Bertemu Musuh

Setelah urusannya sudah selesai Putri Azalea memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Monkshood sebelum keluarganya murka lantaran dia sudah diam-diam pergi bahkan tanpa pengawalan dari pengawal Kerajaan ataupun ditemani oleh Olivia.

Dan sekarang Putri Azalea tengah menaiki sebuah kuda yang dia pinjam dari Putra Mahkota Griffin dengan sangat cepat apalagi dia merasakan seperti ada yang sedang mengawasinya dari tadi sehingga dia terus saja waspada.

*sialan, siapa yang mengawasi ku dari tadi kenapa aku tidak bisa melihatnya* batin Putri Azalea mempercepat memacu kudanya.

Putri Azalea bergerak secepat mungkin lalu setelah merasa agak aman dia bersembunyi di balik semak belukar yang menjulang tinggi dan lagi-lagi sebuah anak panah melesat ke arah depannya namun bisa di hindarinya lagi hanya saja dia masih tidak bisa melihat dengan jelas.

*siapa yang ingin membunuh ku sebenarnya dasar gila awas saja lihat pembalasan ku* batin Putri Azalea mengumpat.

*silahkan jikalau ingin bermain dengan ku* batin Putri Azalea tersenyum smrik.

Putri Azalea mengambil sebuah belati kecilnya yang sudah dilumuri dengan racun yang bisa melumpuhkan musuh lalu melemparkannya ke arah dimana anak panah itu muncul dan gotcha belati kecilnya berhasil mengenai tubuh pelaku itu sampai menjerit-jerit.

*gotcha, mau bermain-main dengan ku rupanya lihat saja kau tidak akan pernah bisa menyentuhku* batin Putri Azalea tersenyum menyeringai lebar lalu segera menghampiri arah asal suara itu.

Meskipun samar-samar tapi Putri Azalea bisa mengetahui dimana persembunyian orang yang dari tadi ingin mengincar nyawanya dan siapa dalang dibalik semua itu lalu dia akan melihat sesuatu yang pastinya akan membuat seseorang itu mau berbalik dengan dia.

"bagaimana rasanya enak kan" Putri Azalea tersenyum smrik sambil menatap wajah laki-laki yang sekarang berada di depannya yang sudah sangat pucat.

"bagaimana ku kau bisa melakukannya" lirihnya dengan lemah.

"bisa saja apa yang tidak bisa aku lakukan dan kau sudah salah memilih lawan tuan" sinis Putri Azalea menatap tajam laki-laki itu.

"siapa yang menyuruhmu hah katakan padaku sekarang juga" marah Putri Azalea menatap nyalang laki-laki itu.

"aku tidak akan mengatakan apapun padamu jangan harap aku sudah berjanji pada mereka"ucapnya yang tidak mau mengakui siapa yang sudah menyuruhnya.

"sialan kau cepat katakan atau aku akan membunuhmu sekarang juga" ancam Putri Azalea sangatlah kesal bukan main.

"tidak akan jangan pernah berharap aku akan mengatakan apapun padamu" kekehnya yang masih tetap tutup mulut.

"jangan membuat ku marah ya kau katakan tidak atau racun itu akan menyebar ke seluruh tubuhmu" kesal Putri Azalea mencengkram dagu laki-laki itu dengan kuat sampai berdarah.

"argh sakit lepaskan dagu ku kau sungguh sangat berbeda sekali sekarang" ucapnya mengerang kesakitan dengan darah yang keluar dari dagunya.

"sudah cepat kau sekarang sialan" paksa Putri Azalea semakin marah.

"baiklah aku akan mengatakannya padamu sekarang lepaskan dulu tanganmu" ucapnya mengalah.

Putri Azalea melepaskan cengkeramannya lalu menatap laki-laki itu secara intens dan duduk berhadapan dengan orang itu yang wajahnya semakin pucat mungkin saja racunnya sudah mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.

"orang yang telah menyuruh ku adalah selir yang berada di Kerajaan mu mereka sangat tidak suka padamu maka dari itu mereka ingin aku membunuh mu" jujurnya yang membuat Putri Azalea mengepalkan tangannya.

"dasar sialan berani sekali mereka dengan ku awas saja tunggu pembalasanku" geram Putri Azalea.

"lalu apa kau bisa menghilangkan racun yang sudah mulai menyebar ke seluruh tubuh ku ini rasanya sangat sakit sekali" pintanya memelas.

"apa kau tau apa racun yang aku gunakan tadi" tanya Putri Azalea.

"tentu saja aku sangat tau kau menggunakan bunga angel's trumpet buah cerbera odollan juga kacang kastor bukan, aku ini sangat tau macam-macam racun" jawabnya tepat sasaran.

"sangat benar sekali rupanya kau memang ahli racun lalu kenapa kau tidak mengobati dirimu sendiri kau tau kan penawarnya" ejek Putri Azalea tersenyum menyeringai.

"aku tau itu tapi aku tidak bisa melakukannya sendiri Putri, aku mohon bantu aku dan aku akan berada di pihak mu" pintanya yang sudah kuat lagi.

"baiklah aku tadi hanya bercanda saja" Putri Azalea mengeluh beberapa penawar yang dia bawa.

Dengan hati-hati Putri Azalea melepaskan belati kecilnya yang menancap di bahu laki-laki itu kemudian mulai mengobatinya dengan perlahan-lahan dan memberikan racikan bunga itu di luka barulah menutup-nutupi dengan perban yang selama dia bawa.

"sudah selesai" Putri Azalea membersihkannya belati kecilnya dan memasukan kembali kedalam tas nya.

"terima kasih dan aku minta maaf padamu soal kemarin juga hari ini aku tau kau sebenarnya bukanlah orang yang jahat dan seperti janjiku tadi aku akan berpihak pada mu sekarang" ucapnya dengan sungguh-sungguh.

"okay, siapa namamu jikalau aku boleh tau dan aku sangat senang karena aku bisa meminta bantuan mu" tanya Putri Azalea tersenyum tipis.

"namaku Azka Frederika dan aku berasal dari Eropa barat" jawabnya memperkenalkan dirinya.

*aku jadi teringat dengan kak Azka apa dia baik-baik saja sel keperjakaan ku aku sangat merindukanmu kak* batin Putri Azalea mengingatkan orang yang berada di masa depan dulu.

"hei kenapa kau diam saja apa ada yang salah kenapa malah melamun" Azka melambaikan tangan di depan wajah Putri Azalea.

"ah tidak aku hanya teringat dengan seseorang orang saja yang namanya sangat mirip dengan mu hanya saja aku sudah tidak bisa bertemu dengan dia" jujur Putri Azalea tersadar dari lamunannya

"ah begitu rupanya ya, sepertinya namaku sangat pasaran sekali ya" canda Azka.

"iya, aku pergi dulu baik-baik kau nanti kita bertemu lagi" Putri Azalea berdiri.

"iya, aku akan membawakan segala racun yang aku punya padamu nanti" ucap Azka berusaha untuk mendapatkan maaf dari Putri Azalea.

"baiklah aku tunggu aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik" pamit Putri Azalea.

"iya Putri" angguk nya.

Putri Azalea segera pergi meninggalkan Azka sebelum waktu berlalu karena saat ini saja sudah agak siang matahari pun sudah hampir berada di atas kepala jadi dia harus segera pergi jikalau tidak bisa semakin parah urusannya.

"dia sudah sangat berbeda sekali sekarang, aku sudah tidak bisa menyentuhnya lagi dan aku akan berpihak padanya sekarang" janji Azka yang sudah dipikirkan baik-baik.

"kau tidak apa-apa kau ini aku ingin mendekat tidak boleh" tanya temannya yang muncul dari arah belakangnya.

"sudahlah Cadell aku tidak apa-apa hanya saja sedikit terluka lagipula aku bisa mengobati diriku sendiri nanti" acuh Azka.

"suka-suka kau lah Ka, tapi aku lihat-lihat dia sangat hebat sekarang belajar dari mana dia" heran Cadell dengan apa yang sudah dia lihat tadi.

"aku juga tidak tau itu bagaimana tapi kita sekarang harus berpihak dengan dia" putus Azka yang di angguki oleh Cadell.

"not to bad, dia lebih baik dan aku rasa kau bisa mendapatkan teman untuk bereksperimen nanti" santai Cadell.

"sudah lah kita pergi sekarang aku harus mengobati diriku sendiri" ajak Azka.

"ayo, aku bantu" Cadell membantu Azka berdiri.

Kemudian mereka berdua pun juga pergi menggunakan kuda yang dibawa oleh Cadell tadi karena tidak mungkin bisa Azka menggunakan kuda nya sendiri dengan keadaannya yang sangat lah lemas karena racun dari Putri Azalea tadi.

Terpopuler

Comments

Erlina Ibrik

Erlina Ibrik

mengeluarkan *

2025-02-16

0

Erlina Ibrik

Erlina Ibrik

menaiki * seekor* kuda

2025-02-16

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!