Beberapa saat kemudian mereka berdua telah sampai di tempat Azka dan segera masuk ke dalam kamar membaringkan seseorang yang telah di tolong oleh Putri Azalea juga Azka ketika di hutan tadi yang sekarang masih saja tidak sadar diri.
Dengan hati-hati Putri Azalea membuka pakaian yang berlumuran darah itu kemudian meletakkannya di bawah barulah dia mengobati pemuda itu dibantu oleh Azka dengan obat-obatan yang dia punya untuk membantu memulihkan kondisi pemuda itu.
Putri Azalea menatap sendu ke arah pemuda yang baru saja selesai dia obati tadi membuat Azka sungguh sangat bingung sekali sangat tidak mungkin jikalau memang Putri Azalea tidak ada hubungannya dengan pemuda itu.
"Azalea sebenarnya kamu kenal dengan dia kan tidak mungkin jikalau tidak terlihat jelas di wajah mu jikalau kamu sedih" tanya Azka yang memang sudah sangat penasaran dari tadi.
"aku memang tidak kenal dengan dia aku hanya kasian saja dengan dia Azka jangan berpikiran yang tidak-tidak" jawab Putri Azalea menatap tajam Azka.
"aku hanya penasaran jadi aku bertanya maaf jikalau salah, aku ke luar sebentar ada yang ingin aku buat" daripada mendapatkan amarah dari Putri Azalea Azka memutuskan untuk keluar sebentar.
"Al sadarlah apa kau betah seperti ini terus" Putri Azalea memegang tangan pemuda itu.
"kau memang bukan dia tapi kau sangat mirip dengannya jikalau memang ini reinkarnasi mu aku sangat senang sekali" Putri Azalea menatap lekat wajah pemuda itu.
Dan beberapa saat kemudian tangan pemuda itu mulai bergerak menggenggam tangan Putri Azalea lalu perlahan-lahan membuka matanya kemudian hal pertama yang dia lihat adalah wajah seorang wanita yang sama sekali tidak dia kenal.
"syukurlah kau sudah sadar apa ada yang sakit aku menemukan mu di hutan Al dengan keadaan yang pingsan juga berlumuran darah" jelas Putri Azalea melihat pemuda itu menatapnya tanpa bicara.
"sebelumnya terimakasih sudah mau membantu ku ya, tapi namaku bukan Al siapa Al dan kenapa kau memanggilku dengan sebutan itu" tanyanya heran.
"maafkan aku hanya salah sebut saja kau mengingatkan ku dengan seseorang di masa lalu ku yang sudah tiada" jawab Putri Azalea tersenyum kaku.
"ah begitu rupanya, aku benar-benar sangat berterimakasih pada mu aku cukup sadar kondisi ku sangat buruk tapi untuk kau datang" tulusnya.
"tidak apa aku hanya membantu saja, siapa namamu" tanya Putri Azalea.
"namaku Herland dan aku dari Kerajaan Tansy lalu kau siapa", jawabnya balik bertanya.
"namaku Aza aku dari Kerajaan Monkshood salam kenal" jawab Putri Azalea tidak mengatakan nama lengkapnya.
"wah sudah sadar rupanya" Azka masuk membawakan minuman herbal.
"Ka apa yang kau bawa sepertinya aku kenal dengan baunya" tanya Putri Azalea.
"ini minuman herbal Azalea aku yang membuatnya sendiri dengan bahan-bahan ku sendiri", jawab Azka.
"kau memang harus mengajariku aku lagi Azka aku harus belajar banyak dari mu" pinta Putri Azalea.
"aman bisa dikondisikan itu, kau minumlah" Azka memberikan minuman herbal pada Herland.
"baiklah terimakasih" tanpa ragu Herland meminumnya sampai habis.
"untuk memulihkan tenaga mu lagi oh ya siapa namamu tadi Azalea memangil mu Alister" tanya Azka yang sudah ikut duduk.
"namaku Herland dan aku akan dari Kerajaan Tansy, mungkin dia spontan saja karena aku mirip seseorang yang dia kenal", jawab Herland.
"oh seperti itu, kau ini ya ada-ada saja apa kamu sangat merindukan dia sampai seperti itu" ucap Azka geleng-geleng kepala.
"hehehehe" Putri Azalea hanya nyengir kuda.
"sekarang bagaimana apa aku jadi ikut dengan mu atau aku tetap disini menjaga dia" tanya Azka.
"tetaplah disini dulu temani dia sampai mendingan luka nya baru aku akan membawa mu bersama dengan ku" jawab Putri Azalea setelah memikirkannya baik-baik.
"baiklah aku akan menuruti perintah mu, lagipula memang lukanya cukup parah mungkin butuh berhari-hari" patuh Azka dengan perintah dari tuannya yang sekarang dsn selamanya.
"aku sungguh berhutang budi pada kalian berdua nanti aku akan membalas setelah aku sembuh" tidak enak hati Herland.
"tidak apa tidak usah merasa tidak enak hati dan kami tidak membutuhkan balasan apapun karena kami tulus", ucap Putri Azalea tersenyum kikuk.
"baiklah jika seperti itu aku akan tinggal beberapa hari dengan dia setelah tubuh ku sudah lebih baik aku akan pergi" putus Herland yang memang kondisinya tidak memungkinkan untuk bisa pulang.
"nah gitu dong, Ka hari ini tidak jadi aku pulang saja ya" pamit Putri Azalea.
"baiklah tidak apa masih ada hari yang lainnya", santai Azka yang tau apa yang ada di pikiran Putri Azalea.
"kau sudah ingin pergi lalu apakah kamu akan menjengukku besok" tanya Herland.
"tentu saja istirahat lah yang cukup aku akan kembali besok, Azka aku pergi dulu" Putri Azalea beranjak dari duduknya.
Mereka berdua hanya membalas tersenyum sekilas dan Putri Azalea benar-benar pergi dari tempat Azka untuk kembali ke Kerajaan Monkshood yang pastinya akan kena marah lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepanjang perjalanan Putri Azalea terdiam memikirkan sesuatu setelah pertemuannya dengan Herland yang sangat mirip dengan Alister rekan setimnya dulu yang meninggal di tangan musuh ketika dia lengah.
"Al dia sangat mirip dengan mu serupa tapi tak sama, semoga saja dia reinkarnasi mu dulu karena kau sudah meninggal karena" lirih Putri Azalea.
Ketika sedang berjalan Putri Azalea tidak sengaja melihat hewan yang sedang terkena luka di kakinya sampai tiba bisa berjalan karena kasian pun dia mendekati hewan itu membantunya.
"hewan yang malang aku akan menolong mu" Putri Azalea menggendong kucing yang terluka itu.
Putri Azalea duduk di bawah pohon akasia bersama dengan kucing kecil itu lalu Putri Azalea mengambil beberapa obat herbal yang ramah bagi bintang dan setelahnya dia membalut lukanya dengan perban.
"aku akan membawa mu pulang bersama ku akan ku jadikan kau peliharaan ku" senang Putri Azalea.
"wah kau punya kalung rupanya sangat bagus sekali apa kau milik seseorang" Putri Azalea melihat kalung yang berada di leher kucing kecil itu.
Karena penasaran Putri Azalea menyentuh kalung itu tapi siapa sangka justru cahaya memancar dari batu giok di kalung yang di pakai oleh kucing kecil itu yang sangat menyilaukan mata.
*astaga apa ini* batin Putri Azalea menutup matanya.
Setelah cahaya itu hilang barulah dia membuka matanya dan sangat kaget melihat ada orang yang berdiri di depannya padahal tadi tidak ada siapapun kecuali dia juga kucing kecil itu.
"siapa kau kenapa tiba-tiba datang dan darimana kenapa aku tidak melihat mu datang" heran Putri Azalea yang masih saja tidak mengerti.
"aku kucing kecil yang kau tolong tadi nona lihat lah kucing kecil itu tidak ada kan karena itu memang aku nona" ucap laki-laki itu meyakinkan Putri Azalea.
"hah mana mungkin tapi" Putri Azalea melihat sekeliling tapi kucing kecil itu tidak ada.
"tapi bagaimana manusia seperti mu bisa menjadi kucing atau kau manusia jadi-jadian ya" tuduh Putri Azalea membuatnya tertawa.
"aku ini manusia normal tapi aku terkena kutukan jadi aku seperti ini dan asal kau tau hanya kau yang bisa merubah ku", jelasnya singkat.
"ya ampun kasian nya, aku ingin pulang mau ikut dengan ku" ajak Putri Azalea.
"baiklah nona tapi nanti aku akan berubah-ubah sesuai waktunya" terimanya.
"ya sudah ayo" ajak Putri Azalea.
Putri Azalea berdiri diikuti oleh laki-laki kucing kecil itu yang akan menuju kembali ke Kerajaan Monkshood sebenarnya agak beresiko juga tapi apa boleh buat dia sungguh tidak tega meninggalkan laki-laki kucing kecil itu yang kakinya terluka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Achlys
maaf kak maklum baru belajar
2024-03-05
0
Yan
byk typo...yg terkdang buat bingung baca nyaa..
2024-03-05
0