Selagi pelajaran berlangsung, “Sreeg.” Seorang sensei membuka pintu kelas dan masuk ke dalam menemui Haido-sensei, akhirnya pelajaran di hentikan sementara karena Haido-sensei keluar dari kelas dan pergi bersama dengan sensei yang datang. Aoi menoleh melihat Tetsuya yang terlihat santai santai saja, karena dia tahu apa yang terjadi kemarin. Dia tidak sadar kalau Suzie memperhatikannya ketika dia sedang menoleh melihat Tetsuya.
Tak lama kemudian, Haido-sensei kembali dengan wajah pucat, dia memanggil Tetsuya dan Aoi untuk ikut bersama dia ke ruang staff. Tentu saja keduanya langsung berdiri dan keluar dari kelas, mereka mengikuti Haido-sensei ke ruang staff dan masuk sebuah ruangan khusus yang biasanya di pakai untuk bertemu dengan orang tua murid. Di dalam, Tetsuya melihat Miyako yang nampak sudah tidak ingin hidup dan hanya menatap kosong ke depan, kedua orang tua Miyako yang menyelimuti tubuhnya dan kepala sekolah.
Haido-sensei mempersilahkan Tetsuya dan Aoi masuk ke dalam dan duduk bersama dengan mereka. Miyako langsung melihat ke arah Tetsuya dan menangis, membuat semua bertanya tanya apa yang terjadi,
“Mishima-kun, bisa tolong ceritakan apa yang terjadi ?” Tanya kepala sekolah.
“Kemarin aku hanya menolong Kazuki-san dari preman, hanya itu.” Jawab Tetsuya.
“Be..benar sensei.” Tambah Aoi.
Tetsuya sedikit kaget karena Aoi membenarkan dirinya dan membantu dirinya bicara kepada kepala sekolah.
“Bohong, kamu melemparkan ku kepada para preman itu...” Teriak Miyako.
“Buktinya ?” Tanya Tetsuya.
Miyako langsung diam, karena memang tidak ada buktinya kecuali para preman itu tertangkap dan bersaksi. Kedua orang tua Miyako melihat Tetsuya yang sudah berubah, mereka mengamati Tetsuya dari atas sampai ke bawah,
“Apa benar kamu Tetsuya-kun ? kok perubahanmu jauh sekali ? aku dengar kabar katanya kamu sudah mati di dungeon.” Ujar papa Miyako.
“Benar, aku sekarang lahir baru, tanya saja anak ossan, dia tahu persis kejadian kenapa aku mati dan jadi begini.” Ujar Tetsuya.
“Huh ? kamu bilang Miyako tahu penyebabnya ? Benar itu Miyako ?” Tanya papa kepada Miyako.
“A..aku tidak tahu papa...” Jawab Miyako.
“Maaf ossan, saya saksi mata kejadian waktu di dungeon empat hari lalu, memang seluruh teman sekelas termasuk saya mencelakai Mishima-kun.” Ujar Aoi bersaksi.
“Apa maksudnya ini ? jelaskan aku sama sekali tidak mengerti.” Ujar kepala sekolah.
Kemudian Haido mencoba menjelaskan kepada kepala sekolah duduk persoalannya, tapi dia malah mengatakan kalau Tetsuya kecelakaan dan bukan salah siapa siapa, seakan akan menutupi kejadian yang sebenarnya. Tetsuya menjadi geram dan langsung berdiri, tapi belum sempat Tetsuya berkata apa apa,
“Kejadian nya bukan begitu sensei, aku ada di sana waktu itu, Shigeru-kun dan Miyako-san mendorong Mishima-kun ke depan supaya berhadapan langsung dengan boss monster dan di jadikan umpan.” Ujar Aoi dengan suara kencang.
“Benarkah itu Tetsuya-kun ?” Tanya kepala sekolah.
“Benar, memang aku di dorong oleh Shigeru dan Miyako.” Jawab Tetsuya.
“Dan kamu sensei, mengatakan hal tersebut hanya kecelakaan ? kamu tidak melihat apa kalau itu jelas kasus pembullyan ?” Tanya kepala sekolah kepada Haido.
“A..aku tidak tahu ada kasus pembullyan di kelas sensei.” Ujar Haido sambil mengelap keringatnya.
“Bohong, sensei tahu semua tapi menutup mata.” Balas Tetsuya.
“Itu benar sensei, Haido-sensei tahu persis siapa siapa saja di kelas yang membully Mishima-kun.” Tambah Aoi.
“Aku minta habis ini, kamu katakan semuanya padaku di kantor Haido-sensei, aku tidak segan segan memanggil polisi untuk masalah ini, kita umat manusia sudah tinggal sedikit, musuh kita adalah monster serangga dan kubah kegelapan, kenapa sesama manusia saling mencelakai.” Ujar kepala sekolah dengan tegas.
“Yang kamu katakan barusan benar Tetsuya-kun ?” Tanya papa Miyako.
“Benar ossan, tanya saja anak ossan, jadi kalau aku tidak menolong dia saat kesusahan wajar kan.” Jawab Tetsuya.
Wajah orang tua Miyako langsung berubah dan tertunduk malu, Tetsuya melirik, dia melihat wajah Miyako yang sangat ketakutan sambil menggigit bibirnya sendiri. Akhirnya Tetsuya dan Aoi di minta kembali ke kelas oleh kepala sekolah yang mulai bertanya tanya kepada Miyako kronologis yang sebenarnya. Di luar kantor staff, ternyata Hikari sudah menunggu keduanya, akhirnya mereka bertiga kembali ke kelas.
Tak lama kemudian, beberapa sensei masuk ke dalam kelas dan memanggil hampir semua teman sekelas. Wajah semuanya langsung menjadi pucat karena mereka di panggil untuk di interogasi mengenai apa yang terjadi kepada Tetsuya. Aoi sedikit terlihat gemetar karena seluruh teman sekelas melihat sinis kepada dirinya, tapi Tetsuya dan Hikari menutupi Aoi,
“Terima kasih Kazuki-san, kamu sudah menolong ku.” Ujar Tetsuya.
“Panggil Aoi....” Balas Aoi.
“Huh ? baiklah Aoi-san.” Balas Tetsuya.
“Tidak usah pakai san, Aoi saja. Kita teman...” Balas Aoi sambil gemetar.
“Haah, baiklah Aoi, Hikari....” Balas Tetsuya.
“Hohoho siapa bilang kamu boleh memanggil ku seenaknya.” Ujar Hikari.
“Hah bebas...” Balas Tetsuya.
Tak lama kemudian, Aoi juga di panggil oleh sensei dan keluar dari kelas. Tetsuya dan Hikari tidak ikut, mereka menunggu di kelas.
“Maaf Tetsuya, boleh aku bertanya ?” Tanya Hikari.
“Apa.” Jawab Tetsuya.
“Aoi-chan...apa dia membelamu tadi ? aku sedikit mendengar percakapan kalian di dalam dari luar.” Ujar Hikari.
“Iya, itu sebabnya aku berterima kasih padanya.” Balas Tetsuya.
“Dasar Aoi-chan, dia melakukannya lagi...” Balas Hikari.
“Maksudmu ?” Tanya Tetsuya bingung.
“Aku akan cerita sedikit mengenai diriku dan Aoi-chan, terserah kamu mau dengar atau tidak.”
Hikari bercerita, Hikari dan Aoi kenal sejak masih sd karena rumah mereka berdekatan di kota Ose, mereka selalu bersama dan saling membela satu sama lain, mereka berpisah ketika masuk smp. Ketika masuk ke sekolah smp kelas 1 di kota yang sama dengan Hikari, orang tua Aoi yang bekerja sebagai exterminator hilang di lapangan dan tidak ada kabarnya sama sekali, semua orang mengasumsikan mereka sudah meninggal, semenjak itu, Aoi di besarkan oleh kakak laki lakinya yang saat itu sudah kuliah dan kemudian dia pindah sekolah ke sekolah yang sama dengan Hikari dengan maksud supaya Aoi tidak sendirian.
Ketika masuk, Aoi melihat Hikari di bully oleh teman sekelasnya dan tidak memiliki teman sama sekali. Aoi membela Hikari dan melaporkannya kepada sensei, akhirnya satu kelas di hukum oleh sensei karena tidak ada yang mau mengaku siapa yang membully Hikari. Tapi setelah itu, sasaran para teman sekelas berpindah kepada Aoi, banyak siswa siswa nakal yang mengancamnya dan melecehkan nya, Hikari membelanya dan akibatnya Hikari di lempar dari atap oleh seorang siswa nakal teman sekelasnya sampai koma selama enam bulan di rumah sakit.
Kakak Aoi mengetahui kejadian yang menimpa adiknya, dia berniat memindahkan adiknya ke kota tempat kerja barunya yaitu kota Edin. Tapi ketika di perjalanan, kereta yang mereka tumpangi di serang oleh monster dan tabung tempat kereta itu berada tertembus. Demi menyelamatkan Aoi, kakaknya mengorbankan diri dengan maju menyerang para monster itu sendirian. Semenjak itu, kakaknya tidak kembali dan jasadnya tidak pernah di temukan, Aoi yang terpukul akhirnya tinggal sendirian di kota Edin, di rumah yang di beli kakaknya untuk mereka berdua dan dia meneruskan bersekolah di sana.
Sejak kejadian itu, Aoi kebanyakan diam dan tidak bersosialisasi sama sekali menjadi seorang yang sangat tertutup. Sementara itu di kota Ose, ketika terbangun, Hikari sudah berganti wujud seperti sekarang dan mencari keberadaan Aoi, akhirnya dia menemukan Aoi dan sering menelpon nya. Aoi banyak bercerita tentang teman sekelasnya yang sering di bully ketika mereka saling menelpon, tapi Aoi tidak berani membelanya karena takut mengalami kejadian serupa waktu smp. Akhirnya Hikari yang sudah berubah total berniat menyusul Aoi ke kota Edin dan pindah sekolah di kota Edin.
“Jadi begitu....” Balas Tetsuya yang mendengar ceritanya.
“Benar, setelah ini, Aoi-chan pasti di musuhi lagi oleh teman sekelas kita, saat itulah aku akan membelanya, sekarang aku bisa membelanya.” Ujar Hikari.
“Tenang saja, aku pun akan membantu. Sudah cukup rasanya berada di pihak yang lemah.” Ujar Tetsuya.
“Hehe bagus, kita sepemikiran.” Balas Hikari.
“Tapi kamu sebenarnya waktu di lempar dari atap itu mati kan ?” Tanya Tetsuya.
“Ya, menurut foto yang di ambil oleh para sensei, katanya kepalaku pecah dan kedua tangan juga kakiku belok ke arah yang sangat salah. Tapi aku bangun di rumah sakit, menurut dokter tubuhku sembuh sendiri tapi aku koma selama enam bulan, mereka sampai bingung dan bertanya ketika aku sadar.” Jawab Hikari.
“Hmm berarti saat itulah kamu di hampiri bola cahaya yang kemudian bertemu naga.” Balas Tetsuya.
“Bukan hanya itu, aku juga bermimpi aku ada di sebuah tempat seperti sebuah biara dan aku menjadi biarawati nya, kemudian para monster yang mirip seperti kalajengking, belalang dan lebah datang menyerang menghancurkan kota. Aku bertemu dengan naga putih yang sudah sekarat dan dia menjadi bola cahaya kemudian minta aku menelannya.” Ujar Hikari.
“Huh ? aku juga mimpi hal semacam itu, aku malah berada di desa, punya istri dan seorang putri yang masih kecil, tapi monster semut, kelabang dan kalajengking menyerang desaku, lalu aku bertemu naga hitam yang terluka parah dan sama sepertimu, dia juga menjadi bola cahaya kemudian meminta ku memakannya.” Balas Tetsuya.
Keduanya langsung terdiam, mereka saling melihat satu sama lain dengan mata naga berwarna hijau mereka.
“Hanya satu hal yang pasti, musuh kita sama. Bahkan di bumi sekarang juga sama.” Ujar Tetsuya.
“Benar, monster serangga dan kubah kegelapan.” Tambah Hikari.
Tiba tiba terdengar suara mobil masuk ke dalam gerbang, Tetsuya dan Hikari melihat keluar jendela, sebuah mobil polisi dan sebuah mobil tahanan terparkir di depan gedung sekolah. Mereka melihat Haido-sensei dan beberapa teman sekelas mereka di gelandang masuk ke mobil tahanan oleh polisi dan para sensei. Tetsuya juga melihat Miyako yang di masukkan ke dalam mobil polisi dengan tangan di borgol, setelah itu, semua mobil keluar dari gerbang sekolah termasuk mobil orang tua Miyako yang mengikuti mobil polisi.
Beberapa teman sekelas kembali masuk ke dalam kelas termasuk Suzie, Aoi langsung menghampiri Tetsuya dan Hikari yang menyambutnya. Seorang sensei masuk ke dalam kelas dan menjelaskan apa yang terjadi, ternyata Haido-sensei memang menutupi semua yang berkaitan dengan Tetsuya di karenakan dia di bayar oleh orang tua Shigeru yang ternyata adalah saingan bisnis dengan ayah Tetsuya. Teman teman sekelas yang di bawa pergi adalah teman teman sekelas yang terlibat dalam upaya pembunuhan yang di lakukan oleh Shigeru dan Miyako.
Alasan Miyako kenapa merencanakan semua ini, karena dia tidak mau bertunangan dengan Tetsuya yang dianggapnya jelek dan gendut waktu itu. Teman teman sekelas yang kembali masuk ke dalam kelas adalah teman teman sekelas yang tidak terlibat dan tidak menembak, tapi mereka di bawah ancaman teman teman sekelas yang terlibat. Tetsuya berdiri, dia mengangkat tangannya dan menunjuk Suzie.
“Kok dia tidak di angkut ?” Tanya nya.
“A..aku tidak menyerangmu, waktu itu aku hanya bilang kalau aku kena pecahan batu, Kono-kun yang langsung menebaskan kapaknya ke arahmu dan memutuskan lengan mu kan.” Suzie membela dirinya.
“Huh...”
Tetsuya kembali duduk dengan rasa tidak puas, tapi dia masih memperhatikan Suzie yang terus menoleh melihat Aoi dengan tatapan tajam dan terlihat punya niat buruk terhadap Aoi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments