Chapter 6

Akhirnya sensei membawa Shigeru yang kesakitan ke ruang staff, beberapa sensei kemudian datang untuk membawa siswa yang meninggal ke ruang kosong. Tetsuya berniat melangkah keluar dari kelas, tapi seluruh teman sekelas menghalanginya,

“Ma..maafkan kami Mishima-kun.” Ujar seorang siswa pria berkacamata.

“I..iya, aku sebenarnya tidak mau menyakiti siapa siapa.” Tambah seorang siswi yang rambutnya di kepang dua.

“Haaa, kalian bukankah tertawa ketika aku sedang di ambang kematian ? bukankah kalian semua senang ? tolong minggir, aku mau ke ruang staff di panggil sensei.” Balas Tetsuya.

“Ta..tapi kamu mau melaporkan kami kan.” Ujar Suzie yang waktu itu tangannya terkena pecahan stalaktit.

“Bo...boleh kami menemani mu ?” Tanya seorang siswa.

“Tolong permisi, aku tidak mau berkata untuk kedua kalinya.” Tatap Tetsuya dengan wajah geram kepada keduanya.

“Su..sudah semuanya menyingkir, biar aku yang menemani Tetsuya-kun, boleh ya aku panggil Tetsuya-kun.” Ujar Miyako merayu.

Tetsuya langsung menoleh menatap Miyako dengan tajam menggunakan matanya yang hijau terang seperti naga,

“Huh ? tolong jangan sok akrab dengan ku, sejak awal aku tidak merasa punya hubungan apa apa dengan mu, kamu yang merasakan memiliki hubungan sampai berniat untuk membunuh ku. Sekarang karena tidak berhasil kamu mengaku ngaku tunangan ku ? dasar tidak tahu malu.” Balas Tetsuya.

“Ma..maafkan aku, tapi aku sekarang benar benar serius.” Ujar Miyako menjulurkan tangannya ke wajah Tetsuya.

Tapi Tetsuya langsung menepis tangannya, dia mundur sedikit dan langsung mengambil kain untuk membersihkan tangan yang dia pakai untuk menepis tangan Miyako.

“Huh berminyak dan bau, menjijikkan.” Ujar Tetsuya sambil melemparkan kainnya ke wajah Miyako.

Kemudian dia berbalik dan berjalan keluar dari kelas tanpa menoleh lagi. Miyako menangis tersedu sedu tapi tidak ada satu orang pun yang menghiburnya. Seluruh teman sekelas keluar mengikuti Tetsuya yang melangkah ke ruang staff. Tetsuya langsung masuk ke dalam bertemu dengan sensei yang memanggilnya,

“Ah Mishima-kun, silahkan duduk.” Sensei menarik sebuah kursi.

“Ada apa sensei memanggil saya kesini ?” Tanya Tetsuya.

“Begini Mishima-kun, kamu sudah tiga hari berada di dalam dungeon, saya mendapat laporan kalau kamu meninggal di serang oleh monster dan jasad mu di makan oleh monster, sebenarnya apa yang terjadi, bisa kamu ceritakan ? apa kamu di bully di sekolah ?” Tanya sensei.

“Huh ? bukankah harusnya aku yang bertanya ya sensei, kemana sensei saat itu ? seharusnya sensei sebagai guru pendamping bersama kita masuk ke dalam dungeon kan.” Jawab Tetsuya sambil menatap sensei dengan matanya yang hijau.

“Um...waktu itu aku ada rapat....”

“Huh kalau rapat kenapa para murid di ijinkan masuk ke dalam dungeon.” Balas Tetsuya memotong ucapan sensei.

“Po...pokoknya kalau kamu di bully di kelas kamu harus cerita kepada sensei ya.” Balas sensei berusaha mencari topik lain.

“Tenang saja tidak apa apa sensei, lagipula sensei kan sudah tahu, aku sering bercerita dulu, tapi tindakan sensei tidak ada kan, jadi aku bilang sekarang tidak apa apa, baiklah sensei, kurasa percuma bicara terus, permisi.” Tetsuya berdiri dan melangkah meninggalkan sensei begitu saja.

“Mishima-kun, tunggu....” Teriak sensei sambil berdiri.

Tapi Tetsuya tidak menggubrisnya dan terus melangkah membuka pintu kemudian keluar. Sensei terduduk lemas dan menutup wajahnya dengan satu tangan. Ketika keluar, Tetsuya langsung di kepung oleh teman teman sekelasnya yang ketakutan dan pucat pasi. Tapi dia terus melangkah menjauh dari kerumunan,

“Ternyata aku di dungeon selama tiga hari ya, aku baru tahu. Tapi kenapa papa dan mama tidak mencariku ya ? ah benar juga, aku bukan anak mereka.” Gumam Tetsuya di dalam hatinya.

Tetsuya terus berjalan sambil berpikir, dia terus melangkah menuju ke pintu keluar gedung sekolah. Banyak siswa dan siswi yang melihat dirinya ketika Tetsuya lewat,

“Oh mungkin karena tanduk ku ya ?” Tanya nya dalam hati.

Walau memang banyak manusia yang termodifikasi karena kekuatan yang di milikinya dan pengaruh dari kubah kegelapan seperti memiliki telinga panjang atau memiliki telinga hewan di kepalanya lengkap dengan ekornya, tapi tidak ada yang memiliki tanduk seperti yang di miliki Tetsuya. Dia melangkah dengan cepat tanpa memperdulikan kasak kusuk para siswa dan siswi di sekitarnya. Ketika sampai ruang loker sepatu, Tetsuya melihat Miyako menunggu bersender di lokernya.

“Minggir.” Ujar Tetsuya.

“Ma..maafkan aku Tetsuya-kun, aku mohon jangan bilang papa soal ini, aku benar benar menyesal melakukan hal itu padamu.” Ujar Miyako menunduk.

Tetsuya tidak memperdulikannya, karena sekarang tubuhnya jauh lebih tinggi dari Miyako, dia menjulurkan tangannya dan membuka lokernya, dia mengambil sepatunya kemudian memakainya. Setelah itu, dia langsung melangkah keluar gedung sekolah melewati Miyako, tapi Miyako mengikutinya di belakang dan terus berusaha merayunya sampai akhirnya Tetsuya menjadi sebal dan marah.

“Tolong jangan mengikutiku.” Ujarnya sambil berbalik.

“Ja..jangan begitu Tetsuya-kun, kita sudah bertunangan kan ?” Tanya Miyako.

“Sudah ku bilang, kita tidak ada hubungan apa apa dan lagipula kamu sendiri yang bilang kalau pertunangan batal ketika aku sudah sekarat. Sekarang tinggalkan aku atau aku akan berbuat kasar.” Jawab Tetsuya keras.

Tetsuya pergi meninggalkan Miyako yang terpaku di depan gerbang sekolah. Tak lama kemudian, terdengar sirine polisi, Tetsuya menoleh dan melihat dua mobil polisi masuk ke dalam gerbang sekolah. Miyako langsung melarikan diri pulang, Tetsuya yang melihatnya tersenyum.

“Aku bukan tipe pendendam, malah aku bersyukur karena mereka aku mendapat kekuatan ini lagipula dalang nya sudah tertangkap, tapi kalau sampai mengusik ku sekali lagi, mereka akan tahu akibatnya.”

Setelah berjalan cukup lama, Tetsuya merasa dirinya di ikuti seseorang, dia menoleh dan melihat Miyako masih mengikutinya,

“Huh perempuan keparat itu masih mengikutiku ?” Pikir Tetsuya.

Tiba tiba, “Kyaaaaa toloooong.” Terdengar suara teriakan seorang gadis di depan, Tetsuya langsung berlari ke arah terdengarnya teriakan, dia berbelok ke dalam gang di antara gedung dan melihat sekelompok preman sedang menarik narik seorang gadis yang mengenakan seragam sama dengannya.

“Hei....” Teriak Tetsuya.

“Mau apa cowo ganteng, mau sok jadi pahlawan....rasakan ini.”

Seorang preman langsung maju melayangkan tinjunya, tapi dengan santai Tetsuya menangkap tinjunya sebab kalau dia mendiamkannya pelindung otomatis nya akan menyala dan tangan preman itu hancur.

“Whoaah santai...aku tidak berniat ingin menghentikan kalian, tapi daripada gadis itu, gadis di belakangku lebih yahud kan.” Ujar Tetsuya sambil menunjuk ke arah Miyako yang ada di belakangnya.

“Wuiiih bener nih aniki ?” Tanya preman itu.

“Tentu saja benar, dia anak orang kaya lagi, kalian bisa minta tebusan pada ayahnya, tapi syaratnya lepas gadis itu, tukar saja.”

Tetsuya langsung menarik lengan Miyako dan melemparkan Miyako ke arah para preman itu. Langsung saja mereka menangkap Miyako dan melepaskan gadis yang sedang mereka pegang.

“A..apa ini...le..lepaskan aku, Tetsuya-kun tolong aku....” Teriak Miyako.

“Hah ? tolong ? tidak salah ? kenapa aku harus menolongmu ?” Balas Tetsuya.

“Ka..kamu tega sekali, aku tunanganmu Tetsuya-kun...tolong jangan begini, aku sudah minta maaf....” Teriak Miyako.

“Waktu aku sekarat dan minta tolong, kamu dengan semangat menembaki ku dan sudah berkali kali ku bilang yang namanya pertunangan kita sudah batal, kamu yang membatalkannya, sebelumnya sudah ku peringatkan jangan mengikutiku, sekarang rasakan. (melihat para preman) selamat bersenang senang ya, jangan lupa minta tebusan pada papanya.” Ujar Tetsuya sambil melambaikan tangan.

“Siap terima kasih aniki...ayo neesan, kita bersenang senang hehehe.” Ujar sang preman.

“Ti..tidak mau, tolong...tolong...maafkan aku....maafkan aku...tolong aku Tetsuya-kun.”

Teriakan Miyako semakin lama semakin menjauh karena dia di seret oleh para preman itu, gadis yang di tolong Tetsuya menunduk di hadapannya,

“Terima kasih Mishima-kun.” Ujarnya.

“Hoo kamu kenal aku ?” Tanya Tetsuya heran.

Gadis itu mengangkat wajahnya, ternyata dia adalah gadis manis dengan rambutnya yang panjang hitam dan salah satu teman sekelasnya yang juga ikut mengepungnya ketika dia mau keluar kelas tadi.

“I..iya, namaku Kazuki Aoi, kita teman sekelas.” Ujar Aoi.

“Hah ? teman sekelas ? aku tidak punya yang namanya teman sekelas, aku menyesal menolong mu, cepat pergi jangan sampai aku berubah pikiran.” Ujar Tetsuya.

Tetsuya berbalik pergi, tapi kali ini ada gadis lain selain Miyako yang mengikutinya dan membuatnya sangat kesal.

“Mau apa kamu mengikuti ku ?” Tanya Tetsuya.

“Maafkan aku, walau aku tahu kejadian yang menimpamu, aku diam saja tidak membantu karena aku takut, tapi aku tidak pernah melancarkan tembakan dan tidak tertawa melihat mu menderita, aku bahkan keluar paling terakhir, maaf Mishima-kun.” Jawab Aoi menunduk.

“Aaah sudahlah, cepat pergi dan jangan ikuti aku atau kamu akan bernasib sama seperti perempuan keparat itu.” Ujar Tetsuya yang berbalik lagi dan meneruskan jalannya.

Aoi terdiam, dia tidak bisa bergerak dari tempatnya dan hanya memandang punggung Tetsuya yang semakin lama semakin jauh dari pandangannya.

Terpopuler

Comments

bysatrio

bysatrio

Agak aneh., but, masi bisa di ikuti ceritanya

2024-01-22

1

Sutono jijien 1976 Sugeng

Sutono jijien 1976 Sugeng

sensei stupid,😂👍👍👍👍

2024-01-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!