku pergi dengan Azka dulu jika ada yang mencari katakan aku jalan-jalan mencari bunga" pamit Putri Azalea.

"iya Lea" paham Jenderal Geoffrey meskipun ingin sekali tau tapi tidak etis sekali.

"ayo ikut aku" Putri Azalea dengan santainya merangkul pundak Azka yang hanya tersenyum santai.

Namun berbeda dengan Jenderal Geoffrey yang merasa sangat aneh sekali tapi ada perasaan lain yang mengganggunya entah apa tapi dia merasa tidak suka melihat kedekatan mereka apakah Jenderal Geoffrey cemburu.

*apa yang kau pikirkan Geoff sadarlah* batin Jenderal Geoffrey geleng-geleng kepala.

Mereka berdua lantas pergi meninggalkan Jenderal Geoffrey yang memutuskan untuk kembali saja mungkin saja Putri Azalea sedang ada urusan yang penting jadi dia tidak mau ambil pusing sendiri.

"Azalea, seperti tadi kamu dekat sekali dengan dia kalian pacaran kah", goda Azka.

"tidak ya ada-ada saja aku emang suka dengan dia tapi keadaan tidak mendidik jadi aku harus melupakannya", jawab Putri Azalea tersenyum kecut.

"hei tidak ada yang tidak mungkin siapa tau kalian memang jodoh ya kan lagipula kan dia juga bangsawan jadi tidak apa menurutku" Azka menepuk pundak Putri Azalea.

"iya memang tapi kau tau kan aku sudah dijodohkan juga entah dengan siapa jadi aku tidak ada harapan" lesu Putri Azalea.

"izinkan aku masuk ke dalam Kerajaan mu aku akan membantu mu melakukan apapun yang ingin kamu lakukan" izin Azka yang sudah memikirkan sesuatu.

"nanti ikut saja dengan ku kembali kau akan aman bersama dengan ku dan aku akan meminta posisi tabib di tambah dengan mu agar tidak ada yang bisa menyentuh ku" Putri Azalea tersenyum smrik.

Ketika mereka berdua sedang berjalan betapa sialnya Putri Azalea harus melihat Pangeran Edgar sedang berjalan sendirian yang sialnya juga berjalan ke arahnya membuatnya kesal setengah mati tapi bagaimana lagi tidak ada pilihan.

"Azalea apa yang kamu lakukan disini" tanya Pangeran Edgar tersenyum senang melihat Putri Azalea.

"hanya jalan saja dengan dia kau sendiri" Putri Azalea kembali bertanya hanya untuk formalitas.

"aku ingin bertemu dengan mu tapi kamu sudah ada disini jadi aku tidak perlu jauh-jauh kan hehehehe" jawab Pangeran Edgar meringis kecil.

"tapi aku ingin pergi lebih baik kau pulang saja dan aku minta jangan menemui ku di Kerajaan Monkshood lagi aku tidak ingin semua salah paham dengan mu", pinta Putri Azalea.

"aku tidak masalah tentang itu Azalea, lagipula tidak apa kan kamu masih belum memiliki tunangan jadi aku boleh dekat denganmu" santai Pangeran Edgar yang membuat Putri Azalea ingin memukulnya.

"memang belum tapi bukan berarti tidak aku mohon harap mengerti ya jika ingin bertemu di luar saja" sabar Putri Azalea meskipun rasanya ingin mengumpat.

"baiklah tidak apa-apa yang penting aku masih bisa bertemu dengan mu aku tidak masalah memang mungkin lebih baik jika bertemu di luar seperti ini" paham Pangeran Edgar.

"oh ya siapa yang sedang bersama denganmu" kepo Pangeran Edgar.

"teman ku saja ya sudah aku pergi dulu" pamit Putri Azalea yang menarik tangan Azka.

Dengan perasaan yang dongkolnya Putri Azalea segera pergi bersama dengan Azka bisa-bisa hancur rencananya jikalau dia menghadapi Pangeran Edgar yang sangat menganggu nya dan membuat dia ingin marah-marah saja.

"dasar menyebalkan" cebik Putri Azalea.

"sudah lah tidak usah di pikirkan" santai Azka.

"ya" Putri Azalea tersenyum paksa.

"Alister!" teriak Putri Azalea melihat tubuh seseorang yang tidak sadarkan diri sampai Azka terkejut bukan main.

Putri Azalea berlari mendekati seseorang itu dengan sangat panik membuat Azka bingung bukan main dengan siapa laki-laki itu kenapa Putri Azalea bisa kenal dan terlihat sangat panik.

"Al sadarlah apa yang terjadi dengan mu" panik Putri Azalea tanpa sadar.

"bertahanlah aku mohon" sedih Putri Azalea.

Dengan sigap Putri Azalea mengobati seseorang itu yang memiliki luka bekas pedang dengan baju yang penuh dengan darah yang membuat nafas nya sesak seketika tapi dia coba untuk tetap tenang.

"Azka bantu aku bawa dia ke tempat mu tidak usah banyak tanya sebenarnya aku tidak tau siapa dia tapi aku ingin menolongnya", pinta Putri Azalea.

"baiklah akan aku bantu" santai Azka.

Mereka berdua memapah tubuh lemas laki-laki itu membawanya ke tempat Azka untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik daripada di hutan seperti ini namun yang paling penting adalah dia ingin melihat luka lain yang dialami tubuh laki-laki yang di tolong nya.

Terpopuler

Comments

~N.V~

~N.V~

wkwkwk sudah tua nambah sensi

2024-03-13

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!