Tetsuya yang melangkah keluar merasa bingung, karena banyak sekali murid murid dan staff yang melihat dirinya dengan wajah tercengang di sekitar pintu dungeon, terutama para siswi perempuan bahkan ada yang sampai jatuh menabrak tiang.
“Apa sih ? bukannya biasanya mereka semua menganggap ku angin walau tubuh ku besar.” Ujar Tetsuya dalam hati karena merasa risih.
Dia berjalan dengan cepat masuk ke dalam gedung sekolah, ternyata begitu sampai dalam, dia juga menjadi pusat perhatian. Tetsuya yang merasa pakaiannya compang camping dan kebesaran berusaha menutupi tubuh nya sambil memegangi celananya, dia berjalan setengah berlari menuju ke ruang loker. Sementara para siswa dan siswi yang melihatnya,
“Eh...siapa dia ? kok rasanya aku baru lihat ?” Tanya seorang siswa kepada siswi di sebelahnya.
“Itu tanduknya beneran ?” Tanya siswi di sebelahnya.
Tetsuya yang masuk ke ruang loker, mengunci pintunya supaya tidak ada yang masuk lagi, dia menuju ke lokernya untuk mengambil seragam cadangannya. Langsung saja dia memakai seragamnya, tapi setelah itu dia malah jadi kaget sendiri.
“Loh, kenapa rasanya baju ku kebesaran gini ? lalu kenapa baju ini jadi pendek, perutku sampai kelihatan jelas dan celanaku kenapa jadi tiga perempat, pinggang ku kebesaran parah lagi.” Pikirnya dalam hati.
Di ruang loker ada sebuah cermin di ujung ruangan, Tetsuya langsung bercermin, dia kaget melihat dirinya sendiri,
“Itu aku ?” Tanya nya dalam hati.
Wajahnya yang sebelumnya lebar dan bulat, menjadi seperti daun dan terlihat tirus sehingga dia menjadi tampan, rambutnya yang sebelumnya coklat jadi hitam mengkilap berantakan sehingga terlihat pas dengan wajahnya dan menambah ketampanan nya, tubuhnya bertambah tinggi, jauh dari sebelumnya.
Di tambah otot otot nya semua terbentuk menjadi kekar dan perutnya terlihat kempis dengan roti sobek menghiasinya. Tapi yang paling membuat dia kaget adalah ada sepasang tanduk keluar dari kepalanya dan matanya berubah menjadi mata naga berwarna hijau.
“Aku manusia ? aku nampak seperti iblis. Apa tanduk ini bisa di cabut ?” Tanya nya dalam hati sambil mengamati dirinya sendiri.
Tetsuya memegang tanduknya dan mencoba menariknya, dia malah merasa kesakitan dan tanduk itu menempel kokoh di kepalanya. Karena tidak bisa, dia mencari cara untuk menyembunyikan tanduknya, tapi dia tidak menemukan apa apa di ruang loker, akhirnya dia pasrah menerima tanduknya. Dengan pakaian seadanya, Tetsuya keluar dari ruang loker dan menuju ke kelasnya.
“Sreeg.” Tetsuya membuka pintu kelas nya dan langsung masuk ke dalam, semua pandangan teman teman nya langsung tertuju pada dirinya, mata mereka semua membulat dan mulut mereka menganga termasuk Shigeru dan Miyako. Tetsuya tidak memperdulikan nya, dia berjalan ke mejanya, tapi ketika melihat mejanya, ada sebuah vas bunga yang di letakkan sebagai ucapan bela sungkawa.
Tetsuya memindahkan vas itu ke bawah dan duduk dengan tenang, karena mendadak kelas menjadi sepi, dia menoleh, ternyata seluruh teman sekelas termasuk sensei sedang melihat dirinya,
“Kamu Mishima-kun ?” Tanya sensei.
“Iya sensei, aku baru kembali dari dungeon.” Jawab Tetsuya.
“Hah, bukankah kamu sudah.....ah syukurlah kamu selamat.” Balas sensei pucat.
“Terima kasih sensei.” Balas Tetsuya.
Para teman sekelas langsung berkasak kusuk, mereka semua terlihat takut melihat Tetsuya yang masih hidup dan duduk di antara mereka dengan penampilan baru, terutama Shigeru dan Miyako yang terlihat sangat gelisah. Keringat deras membasahi tubuh seluruh teman sekelas, semuanya menunduk ketakutan kalau Tetsuya membeberkan apa yang terjadi di dalam dungeon kepada sensei.
Tetsuya terlihat tenang saja, dia malah menggunakan skill analyze nya untuk melihat kekuatan teman teman sekelasnya, ternyata paling tinggi adalah Shigeru yang memiliki kekuatan 2000 dengan level 25. Sisanya, termasuk Miyako baru mencapai level belasan dengan power antara 500 sampai 1000. Tetsuya tersenyum sinis melihatnya,
“Huh ternyata mereka semua lemah, dulu aku berpikir kalau mereka semua kuat dan aku paling lemah.” Ujar Tetsuya dalam hati.
Bel otomatis berbunyi, tanda pelajaran sudah selesai, Tetsuya menoleh keluar jendela dan melihat hari sudah sore. Tiba tiba sensei menghampiri dirinya,
“Mishima-kun, aku mau bicara di ruang staff, bisa minta waktumu sebentar ya ke ruang staff.” Ujar sensei.
“Baik sensei.” Balas Tetsuya.
Seluruh teman sekelas langsung menjadi lebih pucat dari sebelumnya, mereka menunduk dan tubuh mereka gemetaran. Sensei keluar dari kelas, tiba tiba, “Klang.” Sebuah pedang besar mampir ke meja Tetsuya. Tentu saja Tetsuya mengenali pedang besar itu milik siapa, dia menoleh dan melihat Shigeru yang berwajah pucat di sebelahnya.
“Kenapa kamu kembali ?” Tanya nya.
Tetsuya tidak menjawab, dia berdiri dan berbalik, ternyata dia jadi sedikit lebih tinggi dari Shigeru yang terpaksa mendongak ketika berhadapan dengannya. Tetsuya melirik melihat Miyako yang berdiri di sebelah Shigeru dan memandangnya dengan tatapan memelas. Tangan Tetsuya terjulur memegang pundak Shigeru dan menyingkirkan Shigeru dari hadapannya,
“Hei, kurang ajar, jawab pertanyaanku...”
Shigeru mengangkat pedangnya ke atas dan berniat menebas kepala Tetsuya, tapi Tetsuya berbalik dan dengan dua jarinya dia menangkap tebasan pedang Shigeru.
“Haaa, awalnya aku bermaksud untuk pergi saja tanpa menghiraukanmu, tapi kamu ternyata keterlaluan ya.”
Tetsuya memutar jarinya, pedang Shigeru langsung patah dan hancur berkeping keping, wajah nya langsung kaget. Tapi tiba tiba, “Klang.” Sebuah kapak laser tertahan pelindung otomatis berbentuk sirip naga hologram di belakang Tetsuya. Tentu saja Tetsuya langsung menoleh dan melihat siswa yang memotong lengannya mengayunkan kapak dengan wajah pucat ketakutan dan terengah engah.
“Kamu ya, baiklah....” Tetsuya berbalik.
“Waaaaaaaa....” Siswa itu berteriak.
“Klang.”
“Klang.”
“Klang.”
Siswa itu terlihat kalap dan ketakutan, dia berniat menghabisi Tetsuya dengan terus memukulkan kapaknya dengan membabi buta bahkan dia menghidupkan lasernya. Akhirnya Tetsuya menangkap kapaknya dan mematahkannya.
“Kenapa....kenapa....” Ujar siswa itu.
“Huh kenapa ? karena memang aku masih hidup.”
Tetsuya mengangkat jarinya, pecahan kapak di lantai terbang terangkat kemudian Tetsuya menggerakkan jarinya dan pecahan itu melesat ke kaki Shigeru sampai menembusnya. “Waaaa.” “Braak.” Shigeru terjatuh menghantam meja,
“Shigeru.” Teriak Miyako yang langsung menolong Shigeru.
Tetsuya mengangkat kembali jarinya, kali ini pecahan pedang terbang melayang, “Sriiing.” Tetsuya menggerakkan jarinya dan pecahan langsung melesat menancap ke leher siswa yang memegang gagang kapak. Siswa itu langsung memegang lehernya yang berdarah dan jatuh menimpa meja di sekitarnya, seluruh teman sekelas mundur karena ketakutan, tapi mereka tidak berpindah dan mengurung Tetsuya.
“Minggir, aku mau ketemu sensei.” Ujar Tetsuya.
“Hei, kenapa kamu melakukan ini ?” Tanya Miyako berteriak.
“Huh ? kenapa ? masa tidak tahu kenapa ? aku masih hidup dan tentunya aku akan menyeret kalian semua tanpa terkecuali ke penjara atas usaha pembunuhan terhadap ku.” Jawab Tetsuya.
Wajah Miyako langsung berubah menjadi semakin pucat, dia menggigit bibirnya dan terlihat sangat sangat gelisah, dia terus menatap Tetsuya. Tiba tiba sensei kembali ke kelas.
“Ada apa ini ? apa yang terjadi ?” Tanya sensei yang kaget melihat dua orang muridnya bersimbah darah.
“Mereka berkelahi sensei.” Jawab Tetsuya santai.
Tidak ada yang berani membantah pernyataan Tetsuya, semuanya diam dan menunduk, tapi Shigeru berusaha berdiri,
“Dia sensei, dia yang melukai ku...” Teriak Shigeru sambil menunjuk Tetsuya.
“Benarkah itu Mishima-kun ?” Tanya sensei.
“Wah sensei, lihat apa yang menancap di kakinya dan lihat apa yang menancap di leher orang itu.” Jawab Tetsuya sambil menunjuk siswa yang terkapar itu.
Sensei melihat pecahan kapak yang menancap di kaki Shigeru, kemudian dia berpindah ke murid yang tergeletak, dia memeriksa murid itu, wajah sensei langsung berubah, kemudian dia memeriksa leher murid itu dan melihat patahan pedang Shigeru menancap di sana, dia menoleh kepada Shigeru.
“Dia meninggal, Shigeru-kun, aku akan panggil polisi, kamu tolong jangan kemana mana, yang menancap di lehernya adalah pedangmu.” Ujar sensei.
“A..apa ? di..dia meninggal ? semua salah dia....salah dia sensei.” Teriak Shigeru ketakutan sambil menunjuk Tetsuya.
“Oi oi Shigeru-kun, kamu sudah membunuh berapa orang di dungeon, aku saja hampir kan, benar tidak teman teman ?” Teriak Tetsuya lantang.
“Be...benar sensei, Shigeru yang membunuh dia dan hampir mencelakai tunanganku Mishima-kun di dungeon.” Teriak Miyako.
“A..apa ? ka..kamu mengkhianati ku Miyako ? yang aku lakukan kemarin di dungeon itu demi kamu, (menoleh melihat teman sekelas) kalian semua terlibat, satu kelas terlibat. Aku tidak sendirian.” Teriak Shigeru.
Langsung seluruh teman sekelas mengikuti jejak Miyako dan menjadikan Shigeru pelaku tunggal kejadian di kelas maupun di dungeon. Shigeru yang tidak bisa berkata apa apa lagi untuk membela dirinya karena seluruh kelas menunjuk dirinya hanya bisa menahan geramnya, dia menoleh melihat Tetsuya dan memaksakan diri untuk berdiri,
“Semua gara gara kamuuuu....” Teriak Shigeru sambil melayangkan tinjunya.
“Kraaak.” Tinju Shigeru tertahan oleh pelindung otomatis Tetsuya, lengannya patah dan tinjunya langsung hancur, “Gyaaaaah...Miyako...tolong.” Teriak Shigeru kesakitan, tapi Miyako diam saja dan malah mendekati Tetsuya kemudian merangkul lengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Pena Fantasy
Ini Miyako & Shigeru kyknya cocok nih diadu sama Karakter dari novelku😆
2024-02-20
1
Sutono jijien 1976 Sugeng
lucu tuh Miyako masih nanya😂
2024-01-17
0
Fawa Atwa
Smgttt kakk, jika berkenan mampir juga yuk ke karya pertamaku yang berjudul "Perasa
2024-01-10
0