“Ugh...sudah pagi....huh ?”
Tetsuya terbangun, dia sadar kalau dirinya masih di dalam dungeon dan masih di ruang yang sama. Dia memegang kepalanya menggunakan tangan nya dan merasakan ada keanehan di kepalanya. Tangannya memegang sesuatu di kepalanya,
“Huh ? apa ini ?” Tanya Tetsuya.
Dia terus meraba raba tanduk yang muncul di kepalanya menggunakan kedua tangannya, kemudian dia menyadari kalau tangannya sudah menempel kembali.
“Huh ? tanganku bukannya sudah putus ya ?” Pikirnya sambil melihat tangannya.
Dia membolak balik tangannya, kemudian mencoba menggenggam dan melepaskan tangannya, dia langsung meraba perutnya yang seharusnya sudah terkoyak dengan isinya keluar, bukannya menemukan lubang di perut, dia malah merasakan seluruh perutnya hilang dan muncul lekukan lekukan di perutnya yang menyerupai roti sobek.
“Luka ku hilang bahkan perutku juga hilang ? huh ? yang benar ?” Tanya nya dalam hati sambil melihat ke bawah.
Tapi yang menarik perhatiannya adalah sebuah permata yang menonjol di dadanya yang jelas terlihat kalau dia melihat ke bawah, dia mencoba menyentuhnya, permata itu terasa hangat dan berdenyut layaknya jantung. Kemudian dia memeriksa luka di bahunya dan luka luka lainnya, kemudian dia meraba wajahnya, dia sadar wajahnya tidak selebar sebelumnya. Dia langsung kembali melihat kedua tangannya,
“Apa yang terjadi dengan ku ? aku benar benar tidak mengerti.” Pikirnya.
Setelah itu, dia berdiri, dia merasakan dirinya menjadi lebih tinggi karena pandangan nya berbeda dari sebelum nya. Dia juga merasakan langkahnya menjadi ringan, dia melompat lompat di tempat, dia bisa merasakan dirinya sedikit melayang ketika melompat. Kemudian dia mencoba berjalan maju, akhirnya dia berkeliling di dalam ruangan yang pintu gerbangnya masih terkoyak.
“Aku tidak mengerti sama sekali.” Pikir Tetsuya bingung.
Ketika dia sedang bingung, “Brak.” Terdengar suara dari pintu gerbang yang terkoyak, Tetsuya menoleh, dia melihat monster yang sama persis dengan monster yang menurut dia hampir membunuh nya berusaha menerobos keluar dari ruangan sebelah. Melihat itu, Tetsuya mundur, dia masih teringat pengalaman buruk ketika bertemu monster yang sama sebelumnya.
“Skrieeeeek.” “Brak...brak.”
Monster itu berusaha menerobos keluar, Tetsuya mundur perlahan mengarah ke pintu keluar,
“Aku harus lagi dari sini...” Pikirnya.
Ketika berbalik, Tetsuya terjatuh, “Braaak.” Monster itu keluar dari gerbang dan “Clak...clak...clak.” Dia berlari menuju ke arah Tetsuya. Tanpa sadar Tetsuya yang ketakutan memegang dadanya, tubuh Tetsuya langsung di selimuti cahaya hijau terang yang sangat menyilaukan mata. Monster itu maju dan mengangkat kakinya yang seperti pisau itu kemudian menebas Tetsuya.
Tetsuya mengangkat tangannya untuk menangkis tebasan kaki itu, “Klang.” Kaki monster itu melayang karena terputus ketika membentur lengan Tetsuya.
“Skrieeeeek.”
Monster itu mundur ke belakang, ke delapan matanya bergerak gerak tanda dia kesakitan karena kakinya terputus.
“Huh ? apa yang terjadi ?” Tetsuya melihat tangannya.
Dia kaget karena tangan, pergelangan tangannya dan tubuhnya di selimuti oleh armor yang sangat keras dan berbentuk seperti sisik naga.
“Huh apa ini ?” Tanya nya bingung sambil melihat lengannya.
“Skrieeek.”
Monster kembali maju dengan tertatih karena kakinya terputus, dia menyerang dengan kedua capitnya. Tetsuya menangkap kedua capitnya dan menendang lurus ke depan menghujam kepala bermata delapannya. “Bress.” Kaki Tetsuya bersarang di dalam kepalanya dan menghancurkan ke delapan matanya, tapi monster itu malah menyerang dengan ekornya ketika jatuh.
Tetsuya melihat ekor monster itu menuju dirinya dengan kecepatan yang sangat lambat seperti slow motion, dengan santainya dia menangkap ekornya dan mengangkat tubuh besar monster itu kemudian membantingnya ke belakang.
“Huff...huff....aku...menang ? benarkah aku menang ?” Tanya Tetsuya tidak percaya melihat monster yang terlentang di depannya dan tidak bergerak lagi.
Dia berjalan maju mendekati monster yang terlentang di hadapannya dengan perlahan dan hati hati, lalu dia memeriksa monster itu dengan seksama, kakinya menendang tubuh monster itu dengan perlahan tapi tidak ada reaksi, tidak puas dia mengambil sebuah batu dan melemparnya kepada monster sambil tetap bersiaga, namun tetap tidak ada reaksi, monster itu benar benar tidak bergerak lagi.
"Aku menang....yeeees....aku benar benar menang." Teriak Tetsuya yang tanpa sadar mengangkat kedua tangannya dengan ceria.
“Blung.” Sebuah window inner force seperti hologram yang melayang berwarna biru melayang di depan wajah nya. Tetsuya langsung melihat dan membaca tulisan di dalamnya,
*********************************************
Nama : Mishima Tetsuya.
Inner soul : Steel Dragnar.
Level : 1 > 10 / 99
Power : 10.000 >100.000
Passive : Ancient martial arts mastery, Dragon armor, Modified arm, Auto barrier.
Active : Steel dragon breath, Thousand weapons, Metal manipulation, Steel dragon form.
Utility : Analyze, Item box.
**********************************************
“Huh ? ini....inner force ? seperti pakai tablet ketika memeriksa inner force ? tapi aku bisa melihat inner force ku tanpa tablet.” Ujar Tetsuya bingung.
Dia menekan nekan layar hologram di depannya dan membaca keterangan setiap kemampuannya, setelah itu dia mengangkat tangannya dan mencoba mengubahnya menggunakan skill “modified arm”, dia memejamkan mata dan membayangkan lengannya berubah menjadi sebilah pedang, dia merasakan tangannya bergerak dan berubah, dia membuka matanya dan tangannya menjadi sebilah pedang berwarna hitam yang sangat keras.
“Whoaaah bisa seperti ini.” Ujar Tetsuya kagum.
Tetsuya langsung duduk bersender di dinding, dia mencoba mengubah tangannya menjadi bermacam macam senjata namun pada akhirnya dia hanya bisa mengubah kedua tangannya menjadi pedang atau pisau. Setelah itu, dia mengangkat tangannya ke arah gerbang besi dan pintu gerbang yang terkoyak itu terlepas melesat kencang ke arah dirinya. Tetsuya memejamkan mata karena takut, ketika mengintip pelan pelan, ternyata pintu besi itu melayang di depannya.
Dia menggenggam tangannya dan pintu itu seperti di remas berubah bentuk menjadi bola dari besi. “Blung.” Bola besi yang terbuat dari pintu itu jatuh ke tanah menimbulkan bunyi kencang dan meretakkan lantai tanda bola itu sangat berat.
“Luar biasa, tapi yang lainnya aku tidak berani coba.” Ujar Tetsuya.
Setelah puas membaca keterangan di layar hologram itu, Tetsuya mengerti bagaimana mengeluarkan layar itu dan mematikannya, semuanya di kendalikan oleh pikirannya. Dia mencoba mematikan dan menampilkan nya kembali, berkali kali,
“Aku mengerti cara pakai kemampuanku, rupanya tinggal membayangkan dan menyebutkan nama skill nya di dalam hati, untuk layarnya tinggal sebutkan inner force.” Pikirnya sambil meletakkan tangan di dagu.
Tiba tiba dia melihat banyak debu cahaya berterbangan di depan wajahnya, dia menoleh ke arah tubuh monster yang sudah mati karena asal debu cahaya itu dari sana. Ternyata tubuh monster itu sedang terurai menjadi debu cahaya yang berterbangan ke segala arah, sebuah kristal besar terjatuh, Tetsuya berdiri mengambilnya. Setelah mengambil kristal, Tetsuya menoleh melihat dirinya, dia menyadari kalau pakaian nya hancur dan sangat kebesaran.
“Sebaiknya aku keluar dulu dari sini...” Gumam Tetsuya.
Dia berdiri dan berjalan ke pintu keluar dari dungeon sambil memegangi celananya supaya tidak melorot, dia melewati lantai demi lantai sampai ke atas. Ketika sampai di pintu keluar, dia melihat pintu nya tertutup, dia mencari bagaimana cara membukanya, akhirnya dia menemukan tombol di dinding yang berada di kanan, dia menekan nya dan pintu terbuka. Sinar matahari masuk, Tetsuya menutup wajah nya dengan tangan sambil melangkah keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
bysatrio
Novel bagus
2024-01-22
0
Sutono jijien 1976 Sugeng
keren banget sampai tamat author
2024-01-16
0
1vhy
ayo thor saling support💪
2024-01-12
0