Kedatangan Tamu

Keesokan harinya setelah selesai makan bersama kini Putri Azalea sedang berada di kamarnya bersama dengan Olivia sedang membuat racikan ramuan tradisional dari bunga juga tanaman herbal yang di cari di hutan kemarin untuk membuat penawar dari racun yang berada di dalam tubuh Putri Azalea.

Olivia hanya membantu sedikit saja selebihnya Putri Azalea sendiri yang akan mengurus nya entah lah apa yang ada dipikiran Olivia sekarang setelah melihat perubahan yang sangat signifikan dari tuan putrinya itu.

"Olivia jangan melamun nanti bisa-bisa kamu jadi cepat tua" ucap Putri Azalea yang melihat pelayan setianya sedang melamun.

"apa hubungannya Putri melamun dengan cepat tua saya tidak mengerti" tanya Olivia polos.

"kamu itu terlalu polos sekali Olivia aku hanya bergurau saja kamu ini serius sekali" Putri Azalea sedikit tersenyum.

"astaga Putri aku pikir sungguhan taunya anda hanya bergurau saja" ucap Olivia meringis.

"Olivia Olivia" Putri Azalea geleng-geleng kepala.

"Zale kamu ada di dalam kan" teriak Putri Axelia sembari mengetuk pintu.

"Olivia simpan dulu semuanya aku ingin menemui kakakku dulu" Putri Azalea berdiri menyuruh Olivia untuk membereskan ramuan.

"baik Putri" dengan sangat hati-hati Olivia membereskannya.

Putri Azalea membuka pintu kamarnya lalu melihat kakaknya yang tersenyum mengembang menatapnya meskipun kemarin ada kesalahpahaman sedikit tapi tidak berpengaruh besar.

"ada apa" tanya Putri Azalea dingin.

"kamu ini kenapa sih jadi dingin pada kakak apa kakak menganggu mu lagi" sedih Putri Axelia.

*astaga rasanya ingin aku tenggelam kan dia* batin Putri Azalea kesal.

"tidak katakan saja ada apa" Putri Azalea mencoba untuk tidak berkata kasar.

"tuh kan kamu pasti marah pada kakak karena kakak menganggu mu kan" cebik Putri Axelia.

"tidak kakak katakan ada apa tidak usah berbelit-belit" ucap Putri Azalea yang rasanya ingin mengumpati kakaknya tapi tidak mau kena masalah lagi.

"kakak ingin mengajak mu ke taman kita mengeteh disana berdua kamu mau kan" ajak Putri Axelia tersenyum simpul.

"baiklah ayo" terpaksa Putri Azalea daripada mendengar kakaknya itu menangis tidak jelas lagi.

*untung saja kakakku kalo tidak sudah aku cabik-cabik dia batin Putri Azalea kesal bukan main.

Dengan perasaan yang sangat senang Putri Axelia menggandeng tangan adiknya menuju ke taman dan mengeteh bersama di sana lantaran mereka dulu sudah biasa melakukan ya meskipun sekarang rasanya Putri Azalea tidak mau tapi apa boleh buat mau menolak yang ada panjang urusannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain Raja Lemos Alexander juga Ratu Ariana Rose tengah duduk santai di ruangan Raja Lemos Alexander setelah menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan keadaan di luar Kerajaan.

"Ariana sebentar lagi pertunangan putri pertama kita dengan Putra Mahkota Kerajaan Edelweis aku harap kamu tidak pulih kasih dengan mereka berdua" ucap Raja Lemos Alexander serius.

"yang mulia saya sudah bilang jikalau saya tidak membedakan kedua putri kita semuanya sama kamu hanya salah paham saja" elak Ratu Ariana Rose.

"baiklah aku pegang ucap mu, aku tidak mau Xelia jadi sedih karena hubungan dia dengan Azalea merenggang" ucap Raja Lemos Alexander menghela nafas berat.

tok tok tok terdengar suara ketukan pintu kemudian Raja Lemos Alexander segera menyuruhnya untuk segera masuk takutnya putranya yang ingin bertemu dengannya dan betapa kagetnya dia setelah melihat siapa yang masuk.

"hormat kepada Raja juga Ratu" kakak beradik itu memberikan hormat.

"ada perlu apa kalian ke mari tumben sekali" tanya Raja Lemos Alexander agak terkejut.

"kami ingin bertemu dengan kedua putri yang mulia apa di izinkan" jawab Putra Mahkota Edwin meminta izin.

"tentu saja boleh, mereka berdua sedang ada di taman kalian kesana saja" izin Raja Lemos Alexander.

"baiklah terimakasih kami permisi dulu" pamit mereka.

Langsung saja mereka berdua segera menghampiri kedua kakak beradik yang sedang berada di taman dengan perasaan yang cukup lega karena sudah mendapatkan izin entah kenapa mereka ingin bertemu dengan kedua putri itu.

Sesampainya di taman mereka berdua melihat kedua putri tersebut sedang mengeteh bersama namun pandangan mereka sangat terganggu melihat raut wajah Putri Azalea yang sepertinya sangat tertekan bersama dengan kakaknya.

Karena sudah penasaran mereka berdua segera menghampiri kedua kakak beradik itu dengan langkah yang sangat cepat sudah sangat penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan.

"selamat pagi menjelang siang putri-putri" sapa mereka ramah.

"selamat pagi menjelang siang juga Putra Mahkota Pangeran" sapa balik keduanya dengan ekspresi yang berbeda.

"kalian sedang apa kami tidak menganggu kan" Putra Mahkota Edwin menatap dalam Putri Axelia.

"tidak apa kami juga sedang bersantai saja silahkan duduk" santai Putri Axelia.

"terimakasih, kalian sangat baik sekali" Putra Mahkota Edwin tersenyum manis membuat Putri Axelia merona.

"ehm, senang bertemu dengan mu lagi" Pangeran Edgar tersenyum simpul menatap Putri Azalea.

"senang juga bertemu dengan mu kembali" Putri Azalea sedikit tersenyum.

"kalian memang sudah pernah bertemu" bingung Putri Axelia.

"kami bertemu kemarin di hutan jadi kami kenal sekarang iya kan mungkin sekarang kita sudah berteman" jawab Pangeran Edgar tersenyum manis.

"ya mungkin" tidak yakin Putri Azalea.

"oh gitu rupanya pantas saja" Putri Axelia mengangguk singkat.

"Azalea bagaimana kondisi mu apa sudah lebih baik" tanya Pangeran Edgar.

"sudah lebih baik kemarin kamu juga langsung pergi kemarin" jawab Putri Azalea.

"iya lah untuk apa aku disana sedangkan kamu sudah pulang" jawab Pangeran Edgar tersenyum simpul.

"dan sekarang aku datang ke sini untuk bertemu denganmu lagi kemarin kan kita tidak lama bertemunya jadi aku kesini bersama kakakku" lanjutnya menatap Putri Azalea penuh arti.

*aku rasa dia ada sesuatu apa mungkin dia tertarik dengan ku tidak ini tidak bisa dibiarkan* batin Putri Azalea jadi panik sendiri.

*apa yang kamu pikirkan Azalea, aku tidak mungkin bisa melepaskan mu apapun itu alasan kamu* batin Pangeran Edgar yang sebenarnya memiliki ketertarikan dengan Putri Azalea.

"Putri kamu ingat kan tidak lama lagi kita akan bertunangan kamu tidak keberatan kan bersama dengan ku aku tidak masalah dengan itu" semangat 45 Putra Mahkota Edwin.

"aku tidak mungkin bisa menolaknya sudah menjadi keputusan ayahanda dan aku hanya mengikuti saja" sopan Putri Axelia.

"tidak usah berbohong kak jikalau suka katakan saja" sewot Putri Azalea.

"ehm iya" ucap Putri Axelia malu-malu kucing.

"aku senang jadi kita tidak terpaksa sama sekali nanti kamu akan menjadi pendamping ku satu-satunya tidak akan ada yang lain" senang Putra Mahkota Edwin.

"semua laki-laki sama tidak ada bedanya" sinis Putri Azalea.

"Zale tidak boleh berbicara seperti itu tidak sopan" tegur Putri Axelia.

"apa yang aku katakan benar kan" cibir Putri Azalea.

"tidak benar aku tidak mungkin seperti itu aku tidak seperti ayahku, kakak mu akan jadi satu-satunya di istana ku" yakin Putra Mahkota Edwin.

"kita tidak tau kedepannya seperti apa kan tidak usah memikirkan harapan jika nanti tidak menjadi kenyataan" sarkas Putri Azalea.

"ucapan mu memang benar Azalea tapi aku sangat yakin kakakku tidak seperti itu begitu juga dengan ku" timbrung Pangeran Edgar.

"kamu memang berbeda Azalea ucapan mu berterus terang jujur aku suka" ucap Pangeran Edgar ambigu.

"sudah ku duga kamu memang suka dengan dia kan Edgar tidak bisa bohong" cebik Putra Mahkota Edwin.

"tidak kak enak saja janganlah salah paham" elak Pangeran Edgar.

"paman aku ikut" teriak Putri Azalea tiba-tiba ketika melihat seorang laki-laki dewasa lewat.

"mau kemana kamu" tanya Putri Axelia.

"pergi dulu" tanpa menjelaskan lagi Putri Azalea lalu segera pergi.

Entah apa yang akan dia lakukan sehingga mengejar orang yang bahkan dia sendiri tidak kenal mungkin lebih tepatnya dia tidak nyaman dengan kehadiran kedua kakak beradik itu sementara mereka bertiga hanya diam saja sambil berpikir kenapa tiba-tiba Putri Azalea pergi bersama dengan seseorang itu.

Terpopuler

Comments

~N.V~

~N.V~

ide Azalea nya boleh juga tuh buat kabur. tapi emang sih, satu lingkup sama musuh tuh emang bikin nggak nyaman

2024-03-12

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!