Suasana di dalam kamar Putra Mahkota Griffin sedikit berbeda karena wanita yang tiba-tiba datang tadi tetep tidak mau pergi apalagi ibunya juga menegurnya untuk lebih sopan dengan calon tunangannya yang tidak pernah dia harapkan itu.
Putra Mahkota Griffin menatap jengah wanita yang berada di sebelahnya lebih tepatnya menatap ilfil entahlah kenapa pastinya mungkin saja dia tidak suka dengan perilaku wanita itu yang selalu membuatnya naik darah.
"Putri Selen bisakah menemaniku putraku sebentar aku ingin bertemu dengan Raja untuk berbicara sesuatu dengan selir" pinta Ratu Adeline.
"ibunda suruh dia pergi aku tidak mau bersama dengan dia" tolak Putra Mahkota Griffin merasa tidak terima.
"tidak usah protes kamu diam saja, Selen aku tinggal sebentar ya tolong jaga Griffin" Ratu Adeline tidak memperdulikan perasaan anaknya sendiri.
"baiklah Ratu dengan senang hati" terima Putri Selen tersenyum manis.
Ratu Adeline segera pergi tidak menghiraukan perasaan anaknya sendiri yang merasa tidak nyaman dengan Putri Selen meskipun tidak hanya berdua tapi tetap saja merasa sangat tidak nyaman dengan keberadaan Putri Selen tidak seperti dengan Putri Azalea.
*aku tidak pernah merasa nyaman dengan dia berbeda ketika aku bersama dengan Aza apa mungkin aku jatuh hati padanya* batin Putra Mahkota Griffin membandingkan.
"apa kamu sungguh tidak apa-apa, apa perlu aku ambilkan sesuatu untuk mu" ucap Putri Selen menawarkan.
"tidak perlu aku tidak apa-apa" tolak Putra Mahkota Griffin mentah-mentah.
"sikap mu kenapa berbeda dengan wanita tadi saja kamu baik dan ramah sedangkan dengan ku kenapa selalu seperti ini apa bedanya aku dengan dia" marah Putri Selen merasa sangat kesal.
"kau sungguh berbeda dengan dia asal kau tahu dia lebih hebat daripada kau dari hal apapun dan yang terpenting dia jujur juga apa adanya bukan seperti mu" telak Putra Mahkota Griffin.
"apa hebatnya dia daripada aku kurang apa aku lihat dengan baik-baik aku ini lebih cantik daripada dia dan aku juga lebih pintar daripada dia" kesal Putri Selen.
"apa kau sudah gila hah, semua orang yang memiliki mata yang jernih pasti bisa membedakan jika dia jauh lebih cantik daripada kau" marah Putra Mahkota Griffin.
"dan dia jauh lebih pintar daripada kau yang hanya pandai merayu saja, aku tanya apa kau tau jenis racun juga penawarnya" lanjut Putra Mahkota Griffin sangatlah kesal dengan wanita yang berada di sebelahnya.
"tentu saja aku tau bukankah aku sudah mempelajari nya dan apa kamu ingin mengatakan bahwa aku ini jelek ya sungguh jahat sekali kamu" cebik Putri Selen.
"baiklah coba tebak apa racun yang ada di dalam tubuh ku sekarang", tantang Putra Mahkota Griffin.
Putri Selen melihat gejala-gejala yang ada di tubuh juga wajah Putra Mahkota Griffin dengan seksama membuat Putra Mahkota Griffin mecebik kesal karena dia sangat tau bahwa Putri Selen tidak benar-benar tau tentang racun.
"aku tebak itu racun bunga Lily pasti aku benar kan" tebak Putri Selen agak sombong.
"sangat salah ini racun bunga tansy juga kacang Castor, kau salah kan sudah jelas lebih hebat dia daripada kau" cibir Putra Mahkota Griffin.
"itu aku salah tebak saja, maaf jikalau salah", ucap Putri Selen agak malu.
"sudah tau salah masih saja sombong, dengan sifat mu yang seperti ini kau berharap aku suka padamu maaf tidak akan sampai kapanpun dan aku akan membicarakannya ulang kepada kedua orang tua ku" sinis Putra Mahkota Griffin.
"maaf apa aku menganggu" tiba-tiba saja entah ada apa Putri Azalea kembali masuk yang membuat Putra Mahkota Griffin senang bukan main.
"tidak Aza justru aku sangat sangat senang kau datang lagi ada apa kenapa kau kembali" tanya Putra Mahkota Griffin.
"aku ingin mengambil barang ku sepertinya tadi jatuh disini" jawab Putri Azalea.
"baiklah cari saja siapa tau memang jatuh disini" santai Putra Mahkota Griffin tersenyum ramah.
"dasar kau ya mau apa kau tidak tau malu sekali sudah sana pergi menganggu saja" kesal Putri Selen.
Putri Azalea hanya diam saja tidak memperdulikan nenek sihir yang sedang kesal padanya toh tidak ada pengaruhnya juga untuknya yang ada hanya membuatnya ingin merobek mulut pedas Putri Selen.
"Jhony kau bawa Selen keluar dari kamar ku tidak ada bantahan" titah Putra Mahkota Griffin.
"baiklah yang mulia" angguk Jhony.
"tidak bisa apa kamu mau berdua saja dengan dia tidak bisa aku tidak mau" enggan Putri Selen.
"Jhon" Putra Mahkota Griffin memberikan isyarat pada Jhony.
Dengan sangat terpaksa Jhony menyeret Putri Selen keluar dari kamar Putra Mahkota Griffin meskipun Putri Selen memberontak tapi Jhony tidak mau melepaskannya begitu saja yang ada nyawanya bisa hilang tiba-tiba.
Setelah kedua orang itu pergi tinggalkan Putri Azalea juga Putra Mahkota Griffin yang sibuk dengan pikiran masing-masing namun tiba-tiba Putri Azalea duduk di tepi ranjang Putra Mahkota Griffin.
"ada apa Aza apa yang ingin kau katakan" tanya Putra Mahkota Griffin yang menebak dari raut wajahnya.
"aku ingin mengatakan sesuatu tapi kau jangan marah padaku ya" jawab Putri Azalea membuat Putra Mahkota Griffin sangatlah bingung.
"apa maksudnya Aza katakan saja apapun itu aku tidak akan marah padamu" bingung Putra Mahkota Griffin.
"baiklah jadi aku ingin bilang berhati-hatilah dengan selir yang bersama dengan ibunda mu tadi karena dia tidak benar-benar baik pada kalian semua dia punya niat busuk dalam hatinya" jelas Putri Azalea yang mampu membuat Putra Mahkota Griffin terdiam sejenak.
"tunggu dulu darimana kau tau jika dia hanya berpura-pura saja Aza aku sungguh sangat tidak menyangka dengan pemikiran mu" Putra Mahkota Griffin membernarkan posisi tubuhnya lalu menatap Putri Azalea intens yang sialnya membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
*ada apa dengan jantung ku kenapa hanya melihat dia saja aku bisa seperti ini* batin Putra Mahkota Griffin sambil memegang dadanya.
"Griffin apa dadanya sakit bicara lah padaku aku akan mengobati nya takutnya ada yang salah dengan tubuh mu" panik Putri Azalea.
"aku tidak apa hanya menyabarkan diri saja untuk tidak terlalu kaget dengan ulah selir" bohong Putra Mahkota Griffin.
"ah aku kira kenapa" lega Putri Azalea.
*mana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya mau taruh dimana wajahku ini* batin Putra Mahkota Griffin sangatlah malu.
"hehehehe, maaf" ucap Putra Mahkota Griffin nyengir kuda.
"sebentar aku cek suhu tubuh mu dulu" dengan sigap Putri Azalea menyentuh dahi Putra Mahkota Griffin dengan tangan kanannya.
Dan lagi-lagi detak jantungnya berpacu lebih cepat yang sialnya juga didengar oleh Putri Azalea yang sekarang menatapnya dengan penuh tanda tanya besar apalagi setelah di periksa suhu tubuhnya sudah agak turun.
"Griffi ada apa dengan mu apa kau memiliki riwayat sakit jantung perasaan tadi saja tidak apa-apa kenapa sekarang jantung mu berdetak lebih cepat" tanya Putri Azalea serius menatap wajah Putra Mahkota Griffin.
"tidak ada sebenarnya aku juga tidak tau kenapa" bohong Putra Mahkota Griffin yang bisa di lihat dengan jelas oleh Putri Azalea.
"Griffi kau tidak pandai dalam berbohong katakan saja jika sakit aku akan membantu mu" ucap Putri Azalea penuh selidik.
"apa kau pernah jatuh cinta" tanya Putra Mahkota Griffin.
"apa hubungannya dengan itu Griffi", cebik Putri Azalea.
"jawab saja pernah apa tidak" todong Putra Mahkota Griffin.
"aku pernah jatuh cinta dan itu sudah sangat lama sekali dan apa hubungannya dengan jawaban mu", jawab Putri Azalea yang sudah tidak sabar.
"itulah yang sekarang aku rasakan Aza sepertinya aku mulai jatuh cinta padamu", jujur Putra Mahkota Griffin yang membuat Putri Azalea membelalakkan matanya kaget.
"apa kau bercanda ya, tapi apa yang kau suka dariku", kaget Putri Azalea.
"semua yang ada di dalam dirimu aza, aku sangat menyukai wanita seperti mu" jujur Putra Mahkota Griffin dengan senyuman manisnya yang sama sekali tidak ada efek apapun bagi Putri Azalea.
"aku tidak baik untuk mu Griffi, kau cari orang lain aja dan permisi aku benar-benar pulang sekarang jangan lupa pula apa yang kau janjikan padaku" pamit Putri Azalea.
"hati-hati Aza tunggu saja aku akan datang padamu nanti" sebenarnya Putra Mahkota Griffin tidak mau Putri Azalea pergi tapi apa boleh buat.
"siap Griffi see you again" Putri Azalea bangkit dari tepi ranjang Putra Mahkota Griffin.
Setelah melambaikan tangannya sebentar Putri Azalea lalu langsung pergi meninggalkan Putra Mahkota Griffin yang terus menatapnya lekat sampai tubuhnya menghilang dari pandangan Putra Mahkota Griffin yang sepertinya menaruh hati pada Putri Azalea.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments