Panah Beracun

Setelah menghampiri laki-laki dewasa yang tidak dikenal kini Putri Azalea tengah berjalan berdampingan dengan laki-laki itu yang belum dia tanyai siapa namanya karena sebenarnya hanya alasannya saja agar bisa terbebas dari tamu yang tidak pernah dia harapkan itu.

Sedangkan laki-laki itu hanya diam saja bingung juga kenapa Putri Azalea tiba-tiba menghampiri dirinya dan sekarang berjalan bersama dengannya yang sebelumnya tidak pernah sedekat itu apalagi Putri Azalea masih juga terdiam.

"Paman aku boleh tau siapa namamu maafkan aku yang lancang memanggil mu tadi" Putri Azalea mulai membuka suaranya dengan bertanya dengan cukup sopan.

"tidak apa Putri nama saya Jendral Geoffrey Alister Putri, memangnya kenapa anda tiba-tiba memanggil saya tadi" jawabnya dengan sangat sopan.

"nama yang bagus paman, aku tidak tau hanya merasa tidak nyaman berkumpul dengan mereka tadi makanya ketika melihat paman aku memanggilmu" jelas Putri Azalea dengan jujur.

"Putri ada-ada saja bukankah anda sudah bisa bersama dengan Putri Axelia kenapa bis, merasa tidak nyaman maaf jikalau paman ingin tau" heran jenderal Geoffrey.

"tidak apa paman, aku merasa tidak nyaman dengan kedua tamu itu saja makanya aku mencari cara berpisah dengan mereka tadi tidak usah terlalu formal dengan ku paman santai saja" jelas Putri Azalea sedikit tersenyum tipis.

"tidak bisa seperti itu Putri bagaimana pun anda tuan saya juga jadi sudah seharusnya saya formal dengan anda, mungkin anda hanya belum terbiasa saja Putri" ucap Jendral Geoffrey dengan hati-hati.

"mungkin saja tapi tetap saja aku tidak nyaman paman, ayolah santai saja anggap saja aku ini keponakan mu" santai Putri Azalea menatap Jenderal Geoffrey tersenyum simpul.

"baiklah jikalau itu maumu lalu paman harus memanggil mu apa jikalau tidak boleh terlalu formal dengan mu" tanya Jendral Geoffrey mengikuti keinginan Putri Azalea.

"terserah paman mau panggil Aza atau Lea senyaman paman saja asalkan jangan Zale seperti kakakku" jawab Putri Azalea memberikan pilihan.

"paman panggil kamu Lea saja bagaimana sepertinya bagus jikalau memanggil mu dengan sebutan Lea" putus Jenderal Geoffrey.

"tidak apa paman terserah paman kan aku sudah bilang tadi, oh ya paman sebenarnya mau kemana" tanya Putri Azalea.

"paman ingin berlatih bersama dengan yang lainnya Lea tapi kamu malah ikut memang kamu ingin menonton" jawab Jenderal Geoffrey yang sudah mulai terbiasa.

"tidak apa paman Geoff aku ingin melihat paman berlatih pasti sangat hebat sekali mungkin saja aku bisa berlatih dengan paman nanti hehehehe" santai Putri Azalea meringis.

"apa kamu tidak salah sejak kapan kamu ingin berlatih bersama dengan paman bukankah dulu kamu selalu menangis ketika terluka" Jendral Geoffrey agak menggoda Putri Azalea.

"paman itu dulu sekarang tidak ya" kesal Putri Azalea menggembungkan kedua pipinya.

"iya iya Lea paman hanya bercanda saja tidak usah kesal seperti itu" Jendral Geoffrey agak tertawa kecil.

*gila dia tampan sekali ketika tertawa seperti itu astaga bisa gila aku* batin Putri Azalea terpesona sampai menatap tidak berkedip.

"paman tau Lea jikalau paman ini tampan tidak usah melihat sampai seperti itu" goda Jendral Geoffrey.

"apa sih paman narsis sekali tapi memang sih hehehe" Putri Azalea tersenyum Pepsodent.

"ahahahah kamu ini ya, lucu sekali" lagi-lagi Jendral Geoffrey tertawa kecil membuat Putri Azalea sedikit menyunggingkan senyumnya.

Tanpa sadar mereka sudah sampai di tempat latihan dan ada beberapa pasang mata yang menatap interaksi mereka berdua terkaget-kaget karena selama ini mereka tidak pernah melihat Putri Azalea juga Jendral Geoffrey sedekat itu.

"hormat Putri Azalea" semua prajurit memberikan hormat kepada Putri Azalea yang membalas dengan menganggukkan kepalanya.

"paman silahkan berlatih aku akan melihat kalian" Putri Azalea duduk di tepian.

"baik Putri" jawab mereka serentak.

Tanpa menunggu lagi mereka segera berbaris untuk segera latihan berhubungan beberapa Minggu lagi mereka akan berperang ke tempat musuh yang sudah mulai meresahkan.

Ketika sedang asik melihat para prajurit berlatih sebuah anak panah melesat ke arahnya untung nya dia sangat peka sehingga sempat menghindar dan anak panah itu menancap di pohon sebelahnya lalu Putri Azalea mendekati pohon itu.

"sh*t, siapa orang gila yang ingin membunuh ku secara perlahan" marah Putri Azalea ketika melihat anak panah itu beracun.

Dengan penuh amarah dia menarik paksa anak panah itu kemudian mencium bau yang ada di ujung anak panah itu dan membuat kedua tangannya mengepal kuat menahan amarahnya.

"ini racun bunga foxglove sialan memang dia berniat membunuhku" Putri Azalea mematahkan anak panah itu sampai para prajurit menatap ke arahnya dan Jendral Geoffrey segera menghampirinya.

"ada apa Lea darimana anak panah itu dan kenapa kamu mematahkannya" tanya Jendral Geoffrey penasaran.

"aku tidak tau paman tiba-tiba saja anak panah ini melesat ke arah ku untung aku bisa menghindarinya dan ternyata setelah aku lihat anak panah ini mengandung racun entah siapa yang ingin membunuhku" jawab Putri Azalea sedikit menahan emosi.

"apa!, bagaimana mungkin siapa yang tega dengan mu tapi bagaimana kamu tau itu beracun dan apa racun yang ada di ujung anak panah itu" kaget Jendral Geoffrey tidak percaya.

"bagaimana mungkin seorang poison girls tidak tau jikalau ini beracun, di ujung anak panah ini mengandung serbuk bunga foxglove dan ini sangat berbahaya sekali" jelas Putri Azalea yang lagi-lagi membuat Jenderal Geoffrey sangat terkejut bagaimana mungkin Putri Azalea bisa sangat tau.

"kamu darimana bisa tau racun apa sedangkan kamu tidak pernah belajar tentang hal seperti ini" heran Jenderal Geoffrey

"aku belajar diam-diam paman tidak ada yang tau siapapun itu dan aku mengetahuinya dari bau yang menguar dari ujung anak panah ini aku sangat tau tentang racun apapun itu" jelas Putri Azalea sebisa mungkin tidak menimbulkan kecurigaan apapun.

"pantas saja jikalau kedua orang tua mu tau pasti mereka sangat senang sekali karena itu bisa sangat membantu segala permasalahan yang berkaitan dengan racun, kamu hebat sekali" puji Jendral Geoffrey yang sudah tersenyum simpul menatap Putri Azalea

"itu bukan apa-apa paman, apa paman tidak sadar jikalau mamaku saja beracun, Azalea bukankah bunga yang beracun juga dan Hemlock juga beracun jadi tidak mungkin aku tidak tau racun apapun itu" ucap Putri Azalea sejelas-jelasnya.

"benar juga namamu saja beracun masih untung kamu tidak menggunakan racun untuk melukai siapapun" ucap Jendral Geoffrey yang membuat Putri Azalea tersenyum smirk.

"tidak bukan berarti tidak bisa melakukan paman hanya saja aku belum berani nanti aku akan menggunakan racun untuk melukai siapapun yang sudah berani dengan ku dan aku juga akan membuat panah beracun juga serbuk racun untuk melindungi ku dan keluarga ku" Putri Azalea tersenyum penuh arti mengutarakan isi pikirannya.

"kamu sungguh akan melakukan itu, tapi semuanya tergantung dengan diri mu juga lebih baik jikalau kamu bisa menjaga dirimu sendiri nanti paman akan mengajarimu bela diri" Jendral Geoffrey mengusap rambut Putri Azalea perlahan-lahan

"makasih paman sudah berbaik hati dengan ku nanti aku juga akan memberikan paman racun yang sangat bermanfaat untuk paman juga teman-teman paman" Putri Azalea tersenyum simpul menatap Jendral Geoffrey.

"terimakasih kembali Lea, paman juga sangat senang kamu bisa memiliki kemajuan yang sangat pesat" senang Jendral Geoffrey.

"paman bisa berlatih kembali aku ingin pergi ke kamar ku ada yang ingin aku kerjakan" ucap Putri Azalea yang sudah memiliki sebuah rencana baru.

"baiklah Lea, nanti kita bertemu kembali paman ingin berlatih kembali silahkan kamu kembali ke kamar mu" tidak masalah Jenderal Geoffrey.

"oke paman aku pergi dulu bye bye" Putri Azalea melambaikan tangannya.

Kemudian Putri Azalea segera menuju ke kamarnya karena dia sudah memikirkan sesuatu karena kejadian tadi yang membuat darahnya mendidih dan Jenderal Geoffrey kembali berlatih bersama dengan teman-temannya merasa sangat lega dengan perubahan Putri Azalea yang jauh pesat daripada dahulu.

Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!