Chapter 16

Sekitar 15 menit kemudian, Hikari dan Aoi sampai di depan apartemen Fudo dan Midori, Tetsuya cukup terpana melihat Aoi yang tingginya hampir sama dengan Hikari dan jauh lebih seksi dari sebelumnya, selain itu dia juga melihat mata Aoi yang hijau terang dengan wajah yang lebih cantik dari sebelumnya.

“Ke..kenapa Tetsuya-kun, kok kamu melihatku seperti itu ?” Tanya Aoi grogi.

“Hoi mesum...” Tegur Hikari.

“Oh maaf, aku tidak sangka Aoi ternyata sama dengan kita haha.” Balas Tetsuya.

“Lalu, kenapa kamu menyuruh kami kesini ?” Tanya Hikari.

“Um, aku mau minta tolong kalian menjaga dia sementara dan membawa dia ke rumah.” Jawab Tetsuya sambil melirik Midori yang bersembunyi di belakangnya.

Tetsuya mengangguk kepada Midori di belakangnya dan tersenyum, tanda kalau Hikari dan Aoi bisa di percaya, dengan perlahan Midori keluar mengintip dari belakang Tetsuya. Hikari dan Aoi yang melihat Midori langsung kaget dan terpana.

“Siapa dia Tetsuya ?” Tanya Hikari.

“Namanya Akatsuki Midori, dia adik teman baru ku. Aku berencana menolong kakaknya.” Jawab Tetsuya.

“Eh Akatsuki ? dia adik Akatsuki-kun ?” Tanya Aoi.

“Oh kamu kenal ?” Tanya Tetsuya.

“Tentu saja kenal, kelas 1 aku sekelas dia walau dia jarang masuk ke sekolah dan sekalinya masuk dia tidur di kelas, sekelas jadi kenal dia karena memang begitu sikapnya.” Jawab Aoi.

“Oneechan teman oniichan ?” Tanya Midori kepada Aoi dengan wajah datar.

Aoi langsung maju dan jongkok di depan Midori, dia memegang tangan Midori yang tidak memeluk boneka.

“Iya, aku teman oniichan mu, ikut oneechan yu, kita kerumah oneechan dulu, biar Tetsuya-oniichan jemput oniichan mu.” Ujar Aoi.

“Iya, Midori mau.” Ujar Midori.

“Oi kamu perlu bantuan ?” Tanya Hikari kepada Tetsuya.

“Tidak usah, biar ku jelaskan dulu situasinya.” Jawab Tetsuya.

Kemudian dia menjelaskan apa yang terjadi selagi dia di sekolah sampai sekarang, dia juga memperlihatkan smartphone Midori yang menunjukkan lokasi tempat Fudo berada yang tidak terlalu jauh. Tetsuya mengatakan kalau Fudo mungkin menyelinap masuk ke dalam dungeon, jadi kalau ramai agak susah untuk menyusulnya menyelinap masuk.

“Baiklah, aku mengerti, hati hati.” Ujar Hikari.

“Iya, aku tahu..aku pergi.” Balas Tetsuya.

“Ya, jangan lama lama.” Balas Hikari.

“Iya iya aku tahu, titip Midori-chan ya.” Balas Tetsuya sambil berlari pergi.

Hikari terus melihat Tetsuya yang berlari semakin lama semakin menjauh dari tempatnya berdiri, Midori melihat ke arah wajah Hikari yang terlihat sedikit cemas,

“Oneechan pacar Tetsu-oniichan ya ?” Tanya Midori polos sambil mendongak melihat wajah Hikari.

“Hah...huh...eh...tentu saja bukan....” Jawab Hikari dengan wajah sedikit merona merah.

Dia menoleh melihat Aoi yang tersenyum senyum saja dan melihat Midori yang sepertinya tidak puas dengan jawabannya.

“Ba..baiklah, ayo kita pulang, kita tunggu di rumah saja. Yuk Midori-chan, oh ya, namaku Hikari ya.” Ajak Hikari grogi sekaligus memperkenalkan diri kepada Midori.

“Midori sudah tahu kok, tadi Tetsu-oniichan sudah cerita tentang siapa yang dia panggil buat menemani Midori, yang berambut biru namanya Aoi-oneechan dan yang seperti baba namanya Hikari-oneechan.” Ujar Midori dengan wajah datar.

“Hah dia bilang apa ? lihat saja kalau pulang nanti, awas dia.” Ujar Hikari geram.

“Hihihi kalian memang akrab ya.” Balas Aoi.

Midori menggandeng Hikari dan Aoi yang membawakan bonekanya, berjalan menuju ke rumah Aoi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari apartemen tempat Fudo dan Midori tinggal. Sementara itu, Tetsuya berlari menuju dungeon yang lokasinya juga tidak jauh dari apartemen Fudo. Ketika sampai, dia bersembunyi di balik sebuah gedung dan mengintip ke pintu masuk dungeon. Ada beberapa tentara yang menjaga pintu masuk yang tertutup rapat, Tetsuya yang membawa smartphone Midori memastikan kembali lokasinya.

“Tidak salah lagi, lokasinya memang dungeon ini, dia menyelinap ke dalam, tapi lewat mana, semua di jaga ketat.” Pikir Tetsuya.

Tetsuya melihat sekelilingnya, dia berjalan keluar berbaur dengan para penjalan kaki untuk memutar ke bagian samping dungeon. Ketika sudah sampai, dia langsung berbelok dan melihat area di depannya tidak di jaga. Tetsuya mendekat, dia melihat pagar besi yang membatasi areal dungeon dengan jalan. Tetsuya menoleh ke kanan dan kiri, melihat ke atas dan ke bawah untuk melihat ada tidaknya kamera pengawas di daerah tempat dia berdiri.

Setelah memastikan semua aman, Tetsuya mengangkat tangannya, cahaya hitam keluar dari telapaknya, dua buah pagar besi di depannya langsung melengkung membentuk celah. Tetsuya menyelinap masuk ke dalam kemudian membuat pagar besinya kembali seperti semula, dengan mengendap ngendap dan merapat ke dinding bangunan dungeon yang mirip seperti piramid karena memang di buat demikian, supaya tidak tersorot oleh kamera pengawas. Setelah sampai pintu masuk, dengan perlahan dia mendorong pintunya.

Pintu terbuka sedikit, Tetsuya menyelinap masuk dan dari dalam dia menarik pintunya supaya tertutup rapat kembali. Namun ketika di dalam,

“Fiuuh aku masuk, tapi ini bau apa ? bau amis bercampur bau besi.....ini bau darah.” Ujar Tetsuya.

Dia langsung berjalan maju dengan perlahan, tiba tiba kakinya menendang sesuatu, karena terlalu gelap dia tidak bisa melihat apa yang mengganjal di kakinya, dengan perlahan dia jongkok dan mengambil smartphonenya, dia menyalakan senter dan melihat ke bawah, Tetsuya langsung kaget karena di yang barusan tertendang olehnya adalah Fudo yang tergeletak, dia langsung menyoroti tubuh Fudo,

“Oh tidak....apa yang terjadi dengannya.” Ujar Tetsuya.

Dia melihat kedua kaki Fudo terpisah dan bagian perutnya berlubang bekas sayatan senjata laser karena lukanya melebar kesamping sepanjang perut. Tapi dia melihat Fudo masih bernafas, dia langsung menyoroti wajah Fudo yang kedua matanya berdarah.

“Si..siapa ?” Tanya Fudo.

“Ini aku, Tetsuya.” Jawab Tetsuya.

“Ke..kenapa kamu di sini, ma..mana Midori ?” Tanya Fudo.

“Midori aman, apa yang terjadi dengan mu ? kenapa kamu jadi seperti ini ?” Tanya Tetsuya.

“Aku di serang dari belakang hahaha, rupanya para debt collector itu menungguku di sini, mereka mengambil ginjal ku untuk membayar hutang. Bodohnya aku...” Jawab Fudo.

“Sudah jangan bicara, aku akan membawamu keluar dari sini.” Ujar Tetsuya.

Tangan Fudo naik berusaha menggapai sesuatu, akhirnya dia memegang lengan Tetsuya dengan erat,

“Percuma, aku sudah sekarat. Tetsuya, walau kita baru bertemu dan bicara hari ini, aku sudah menganggap kamu teman ku, ku mohon, tolong jaga...Midori.” Ujar Fudo lemah.

“Aku mengerti, Midori-chan aman bersamaku.” Balas Tetsuya memegang tangan Fudo yang sedang memegang lengannya.

“Terima...kasi.....”

Fudo terdiam, Tetsuya menyinari wajahnya, wajah Fudo sudah menjadi kaku, Tetsuya menunduk dan dengan perlahan melepaskan tangan Fudo yang masih memegang lengannya. Dia melipat kedua lengan Fudo di perutnya yang berlubang karena sabetan laser.

“Selamat jalan temanku, aku pasti akan menjaga Midori-chan menggantikan mu.” Ujar Tetsuya.

Dia langsung berdiri dan berbalik berniat pergi dari sana, tapi ketika baru beberapa langkah, cahaya hijau yang sangat terang menyinari belakangnya. Tetsuya langsung berbalik dan melihat tubuh Fudo mengeluarkan cahaya hijau yang terang.

“Ha ha...haha....temanku, aku tidak jadi menjaga Midori-chan menggantikanmu, jaga sendiri Midori-chan untuk kedepannya ya.” Ujar Tetsuya sambil tersenyum lebar.

Tetsuya langsung berlari kecil menghampiri Fudo, dia melihat kedua kaki Fudo mulai menyambung kembali, lubang lebar di perunya mulai menutup, matanya yang di cungkil dan kelopaknya terlihat kosong mulai menggembung terisi kembali walau terpejam. Setelah itu, rambut Fudo yang panjang berantakan dan berwarna pirang rontok, kemudian keluar lagi rambut panjang sampai bahu berwarna merah menyala seperti api dan berantakan. Wajahnya yang terlihat tenang dan kurus terlihat makin terisi menjadikannya sangat tampan.

Tubuhnya yang kurus walau kekar mulai terisi menjadi sedikit lebih gemuk dan bertambah kekar, kakinya yang sudah tersambung mulai memanjang menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, mungkin tinggi Fudo sekarang kurang lebih sama seperti Tetsuya padahal sebelumnya Fudo hanya setinggi pundak Tetsuya. Dadanya merekah dan sebuah batu permata berdenyut seperti jantung menyeruak keluar dan muncul dua buah tanduk di kepalanya. Tetsuya langsung menggunakan skill analyzenya dan membaca inner forcenya,

***************************************************************

Nama                   : Akatsuki Fudo.

Inner soul            : Blaze Dragnar.

Level                     : 1 / 99

Power                   : 10.000

Passive                 : Ancient martial arts mastery, Dragon armor, Modified arm, Auto barrier.

Active                    : Blaze dragon breath, Big bang, Fire manipulation, Blaze dragon form.

Utility                    : Analyze, Item box.

***************************************************************

Senyum lebar nampak di wajah Tetsuya, dia terus melihat perubahan Fudo yang terjadi di depannya di dalam cahaya hijau yang menerangi ruangan yang awalnya gelap gulita.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!