Chapter 18

Setelah itu, Tetsuya, Hikari, Aoi dan Midori berkumpul di ruang tengah melihat Fudo yang masih belum sadarkan diri.

“Jadi sekarang apa rencana liburan kita setelah putra tidur kita bangun ?” Tanya Tetsuya kepada semuanya.

“Huh putra tidur ?” Tanya Hikari.

“Ya, dia tidak nampak seperti putri tidur. Lihat saja, wajah tampan dan jantan, tubuh kekar altletis belum lagi tinggi, mungkin sama dengan ku tingginya......huh, aku benci ikemen (cowo ganteng).” Jawab Tetsuya sambil membuang wajahnya.

“Hah padahal sendirinya juga ikemen, payah.” Ujar Hikari.

“Hihihi benar, dia belum sadar.” Tambah Aoi.

“Sudah jangan melenceng dari topik, kita mau kemana liburan ini ? masih ada 3 minggu lagi.” Ujar Tetsuya.

“Loh sendirinya yang melenceng dari topik. Aku sih bebas saja.” Ujar Hikari.

“Midori mau makan.” Celetuk Midori mengangkat tangannya.

“Yuk ambil makanan.” Ajak Aoi sambil berdiri.

“Asiiiik.” Ujar Midori.

“Ya sudahlah, nanti saja bahasnya nunggu si putra tidur bangun.” Ujar Tetsuya.

“Oi Tetsu, kalau di kota ini dungeon yang untuk umum harus ada ijin ya ?” Tanya Hikari.

“Iya, susah dapat ijinnya kalau kita masih sekolah, peraturan EDD ketat sekarang.” Jawab Tetsuya.

“Hmm, sebenarnya ada sih kota bagus, namanya kota Neohill, letaknya di paling utara pulau ini, jauh dari kubah bayangan, tapi di sana sepi dan sepertinya EDD di sana lokal, jadi berbeda dengan di pusat yang ada di kota ini. Perjalanan kesana hanya 5 jam naik kereta, mau kesana ?” Tanya Hikari.

“Tapi jauh jauh kesana hanya untuk masuk dungeon ?” Tanya Tetsuya.

“Ya tidak dong, di sana kan ada penginapan pemandian air panas (onsen), kita bisa jalan jalan di luar kubah kota dan bisa ke pantai.” Jawab Hikari.

“Kamu pernah kesana ?” Tanya Tetsuya.

“Belum, makanya ngajak.” Jawab Hikari.

“Coba aja nanti tanya yang lain, termasuk si putra tidur itu.” Balas Tetsuya.

“Ok, semoga saja dia cepat bangun.” Balas Hikari.

Tetsuya dan Hikari menghampiri Aoi dan Midori yang sedang makan di meja makan, keduanya duduk bersama dan menikmati cemilan yang di sediakan di meja. Tapi tak lama kemudian,

“Waaaaaah....”

Tetsuya, Hikari, Aoi dan Midori langsung menoleh melihat ke arah ruang tengah, mereka melihat Fudo sudah sadar terduduk di sofa dengan keringat bercucuran dan nafas terengah engah. Dia tampak kebingungan, dia melihat kedua tangannya, memeriksa kakinya, melihat perutnya dan terakhir meraba kepalanya.

“Aduh....apa ini ? tanduk ?” Tanya nya.

Tetsuya, Hikari, Aoi dan Midori langsung menghampiri Fudo, Midori langsung melompat memeluknya. Fudo masih nampak sangat kebingungan,

“Mi..Midori ? kok kamu disini ? dimana ini ? surga ?” Tanya Fudo.

“Kalaupun kamu mati tidak mungkin ke surga.” Jawab Tetsuya.

Fudo menoleh, dia melihat Tetsuya, Hikari dan Aoi berdiri di sebelah sofa, dia melihat ketiga orang yang berdiri semuanya memiliki tanduk dan bermata hijau walau warna rambut mereka berbeda beda. Fudo kembali memastikan dengan memegang tanduknya sendiri,

“Aku harusnya sudah mati....oh benar juga, ada bola cahaya berwarna merah menghampiriku.” Ujar Fudo.

“Selamat bergabung di club dragnar.” Ujar Tetsuya meledek.

“Dragnar ? iya benar, bola cahaya itu mengatakan soal dragnar, tapi aku tidak ingat.” Ujar Fudo sambil memegang kepalanya.

“Yang penting sekarang kamu bercermin dulu gih....dasar ikemen menyebalkan.” Ujar Tetsuya.

Fudo memindahkan Midori yang duduk di pangkuannya ke sofa, kemudian dia berdiri, ternyata tingginya benar benar sama seperti Tetsuya begitu juga bentuk tubuhnya. Dia berjalan ke cermin yang berada di atas tempat cuci tangan persis di bawah tangga.

“Waaaaaaa....kenapa rambutku jadi begini merah dan berantakan......apa ini, ada permata di dadaku ? kok berdenyut ? mataku hijau ? aku mendadak sakit....ugh.” Ujar Fudo.

“Hoi sini duduk dulu, kita jelaskan semuanya.” Ujar Hikari.

Midori menarik tangan Fudo dan mengajak nya duduk kembali di sofa, yang lain juga duduk di sofa,

“Hebat kamu, belum sampai sehari sudah bangun, rekor baru.” Ujar Tetsuya.

“Aku tidak mengerti, tolong jelaskan Tetsuya.” Ujar Fudo.

“Pertama tama, kamu sekarang sama seperti kami, di sebelahku, perempuan berambut silver seperti baba bernama Shirogane Hikari, yang di sebelahnya berambut biru Kazuki Aoi, nah kita sekarang berada di rumah Aoi.” Ujar Tetsuya memperkenalkan yang lain.

“Hah siapa baba ?” Teriak Hikari di telinga Tetsuya.

“Salam kenal....tunggu, Kazuki Aoi ? Kazuki-chan ? kok berubah, seingatku kamu berambut panjang dan berwarna hitam tapi sekarang rambutmu pendek sebahu dan biru, lalu rasanya bemper mu tidak terlalu besar kok sekarang besar ?” Tanya Fudo sambil menunjuk bagian bagian di tubuh Aoi.

“Iiiih....mesum.” Balas Aoi sambil menutup tubuhnya dengan kedua tangannya dan berbalik.

“Oh bukan, maaf, tapi kamu berbeda di beberapa bagian.” Ujar Fudo.

“Kenapa yang kamu ingat hanya beberapa bagian itu.” Balas Aoi dengan wajah merah.

“Ho hoo berarti selama ini kamu hanya melihat bagian bagian itu ya.” Ledek Tetsuya.

“Bu..bukan, sudahlah cepat katakan ada apa ini.” Ujar Fudo.

Sekali lagi Tetsuya menjelaskan semuanya kepada Fudo, tapi kali ini di bantu oleh Hikari dan Aoi, kemudian ketiganya mengajari Fudo dan Midori untuk membuka inner force untuk mempelajari kemampuan mereka. Keduanya mencobanya, Fudo kaget karena dia bisa melihat inner force Midori, kemudian Tetsuya, Hikari dan Aoi juga membuka inner force mereka supaya keduanya bisa melihatnya.

“Jadi semua yang kamu katakan di apartemen benar, aku awalnya masih skeptis setengah percaya dan masih menganggap Midori sakit, tapi sekarang berbeda setelah aku mengalaminya sendiri.” Ujar Fudo sambil berpikir.

“Nah jadi sekarang kamu sudah sama seperti kita, dragnar.” Ujar Hikari.

“Aku mengerti, baiklah.”

Fudo berdiri dan menggandeng tangan Midori, tentu saja Tetsuya, Hikari, Aoi dan bahkan Midori juga menjadi kaget.

“Terima kasih sudah menolongku dan Midori, sekarang aku dan Midori permisi dulu.” Ujar Fudo menunduk.

Dia langsung berjalan menuju keluar dari ruang tengah membawa Midori. Tetsuya, Hikari dan Aoi langsung berdiri.

“Tunggu dulu, kamu mau kemana Fudo ?” Tanya Tetsuya.

“Pulang, aku harus masak untuk makan malam.” Jawab Fudo.

“Loh Midori-chan sudah makan banyak di sini.” Balas Aoi.

“Ada ada saja.” Tambah Hikari.

“Terima kasih, nanti aku ganti biayanya ya. Permisi....” Balas Fudo.

“Tunggu, duduk dulu sini, ada yang mau ku ceritakan.” Balas Tetsuya.

Fudo menoleh dan melihat Midori yang sepertinya tidak mau pergi, akhirnya dia kembali duduk, Tetsuya menjelaskan apa yang terjadi di apartemen Fudo ketika dia pergi ke dungeon sendirian.

“Haaaaah....tiga orang pingsan, satu orang mati, dinding jebol...waaaaaa aku bakal di suruh ganti sama ibu pemilik apartemen, kacaaaaaau.....” Teriak Fudo sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya mengacak ngacak rambutnya dan menunduk.

“Maaf soalnya terpaksa, makanya kamu dan Midori sekarang di sini saja, boleh kan Aoi ?” Tanya Tetsuya.

“Tentu saja boleh, rumah ini besar walau hanya ada dua kamar, aku tinggal sendirian tentunya aku lebih senang kalau ramai, jadi tidak usah di pikirkan Akatsuki-kun.” Jawab Aoi.

“Tuh sudah dengar kan, kamu pulang ke apartemen mu malah menambah masalah.” Tambah Hikari.

Fudo mulai berpikir, dia berkali kali melihat wajah Aoi, Hikari dan Tetsuya, dia juga melihat wajah Midori yang terus melihat wajahnya dengan wajah datar.

“Tapi masa tinggal disini gratis, aku tidak bisa kalau begitu, paling tidak ijinkan aku membantu membiayai keperluan di sini, aku pekerja giat kok.” Ujar Fudo.

“Lalu berkas yang dari sensei gimana ?” Tanya Tetsuya.

“Ah....benar juga, pokoknya aku tidak mau kalau gratis, paling tidak ijinkan aku melakukan sesuatu.” Jawab Fudo.

“Kenapa kamu kaku begitu ? Tetsuya sudah cerita padaku mengenai masalahmu dengan uang, tapi aku, Tetsuya dan terutama Aoi tidak seperti mafia tempat papamu meminjam uang.” Balas Hikari yang mulai sewot.

“Kalau masalah membantu biaya di sini, tak perlu di tanya lagi, selama aku tinggal di sini pun aku akan membantu dengan bekerja. Kita semua di sini saling membantu dan saling mengisi kehidupan kita, kecuali Hikari, aku, Aoi dan kalian berdua tidak punya orang tua.” Ujar Tetsuya.

“Tapi papamu yang kemarin....” Ujar Hikari.

“Dia bukan papa asliku.” Balas Tetsuya langsung.

“Oh...maaf.” Balas Hikari.

“Kamu sendiri ?” Tanya Tetsuya.

Hikari langsung menunduk diam, Aoi berdiri dan mendekat kepada Tetsuya, kemudian dia berbisik di telinga Tetsuya.

“Dia dari kecil di siksa oleh orang tuanya, ketika mereka bercerai tidak ada yang mau mengakuinya, jadi jangan tanya dia soal itu Tetsuya.” Ujar Aoi berbisik.

“Oh, maaf aku tidak tahu.” Balas Tetsuya berbisik.

Kemudian Tetsuya menoleh melihat Hikari yang mengepalkan tangannya, dia langsung memegang tangan Hikari,

“Maaf, aku tidak akan membahas soal itu lagi, sekarang aku sudah tahu. Maafkan ketidak tahuanku.” Ujar Tetsuya.

“Iya, aku mengerti, terima kasih.” Balas Hikari.

“Baiklah kalau begitu, aku mengerti, aku dan Midori benar benar mengucapkan terima kasih kepada kalian bertiga, terutama kepada Aoi-san....ups maaf, Kazuki-san.” Ujar Fudo.

“Hehe panggil Aoi saja, Fudo-kun.” Ujar Aoi.

“Eh...boleh ? ba..baiklah, Aoi-san.” Balas Fudo malu malu.

“Panggil aku Hikari juga ya.” Tambah Hikari.

“Baba....” Teriak Midori sambil menunjuk Hikari.

Tetsuya, Aoi, Fudo langsung menahan tawa mereka, wajah Hikari langsung merah padam dan menoleh melihat Tetsuya.

“Ugh...semua gara gara kamuuuuu....” Teriak Hikari sambil melompat ke arah Tetsuya.

“Waaaa...maaf hahahaha...” Teriak Tetsuya yang menangkap Hikari.

Semuanya tertawa terbahak bahak malam itu, mereka saling bercanda dan mulai mengakrabkan diri satu sama lain. Setelah berdiskusi dengan matang sampai tidak tidur, Tetsuya, Hikari, Aoi dan Fudo memutuskan untuk berangkat ke kota Neohill untuk liburan dan mendaftar di EDD yang berada di sana kemudian berlatih di dungeon. Pembagian tugas jalan, Tetsuya dan Hikari bertanggung jawab untuk memesan tiket kereta untuk berlima di stasiun, sedangkan Fudo, Aoi dan Midori pergi berbelanja keperluan liburan mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!