Sepanjang perjalanan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua hanya ada suara kuda yang terdengar sampai ketika Putri Azalea sangat terkejut melihat dimana dia sekarang dan melirik ke belakang dengan ekspresi yang sangat sulit untuk diartikan.
Ternyata pemuda yang dia temui adalah seorang putra kerajaan yang tidak dia ketahui apa dan apa gelarnya di Kerajaan itu mungkin memang tadi salahnya karena tidak menayangkan dimana pemuda itu tinggal jikalau tau seperti ini dia tidak akan mengantarkannya.
Namun mau bagaimana lagi sudah terlanjur masuk ke dalam halaman Kerajaan yang langsung di sambut oleh seorang pengawal yang sepertinya pengawal pribadi Griffin yang menatap khawatir dengan tuannya.
"tuan kenapa bisa seperti ini" tanyanya panik sembari membantu Griffin turun dari atas kuda.
"ceritanya panjang tapi aku tidak apa-apa" jawab Griffin tersenyum pucat.
"ini salah ku tadi paman jadi dia seperti ini" ucap Putri Azalea tiba-tiba yang membuat pengawal pribadi Griffin bingung
"tidak usah banyak bertanya" sergah Griffin.
"Aza kamu mau masuk atau tidak sudah sampai disini apa kamu tidak mau mampir dulu" tanya Griffin menwarkan.
"ehm aku tidak enak dengan keluarga mu apalagi semuanya karena kesalahanku jadi aku pergi saja" tolak Putri Azalea.
"sudah tidak apa mampirlah sebentar saja tidak usah khawatir aku yang akan menjelaskan dengan mereka nantinya" ucap Griffin meyakinkan.
"ehm baiklah" sanggup Putri Azalea yang tidak enak juga sebenarnya jika menolak.
"okey, ikut dengan ku dan bantu aku" pinta Griffin tersenyum tipis.
"baiklah" angguk Putri Azalea.
Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam Kerjaan dengan Putri Azalea yang membantu Griffin berjalan sedangkan pengawal pribadi Griffin mengikuti dari belakang sambil berpikir-pikir apa yang sudah terjadi pada tuannya dengan gadis yang tidak dia kenal.
Secara kebetulan mereka bertemu dengan Ratu juga selir yang berjalan berlawanan arah dengan mereka langsung menghampiri mereka dengan ekspresi yang sangat panik apalagi kondisi Griffin yang sangat lemas.
"anakku apa yang terjadi denganmu kenapa bisa seperti ini dan siapa gadis yang bersama dengan mu", panik Ratu Adeline menatap intens putranya.
"salam hormat untuk Ratu juga selir" Putri Azalea memberikan hormat.
"kita bicarakan di dalam saja ibunda aku tidak bisa menjelaskannya disini" jawab Griffin tersenyum pucat.
"baiklah ke kamar mu saja ayo" Ratu Adeline membantu memapah Griffin menuju ke kamarnya.
Ratu Adeline sungguh sangat penasaran dengan gadis yang bersama dengan putranya itu dan sepertinya dia terlihat tidak asing bagi Ratu Adeline tapi dia lupa pernah melihat gadis itu dimana dan juga kapan.
*dia kenapa menatap ku seperti itu memang ada yang aneh ya dengan ku* batin Putri Azalea agak risih.
*aku pernah melihat dia dimana ya lupa tapi aku familiar dengan wajahnya* batin Ratu Adeline berpikir.
Beberapa saat kemudian mereka pun sudah sampai di paviliun yang sangat besar bagi keluarga inti Kerajaan lalu Ratu Adeline membantu putranya duduk di atas ranjangnya yang cukup besar.
"coba cerita Griffin siapa gadis itu dan kenapa kamu bisa seperti ini", todong Ratu Adeline sangat penasaran.
"jadi ceritanya begini Ibunda ketika aku tidak sedang berjalan tiba-tiba saja anak panah melesat mengenai kulit luar ku" Griffin mencoba untuk menjelaskan.
"dan ternyata dia yang melempar anak panah itu lalu dia datang mendekati ku dan minta maaf padaku atas kesalahannya karena anak panah itu seharusnya mengenainya dan dia berniat ingin mengembalikan anak panah yang ternyata beracun itu kepada pemiliknya tapi malah kena aku" lanjutnya menjelaskan.
"seperti itu rupanya lalu gadis cantik siapa namamu aku sepertinya pernah melihat mu" tanya Ratu Adeline menatap intens gadis di depannya.
"nama saya Azalea Ratu" jawab Putri Azalea singkat.
"ah aku baru ingat kamu Putri bungsu Ratu Ariana Rose kan waktu itu kita tidak sengaja bertemu waktu kamu bersama dengan ibu juga kakakmu" ucap Ratu Adeline yang baru ingat setelah mendengar namanya.
"astaga tidak bilang jikalau kamu seorang Putri Kerajaan maaf sudah merepotkan" kaget Griffin.
"santai saja aku juga tidak tau siapa kamu jadi kita impas" santai Putri Azalea..
"Putri perkenalkan dia anak sulung ku juga calon penerus Kerajaan ini" ucap Ratu Adeline yang membuat Putri Azalea kicep.
*alamak jang mampus sudah kenapa aku tidak tanya bodohnya aku* batin Putri Azalea merutuki kebodohannya.
"ah maafkan aku Putra Mahkota sudah tidak sopan dengan anda" ucap Putri Azalea yang berubah menjadi formal.
"tidak usah seperti itu santai saja panggil aku seperti tadi saja dan selamat datang di Kerajaan Norves" santai Putra Mahkota Griffin.
"tapi apakah sopan berbicara seperti tadi" ragu Putri Azalea.
"sudahlah Aza tidak masalah aku lebih suka seperti tadi terlalu formal juga tidak bagus" yakin Putra Mahkota Griffin.
"baiklah" angguk Putri Azalea.
Tiba-tiba saja seorang gadis masuk ke dalam dengan tergesa-gesa setelah melihat tadi Putra Mahkota Griffin terluka namun tidak di hiraukan oleh Putra Mahkota Griffin melainkan menatap jengah kepada gadis itu.
"Putra Mahkota kenapa bisa seperti ini dengan mu apa yang sudah terjadi dengan mu" paniknya yang ingin memegang tangan Putra Mahkota Griffin namun langsung di tepis kasar.
"apa pedulimu, sudah ku bilang tidak usah datang apa kau tuli hah" bentak Putra Mahkota Griffin yang membuat Putri Azalea melongo
*baiklah ini pasti wanita murahan CK* batin Putri Azalea menghela nafas kecil.
"aku ingin bertemu dengan calon suami ku apakah salah kamu kenapa selalu seperti ini dengan ku apa salahku" ucapnya memasang wajah memelas hampir menangis.
"SUDAH AKU KATAKAN BERULANG KALI JIKALAU AKU TIDAK SUKA DENGAN MU APA KAU PAHAM" bentak Putra Mahkota Griffin yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.
"hiks hiks kenapa kamu membentak ku seperti itu" ucapnya yang tiba-tiba menitikkan air matanya.
"tidak usah drama" sinis Putra Mahkota Griffin.
"Griffin tidak boleh seperti itu dengan dia jaga bicaramu kenapa kamu selalu seperti ini apa salah dia ingat dia itu calon tunangan mu" tegur Ratu Adeline yang sudah sangat jengah dengan kelakuan Putra sulungnya.
"selalu saja seperti ini" cebik Putra Mahkota Griffin.
"ehm maaf sepertinya aku harus pulang sekarang ibunda pasti sedang mencari ku sekarang" ucap Putri Azalea yang tidak mau ikut campur dengan masalah internal.
"tunggu dulu kenapa buru-buru baru saja sampai lagipula tubuh ku masih lemas" cegah Putra Mahkota Griffin yang menatap Putri Azalea penuh arti.
"istirahat selama tiga hari sudah cukup untuk memulihkan kondisi mu dan aku tidak bisa lama-lama jikalau tidak ibunda bisa marah padaku" alibi Putri Azalea.
"jikalau begitu kamu disini saja menemani ku sampai aku sembuh bisa kan anggap saja kamu tabib pribadi ku" ucap Putra Mahkota Griffin agak tersenyum tipis.
"apa kau sudah gila untuk apa aku disini" kesal Putri Azalea yang memukul lengan Putra Mahkota Griffin.
"hei kau gila ya tidak punya sopan santun sama sekali ya, tidak tau siapa yang di depan mu" marahnya tidak terima.
"tidak ada urusannya dengan anda nona lagipula laki-laki ini teman ku" sinis Putri Azalea.
"sudah Aza tidak usah di dengarkan, baiklah pulang saja nanti jikalau aku sudah sembuh aku akan menemuinu boleh kan" Putra Mahkota Griffin yang sikap juga suaranya sudah sangat berbeda dengan tadi.
"terserah mu Griff yang penting aku mau pulang dan ini untukmu" Putri Azalea mengeluarkan sesuatu dari kantung tasnya dan menyerahkannya pada Putra Mahkota Griffin.
"ini yang tadi bukan kenapa memberikan padaku tidak kau tulis saja apa bahan nya aku kan bisa meminta tabib Kerajaan" tidak enak hati Putra Mahkota Griffin.
"tidak apa aku bisa membuatnya lagi oleskan setiap kau ganti perban dan minta seseorang untuk membuat lalu ingat satu hal jangan mudah percaya dengan siapapun tidak semua yang terlihat baik itu baik" Putri Azalea melirik selir sekilas karena dia merasakan sesuatu yang tidak beres.
"apa yang kamu katakan memang benar Aza dan terimakasih tunggu aku sembuh dan aku akan memberikan apapun yang kau inginkan" janji Putra Mahkota Griffin.
"baiklah kebetulan ada yang ingin aku minta darimu" Putri Azalea tersenyum lebar.
*astaga ada apa dengan jantung ku kenapa seperti ini apa efek racun itu* batin Putra Mahkota Griffin memegang dadanya dimana tiba-tiba saja detak jantungnya berdegup kencang.
"ada apa apa ada yang sakit lagi" panik Putri Azalea.
"ah tidak ada, katakan apa yang ingin kau minta dariku" tanya Putra Mahkota Griffin.
"bunga Lily of the Valley juga bunga Oleander ada disini kan bisakah aku memintanya" jawab Putri Azalea tersenyum manis.
"sangat bisa apapun akan aku berikan" sanggup Putra Mahkota Griffin.
"untuk apa bunga itu bukankah beracun" tanya Ratu Adeline bingung.
"untuk eksperimen Ratu, maaf aku pergi dulu" pamit Putri Azalea.
"iya Aza hati-hati aku akan membawakan banyak untuk mu" senyum manis Griffin yang tidak ada pengaruhnya sama sekali pada Putri Azalea.
"aku tunggu" Putri Azalea balas tersenyum.
Setelah memberikan hormat Putri Azalea segera pergi dari Kerajaan Norves karena sudah pasti ibu juga kakaknya akan marah padanya jika tidak melihat dia ada di kediaman apalagi tidak izin sama sekali tapi ada kesenangan yang dirasakan karena bisa mendapatkan bunga yang sangat dia cari tanpa susah payah dan tidak sia-sia dia mengantarkan Putra Mahkota Griffin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments