Membuat Racun

Dengan hati-hati masuk ke dalam kamarnya setelah memanggil Olivia yang ada di luar tadi barulah mereka berdua berada di dalam kamar di ruangan rahasia yang berada di kamar itu yang hanya Putri Azalea juga Olivia yang tau selebihnya tidak ada yang boleh tau.

Putri Azalea mengambil beberapa bahan yang akan dia gunakan untuk membuat racun yang akan dia gunakan untuk membalas dendam orang yang sudah ingin menghabisi nyawanya juga untuk orang yang berani mengusik ketenangannya.

"Putri apa yang ingin anda lakukan sekarang kenapa ada banyak bunga juga tanaman beracun" tanya Olivia sangat penasaran.

"kita akan membuat racun untuk membalas dendam dengan orang yang sudah sangat berani dengan ku dan ini akan aku gunakan di ujung anak panah sebagai panah beracun" jelas Putri Azalea dengan tersenyum smirk.

"Putri sungguh sangat berani sekali tapi saya sangat suka dengan perubahan anda kenapa tidak dari dulu saja seperti ini" puji Olivia menyunggingkan senyumnya.

"sudah tidak usah banyak bicara sekarang kita mulai saja" semangat Putri Azalea.

Putri Azalea mengambil beberapa bunga juga tanaman beracun itu yang sudah dia kumpulkan dan mungkin akan mencarinya lagi agar bisa membuat racun yang sangat banyak untuk keperluan dirinya juga orang terdekatnya yang harus dia lindungi.

"kamu pasti sangat penasaran kan apa saja bahan-bahan ini terlihat jelas dari raut wajah mu yang terlihat bingung" tebak Putri Azalea tepat sasaran.

"hehehe memang Putri saya cukup penasaran dengan apa yang anda gunakan ini bagaimana anda bisa sangat mengenali tanaman beracun seperti itu" jujur Olivia merintis.

"disini ada empat jenis bunga dan tanaman yang aku gunakan yaitu bunga Angels trumpet, buah cerbera odollam, kacang Castor juga bunga Azalea tentunya kamu tidak asing dengan bunga Azalea kan seperti namaku" jelas Putri Azalea.

"lalu apa racun yang terkandung dalam semuanya itu Putri apa sangat berbahaya bagi orang yang terkena racun tersebut" penasaran Olivia.

"bisa mengakibatkan kelumpuhan kejang-kejang hilang ingatan bahkan kematian aku sengaja menggabungkannya karena sangat berbahaya untuk orang lain" jelas singkat Putri Azalea.

"ada beberapa lagi sebenarnya tapi belum sempat aku cari mungkin besok akan aku cari ke hutan" lanjutan.

"sangat berbahaya sekali Putri saya tidak membayangkan jikalau ada orang yang terkena racun itu pasti akan sangat menderita" kaget Olivia sangat kagum.

"ya memang itu tujuan ku sudah sekarang bantu aku untuk meracik nya ikuti saja langkah-langkah yang aku katakan" senyum Putri Azalea.

"baik Putri Azalea" yakin Olivia mantap.

Kemudian mereka berdua pun segera meracik racun yang cukup berbahaya itu dengan cara Putri Azalea yang tradisional karena tidak mungkin dengan caranya dulu lantaran sudah berbeda zaman juga alat yang tidak memadai seperti di dunianya dulu.

...****************...

Masih di gazebo taman belakang ketiga manusia itu masih saja berbincang-bincang meskipun Putri Azalea yang tiba-tiba saja pergi begitu saja tapi tidak mengurangi pembicaraan mereka bertiga mungkin lebih tepatnya berdua karena Pangeran Edgar jadi sedikit bicara ketika Putri Azalea pergi tadi.

"Edgar kenapa diam saja apa kamu sedih karena Putri Azalea pergi begitu saja" goda Putra Mahkota Edwin.

"ya begitulah kak aku kan ingin bertemu dengan dia tapi sayangnya dia malah pergi dengan Jendral Geoffrey" jujur Pangeran Edgar menghela nafas berat.

"maaf ya aku juga tidak tau sejak kapan dia dekat dengan Jendral Geoffrey padahal dulu kenal saja tidak apalagi adikku itu sangat pemalu sekali" tidak enak hati Putri Axelia.

"tidak apa mungkin ada yang ingin dia bicarakan dengan paman jenderal jadi aku maklum saja meskipun merasa sangat sedikit tidak puas" Pangeran Edgar tersenyum kecut.

"kalo gitu kita hampiri saja dia ke tempat latihan mungkin dia hanya melihat saja" tawar Putri Axelia.

"boleh saja aku sangat setuju dengan itu" antusias Pangeran Edgar.

"ya sudahlah kita hampir saja kesana" ajak Putri Axelia yang dianguki oleh kedua kakak beradik itu.

Lantas mereka berdua segera menghampiri Putri Azalea yang mereka kira sedang bersama dengan Jendral Geoffrey melihat latihan para prajurit namun setelah sampai mereka tidak melihat Putri Azalea dimana pun.

"kemana Zale kenapa tidak ada, sebentar" Putri Axelia memanggil Jendral Geoffrey yang masih latihan hingga berhenti dan menghampirinya.

"ada apa Putri" tanya Jendral Geoffrey setelah mendekat.

"paman adikku ada dimana kenapa tidak ada bersama mu bukankah dia tadi bersama dengan mu" tanya Putri Axelia bingung bukan main melihat adiknya tidak ada di tempat.

"tadi Putri Azalea katanya ada urusan jadi pergi ke kamarnya saya juga tidak tau kenapa" jawab Jendral Geoffrey sedikit berbohong.

"ah seperti itu ya, baiklah terimakasih paman kami pergi dulu" pamit Putri Axelia lalu segera pergi dengan kedua temannya.

Ada yang menganggu pikiran Pangeran Edgar setelah mendengarkan jawaban dari Jendral Geoffrey merasa ada yang aneh dan yang dia pikirkan adalah Putri Azalea sengaja melakukannya untuk menghindarinya juga kakaknya.

*rupanya kau ingin menghindari ku sampai harus berbohong seperti itu* batin Pangeran Edgar kecewa berat.

"sekali lagi aku minta maaf ya jangan terlalu ambil pusing dengan kelakuan Zale entah kenapa setelah dia sadar dia jadi berbeda dengan yang aku kenal dulu" jujur Putri Axelia lagi-lagi merasa tidak enak dengan kedua tamunya.

"sudahlah tidak apa mungkin dia memang ada urusan" santai Putra Mahkota Edwin.

"aku juga tidak masalah" bohong Pangeran Edgar.

"kalo begitu kami permisi dulu jangan lupa pada pertunangan kita beberapa hari lagi Putri" pamit Putra Mahkota Edwin.

"baiklah Putra Mahkota saya akan selalu mengingatnya dengan baik-baik dan sampai bertemu kembali" Putri Axelia tersenyum mengembang.

"iya, salam untuk adikmu dari adikku yang sudah tertarik dengan adikmu" goda Putra Mahkota Edwin menggoda adiknya.

"kakak janganlah bicara sembarangan sudah ayo pulang" cebik Pangeran Edgar.

"sudah ya kami pergi dulu" pamit Putra Mahkota Edwin.

"iya kalian hati-hati di jalan ya" sahut Putri Axelia dengan sangat ramah.

Setelah memberikan hormat mereka berdua lantas segera pergi meninggalkan Kerajaan Monkshood kembali ke Kerajaan edelweis sedangkan Putri Axelia memutuskan untuk bertemu dengan kedua orangtuanya bertanya tentang perjodohannya dengan Putra Mahkota Edwin.

...****************...

Setelah beberapa saat berkutat dengan ramuan racunnya akhirnya sekarang selesai sudah dan sudah di kemas ke dalam tempat yang sudah dia sediakan dengan menarik senyuman dari bibirnya.

"anda sepertinya sangat senang sekali Putri, dan semuanya sudah selesai sekarang" canda Olivia agak tersenyum tipis.

"tentunya aku sangat senang sekali Olivia karena apa yang aku lakukan membuahkan hasil yang maksimal dan aku bisa memberikan beberapa pada paman Geoffrey untuk berjaga-jaga" senang Putri Azalea.

"memangnya sejak kapan anda dekat dengan Jendral Geoffrey bukankah dulu kalian tidak dekat bahkan anda sampaikan menghindari Jendral Geoffrey" bingung Olivia tidak mengerti jalan pikiran Putri Azalea.

"sudahlah tidak penting, aku akan menemui paman Jendral Geoffrey sekarang kamu jangan pergi" putus Putri Azalea.

"baiklah Putri saya akan menunggu disini" setuju Olivia.

Dengan langkah yang sangat bersemangat lantaran dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan dan akan membagikannya dengan Jendral Geoffrey yang sudah terlanjur janji tadi juga karena masalah anak panah sialan tadi.

Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!