Aoi yang masih memakai celemek berlari ke ke pintu, dia mendapati Tetsuya sedang berpandangan dengan gadis yang baru datang,
“Hikari-chan, kamu sudah datang ?” Tanya Aoi menyambut gadis itu.
“Aoi-chan, apa kabar.” Jawab Hikari sambil memeluk Aoi.
Kedua gadis itu berpelukan di depan Tetsuya, dari tinggi tubuh jelas terlihat Hikari sedikit membungkuk seperti sedang memeluk adiknya. Tetsuya diam saja, dia tidak tahu harus berkata apa, dia ingin segera pergi dari rumah Aoi. Tapi sebelum Tetsuya berbuat apa apa,
“Oh Hikari-chan, kenalkan, dia teman sekelasku, namanya Mishima Tetsuya.” Ujar Aoi memperkenalkan Tetsuya.
“Hmmm, Mishima Tetsuya ya.” Gumam Hikari.
“Salam kenal. Namamu ?” Tanya Tetsuya sambil menjulurkan tangannya.
“Shirogane Hikari, (menoleh melihat Yuka) berarti kita semua nanti satu sekolah dong ?” Tanya Hikari kepada Aoi.
“Iya Hikari-chan, (menoleh melihat Tetsuya) oh Hikari-chan baru pindah kesini, dia akan masuk sekolah kita mulai besok.” Aoi menjelaskan kepada Tetsuya.
“Haaa....” Balas Tetsuya.
“Mohon kerjasamanya ya Tetsuya-kun, panggil saja aku Hikari. Lalu kamu tinggal di sini ?” Tanya Hikari sambil menjabat tangan Tetsuya.
“Huh ? tidak...aku hanya....”
“Dia sementara tinggal di sini, baru hari ini, semoga kalian bisa akrab ya.” Aoi memotong ucapan Tetsuya.
“Huh ?” Tanya Tetsuya dan Hikari bersamaan.
Aoi mengajak Tetsuya dan Hikari masuk kedalam, mereka masuk ke dalam ruang tengah, Hikari langsung berkeliling ruangan, dia mengatupkan tangan di depan foto orang tua dan kakak Aoi, kemudian dia melihat lihat foto di rak, ketika sampai foto Aoi yang berfoto dengan seorang gadis yang nampak sangat culun, Hikari tersenyum,
“Wah jadi kangen, dia masih menyimpan foto ini rupanya.” Gumam Hikari.
“Huh ? yang di foto itu kamu ?” Tanya Tetsuya langsung.
“Oh, iya. Itu aku...dulu.” Hikari menjawab sambil menoleh kepada Tetsuya dengan wajah datar.
“Hmmm, begitu ya (apa dia mengalami perubahan yang sama dengan ku ya, tanduk dan matanya jelas sama).” Balas Tetsuya termenung mengamati Hikari.
Hikari yang merasa dirinya di amati oleh Tetsuya menjadi risih, dia langsung berlari masuk ke dalam dapur untuk membantu Aoi. Karena penasaran, Tetsuya menggunakan skill analyzenya kepada Hikari yang sedang membantu Aoi di dapur dan terlihat olehnya,
*********************************************
Nama : Shirogane Hikari.
Inner soul : Light Dragnar.
Level : 7 / 99
Power : 70.000
Passive : Ancient martial arts mastery, Dragon armor, Modified arm, Auto barrier.
Active : Light dragon breath, Judgement, Sacred blessing, Light dragon form.
Utility : Analyze, Item box.
*********************************************
“Huh ? dia sama dengan ku.” Ujar Tetsuya kaget.
Tanpa sengaja dia menyenggol gelas di meja dan “Prang” gelas itu jatuh kemudian pecah, Hikari yang sedang di dapur menoleh melihat Tetsuya yang masih tertegun sedang melihat ke arahnya. Hikari langsung menaruh pisau yang di pegangnya, dia berbalik dan berjalan ke arah Tetsuya dengan wajah marah. Dia langsung berdiri di depan Tetsuya dan menarik seragamnya sampai Tetsuya jadi berdiri untuk mendekatkan wajah Tetsuya ke wajahnya,
“Apa yang kamu lihat ?” Tanya nya.
“Um...kamu level 7 ?” Jawab Tetsuya sambil tersenyum
“Sudah kuduga, kamu sama sepertiku. Tolong jangan bilang apa apa kepada Aoi-chan.” Ujar Hikari berbisik.
“Huh ? memang dia tidak menyadari perubahan mu ?” Tanya Tetsuya berbisik.
“Sadar, tapi aku bilang karena operasi, paham kan maksudku.” Jawab Hikari.
Tetsuya menoleh ke arah foto dan membandingkan nya dengan Hikari di depannya, kalau ada yang percaya perubahan drastis Hikari karena operasi berarti dia benar benar buta, karena dari tinggi tubuh saja, Hikari sudah terlihat berubah drastis belum lagi di tambah yang tadinya kurus dan kecil sekarang menjadi berisi dan seksi. Setelah Tetsuya mengukurnya, ternyata benar tinggi Hikari sampai ke hidung bagian bawahnya, berarti dia jauh lebih tinggi dari gadis seumuran mereka pada umumnya.
“Trus, dia percaya ?” Tanya Tetsuya.
“Sejauh ini percaya.” Jawab Hikari.
“Huh ? kalau aku sih jelas tidak percaya.” Balas Tetsuya berbisik.
“Diam, jangan beritahu apa apa kepada Aoi-chan.” Balas Hikari lagi.
“Iya iya, aku mengerti.” Balas Tetsuya mengangkat kedua tangannya.
Hikari melepaskan Tetsuya dan kembali ke dapur untuk membantu Aoi. Tetsuya langsung jongkok membereskan pecahan gelas akibat ulahnya. Tak lama kemudian, makan malam siap, ketiganya duduk di meja untuk menikmati makanan mereka, setelah mengucapkan salam, baik Tetsuya maupun Hikari langsung makan dengan lahap sampai membuat Aoi senang,
“Enak, Aoi-chan.” Ujar Hikari dengan mulut penuh.
“Aku sependapat.” Tambah Tetsuya dengan mulut penuh.
“Hehe aku senang mendengarnya. Kalau mau tambah masih banyak.” Balas Aoi.
Tanpa menunda lagi, Tetsuya dan Hikari mengangkat mangkuk mereka dan menyodorkannya kepada Aoi secara bersamaan,
“Tambah.” Teriak keduanya bersamaan.
“Hehe iya, sebentar ya.”
Aoi mengambil kedua mangkuknya dan mengisinya dengan nasi, kemudian memberikannya lagi kepada Tetsuya dan Hikari yang langsung menyantap nya.
“Kalian mirip ya...hehe.” Ujar Aoi.
“Hah ?” Balas Tetsuya dan Hikari bersamaan.
“Tapi aku tidak menyangka, Hikari-chan benar benar berubah drastis, operasinya pasti sangat mahal ya.” Ujar Aoi.
“Iya, demi highschool debut.” Ujar Hikari.
“Pffft.” Tetsuya mati matian menahan tawanya dengan menutup mulut dengan tangannya karena dia tahu kalau Hikari berubah bukan karena operasi dan Aoi ternyata percaya dengan alasan yang menurut dia konyol. Hikari menoleh melihat Tetsuya dengan memicingkan matanya dan melihat tajam. Tetsuya memukul mukul dadanya supaya tidak tersedak,
“Maaf haha....maaf.” Balas Tetsuya.
“Anoo kalian berdua sudah kenal sebelumnya ya ?” Tanya Aoi heran.
“Huh ? belum, aku baru bertemu dengan dia hari ini, benar tidak Tet-su-ya-kun ?” Tanya Hikari.
“I..iya Hikari-chan....benar.” Jawab Tetsuya.
“Tapi kalian sudah saling memanggil dengan nama depan, apa aku salah.” Balas Aoi.
“Huh ?” Tetsuya dan Hikari baru menyadarinya. Ternyata tanpa mereka sadari, mereka merasa sudah saling mengenal sejak lama seperti teman lama seperjuangan yang baru berjumpa kembali. Keduanya langsung terdiam dan tidak berbicara sepatah katapun sambil meneruskan makan mereka, keduanya membuat Aoi yang bertanya menjadi semakin bingung karena melihat wajah keduanya yang merona sedikit merah dan menoleh ke arah lain sambil makan.
Setelah selesai makan, mereka bersiap siap untuk tidur, Aoi dan Hikari masuk ke dalam kamar, sementara Tetsuya berniat tidur di sofa walau Aoi sudah memberikan kama bekas kakaknya untuk di pakai Tetsuya tidur. Tetsuya berbaring di sofa sambil melihat ke langit langit dan meletakkan tangan di belakang kepalanya.
“Inner force.”
Layar inner force nya terbuka, dia kembali melihat lihat keterangan di inner force nya dan mempelajari nya, tiba tiba.
“Hoo level 10, steel dragnar.” Gumam Hikari.
Tetsuya yang kaget langsung duduk dan menoleh, dia melihat Hikari yang hanya mengenakan kaus tank top berdiri di belakangnya, di balik kausnya, dia melihat sebuah batu permata hijau di dadanya yang terlihat berdenyut.
“Kamu bisa melihat inner force ku ?” Tanya Tetsuya.
Tetsuya pernah mencoba membuka inner forcenya di depan Aoi, Miyako dan sensei tapi tidak ada yang melihatnya, dia sedikit kaget karena Hikari bisa membaca inner forcenya. Hikari tidak diam saja, dia duduk di sebelah Tetsuya,
“Inner force.” Ujar Hikari.
Langsung saja sebuah layar hologram berwarna biru melayang di depan wajah Hikari dan Tetsuya bisa melihat dengan jelas inner force Hikari.
“Hmm Light dragnar, maaf kalau aku bertanya, apa kamu juga ketemu naga ?” Tanya Tetsuya.
“Ya.” Jawab Hikari singkat.
Keduanya kembali terdiam dan duduk bersebelahan sambil bertukar melihat inner force masing masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments