Chapter 20

Kereta sudah menempuh perjalanan selama sekitar 3 jam, Tetsuya melihat keluar jendela, dia melihat kondisi reruntuhan kota yang sudah di tumbuhi oleh vegetasi liar. Banyak serangga jenis semut yang besarnya seperti sebuah mobil merayap di sela sela gedung, mereka tidak ganas dan tidak perduli dengan tabung di dekat mereka, bahkan ada beberapa yang merayap dengan santai di atas tabung. Setelah keluar kota, pemandangan berganti menjadi padang gersang yang luas, dia melihat batas gelap di horizon dari kejauhan.

“Jadi itu ya kubah kegelapan, baru kali ini aku keluar dari kota dan melihat kondisi di luar.” Ujar Tetsuya dalam hati.

Dia menoleh melihat Aoi, Fudo dan Daichi sedang mengobrol dengan serunya, Midori tertidur di pangkuan Hikari yang juga tertidur. Pemandangan di luar benar benar sudah sesuatu yang biasa bagi mereka yang pernah keluar kota, Hikari dan Aoi berasal dari kota Ose sedangkan Daichi berasal dari kota Neohill, tentunya mereka sudah pernah melihat pemandangan di luar menurut Tetsuya.

Tiba tiba kereta bergetar seperti terkena gempa, seekor kelabang besar sedang berjalan memutari tabung kereta, Tetsuya bisa melihat kaki kaki kelabang yang jumlahnya tak terhitung menapak di tabung dan tubuhnya yang besar menghalangi cahaya matahari. Jantung Tetsuya terasa mau copot melihatnya dan ada sedikit rasa kagum di hatinya. Walau begitu, Aoi, Fudo dan Daichi terlihat biasa saja dan terus mengobrol.

“Aku benar benar merasa sedikit norak hahaha.” Gumam Tetsuya dalam hati sambil menarik nafas lega.

Kereta terus berjalan, dari kejauhan Tetsuya bisa melihat sebuah ujung atas sebuah kubah kecil yang sepertinya sebuah camp pasukan garda depan. Hanya dalam waktu 30 menit, kereta sudah sampai di kubah kecil yang hanya menutupi benteng pertahanan. Dinding besar dari besi membentang dari kaki gunung memotong ke arah reruntuhan kota yang sudah mereka lewati. Kereta masuk ke dalam stasiun benteng di dalam kubah dan berhenti.

Para exterminator turun dan dalam sekejap kereta menjadi sepi, Tetsuya melihat wajah wajah para exterminator yang turun, sebagian merasa senang karena akan bertarung melawan monster, sebagian takut dan terlihat mau menangis, kemudian sisanya berwajah datar saja seakan akan sudah terbiasa. Kereta berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar, para penumpang di perbolehkan turun untuk melihat lihat dan berbelanja selama 30 menit tapi tidak boleh meninggalkan stasiun.

Ada dua petugas penjaga yang memakai gelang lengan bertuliskan EDD menjaga pintu stasiun dan memeriksa berkas berkas para exterminator yang ingin masuk ke dalam benteng. Ada beberapa exteminator yang terpaksa menunggu di dalam stasiun karena berkas mereka tidak lengkap sehingga para petugas menghubungi pusat untuk memeriksa data data mereka.

“Kita tidak usah turun ?” Tanya Tetsuya.

“Tidak usah, kita tunggu di sini saja.” Jawab Aoi.

“Benar, tidak ada apa apa di sini, makanan di sini juga kurang enak.” Tambah Daichi.

“Oh begitu, pantas selain para exterminator tidak ada yang turun walau di perbolehkan.” Balas Tetsuya.

“Tetsuya-kun, kamu tidak pernah keluar kota ?” Tanya Daichi.

“Yah jujur saja, ini pertama kalinya aku keluar kota.” Jawab Tetsuya.

“Sama aku juga baru pertama.” Tambah Fudo.

“Tapi kamu tidak kaget melihat monster monster yang lewat tadi.” Ujar Tetsuya.

“Mungkin karena sudah terbiasa di dungeon melihat monster ganas, jadi melihat monster jinak seperti tadi rasanya biasa saja.” Ujar Fudo.

Setelah selesai mengisi bahan bakar, para pramugari mendata para penumpang, karena tidak ada yang keluar, maka tugas para pramugari menjadi cepat selesai. Kereta kembali berangkat untuk keluar stasiun benteng dan meneruskan perjalanan menuju ke kota Neohill. “Pluk.” Kepala Hikari jatuh ke pundak Tetsuya,

“Huh ? dasar.” Ujar Tetsuya.

Dengan sapu tangannya, dia membersihkan liur Hikari yang menetes dan liur Midori yang tidur di pangkuan Hikari. Melihat itu, Fudo langsung berbisik di telinga Aoi,

“Yang kayak gitu ga pacaran ?” Bisik Fudo.

“Hehe secara ga sadar mereka sudah suami istri kok, biarin aja.” Bisik Aoi.

“Hmm kalau di tambah Midori benar benar nampak seperti keluarga bahagia ya.” Bisik Fudo.

“Benar juga, tapi tidak ah, seperti oniichan, oneechan dan imouto (adik perempuan) mereka.” Bisik Aoi.

“Hahaha benar benar.” Balas Fudo.

“Apanya yang benar ?” Tanya Tetsuya.

“Ah...tidak apa apa, teruskan saja kegiatanmu.” Jawab Fudo sambil tesenyum lebar.

“Iya, jangan perdulikan kami.” Tambah Aoi.

Fudo dan Aoi melihat Daichi juga sudah memejamkan mata dengan tangan terlipat di dada. Kereta terus berjalan dan semakin mendekati kota tujuan mereka.

*****

1 jam kemudian, kereta mulai memasuki kubah kota Neohill, Tetsuya melihat kota kubah lain selain Edin, tempatnya tinggal. Tidak banyak gedung tinggi di kota Neohill, namun banyak sekali pertokoan berderet dan reklame reklame iklan di atasnya. Terlihat juga banyak restoran restoran yang menghidangkan makanan khas kota Neohill. Banyak hotel hotel dan resort tersebar di seluruh penjuru kota.

Jalan raya juga tidak tampak padat sebab penduduk sepertinya lebih memilih berjalan kaki. Banyak sekali manusia yang sudah termodifikasi di sana, Tetsuya melihat beberapa gadis sma sedang berjalan beramai ramai, sebagian dari mereka memiliki ekor dan telinga hewan, ada juga dari mereka yang memiliki telinga panjang. Akhirnya kereta melewati sebuah gedung yang tidak tinggi tapi lebar dan terlihat kokoh dengan papan nama bertuliskan EDD.

“Itu ya gedung EDD di kota ini.” Ujar Tetsuya.

“Iya, kita bisa mendaftar jadi exterminator disana.” Balas Fudo.

“Kalau di baca di internet sih katanya peraturan di kota ini tidak seketat kota Edin, tapi katanya ada tesnya, kira kira seperti apa ya tesnya ?” Tanya Aoi.

“Tidak sulit kok, sebelum pindah ke Edin, aku sudah pernah mendaftar, lihat...”

Daichi mengeluarkan smartphone nya dan memperlihatkan kartu online tanda keanggotaan di EDD, kemudian dia memperlihatkan dog tag yang dia pakai, di sana tertulis nama dan rank (tingkatan) dirinya. Di dog tag Daichi tertulis dia masih rank F dan masa berlakunya masih dua tahun lagi. Setelah melihatnya, Tetsuya mengembalikan dog tagnya.

“Kamu mendaftarnya kapan ?” Tanya Tetsuya.

“Sekitar 3 bulan lalu, sebelum aku berangkat ke kota Edin. Dog tag ini bisa juga di pakai untuk masuk dungeon di kota Edin, aku pernah mencobanya beberapa kali.” Jawab Daichi.

“Oh gitu ya, berarti kita coba daftar saja di sini.” Balas Tetsuya sambil menoleh melihat Fudo.

“Iya benar, masalahku langsung hilang kalau berhasil mendaftar.” Balas Fudo.

“Aku dan Hikari-chan juga daftar deh.” Balas Aoi.

“Kalau Midori sudah boleh belum ya ?” Tanya Fudo kepada Daichi.

“Dia umur berapa ?” Tanya Daichi.

“Baru 10 tahun.” Jawab Fudo.

“Minimal daftar usia 12 tahun, tapi Midori-chan terlihat seperti berumur 12 tahun kok, coba saja tidak masalah.” Balas Daichi.

“Sip, nanti di coba saja.” Balas Tetsuya.

Kereta mulai memasuki stasiun utama dan berhenti di peron yang sudah di tentukan, Tetsuya membangunkan Hikari dan Midori karena harus bersiap turun.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!