Chapter 14

“Ah.” Tetsuya langsung mengambil berkas yang di berikan sensei dari dalam tas milik Aoi dan memberikannya pada Fudo yang langsung mengambilnya dan membacanya.

“Jadi kamu kesini hanya untuk mengantar ini ?” Tanya Fudo sambil memperlihatkan berkasnya.

“Ya, aku pergi dulu, kata sensei tolong di isi dan kembalikan ketika masuk nanti.” Jawab Tetsuya yang berbalik melangkah.

“Tunggu, kamu sudah melihat adik ku, Midori, aku tidak bisa membiarkan mu begitu saja.” Ujar Fudo.

Tetsuya melirik melihat Midori yang berdiri memeluk bonekanya di depan pintu, “Oh namanya Midori-chan ya.” Ujar Tetsuya dalam hati, kemudian dia menoleh melihat Fudo.

“Hoo....memang apa yang mau kamu lakukan ?” Tanya Tetsuya.

Tiba tiba kaki Fudo naik melayang ke arah kepala Tetsuya, dengan santai Tetsuya menangkap kaki Fudo.

“Hmm ?” Tetsuya melirik ke belakang.

“Hehe menarik.” Balas Fudo.

Kaki sebelahnya kembali menedang ke arah kepala Tetsuya dengan sebelah kaki masih di pegang oleh Tetsuya, tangan Tetsuya terangkat berniat menangkis kaki Fudo, tapi kaki Fudo malah naik keatas dan tumitnya mengarah ke ubun ubun Tetsuya. Langsung saja Tetsuya menarik kaki Fudo yang masih di pegangnya dan melepasnya, Fudo yang hilang keseimbangan langsung di tangkap Tetsuya dan di banting ke lantai dengan tapak Tetsuya menekan dadanya di lantai, tapi kakinya masih jatuh ke kepala Tetsuya yang menangkisnya dengan menaikkan lengannya.

“Hebat juga bisa menendang dari sudut ini.” Ujar Tetsuya sambil melirik ke atas.

“Kamu juga hebat Mishima Tetsuya, baru kali ini ada yang berhasil menangkis tendanganku.” Balas Fudo yang terbaring di lantai dengan wajah tersenyum.

Midori yang melihat Fudo terjatuh langsung berlari keluar dan menghampiri Fudo, dia langsung memeluk Fudo dan menatap tajam ke arah Tetsuya dengan wajahnya yang lucu.

“Ah maaf, sepertinya dia marah.” Ujar Tetsuya melepaskan tapaknya dan berdiri.

Tetsuya menjulurkan tangannya ke arah Fudo yang langsung menyambutnya dan berdiri, Midori memeluk kaki Fudo sambil terus menatap ke arah Tetsuya tanpa bicara sepatah katapun.

“Masuk dululah, tidak sopan kalau datang mengantar sesuatu untuk ku dan langsung pulang.” Ujar Fudo.

“Baiklah...aku terima tawarannya.” Balas Tetsuya.

Ketiganya masuk ke dalam apartemen, begitu di dalam, Tetsuya melihat kondisi bagian dalam apartemen Fudo dan Midori, ternyata hanya ada satu kamar mandi dan satu ruang tengah yang kosong melompong tidak ada apa apanya. Di dinding hanya ada sebuah foto tertempel, foto keluarga Fudo dan Midori yang masih bersama dengan kedua orang tuanya. Di foto, rambut Midori masih berwarna hitam dan tidak sepanjang sekarang yang panjangnya sampai ke kaki, telinganya juga masih pendek seperti manusia biasa dan matanya hitam.

“Keluargamu ?” Tanya Tetsuya kepada Fudo ketika melihat foto itu.

“Ya, orang tua kami sudah meninggal karena kecelakaan, sedangkan adik ku sakit, aku tidak harus mencari uang untuk pengobatan adikku dan kehidupan sehari hari kami.” Jawab Fudo.

Tetsuya melihat Midori yang sedang duduk sambil menatap bonekanya, bagi Tetsuya, Midori terlihat tidak sakit sama sekali dan sehat sehat saja, dia jadi tergelitik ingin bertanya,

“Memang Midori-chan sakit apa ?” Tanya Tetsuya.

“Kamu tidak lihat ? sekarang dia berubah, rambutnya menjadi hijau, di kepalanya keluar tanduk dan matanya menjadi hijau, tapi yang paling penting ada batu permata berdenyut di dadanya, lihat saja di foto, Midori yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang kan ?” Tanya Fudo sambil menunjuk fotonya.

“Haaaa....jadi maksudmu dia sakit karena dia menjadi seperti ku ?” Tanya Tetsuya sambil menunjuk tanduk di kepalanya.

“Mungkin, aku sendiri tidak tahu, aku pernah membawa Midori ke dokter, katanya dia kena radiasi atau apalah dan untuk mengobatinya harganya mahal.” Jawab Fudo.

“Hahahahaha....” Balas Tetsuya tertawa kencang.

“Kenapa malah tertawa.” Balas Fudo geram.

“Maaf....lihat ini.”

Tetsuya membuka baju bagian atasnya, dia memperlihatkan batu permata berwarna hijau berdenyut yang sama dengan penyakit Midori.

“Kamu juga sakit ?” Tanya Fudo bingung.

“Aku jelaskan, tapi sebelumnya aku mau memeriksa sesuatu.” Jawab Tetsuya.

Dia langsung menggunakan skill analyze nya kepada Midori, muncul sebuah layar hologram melayang di depan wajahnya dan dia langsung membacanya,

***************************************************************

Nama                   : Akatsuki Midori.

Inner soul            : Nature Dragnar.

Level                     : 1 / 99

Power                   : 10.000

Passive                 : Ancient martial arts mastery, Dragon armor, Modified arm, Auto barrier.

Active                    : Nature dragon breath, Yggdrasil wrath, Green heal, Roots, Nature dragon form.

Utility                    : Analyze, Item box.

***************************************************************

“Ok tidak salah lagi, adik mu Midori adalah Nature Dragnar.” Ujar Tetsuya.

“Huh ? apa maksudmu ? aku tidak mengerti.” Balas Fudo.

Tetsuya menjelaskan apa yang terjadi kepada Midori dan apa itu dragnar kepada Fudo, dia juga menjelaskan kalau dirinya dan Midori bukan satu satunya yang memiliki tanduk dan bermata hijau seperti naga.

“Jadi begitu, aku baru tahu, waktu itu Midori sakit parah dan pingsan, aku tidak punya uang untuk menolongnya, tapi tiba tiba dia berubah menjadi seperti sekarang dan koma cukup lama, sampai hampir dua bulan. Aku berniat mengembalikan dia menjadi seperti semula, Midori tidak memiliki teman di sekolahnya karena di anggap aneh, aku tidak tega melihatnya.” Ujar Fudo sambil mengepalkan tangan.

“Oh berarti waktu itu Midori-chan meninggal dan hidup lagi, sama sepertiku, kamu sudah dengar kasusku kan ?” Tanya Tetsuya.

“Aku tidak tahu, kamu kan dengar sendiri dari sensei, aku tidak pernah masuk sejak naik ke kelas dua, tapi kalau di pikir pikir benar juga, dulu kamu gemuk dan lebar, sekarang berbeda jauh walau wajah mu aku masih bisa mengenalinya.” Ujar Fudo.

Tetsuya menceritakan apa yang terjadi pada dirinya belakangan ini, Fudo yang mendengarnya kaget karena tidak menyangka ada kejadian seperti itu di sekolahnya.

“Kurang ajar sekali Shigeru, aku dari dulu memang tidak suka kepadanya, sok ganteng dan sombong.” Ujar Fudo.

“Yah itulah yang terjadi.” Balas Tetsuya.

Midori melihat Fudo yang terus memegang tangannya, setelah di perhatikan rupanya tangan Fudo sedikit terluka, mungkin ketika dia di keroyok di taman. Midori langsung menghampiri Fudo dan melihat tangannya, kemudian dia membuka telapaknya dan menaruhnya di atas luka Fudo, telapak tangan Midori mengeluarkan cahaya berwarna hijau yang menyinari luka Fudo. Tetsuya dan Fudo tercengang karena luka di tangan Fudo mulai mengecil dan semakin lama semakin menutup sampai akhirnya sembuh tanpa ada bekas sama sekali.

“Sudah oniichan.” Ujar Midori.

“Apa yang barusan kamu lakukan Midori ?” Tanya Fudo kaget.

“Aku menyembuhkan luka oniichan.” Jawab Midori sambil tersenyum.

Fudo langsung memeluk adiknya dan berterima kasih, Midori juga terlihat senang karena bisa membantu kakaknya. Tetsuya tersenyum melihat kedua kakak beradik di depannya, tapi tiba tiba “Blaak.” Pintu unit apartemen Fudo di tendang seseorang sampai terbuka lebar.

“Fudo-kun, kami datang...” Ujar seorang pria bertubuh besar dan tinggi yang menggunakan jas hitam.

Melihat pria itu, Fudo langsung menyembunyikan Midori di belakangnya dan menatap wajah pria berjas yang masuk bersama dua anak buahnya yang juga memakai jas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!