Sementara itu, di sebuah gudang yang berada di dekat mall, tempat penyimpanan barang barang yang sudah tidak laku di jual,
“Ugh...aku dimana...eh...apa ini ?” Aoi terbangun.
Dia melihat tangannya di ikat ke atas dan kakinya di rentangkan kemudian di ikat dengan rantai, Aoi berusaha melepaskan diri. “Klang...klang.” Dia menarik narik rantai di tangan dan kakinya, tapi karena rantai itu lebih kuat daripada tenaganya, dia tidak berhasil melepaskan diri.
“Apa yang terjadi, tolong....tolong...” Teriak Aoi ketakutan.
“Oi oi sudah bangun rupanya.”
Aoi melihat ke arah depan, dia Shigeru yang tangannya di gips dan di gantung di bahu dan pahanya yang di perban sehingga dia menggunakan tongkat, berdiri di depannya. Aoi kaget karena seharusnya Shigeru berada di tahanan, dia melihat sekeliling dan ternyata Shigeru tidak sendirian, dia bersama dengan lima orang bertubuh besar dan berpakaian ala preman yang berwajah seram dan tersenyum bengis.
“Shi..Shigeru-kun ? apa artinya ini ? apa yang kalian ingin perbuat terhadapku ?” Tanya Aoi ketakutan.
Pikirannya kembali mengulang kejadian sewaktu Aoi masih smp dan di ancam oleh beberapa pria yang melecehkannya, dia benar benar ketakutan karena masa lalu nya terulang.
“Kamu kan yang membuat Miyako di tahan, aku melarikan diri dari rumah sakit hanya untuk membalasmu. Kamu rupanya membela si gendut itu ya, sekarang kamu harus membayar semuanya memakai tubuhmu.” Ujar Shigeru sambil tersenyum bengis.
“Ti..tidak...tidak...jangan sakiti aku...tolong....tolong Tetsuya-kun...tolong Hikari-chan....” Teriak Aoi ketakutan.
Shigeru mengangkat tangannya, para pria bertampang sangar dan bengis itu maju mendekati Aoi dengan wajah tersenyum bengis. Mereka berniat berbuat sesuatu kepada Aoi yang di ikat dan tergantung di depan mereka. Tapi ketika mereka berniat menjalankan aksinya, tiba tiba dua buah bayangan turun di depan mereka dan dengan kecepatan kilat, mereka langsung menghantam seluruh pria besar itu sampai terpental menghantam barang barang di dalam gudang dan tidak sadarkan diri.
“Huh ternyata ulah dia lagi.” Ujar seorang pria.
“Maaf Aoi-chan, kita terlambat sedikit.” Tambah seorang wanita.
Ketika debu yang banyak itu mulai menghilang, Shigeru melihat Tetsuya dan gadis yang tidak dia kenal berdiri di depannya. “Klontang.” Tongkat penopang nya jatuh, tangannya masuk ke dalam penopang tangannya dan mengeluarkan sebuah pistol laser dari dalam.
“Kurang ajar kalian...” Teriaknya.
“Psiiu.”
“Psiiu.”
“Psiiu.”
Shigeru menembak membabi buta ke arah di depannya, Tetsuya langsung maju dan memukul perut Shigeru sampai pingsan. “Gedubrak.” Shigeru jatuh ke tanah, Tetsuya menendang pistolnya ke antara barang barang.
“Aoi-chan....Aoi-chan....Aoi-chan.”
Mendengar Hikari berteriak, Tetsuya menoleh ke belakang, wajah Tetsuya langsung terkejut, matanya membulat dan mulutnya ternganga, karena tubuh Aoi yang di ikat dan tergantung berlubang sebanyak tiga buah di bagian dada dan perutnya tertembus laser, “Ohok.” Aoi memuntahkan darah segar dari mulutnya. Hikari langsung memutuskan rantainya dengan tangannya yang berubah menjadi pedang dan menurunkan Aoi kemudian membaringkannya. Tetsuya langsung menghampirinya.
“Aoi-chan....Aoi-chan...Aoi-chan...” Teriak Hikari panik dengan air mata bercucuran.
Aoi berusaha mengangkat tangannya tapi langsung terjatuh lemas, kepalanya langsung miring dengan mata terbuka dan mulut ternganga mengeluarkan darah, Aoi menghembuskan nafas terakhirnya. Hikari langsung berteriak memeluk tubuh Aoi, Tetsuya mengepalkan tangannya, giginya menggeretak, dia berbalik dan melihat Shigeru yang terlungkup di lantai, langsung saja Tetsuya melangkah dengan niat membunuh Shigeru. Tapi Hikari menangkap celananya,
“Te...Tetsuya....li....lihat.” Ujar Hikari terbata bata.
Tetsuya berbalik dan langsung jongkok di sebelah tubuh Aoi yang berlubang, Tetsuya dan Hikari kaget dan terbelalak karena lubang bekas tembakan laser di tubuh Aoi berangsur angsung menutup. Mata Aoi yang sudah di tutup oleh Hikari sebelumnya, mulai bergerak gerak, dadanya terlihat merekah, sebuah permata hijau yang berdenyut mulai menyeruak keluar dari dalam dadanya. Langsung saja Tetsuya dan Hikari menggunakan skill analyze mereka.
***************************************************************
Nama : Kazuki Aoi.
Inner soul : Blizzard Dragnar.
Level : 1 / 99
Power : 10.000
Passive : Ancient martial arts mastery, Dragon armor, Modified arm, Auto barrier.
Active : Blizzard dragon breath, Zero world, Water manipulation, Blizzard dragon form.
Utility : Analyze, Item box.
***************************************************************
“Huh ?” Tanya keduanya sambil saling menoleh dan melihat satu sama lain.
“Syukurlah Aoi-chan....syukurlah....” Hikari langsung memeluk Aoi yang tidak sadarkan diri.
“Hikari....lihat.” Tetsuya menarik pundak Hikari.
Mereka melihat rambut Aoi yang panjang dan hitam rontok, di gantikan dengan rambut berwarna biru seperti air yang panjangnya tidak sampai sebahu di tambah dua buah tanduk mencuat keluar. Tubuhnya mulai mengembang, kakinya memanjang dan wajahnya yang awalnya memang sudah cantik bertambah cantik. “Klang.” Pelindung otomatis Tetsuya aktif, dia menoleh dan melihat Shigeru sedang bingung melihat tongkat penopangnya yang patah, belum sempat Tetsuya bergerak, Hikari langsung melepaskan Aoi dan lompat ke depan Shigeru, matanya yang hijau menyala dan giginya menggeretak membuat wajah Hikari nampak sangat garang dan siap menelan Shigeru. Armor keluar menutupi sekujur tubuhnya.
Hikari mencengkram leher Shigeru dan mengangkatnya, Shigeru meronta berusaha melepaskan diri, Tetsuya yang melihat tindakan Hikari sangat kaget,
“Hikari.” Teriak Tetsuya.
Dengan perlahan, Tetsuya membaringkan Aoi di tanah, mengenakan armornya dan berdiri menghampiri Hikari yang terlihat sudah kalap.
“Se...semua gara....gara kamu.....” Ujar Shigeru ketika melihat Tetsuya.
“Hikari, sudah lepaskan dia, Aoi tidak apa apa kan, sudah, jangan berbuat kesalahan dengan membunuh manusia tidak berguna ini.” Bisik Tetsuya di telinga Hikari.
“Grrrrrrrr....” Hikari menggeram.
Tangannya mulai membuka dan Shigeru kembali jatuh terjerembab di tanah, Hikari berdiri mematung, armornya kembali terlepas, sementara Tetsuya langsung berdiri di depan Shigeru, dia jongkok di depan Shigeru dan melihat wajahnya yang sedang ketakutan,
“Sejujurnya, aku ingin sekali mengoyak ngoyak tubuh mu dan membelah belah kepalamu bagai semangka, tapi aku menahannya, karena aku bukan kamu.” Ujar Tetsuya geram.
“Ku..kurang ajar, kamu hanya si gendut yang tidak bisa apa apa, kenapa kamu bisa menjadi seperti ini sekarang ? apa yang kamu temui di dungeon, lihat saja nanti, kalau aku sudah bebas, aku pasti akan menuntut balas.” Ujar Shigeru.
“Ku tunggu, silahkan saja kalau mau membalas, tapi ketika saat itu tiba, jangan harap kamu akan hidup.” Balas Tetsuya yang menatap Shigeru dengan matanya yang menyala.
“Wuiiing...wuiiing...wuiiing.” Terdengar suara sirine polisi, Tetsuya langsung berdiri kemudian berbalik, dia langsung menggendong Aoi yang belum sadarkan diri di punggungnya, kemudian dengan secepat kilat, Tetsuya yang menggendong Aoi dan Hikari berlari keluar gudang untuk pulang ke rumah Aoi sambil membawa belanjaan mereka.
Ketika sampai di rumah, mereka langsung membaringkan Aoi di kamarnya, Tetsuya keluar dari kamar karena Hikari ingin menggantikan pakaian Aoi yang berlumuran darah dan berlubang lubang. Setelah selesai mengganti pakaian Aoi, Hikari keluar membawa seluruh pakaian kotor dan berlubang milik Aoi.
“Tidak ku sangka, Aoi juga ternyata sama seperti kita.” Gumam Tetsuya yang berdiri bersender di sebelah pintu sambil melipat tangan di dada.
“Ya, sama seperti kita.” Ujar Hikari yang baru keluar sambil memeluk pakaian Aoi.
Keduanya berdiri terdiam di depan kamar Aoi dan bersender di dinding sebelah pintu dengan pemikiran masing masing mengisi benak mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments