3 hari diperjalanan mereka dipertemukan dengan beberapa mahkluk yang aneh, namun 1 grup dari mereka bukanlah tandingan mahkluk mahkluk yang berkeliaran disana. Singkat cerita mereka telah sampai di lembah kristal.
“whoaaa!! Tempat ini begitu bersinar dan indah! Aku ingin ambil beberapa untuk dipajang dirumahh!” ucap Kenzho kegirangan melihat begitu banyak kristal yang ada di lembah ini, tidak heran jika orang orang menyebutnya lembah kristal. Tetapi kristal disini tidak bisa diambil sembarangan. Harus ada alat khusus untuk menambangnya. Kristal ini tidak bisa dihancurkan atau ditambang dengan alat biasa atau alat lain yang bukan khusus menambang.
“apa kita akan langsung memulai ujiannya sekarang kek?” ucap Simon.
Kakek tonbei melihat keadaan sekitar, tidak terlihat ada monster atau manusia disekitar sini. Namun untuk berjaga jaga mereka memutuskan untuk istirahat agar rasa lelah mereka hilang. Mereka membangun tenda di tanah lapang , daerah ini cukup luas dan tidak banyak kristal yang berada disana, jadi mereka membuat tenda disana. Mereka menyewa pelayan untuk menjaga dan membersihkan rumah besar dan rumah kakek tonbei setiap 2 hari sekali supaya rumah itu tetap bersih dan terjaga.
kembali ke kondisi saat ini, Simon, Aisha, dan Kenzho berjalan jalan mengelilingi lembah untuk melihat lihat. Sebenarnya Simon ingin pergi sendiri, namun kedua adiknya memaksa ingin ikut denganya, karena tidak mau elakukan debat konyol diapun mengiyakan permintaan mereka berdua untuk ikut bersamanya.
Suasana begitu tenang dan hening. Di lembah ii sepertinya tidak ada monster apapun , atau mungkin mereka semua sudah dihabisi oleh seseorang hingga tidak mampu untuk berkebang biak lagi karena beberapa kali simon menemukan kerangka monster disegala tempat yang dia lewati.
“tempat ini indah banget……...tapi jadi sedikit seram karena banyak kerangka monsternya.” Ucap aisha
“Iya yaa…. Tapi kristal kristal ini begitu indahh, bercahaya dan berkilau!” ucap kenzho sambil sesekali memegangi kristal disana. Mereka bertiga menghabiskan waktu jalan jalan mengelilingi lebah yang bisa dibilang cukup luas juga. Namun untungnya lembah ini lebih kecil daripada desa mereka. Maksudnya, wilayah desa mereka lebih luas dibandingkan dengan lembah ini.
Setelah Simon, Aisha, dan Kenzho kembali hari sudah mulai gelap. Kakek tonbei mengumumkan ujiannya akan dilakukan besok pada siang hari.
****************
Keesokan harinya, tibalah saatnya untuk penentuan, sebelum bertarung kakek Tonbei pergi ke tenda Simon mengungkapkan sesuatu pada Simon. “ sejujurnya ini adalah ujian untuk dirimu sendiri, kakek ingin kamu belajar menjadi pemimpin yang kuat dan bijaksana. Aisha menceritakan semuanya padaku ketika kalian berkelana dna menceritakan bagaimana kau memimpin teman temanmu, dan sekarang kakek ingin menguji kekuatanmu juga. Jadi ini adalah penentuan untuk membuatmu berkembang daan akan jadi apa kau nantinya.”
Reaksi Simon ternyata tidak terkejut sama sekali, dia tidak terlalu peduli soal siapa yang terkuat atau siapa yang mengatur, hanya saja Simon selalu berfikir dengan cepat dan langsung meminta teman temannya untuk melakukan apa yang sudah dia rencanakan. Jika ada orang lain lebih bijaksana dan cepat tanggap sepertinya, Dia tidak keberatan untuk digantikan. Kita tau tujuan utama simon adalah untuk menghancurkan kerajaan tartarus. Bukan menjadi orang penting.
Setelah berbicara akhirnya simon dan kakek tonbei pergi ke area yang akan digunakan untuk ujian. Disana Steffan, Kenzho, dan juga Sasha sudah bersiap untuk melawan Simon. Simon masuk kedalam area ujian dan bersiap dengan memegang pedangnya. “ayo, maju.” Ucapnya dengan nada datar.
Steffan melompat ke depan dan menghadapi Simon, menyerangnya dengan liar. Simon dengan mudah menghindari serangan Steffan. Tujuan steffan adalah mengalihkan perhatian Simon. Dari belakang dibalik kristal Kenzho melemparkan pedangnya. Simon menyadarinya dan menangkis pedang itu dengan tanganya bahkan tanpa melihatnya dan tetap fokus mengamati steffan.
Ditengah tengah serangan Steffan tiba tiba mengambil tanah dan melemparnya ke wajah Simon. Simon menutup matanya agar tidak kemasukan tanah. Tiba tiba Sasha muncul dari belakang Steffan sembari bersiap menyerang dengan tongkatnya. Simon langsung menggunakan kekuatan aliran listriknya untuk menghempaskan Sasha menjauh darinya bersamaan dengan Steffan.
Kenzho Mendekati Simon karena dia kebal terhadap listrik. Simon tau akan hal itu dan menghadapinya dengan tangan kosong. Gerakan mereka sama sama cepat dan tepat. Setiap serangan Kenzho mengenai Simon, tetapi serangan itu juga ditahan oleh Simon dengan tangannya begitupun sebaliknya. Steffan yang terjatuh diantara bebatuan langsung bangkit untuk membantu Kenzho.
Dengan sigap Simon mendorong Kenzho dengan cara Menendang perutnya, dan menghadapi Steffan dengan Kekuatan listriknya Steffan melapisi tangannya dengan batu , dia melancarkan pukulan pada Simon. Merasa terancam Simon meletakan kedua tanganya untuk melindungi dirinya dari serangan itu. Benar saja, meski sudah ditahan dengan tangannya tapi serangan itu membuatnya terlempar ke tumpukan kristal.
Sasha datang dan melapisi Simon dengan Es , dia berencana menahan simon di sana. Steffan dan Kenzho berlari dan menghampiri Simon dengan cepat. Steffan melompat tinggi dan berniat menghantam Simon dengan lengan batunya. Kenzho Hanya berlari mendekat tanpa menggunakan kekuatan apapun. Karena kekuatan listrik juga tidak berpengaruh pada Simon. Sasha melemparkan kemampuan “ Icicle ” miliknya untuk menyerang Simon.
Simon tidak terlihat panik sama sekali. Dia melancarkan raungan naga petir pada Steffan . kemudian dia melepaskan diri dengan mengalirkan listrik ditubuhnya yang membuat es diseklilingnya hancur. Kemudian dia melemparkan bola petir pada Sasha. terakhir, dia mengambil pedang dan beriap menyerang Kenzho. Ketiga serangan itu dia lakukan dengan cepat.
Kakek tonbei dan teman teman yang lainnya yang sedang menonton sangat terkesan melihat simon yang bisa unggul dengan melawan mereka bertiga. “ kakakku……sudah sekuat ini.” Ucap aisha bangga sambil tersenyum. Mika juga sangat kagum melihat aksi Simon. Dia tersenyum kagum melihat Simon yang melawan kenzho dengan pedang.
Tiba-tiba, tanpa peringatan. Ledakan muncul diantara Simon dan Kenzho. Simon terkejut dan memasang ekspresi marah “ apa ini? ”
Kenzho juga bingung dan heran “ kakak?! kakak tidak apa apa?”
Muncul beberapa orang dari salah satu tebing. Salah satunya maju kedepan dan berbicara. “ hoo……..jadi……..dia adalah Simon Historia. Dan gadis itu adalah Aisha Historia huh?” ucap orang itu.
Kenzho marah karena namanya tidak disebut dan dia berteriak. “ HEI! AKU JUGA ADIKNYA KAK SIMON TAU!” Kenzho melompat dan mencoba menyerang orang itu dengan cakarnya. Orang itu melemparkan suatu jurus aneh. Simon bergegas melopat dan meraih Kenzho. Bahunya terluka terkena jurus aneh itu. Simon menyeret Kenzho menjauh dan bergabung dengan teman temannya yang lain.
“jangan sembarangan maju dasar bodoh.” Ucap Simon kesal.
Kenzho meminta maaf , namun ini bukan waktunya bertengkar karena mereka tidak tau siapa yang datang dan menganggu ujian mereka. “ siapa kau?” Simon bertanya.
Pria didepan menjawab “ aku? Aku adalah Takeru…….aku……adalah pangeran kerajaan tartarus.”
Simon terkejut dan merasa ingin langsung menyerang orang itu dengan agresif, tapi dia baru saja menceramahi adiknya dan tidak mau terlihat buruk. Kali ini Simon menahan emosinya dan menahan diri.
“jadi apa maumu.”
“cih, kalian berada di wilayah tartarus tempat ini adalah pertambangan kristal kerajaan kami.”
Kakek tonbei bingung dan berusaha menentang pendapat itu “ apa maksudmu! Ini masih di wilayah benua Saghir! Kalian lah yang masuk ke wilayah kami!.”
Takeru tersenyum dan berusaha mengejek benua Saghir. “ aduh aduh……benua kecil seperti ini mengklaim wilayah benua lain. Duhhh……. Dasar kakek tua. Kau pasti sudah pikun dan mengira wilayah ini adalah milkmu. Cuih benua Saghir lebih baik musnah daripada tinggal di tanah benua kami lalu mengklaim tanah ini sebagai tanah kalian.”
Simon dan Kenzho terbang menggunakan sayap dan menggunakan raungan naga petir pada Takeru dan bawahanya. “ jangan coba coba kau hina kakekku dengan mulut kotormu itu.” “ semuanya! Bersiap diposisi, Bertarung sesuai tugas masing masing! Kalian faham kan?”
Teman teman Simon mengangguk dan mempersiapkan diri untuk melawan Takeru. Kakek tonbei membawa Tasya ke tempat yang aman. Dan melindunginya. Meski sudah tua kakek tonbei tetaplah mantan pengguna pedang. Beberapa bawahan menyerang kearah kakek dan Tasya. Aisha sempat khawatir dan ingin membantu.
Tapi kakek tonbei menolak bantuan dan meminta aisha untuk fokus membantu Simon. Takeru memerintahkan bawahanya untuk menyerang, Sekitar puluhan prajurit tartarus berdatangan. Simon mengacuhkan para prajurit dan lurus mendekati Takeru. Takeru sedikit panic dan melompat menjauh dan Simon terus mengejarnya.
Takeru melancarkan kemampuan memanggil sebuah serigala raksasa. Serigala itu menyerang Simon dan mencakarnya tepat di tubuhnya, Simon terkejut dan kesakitan. Dari dada hingga ke perutnya terkena cakaran karena kuku serigala itu besar. Simon menggunakan raungan naga dan menghancurkan raksasa serigala itu.
Takeru terkejut dan berkeringat. Dilihat dari kondisinya, dia belum terbiasa bertarung jarak dekat sehingga dia harus memanggil sebuah serigala raksasa untuk membantunya. Takeru menembakan petir hitam kearah Simon. Simon merasa jurus itu tidak akan mempan padanya, Namun ternyata salah. Petir hitam itu menghantamnya dan membuatnya terkena sengatan listrik yang cukup kuat.
Takeru yang melihat Simon sudah tidak bergerakpun memutuskan untuk lari. “ heh, sampai jumpa.” Takeru menghilang tanpa jejak. Meninggalkan Simon disana. Simon bangkit dan kembali ke tempat teman temannya. Disana mereka masih bertarung dengan sekitar 50 prajurit yang tersisa.
Simon langsung mengulurkan tangan kedepan dan aliran listrik muncul dari tanganya dan menyengat semua prajurit disana. Teman teman mereka kaget melihat listrik yang muncul secara tiba tiba. Kenzho melihat Simon yang sedang jalan sempoyongan, dia bergegas mendekati Simon dan menggendongnya kemudian membawanya ke Aisha.
Melihat Luka didada hingga perut Simon, Aisha terkejut dan segera merawat lukanya yang parah. “pertama kalinya aku lihat kakak separah ini. Sebenarnya kenapa pangeran dari kerajaan tartarus berada disini.” Ucap aisha dengan suaranya yang terdengar khawatir.
Tiba tiba Simon berusaha bangun dan mendorong Aisha secara perlahan “ minggir, aku masih bisa melawan para serangga itu. Daripada kalian bertarung seperti itu lebih baik kita habisi mereka semua sekaligus.”
Simon berdiri dan meleparkan sebuah bola energy ke atas langit. “dengan ini kalian semua….akan kuhabisi.” Bola energy itu mulai mengeluarkan petir yang menyambar seluruh prajurit tartarus tanpa tersisa. Mereka panic dan berusaha melarikan diri dari sambaran petirnya. Namun sejauh apapun mereka berlari. Mereka tetap terkena sambaran petir itu.
Dalam beberapa menit saja semua prajurit itu terkapar tak berdaya. Karena lukanya kembali terbuka Simon mulai batuk darah dan kehilangan keseimbangan tubuhnya, Steffan segera berlari dan meraih tubuh Simon yang lemah. Steffan membantunya beristirahat ditenda medis.
Gara gara kedatangan Takeru seluruh ujian itu menjadi gagal dan percuma. Rencana kakek tonbei pun terhambat dan justru karena ada kejadian ini. Kakek tonbei sudah memutuskan rencananya berubah namun tetap dengan hasil yang sama.
Keesokan harinya kakek meminta semua orang untuk datang ke tenda medis untuk pengumuman penting. Alasan diadakannya pertemuan di ruang medis, karena Simon masih terluka parah dan tidak memungkinkan untuknya berjalan kesana kemari.
“apa semua orang sudah disini?”
“astaga, sampai harus mengadakan pengumuman disini. Apa kakek tidak mau membiarkanku istirahat seharian saja hah? Dasar.”
“ayolah kakak, tidak apa apa kan. Kakek cuan mau memberikan pengumuman bukan menyuruh kakak bertarung atau bergerak juga kan.” Ucap Aisha sambil memasangkan perban ditubuhnya Simon. Setelah semua orang berkumpul. Kakek tonbei memulai dengan memui mereka saat mereka bersama sama melawan tartarus. Dia memuji kehebatan mereka saat menggunakan senjata yang mereka pilih. Kekompakan tim mereka juga membuat kakek tonbei terkesan. Meski baru berlangsung sekitar 5 bulan bersama. Tapi mereka bisa berjalan dengan baik.
“jadi…….kakek sempat membicarakan hal ini berdua dengan Simon. Tapi situasinya berubah ketika tartarus datang kemari. Kakek tidak tau mereka akan muncul disini. Tapi kakek begitu terkesan melihat kalian bertarung bersama. Dilihat dari kondisinya sepertinya Simon sudah sering memberikan arahan pada kalian ya. Jadi untuk itu, kakek ingin kalian membentuk sebuah serikat yang terdiri dari 9 orang yang sudah kakek dan Simon pilih.”
Mereka semua terkejut tetapi juga bingung kenapa hal ini tiba tiba saja diputuskan. Tapi Simon, Aisha, Kenzho,Steffan, dan Mika sudah tau tentang hal ini. Jadi reaksi mereka tidak terlalu terkejut seperti yang lainnya. Tadano penasaran tentang 9 orang yang dipilih oleh kakek tonbei dan Simon dan bertanya langsung pada kakek tonbei.
Kakek tonbei mengumumkan nama anggota serikat yang dimenjadi anggota utama. Pertama ada Simon Historia yang diposisikan sebagai ketua serikat. Anggota utama lainnya yaitu. Aisha Historia, Steffan Rosederia, Mika Rosederia, Tadano Nakamura, Sasha Tesla, Stella Delia, Kevin Alderia, dan Zero Fushi. Itu adalah daftar nama nama yang menjadi anggota utama dalam serikat yang telah dibentuk.
Seseorang merasa heran dan bingung. Tentu , dia adalah Kenzho. Kenzho bingung kenapa dia tidak dimasukan dalam serikat , dia bahkan tidak masuk menjadi anggota utama. “kakek! Kenapa namaku tidak disebut! Apa kesalahanku!!” keluh kenzho dengan wajah marah.
“maaf ya kenzho, kau sebenarnya tidak dimasukan menjadi anggota utama karena beberapa alasan. Yang pertama ialah persoalan tentang usiamu, kedua identitasmu sebagai manusia naga harus disembunyikan, setidaknya jangan terlalu mencolok. Ketiga sifatmu yang masih kekanak-kanakan sangat sulit diatur dan belum layak masuk. Jika usiamu sudah masuk masa remaja setidaknya 15 tahun, dan sifatmu sudah lebih baik. Kakek akan menunjukmu sebagai wakil ketua.”
Kenzho tetap marah dan keluar dari tenda. Kakek tonbei hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Kenzho. Sifat seperti itulah yang membuatnya sulit diterima untuk menjadi anggota utama.
Steffan mengangkat tanganya untuk bertanya suatu hal “ kakek, untuk serikat kita akan dinamai apa?”
kakek mempersilakan pada simon untuk menjawab pertanyaan itu. “ nama serikat kita adalah Tengoku no Hoshi. Nama yang menggambarkan para bintang yang dipersatukan diantara langit langit surga.”
Serikat Tengoku no Hoshi resmi dibentuk. Serikat dibentuk bertujuan untuk menjaga keamanan didesa, menerima permintaan bantuan, permintaan bentuk apapun harus dijalankan, setiap pekerjaan atau permintaan akan diberikan bayaran. Didesa dan kerajaan lain sudah memiliki serikat didalamnya. Sementara desa jasmine belum pernah ada serikat sama sekali. Tenggoku no Hoshi menjadi serikat pertama didesa tersebut.
Tadano dan Zero berteriak didalam tenda “ YUHUUU!!! TENGOKU NO HOSHI!!” teman teman yang lain ikut bersorak. Kenzho yang sedang cemberut diluarpun kembali masuk kedalam dan ikut bersorak.
Tiba tiba simon memberikan isyarat pada ereka untuk diam sejenak agar dia bisa bicara “tapi jangan terlalu senang dulu. Tujuan serikat kita yang sebenarnya adalah menghancurkan kerajaan tartarus. Ingat itu baik baik.” Mereka tersenyum dan meyakinkan diri mereka untuk menjadi lebih kuat lagi agar bisa mencapai tujuan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments