Seminggu pun berlalu, Aoi masih belum sadarkan diri, setiap hari Hikari mengurusnya dengan menggantikan pakaiannya dan membasuh tubuhnya. Karena semua pakaiannya sekarang terlalu kecil, Tetsuya kadang keluar untuk membeli pakaian baru untuk Aoi sekalian belanja bahan makanan. Ketika sedang berjalan pulang dari supermarket dan melewati taman,
“Kurang ajar.”
Terdengar teriakan dari dalam taman, Tetsuya berhenti dan melihat ke dalam taman, dia melihat lima orang pria sedang mengeroyok seorang pria bertubuh sedang tapi kekar dan berambut pirang panjang berantakan memakai anting, dari pakaian mereka yang beraneka ragam, Tetsuya yakin kalau mereka semua adalah exterminator. Salah satu dari kelima pria yang mengeroyok, terlihat terjatuh terlentang di tanah dan di bantu seorang temannya. Pria yang di keroyok itu terlihat santai dan tersenyum,
“Mati kamu....” Teriak seorang pria yang maju mengayunkan pedang berbentuk golok laser ke arah pria yang di keroyok.
Dengan gerakan memukau, pria itu mundur selangkah dan golok yang di ayunkan menghantam tanah, lalu dengan kakinya dia menendang wajah pria yang mengayunkan golok itu sampai terpental.
“Hah segitu saja, ayo maju lagi....” Ujar pria beranting itu sambil tersenyum lebar dan memasang kuda kudanya.
“Hei ada apa ini ?” Teriak seorang petugas keamanan.
Ketiga pria itu langsung berdecak dan memapah kedua teman mereka yang terkapar kemudian pergi meninggalkan pria beranting itu sendirian.
“Hah payah...” Ujar pria beranting itu sambil berjalan memasukkan tangan ke kantungnya dengan santai.
Dia melangkah pergi keluar taman, Tetsuya yang melihatnya juga meneruskan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Ketika sampai di rumah, Hikari langsung menyambut Tetsuya,
“Tetsuya, bisa minta tolong ?” Tanya Hikari.
“Minta tolong apa ?” Tanya Tetsuya.
“Bisa tolong ambilkan tas Aoi di loker sekolah dan bawa pulang ke rumah ? sekarang kan libur, seharusnya kan di hari libur pertama kita kesekolah mengambilnya, tapi karena Aoi pingsan dan belum bangun sampai sekarang, dia belum mengambilnya, barusan sensei menelpon smartphone nya supaya mengambilnya sebab sekolah mau di tutup selama musim panas.” Jawab Hikari.
“Ok ok, ini bahan makanan untuk makan malam, aku pergi.” Balas Tetsuya sambil memberikan kantung belanjaannya.
“Sip makasih ya.” Balas Hikari yang mengambil kantungnya.
Tetsuya kembali keluar dari rumah untuk pergi ke sekolahnya mengambil tas milik Aoi yang tertinggal karena sekolah akan di tutup selama musim panas. Ketika sampai di sekolah, Tetsuya langsung masuk ke dalam gedung sekolah yang sepi dan tidak ada siapa siapa,
“Fudo-kun, kembali kesini.” Terdengar seorang sensei berteriak.
Seorang berlari ke arah Tetsuya dan melompati nya, Tetsuya melihat orang yang sedang melompatinya, ternyata pria itu adalah pria beranting yang dia lihat di taman sebelumnya. Pria beranting itu juga melihat Tetsuya yang berada di bawahnya dan tersenyum ketika pandangan mereka bertemu, begitu mendarat dia langsung melesat berlari keluar gedung sekolah tanpa berhenti dan menoleh ke belakang. Tetsuya tertegun melihatnya,
“Huff...huff....kamu....lihat seorang siswa gondrong berlari kesini ga ?” Tanya sensei berkepala botak yang baru sampai dan terengah engah.
“Um...dia lari keluar sensei.” Jawab Tetsuya.
“Huff...huff...dasar anak itu....” Gumam sensei.
“Memang ada apa sensei ?” Tanya Tetsuya bingung.
Dengan terengah engah, sensei berkepala botak itu mengatakan nama siswa barusan adalah Akatsuki Fudo, dia kelas 2-2 dan tidak pernah masuk ke sekolah. Dia selalu menghabiskan waktunya di dungeon umum yang di kelola oleh EDD (Earth Defense Departement) dan berada di tiga lokasi yang semuanya berada di dalam kota. Sensei bermaksud mengejar ketinggalan akademi nya selama musim panas tapi dia malah melarikan diri, di tambah EDD mengirim surat kepada pihak sekolah kalau Fudo masuk ke dungeon tanpa ijin karena dia belum terdaftar di EDD. Sensei berkepala botak itu adalah wali kelas Fudo yang kelasnya berada di sebelah kelas Tetsuya, Aoi dan Hikari.
“Huff...huff....kamu, Tetsuya-kun kan ?” Tanya sensei.
“Iya benar sensei.” Jawab Tetsuya.
“Saya mau minta tolong padamu.” Balas sensei.
“Um...minta tolong apa sensei ?” Tanya Tetsuya.
“Tolong antar berkas ini ke rumah Fudo-kun, berikan saja padanya dan minta dia mengisinya. Nanti setelah libur musim panas di kembalikan kepada saya, semua ini untuk membantu dia supaya tidak di keluarkan dari sekolah, saya tahu adiknya sakit, dia butuh biaya, tapi kalau dia begini malah sulit membantu adiknya di masa depan, kamu tentu mengerti kan maksud saya.” Ujar sensei.
“Eh, tapi aku tidak kenal dia sensei.” Balas Tetsuya.
“Tolong dia Tetsuya-kun, dia tidak punya siapa siapa kecuali adiknya yang sedang sakit. Saya benar benar minta tolong padamu.” Balas sensei sambil menunduk.
Melihat sensei menunduk di hadapannya, Tetsuya menggaruk garuk kepalanya walau tidak gatal, akhirnya dia menyetujui menolong sensei, kemudian setelah mengambil tas milik Aoi, Tetsuya berangkat menuju ke rumah Fudo yang alamat dan kordinatnya sudah di berikan oleh sensei.
“Merepotkan, tapi sudahlah, aku tidak enak melihat sensei sampai menunduk begitu.” Pikir Tetsuya sambil berjalan memanggul tas milik Aoi.
Dia terus berjalan mengikuti titik koordinat di smartphone nya. Akhirnya dia sampai di sebuah apartemen yang terlihat lusuh dan tua, dindingnya banyak yang terkelupas, pintu pintu unitnya terlihat mudah sekali di dobrak dan lingkungannya sedikit kumuh. Tetsuya memastikan berkali kali alamatnya karena dia takut salah alamat,
“Dia tinggal di tempat seperti ini ?” Tanya Tetsuya.
Sebelum naik ke atas, dia melihat sekeliling, banyak anak anak muda yang berpakaian seperti preman sedang duduk duduk di sisi sisi jalan sambil merokok dan minum minuman keras, mereka juga bermain kartu yang sepertinya di iringi dengan berjudi. Sungguh lingkungan yang tidak layak di tinggali menurut Tetsuya.
Dengan perlahan Tetsuya menaiki tangga besi di luar gedung, “Krieek...krieek.” Setiap naik satu anak tangga, engselnya berbunyi. Akhirnya Tetsuya sampai di atas, dia berjalan menelusuri balkon mencari nomor unit yang di tujunya.
“Di sini ya ?” Tanya nya dalam hati ketika menghadap sebuah pintu dengan nomor unit yang tertera di alamat.
Tetsuya mengetuk pintunya, terdengar suara langkah kaki di dalam mendekat ke pintu, “Kreek.” Pintu di buka, seorang gadis kecil yang berusia sekitar 10 tahun berada di balik pintu dengan tangan masih menempel di pegangan pintunya, gadis kecil itu memiliki tanduk berwarna coklat dan berambut hijau yang sangat panjang, telinganya lebih panjang dari manusia pada umumnya, dia menatap Tetsuya dengan mata hijaunya yang bulat dan lucu, tinggi gadis kecil itu lebih tinggi sedikit dari anak kecil berumur 10 tahun pada umumnya, gadis itu memiringkan kepalanya dengan tangan sebelahnya memeluk boneka menutupi mulutnya,
“Siapa ? oniichan (kakak) punya tanduk sepertiku ?” Tanya gadis itu dengan wajah polos yang lucu.
“Huh ?” Balas Tetsuya kaget.
Tiba tiba pundak Tetsuya di pegang seseorang dari belakang, dia menoleh dan melihat Fudo yang masih mengenakan pakaian seperti yang dia lihat sebelumnya berdiri di belakangnya dengan wajah marah.
“Apa yang kamu lakukan di sini, Mishima Tetsuya ?” Tanya Fudo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments