Chapter 9

Setelah puas melihat inner force masing masing, keduanya menutup inner force mereka tapi keduanya diam saja, akhirnya Tetsuya memutuskan untuk bertanya,

“Kamu kenapa pindah sekolah ?” Tanya Tetsuya.

“Banyak masalah.” Jawab Hikari singkat.

“Aku mengerti, hanya aku merasa heran saja, sudah hampir libur musim panas ada yang pindah sekolah.” Balas Tetsuya.

“Namanya juga terpaksa. Ada yang mau ku tunjukkan padamu.” Balas Hikari.

Dia menarik rambutnya, Tetsuya kaget, ternyata Hikari memakai wig, rambut aslinya yang panjang terbuka terjulur jatuh ke bawah, namun warnanya tidak hitam seperti sebelumnya melainkan silver mengkilap seperti uban.

“Hmm apa warna rambutmu berubah bersama dengan perubahan tubuhmu ?” Tanya Tetsuya.

“Benar, tapi aku menyembunyikannya menggunakan wig yang sesuai warna rambut asli ku dulu.” Jawab Hikari.

“Kenapa di sembunyikan ?” Tanya Tetsuya heran.

“Kamu tanya kenapa ? apa yang kamu pikirkan ketika melihat rambutku ?” Tanya Hikari.

“Um...baba (nenek) ?” Gumam Tetsuya.

“Huh itu maksudku, kamu saja menyebutku seperti itu, itulah sebabnya aku pakai wig tahu.” Balas Hikari marah.

“Maaf, tapi kamu barusan tanya kan.” Balas Tetsuya.

Hikari kembali melipat rambutnya ke atas dan memakai kembali wignya, kemudian dia menoleh tajam kepada Tetsuya,

“Kamu sendiri ? rambutmu tidak berubah warna ?” Tanya Hikari.

“Tidak tuh, berubah kok sebelumnya rambutku berwarna coklat, tapi di tambah muncul tanduk ini ya.” Jawab Tetsuya sambil memegang tanduknya.

“Kalau itu, aku juga ada kan, tapi tidak mengganggu sih, jadi biarkan saja.” Ujar Hikari sambil memegang tanduknya sendiri.

“Ehem.”

Terdengar suara seseorang di belakang, Tetsuya dan Hikari menoleh ke belakang, mereka melihat Aoi berdiri di belakang mereka,

“Sudah kuduga, kalian ternyata benar benar sudah saling kenal ya, dimana kalian bertemu, bisa ceritakan padaku ?” Tanya Aoi.

“Aku dan dia baru bertemu hari ini, mungkin karena sama sama punya tanduk jadi akrab haha.” Jawab Tetsuya.

“I..iya benar haha...” Tambah Hikari.

“Hmm mencurigakan, yuk Hikari-chan, kita tidur lagi. Kamu mau di sini saja Mishima-kun ? apa tidak di kamar saja ?” Tanya Aoi.

“Tidak, aku di sini saja tidak apa apa, terima kasih.” Jawab Tetsuya.

“Dah ya, aku ke dalam.” Balas Hikari sambil berdiri.

“Ya, baba.” Balas Tetsuya.

“Awas kamu...” Balas Hikari.

“Kalian benar benar akrab ya hihihi.” Balas Aoi.

“Siapa ?” Teriak Tetsuya dan Hikari.

Akhirnya Aoi dan Hikari kembali masuk ke dalam kamar, Tetsuya kembali berbaring di sofa, hatinya merasa sedikit lega karena ada orang yang sama dengan dirinya.

*****

Keesokan harinya, di kelas, setelah Haido-sensei masuk ke dalam, dia langsung meminta Hikari masuk ke dalam kelas untuk memperkenalkan diri, melihat penampilan Hikari yang cantik dan menawan dengan tubuh jenjang yang seksi, mata para siswa teman sekelas langsung membulat,

“Namaku Shirogane Hikari, mohon kerjasamanya.” Ujar Hikari menunduk.

“Wah, kamu sudah punya pacar belum ?” Teriak seorang siswa.

“Belum terpikir.” Jawab Hikari.

“Kamu hobinya apa ? mau ikut club apa ?” Teriak seorang siswa lain lagi.

“Tidak punya hobi dan aku tidak mau ikut club.” Jawab Hikari.

Pertanyaan demi pertanyaan di ajukan oleh para siswa laki laki teman sekelas, akhirnya sensei menyuruh Hikari duduk di sebelah Tetsuya yang memang selalu kosong karena sebelumnya tidak ada orang yang mau duduk bersama Tetsuya yang di asingkan di paling belakang. Para teman sekelas menoleh ke belakang,

“Mohon kerjasamanya ya, besi karat.” Ujar Hikari.

“Ok baba, mohon kerjasamanya.” Balas Tetsuya.

“Huh.” Keduanya membuang wajah mereka yang merah, selain Aoi, semua nya heran melihat Hikari yang terlihat akrab dengan Tetsuya yang mereka asingkan. Tapi ketika Tetsuya menoleh melihat teman sekelas, seluruhnya langsung berbalik melihat ke depan, tidak ada satu orang pun yang berani menatap Tetsuya kecuali Aoi yang duduk agak ke depan. Tetsuya melihat ada tiga kursi yang kosong, kursi Shigeru, kursi Miyako dan kursi siswa yang meninggal.

Tapi di antara semua ada seorang siswi yang menoleh dan menatap tajam melihat Hikari, dia adalah Suzie, siswi tercantik kedua setelah Miyako di kelas yang tangannya terluka oleh stalaktit yang jatuh akibat tembakan Tetsuya. Tapi ketika dia melihat Tetsuya menatap dirinya, dia langsung menoleh melihat ke depan tidak berani beradu pandang dengan Tetsuya. Pelajaran pun di mulai, seluruh teman sekelas melihat ke arah sensei yang juga tidak berani menatap Tetsuya secara langsung.

Saat makan siang, Aoi langsung ke belakang, dia membawa bekal untuk Tetsuya dan Hikari, mereka makan bersama di kelas, tidak ada satu orangpun teman sekelas yang berani mendekati ketiganya, mereka memilih keluar dari dalam kelas untuk makan di tempat lain, tapi Suzie melihat ke arah Aoi dan Hikari dengan tatapan tajam sambil tetap duduk di tempat duduknya dan makan sendirian di sana. Tak lama kemudian, Suzie berdiri dan keluar kelas, Tetsuya yang diam diam memperhatikannya karena dia sensitif kalau ada orang yang menatap nya.

“Apa sih maunya ?” Tanyanya dalam hati.

“Ada apa Mishima-kun ?” Tanya Aoi heran.

“Tidak ada apa apa.” Jawab Tetsuya.

Ketiganya berbicang bincang sambil makan, kemudian Aoi mengajak Hikari untuk melihat lihat sekolahnya sementara Tetsuya duduk sendirian di dalam kelas. Tiba tiba Suzie masuk dan menghampiri Tetsuya,

“Anoo Mishima-kun, kamu tahu tidak Miyako-chan kemana ? dari semalam aku tidak bisa menghubunginya.” Ujar Suzie.

“Wah maaf aku tidak tahu.” Jawab Tetsuya ketus.

“Um, bukankah kamu tunangannya, kemarin ketika Shigeru-kun di tangkap, dia mengatakan itu kan ?” Tanya Suzie.

“Aku bukan tunangannya.” Jawab Tetsuya ketus.

“Ta..tapi kemarin dia terlihat bersamamu, apa kamu benar benar tidak tahu ?” Tanya Suzie ngotot.

“Brak.” Tetsuya memukul meja dengan telapaknya, dia langsung berdiri dan menatap Suzie di bawahnya dengan mata hijaunya.

“Aku sudah bilang tidak tahu, jangan menguji kesabaranku.” Ujar Tetsuya dengan garang dan menatap tajam.

“Ma..maaf, ak..aku mengerti, terima kasih.” Balas Suzie yang langsung mundur dan lari meninggalkan kelas.

Setelah Suzie keluar dari kelas, Tetsuya kembali duduk di kursinya untuk menenangkan kembali dirinya,

“Huh ada ada saja.” Ujarnya kesal.

Dia menoleh melihat keluar, beberapa sensei pria dan wanita terlihat berlari ke luar dari gedung menuju ke arah gerbang sekolah, mereka keluar gerbang yang sedang di kerumuni oleh para murid. Tetsuya sedikit heran dan penasaran ada apa sebenarnya, dia berdiri supaya melihat lebih jelas. Dia melihat dua orang sensei memapah seorang gadis dengan seragam compang camping masuk ke dalam menerobos kerumunan para murid. Tetsuya memicingkan matanya melihat siapa gadis itu,

“Hoo ternyata para preman itu malah mengembalikan dia ke sekolah ya, baguslah.” Ujar Tetsuya dalam hati karena melihat gadis yang di papah itu adalah Miyako yang kondisinya sangat acak acakan dan kusut.

Dari kejauhan dia bisa melihat kalau pandangan mata Miyako terlihat kosong, sepertinya para preman itu melakukan banyak hal pada dirinya sehingga membuatnya seperti sudah tidak punya semangat untuk hidup lagi. Tetsuya kembali ke tempat duduknya dan tersenyum. Ketika pelajaran sudah mulai kembali, sebuah mobil datang masuk ke dalam gerbang dan parkir di depan gedung sekolah. Tetsuya melihat seorang pria paruh baya dan seorang wanita paruh baya turun dari dalam mobil, kemudian berlari masuk ke dalam. Dia mengenali keduanya karena keduanya adalah ayah dan ibu Miyako yang dia temui di restoran waktu itu bersama orang tuanya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!