Keberanian Putri Azalea

Sesampainya di Kerajaan Monkshood mereka berdua lalu segera masuk lewat jalan rahasia yang tidak semua orang tau sehingga mereka bisa bergerak tanpa ada yang menyadari keberadaan mereka untung saja Putri Azalea sangat pintar jadilah aman nasibnya sekarang.

Masuk ke dalam kamarnya Putri Azalea menyembunyikan bunga juga tanaman herbal yang dia cari tadi kemudian pura-pura berbaring lemah ketika ada langkah kaki mendekati kamarnya.

Dan benar saja ada dua orang yang masuk membawakan sebuah makanan juga minuman yang kemudian sangat terkejut melihat Putri Azalea sudah sadar meskipun sangat lemah lantaran seharusnya Putri Azalea akan tiada tapi apa yang mereka lihat.

"kenapa kalian kaget melihat ku masih hidup" dingin Putri Azalea menatap nanar kedua wanita beda usia itu.

"apa maksudnya Putri saya sangat sangat senang anda bisa bangkit kembali" ucap selir Reina pura-pura tersenyum manis.

"tentu saja Putri saya sangat senang sekali anda sudah sadar" imbuh Raina anak selir Reina.

"CK, bohong sekali apa kalian pikir aku anak bayi yang bisa kalian tipu" Putri Azalea tiba-tiba duduk bersandar pada kasurnya.

"apa maksudnya kami tidak paham sepertinya anda sudah salah paham kami tidak berbohong sama sekali Putri" selir Reina mencoba meyakinkan Putri Azalea.

"Zale aku datang" ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk dia tak lain adalah kakak perempuan Putri Azalea yang langsung menatap tidak suka ibu dan anak itu.

"kenapa kalian kemari ingin membunuh adikku ya" sinis Putri Axelia.

"tidak Putri mana mungkin berani kami melakukan seperti itu" elak selir Reina.

"dasar pembohong kalian pikir siapa yang membuat ku seperti ini jika bukan KALIAN BERDUA" tekan Putri Azalea menatap tajam dengan wajah datarnya.

"tidak mungkin Putri sudah salah paham dengan kami, mana mungkin seperti itu percaya lah dengan kami" elak Raina tidak mau jujur.

"aku bukan orang bodoh lagi yang percaya dengan mulut busuk kalian" dingin Putri Azalea.

"tapi Putri" tidak terima mereka.

"pergi sekarang jangan pernah masuk ke dalam kamar ku lagi paham" dingin Putri Azalea menatap penuh permusuhan.

"baik kita pergi" ucap mereka ketakutan lalu segera pergi.

"Zale kamu sangat berani sekali sekarang kakak suka" senang Putri Axelia.

"Hem" singkatnya membuat kakak melongo seketika.

*sejak kapan adik cerewet ku jadi seperti ini sekarang* batin Putri Axelia bingung.

"Zale ada apa kenapa kamu dingin sekali dengan kakak tidak biasa nya seperti ini" penasaran Putri Axelia dengan perubahan adiknya itu.

"aku hanya lelah saja" singkat Putri Azalea entahlah dia tidak bisa percaya dengan siapapun sekarang kecuali Olivia.

"lihatlah kamu yang biasa nya cerewet jadi irit bicara seperti ini apa ada yang aneh dengan mu, atau kamu kesal dengan kakak tapi apa yang membuat mu kesal dengan kakak" cerca Putri Axelia.

"cerewet sekali" dingin Putri Azalea dengan wajah datarnya.

"lihatlah kamu sudah berani berbicara seperti itu dengan kakak, bukankah kamu yang selalu cerewet, come on baby what wrong with you tell me" cerca Putri Axelia tidak henti-hentinya.

"BISA DIAM TIDAK" teriak Putri Azalea yang sudah sangat jengah dengan suara Putri Axelia.

Mendengar teriakan adik nya membuat hati Putri Axelia terasa sangat hancur pasalnya adiknya itu dari dulu tidak pernah kasar dengannya ataupun meneriaki nya seperti itu.

"baik lah kakak pergi" dengan menahan air matanya Putri Axelia pergi dengan tergesa-gesa.

"Putri apa yang anda lakukan tadi sangat menyakiti hati kakak anda bukankah anda dari dulu tidak pernah meneriaki dia seperti tadi" ucap Olivia yang tau kesedihan Putri Axelia.

"bukan urusan ku, aku ingin tidur jangan ganggu aku dulu" acuh Putri Azalea lalu kembali berbaring.

Tidak mau membuat tuanya kesal akhirnya Olivia pun memilih untuk pergi saja memberikan sedikit ruang bagi Putri Azalea untuk istirahat sejenak mungkin saja dia sudah lelah jadi marah-marah tidak jelas bahkan dengan kakaknya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah dari kamar adiknya Putri Axelia menangis sesenggukan sepanjang jalan merasa sangat sakit hati karena ucapan adik nya yang sudah kelewatan batas menurut nya kenapa adik juga bisa berubah itulah pikiran Putri Axelia.

Karena sedang bersedih Putri Axelia menghampiri ibunya untuk mengeluarkan unek-uneknya yang ada di dalam hatinya dan juga tentang perubahan adiknya.

"ibunda" Putri Axelia memeluk ibunya sambil menangis.

"apa yang terjadi denganmu anakku siapa yang sudah membuat mu menangis seperti ini" bingung Ratu Ariana Rose melihat putrinya yang tiba-tiba menangis.

"Xelia apa yang terjadi dengan mu" panik Raja Lemos Alexander.

"Zale ibunda ayahanda hiks hiks hiks" ucapnya terbata-bata.

"ada apa dengan adikmu apa kondisi nya semakin parah jangan membuat ibunda panik nak" panik Ratu Ariana Rose.

"ceritakan semuanya Xelia" bingung Raja Lemos Alexander.

"Zale tadi meneriaki Xelia ibunda dia mengatakan Xelia cerewet hiks hiks hiks" jawab Putri Axelia disela tangisnya.

"apa!, dia sudah sadar kapan dia sadar kenapa tidak ada yang memberi tahu ibunda" senang Ratu Ariana Rose tidak sadar dengan kesedihan putri pertamanya.

"berani sekali adik mu berteriak dengan mu, apa yang terjadi dengannya kemana etika anak itu" geram Raja Lemos Alexander yang memberikan reaksi yang berbeda.

"tidak usah berlebihan mungkin dia masih lelah kamu ini terlalu berlebihan Xelia" ucap Ratu Ariana Rose yang sepertinya menyalahkan putri pertamanya.

"Ariana kenapa kamu malah membela anak bungsu kita dia sudah salah dengan kakaknya" protes Raja Lemos Alexander.

"tidak usah manja Xelia terlalu berlebihan sudah lah aku ingin melihatnya dulu" tanpa memedulikan kesedihan putri pertamanya Ratu Ariana Rose pergi menemui putri kesayangannya.

"Xelia sabar saja nanti ayahanda akan menegur nya jangan sedih ya ucapan ibumu tidak usah dimasukkan ke dalam hati" Raja Lemos Alexander menenangkan Putri Axelia.

"iya ayahanda hiks hiks" Putri Axelia memeluk ayahnya.

Raja Lemos Alexander akan menegur putri kedua nya nanti karena sebagai adik tidak boleh terlalu berani dengan kakaknya apalagi sampai berteriak dengan suara yang keras karena Putri Axelia itu sungguh berbeda karena tidak bisa dibentak atau di teriaki orang.

Sementara itu Ratu Ariana Rose masuk ke dalam kamar Putri keduanya yang terlihat sedang tidur lalu dia memeluk tubuh putrinya sambil menangis membuat Putri Azalea terbangun.

"sayang akhirnya kamu bangun juga ibunda sangat risau dengan mu sayang" Ratu Ariana Rose memeluk erat tubuh Putri Azalea.

"ibunda" lirih Putri Azalea membalas memeluk ibunya.

"aku juga sangat merindukan ibunda" lirih Putri Azalea sedikit menitihkan air matanya.

"jangan menangis sayang ada ibunda di sini kakak mu bilang kamu sudah sadar jadi ibunda segera menemui mu" Ratu Ariana Rose mengusap wajah putrinya.

"apa ibunda tidak marah dengan ku" lirih Putri Azalea.

"tidak untuk apa tidak penting, yang penting Putri kesayangan ibunda sudah sadar itu sudah cukup sayang" jawab Ratu Ariana Rose tersenyum tipis.

"sudahlah kamu istirahat dulu ibunda menemani mu disini" Ratu Ariana Rose mengusap rambut anak nya.

"iya ibunda" senyum Putri Azalea.

*kakak mu sungguh berlebihan sekali dasar anak manja* batin Ratu Ariana Rose kesal dengan Putri Axelia.

Putri Azalea kembali tertidur pulas di pangkuan ibunya yang sangat dia rindukan masalahnya di masa depan dia kehilangan sosok ibu juga ayahnya yang sudah meninggalkannya mungkin sekarang ini adalah sebuah keberuntungan untuknya karena bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus dengan putrinya.

Terpopuler

Comments

muli Yana

muli Yana

berharap ratu ga bersandiwara

2024-02-25

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!