Keesokan paginya*
Pagi hari simon memanggil semua temannya ke ruang tengah untuk mengumumkan sesuatu. “aku ingin semua orang disini menuliskan tipe tipe Qua kalian,petarung jenis apa,dan informasi lainnya termasuk biodata. Kakek butuh itu untuk memilih pola latihan kalian nantinya.” Setelah simon mengumumkan pengumuman itu mereka pun bersiap siap untuk menulis biodata mereka masing masing.
untuk sekedar informasi Qua adalah sebutan lain dari Kekuatan atau kemampuan yang digunakan oleh seseorang untuk mengeluarkan kekuatan listrik,angin, dan segala macam yang berbentuk kekuatan.
...****************...
Saat siang hari tepatnya jam 11 siang.
Mereka mengumpulkan lembaran kertas bertuliskan biodata mereka masing masing dari sini kakek tonbei dan simon melihat lihat biodata tentang anggota keluarga baru mereka.
Pertama
Steffan Rosederia. “ umurku 15 tahun , tipe Quaku adalah tanah/batu, aku tidak butuh senjata karena aku lebih suka menggunakan tinjuku, aku petarung jarak dekat. Aku bisa menggunakan Qua mawar( sedikit ).”
Mika Rosederia. “umurku 14 tahun,aku bisa menggunakan Qua angin, aku ahli menggunakan busur, petarung jarak jauh,aku menggunakan Qua mawarku dengan baik.”
Tadano Nakamura. “umurku 15 tahun,tipe Quaku adalah air, aku tidak pernah menggunakan senjata apapun,aku petarung jarak dekat dan jauh.”
Sasha Tesla. “umurku 14 tahun,tipe Quaku adalah es,aku…….pernah coba coba menggunakan pedang namun alhasil tanganku hampir terpotong, jadi jangan minta aku menggunakan senjata. Oiya, aku petarung jarak jauh dan dekat.”
Zero Fushi. “umurku 14 tahun,tipe Quaku adalah racun,aku menggunakan senjata yang disebut dual blade alias pedang dua tangan,aku jelas petarung jarak dekat.”
Kevin Alderia. “umurku 14 tahun , tipe Quaku adalah kristal,aku menggunakan pedang yang kubuat sendiri dengan kristalku. Aku petarung jarak dekat dan jauh.”
Stella Delia. “ umurku 13 tahun,tipe Quaku adalah api,aku tidak terbiasa menggunakan senjata, namun terkadang aku menggunakan pedang kristal yang dibuat oleh kevin, aku petarung jarak dekat dan jauh.”
Tasya Rosederia. “ aku tidak tertarik dengan hal seperti itu.”
Begitulah isi dokumen biodata tentang mereka, kebanyakan umur mereka ada diantara 13 sampai 15 tahun, semuanya memiliki ciri khas masing masing ,dan kemampuan tersendiri. setelah melihat lihat informasi mereka, kakek tonbei dan simon berunding tentang kegiatan yang akan mereka lakukan untuk melatih mereka, tetapi sebelum itu simon berkata pada kakek tonbei bahwa mereka semua sudah cukup kuat ketika saat mereka sedang melawan pasukan monster laut saat mereka sedang berada didesa nelayan.kecuali tasya yang memang tidak bisa bertarung sama sekali.
“tetapi beberapa dari mereka tidak ahli dalam menggunakan senjata, mungkin kita bisa melatih mereka untuk menggunakan senjata.” Ucap kakek tonbei.
“itu tidak masalah, selagi mereka bisa bertarung kenapa harus memaksa mereka menggunakan cara yang tidak mereka mau.” Ucap simon.
Perdebatan terus terjadi,kenzho dan aisha menguping dari luar, tiba tiba pedang milik simon muncul dari pintu. “jika kalian menganggu akan kuhukum kalian berdua………” , seketika aisha dan kenzho lari menjauh dari pintu ruang rapat.
Setelah kenzho dan aisha pergi dari ruang rapat, mereka duduk dihalaman depan rumah sambil mempertanyakan kenapa mereka harus melakukan hal seperti itu, “apa kak simon mau kita semua menjadi pasukan tentara begitu? Ahhh………..melelahkan….tapi menarik……tapi melelahkan………..” kenzho terus mengeluh dan terheran.
“selagi ada tartarus , aku rasa kita tidak bisa hidup tenang, apalagi yang mereka incar adalah keluarga kita, jadi mau tidak mau ya kita harus melakukan ini…….”
Mika dan Tasya yang kebetulan lewat pun penasaran dengan apa yang Aisha dan Kenzho keluhkan. “hei…… kalian kenapa?”
mika dan Tasya datang dan duduk disamping mereka. Kenzho menceritakan tentang perdebatan diantara kakek Tonbei dan Simon.
“heehh………. Jadi kita akan dijadikan pasukan untuk melawan tartarus ya……aku tidak tau tartarus itu seperti apa dan bagaimana mereka, tapi aku akan mengikuti apapun yang Simon perintahkan, dia telah menyelamatkan aku, jadi aku harus membalas budi.” Mika sama sekali tidak keberatan dengan keputusan yang akan Simon buat.
Steffan datang menemui mereka berempat.“ hei kalian sedang membicarakan Simon ya?”
“iyaa…….kakak bilang kita semua akan dijadikan pasukan untuk melawan tartarus, seperti yang kita tau di dunia ini tidak ada yang berani melawan tartarus karena kerajaan mereka adalah kerajaan yang sangat berbahaya.
****************
Kembali ke kondisi di ruang rapat, simon dan kakek tonbei sudah setuju untuk memutuskan 1 hal bahwa mereka akan melatih mereka menggunakan senjata entah mereka ingin menggunakan senjata atau tidak mereka tetap harus bisa setidaknya 1 senjata untuk bertarung. Simon keluar dari ruang rapat, disambut kenzho dan aisha yang sedang menunggunya didepan pintu.
“jadi apa hasilnya kak?” ucap kenzho dengan rasa penasarannya.
Simon tidak menghiraukan dan menyuruh mereka semua untuk memanggil semua orang untuk masuk ke ruang rapat.
Singkat cerita semua orang sudah berkumpul diruang rapat,terlihat Simon sudah menyiapkan beberapa kertas yang berisikan data data mereka, “baiklah…….aku akan mengumumkan kegiatan yang akan kita lakukan siang ini. Yaitu melatih kalian dengan senjata karena kita ingin tau apa kalian akan terbiasa bertarung dengan senjata atau tidak, dan setidaknya kalian semua harus bisa menggunakan senjata minimal 1 jenis.
Terutama untukmu Aisha. aku tidak ingin kau bergantung pada orang lain jadi kali ini kau harus melatih kemampuan fisikmu. Baiklah sekarang kita pergi ke area latihan kita.”
Mereka/pun pindah ke area latihan, terlihat kakek tonbei dan seoarang warga yang kelihatannya berprofesi sebagai pandai besi menyiapkan beberapa senjata bersamanya.
“banyak banget senjatanyaaa!” tadano langsung berlari dan melihat lihat. Diikuti dengan sasha dan zero.
“untuk yang sudah bisa menggunakan senjata aku rasa kalian bisa gunakan senjata yang kalian kuasai.”ucap Simon.
Mika mengajak aisha untuk menggunakan busur panah,mereka berdua mengambil busur.disisi lain ,steffan kebingungan memilih senjata mengingat latihan dia dengan ayahnya dulu , dia sangat tidak ahli dalam menggunakan pedang “ ahh……….aku rasa aku harus minta pendapat orang lain.” , tak lama kemudian simon menghampiri steffan.
“Kenapa kau terlihat kebingungan apa kau tidak tau mau menggunakan senjata apa?”
“iya….aku tidak pernah menggunakan senjata apapun, ayahandaku melatihku dengan pertarungan tangan kosong jadi aku tidak berfikir untuk menggunakan senjata.”
“hmmm………. Mungkin kau bisa gunakan sarung tangan besi ini.”
Simon menunjukan sebuah sarung tangan besi dan memberikannya pada steffan, Steffan pun memaki sarung tangan itu dan dia terlihat sedikit bingung cara memakainya. Simon menjelaskan pada steffan bahwa sarung tangan itu untuk memperkuat kemampuan fisik di telapak tanganya. Jadi, pukulan steffan akan terasa sedikit menguat dengan sarung tangan itu.
Steffanpun pergi ke pegunungan yang penuh bebatuan untuk mengetes kekuatan pukulan dia. Simon ikut bersama Steffan untuk menemaninya. Steffan telah menggunakan sarung tangan besi itu dan bersiap untuk mencoba pada sebuah batu yang ukurannya sebesar rumah, steffan mengambil posisi dan kemudian memukul batu besar itu. Batunya mulai retak perlahan dan kemudian hancur berkeping keping.
“kuat sekali….biasanya aku hanya bia membuat batunya retak dan aku baru bia menghancurkan batu saat 3x pukulan, sekarang aku menghancurkannya dengan 1 pukulan saja…….hebat…..” Steffan sangat kagum dengan sarung tangan besi itu. Benda itu membantunya menjadi lebih kuat lagi, sarung tangan itu dilapisi sihir agar menyesuaikan dengan penggunanya. sarung tangan ini agak berat dipakai tetapi steffan tidak mempedulikanya. Dia justru memanfaatkan beratnya sarung tangan itu untuk melatih tangannya agar terbiasa.
“baiklah masalah selesai.”
Simon mengajak steffan kembali ke area latihan , namun dia menolak karena ingin berlatih didalam hutan. Simon pun meninggalkan steffan disana dan kemudian Simon pergi ke tempat dimana Mika sedang mengajari aisha memanah.
“ayo….jangan gemetaran begitu aisha……aku tau busur itu agak berat jadi biasakan dirimu ya.”
“aku tidak bisa……..mengfokuskan busurnya karena tanganku gemetaran…….”
Simon datang melihat ketika Mika sedang melatih Aisha “ sepertinya kau kesulitan,aisha. kenapa tidak gunakan ini saja.” Simon menawarkan sebuah wrist mounted crossbow, sebuah busur silang kecil yang dipakai di bagian tangan dan ukurannya kecil daripada busur silang atau busur biasa.
Aisha pun memakai WM Crossbow itu “wahh senjata ini tidak berat sama sekali.aku akan mencoba menggunakan ini.” Aisha begitu terkesan saat menggunakan busur silang itu dan mulai mencoba lagi melatih menembak menggunakan itu.
Mika pun menyemangati aisha dan membantunya dalam berlatih , tapi butuh waktu agar aisha terbiasa dengan sebuah senjata, apalagi senjata seperti busur silang jarang sekali terlihat. Biasanya orang menggunakan busur silang hanya untuk berburu di hutan untuk mencari makanan atau untuk melumpuhkan hewan buas.
Jadi Simon sendiri merasa tidak terlalu yakin dengan senjata itu, namun Simon tetap memberikan dukungan pada adiknya. “ tetaplah berlatih dan kau akan segera bisa menguasainya.” Ucap imon sebelum pergi ke tempat para petarug jarak dekat berlatih.
Ditempat latihan para petarung jarak dekat*
“jadi……..ada sekitar 6 orang disini. Zero Kevin,Stella,Tadano, Sasha, dan kenzho ya.”
“halo kak! Aku disini sedang berlatih bersama tadano, dia menggunakan sebuah tobak yang mirip garpu! Hahahaha!.”
“berisik kenzho! Sudah aku bilang ini namanya Trisula! Bukan tombak Garpu! Ishhh………..”
Latihan mereka diikuti dengan suasana perkelahian mereka, latihan mereka seperti orang yang ingin saling membunuh. Tiba tiba kevin mendekat “ anu….Simon. kalau berkenan….. aku ingin memintamu untuk berlatih dengan kami bertiga.”
Tanpa berfikir panjang simon langsung menarik pedangnya “ baiklah….ayo kita mulai 3 vs 1”
“eh tunggu simon…kau bisa meminta salah satu dari kami untuk bergabung di timmu agar jumlahnya menjadi adil.” Ucap kevin yang sedikit heran.
“tidak usah. Latih saja kekompakan kalian bertiga.”
Tanpa banyak bicara lagi Zero, Kevin dan Stella menyiapkan senjata mereka. Zero menggunakan 2 belati, kevin menggunakan sebuah pedang. Dan stella menggunakan cambuk tajam. Kemudian simon mengajak mereka ke lapangan di tepi gunung, kebetulan disana ada steffan yang masih berlatih. Melihat itu,steffan pun beristirahat sekejap dan menonton Simon melawan Zero,Kevin dan Stella.
Serangan pertama dilakukan oleh kombinasi antara zero dan kevin. Mereka berdua berlari kea rah yang berbeda untuk menyerang simon dari kedua sisi kiri dan kanan sementara stella mengamati dan terlihat menunggu sebuah momen Zero dan kevin mengayunkan senjata mereka dengan disaat yang bersamaan. Dan simon menahan kedua serangan itu dengan tanganya.
“strategi yang bagus.” Mata simon justru tertuju dan waspada pada stella disbanding menatap zero dan kevin yang sudah duluan menyerangnya. Kevin melompat menjauh dan Zero menyerang simon dengan belati di tangannya yang lain. Simon terus menghindari serangan itu tanpa mengunakan pedangnya sama sekali.
Zero terus menyerang Simon dengan belatinya sementara diam diam Kevin berlari kearah belakang dan menyerang simon dari belakang. Dengan cepat Simon menghindari serangan kevin. Dan melompat menjauh. “ bagus, teruskan.” Zero dan kevin berlari kearah simon sambil melakukan gerakan zigzag yang bertujuan untuk membuat simon bingung.
Namun ketika simon fokus kearah depan , tak disangka Stella dari belakang sudah siap meluncurkan cambuk tajamnya kearah simon. Simon keburu menghindar namun bahunya tersayat sedikit oleh cambuk milik Stella, karena tak punya waktu untuk diam Zero dan kevin kembali mengejar simon. Kini simon mulai menggunakan pedangnya sebagai pertahanan. Karena harus menghadapi serangan kombinasi dari zero dan kevin yang terus menerus datang.
Kevin melompat menjauh dan posisinya digantikan oleh stella. Kevin lari kea rah belakang simon dan melemparkan pedangnya kearah Simon. Tentu simon menyadari hal tersebut dan kemudian melompat ke atas dan melemparkan pedang miliknya pada Kevin. Kecepatan pedang Simon lebih cepat dari pedang kevin dan berhasil menusuk bahunya.
1 orang tumbang dan kini Zero dan stella semakin berhati hati. Senjata stella lah yang paling berbahaya disini karena bentuk senjata yang mirip cambuk itu lumayan panjang dan elastis, namun tajam karena memiliki duri duri tajam disetiap bagiannya.
“zero, alihkan perhatiannya.” Ucap stella , sepertinya stella memiliki sebuah rencana untuk mengalahkan simon. Tetapi simon tetap waspada pada stella. Tetapi dia juga harus waspada pada zero. Karena zero melapisi belatinya dengan racun pelumpuh sehingga jika simon tergores sedikit saja , itu bisa membuatnya tidak bisa bergerak.
Zero melompat dan seperti biasa , dia menyerang simon secara membabi buta. Tak peduli apapun gerakannya Zero hanya berfikir dia harus melukai simon meski sedikit saja. Sambil menghindar simon terus waspada sesekali memperhatikan gerakan stella yang masih mengamati, karena dirasa sudah terlalu lama . simon menendang tangan Zero sehingga belati itu lepas dari tanganya. Dan kemudian Simon memukul perut zero dan menendang wajahnya hingga terpental ke hutan.
“wahh…..hebat!” ucap Steffan yang masih menonton pertarungan. Karena sudah tinggal dia sendiri stella mulai menyerang simon dari depan. Serangan stella sulit dihindari oleh simon, sehingga dia butuh pedang untuk menangkis setiap cambuk. “ kau terampil sekali menggunakan senjata itu.” Ucap Simon kagum.
“terima kasih, saya pernah menggunakan akar yang menjalar dihutan untuk digunakan sebagai cambuk. Jadi saya cukup terampil menggunakan senjata seperti ini.”
“ya….tapi.” Simon mulai mengikatkan pedangnya pada cambuk stella hingga cambuknya tersangkut dan tidak bisa ditarik, stella berusaha menarik cambuknya namun kekuatan tangannya lebih lemah dari kekuatan tangan simon. Alhasil Simon menarik tangan stella dan melemparnya ke pohon. Pertarungan berakhir dimenangkan oleh Simon.
“kau hebat sekali Simon,lain kali aku ingin melawanmu ya.” Ucap steffan kagum.
“ya.” Jawab simon singkat.
Kevin pun datang mendekati simon. “ terima kasih sudah mau menemani latihan kami. Kami sangat senang bisa bertarung denganmu.kalau begitu… ayo kita bawa Zero dan stella kembali kerumah.” Kevin pun mengajak steffan untuk membawa Stella dan Zero kembali kerumah.
****************
Steffan membantu Zero masuk ke kamarnya, dan kevin membantu stella masuk ke kamarnya dan meletakannya dikasur kemudian pergi untuk beristirahat. Kemudian aisha datang kekamar stella dan mengobati stella. Simon memerhatikan dari pintu kamar “ sepertinya aku terlalu berlebihan ya….”
“ahh enggak…..lukanya gak separah itu kok, lagipun inikan latihan, jadi kakak gausah merasa bersalah.” Ucap Aisha.
“setelah ini kamu obtain aja zero dan kevin, untuk makan malam biar aku dan mika saja yang memasak.” Simon hendak keluar dari kamar stella dan menuju dapur, terlihat disana sudah ada mika yang sedang membersihkan sayuran yang akan dimasak.
“ oh hai Simon ada keperluan apa kamu kesini?” ucap Mika.
“aku akan membantumu memasak, aisha sedang mengobati Stella Zero dan Kevin. Jadi aku akan menggantikannya didapur.”
Mika terkejut dan hendak meminta Simon agar tidak usah repot repot membantunya, tetapi Simon bersikeras dan lanjut menyiapkan masakan bersama Mika.
Suasana canggung menyelimuti area dapur,entah kenapa Mika merasa gugup berkali kali Simon memintanya untuk memotong sayuran tapi Mika seringkali terlihat gugup dan bingung.
“apa kau baik baik saja mika?” Simon terlihat heran dengan tingkah laku mika.
“a-aku…….baik baik saja….. lanjutkan saja memasaknya.”
Ketika Simon berbalik badan mika tak sengaja melihat luka dibahu simon, mika bertanya kenapa Simon bisa mendapatkan luka itu, dan simon mengatakan bahwa dia mendapatkan luka itu ketika latihan tadi. Mika kemudian mengambil perban dalam kotak obat didapur. tapi pergerakannya terhenti sampai disitu saja. Mika malu untuk meminta Simon melepas bajunya karena itu akan sangat memalukan untuk dilihat.
“kenapa wajahmu merah?” ucap simon sambil terus menatap mika dengan heran, Simon melihat perban yang dibawa mika dan bertanya pada mika kenapa dia membawa perban itu. “ aku……mau.. mengobati luka dibahumu….” Ucap Mika sambil terus menundukan kepalanya karena malu.
Tanpa berkata apapun Simon berbalik badan dan melepas Kaosnya dan duduk di kursi.
“cepatlah, kita harus segera masak makan malam untuk teman teman kita.” Mika pun memasangkan perban disekitar bahu Simon , membuatnya semakin gugup dan canggung.
Setelah selesai memakaikan perban, mereka berdua kembali memasak. Singkatnya mereka berdua hampir selesai masak. Mika menarik tali yang membunyikan lonceng tanda bahwa makan malam hampir siap. Semua orang turun ke ruang makan dan duduk di kursi masing masing. “ wahh malam ini kak Simon ya yang masak bareng Mika.” Ucap kenzho.
“ehehe iya, ini silakan makan yaa.” Mika dan simon membawakan makanan ke atas meja. Mereka pun menikmati makan malam bersama.
Tadano bertanya pada simon “jadi…….apa jadwal kita besok?”
“besok aku ingin menguji kalian semua,jadi persiapkan diri kalian."
Semua orang pun bersemangat untuk menyambut esok hari
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments