Si dingin yang berapi api

Simon dan kawan kawan pergi menaiki gunung itu di jalanan yang sempit. Mereka harus berjalanan secara perlahan dan hati hati, dikarenakan jalanan sempit dan licin ditambah lagi ada longsoran salju yang membuat mereka sulit untuk naik.

“Kenapa kau tidak mengizinkanku untuk berubah menjadi naga raksasa dan membawa kalian naik keatas……..” keluh Kenzho.

“kau harus menunggu sampai besok agar bisa memakainya lagi kan….. jadi lebih baik simpan kekuatanmu untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu yang buruk.” Ucap Simon.

Mereka pun melanjutkan perjalanan seperti yang sudah diarahkan oleh Simon. Beruntungnya di gunung ini tidak ada monster sama sekali, hanya ada beberapa burung yang terlihat hanya lewat ke gunung ini.

“Kakiku rasanya lemas……. Aku takut ketinggian………… kakak, apa kita tidak ada jalan lain selain ini?......” kaki Aisha gemetar karena jalanan yang sulit dia lalui, sampai sampai dia harus berpegangan pada jubah Simon.

“jangan mengeluh dan terus jalan.” Simon mengabaikan keluhan aisha dan terus berjalan.

Perjalanan terhambat dikarenakan badai salju yang tiba tiba muncul, beruntungnya mereka menemukan goa yang sepertinya sudah disiapkan oleh seseorang sejak lama. Karena terlihat ada papan yang bertuliskan ( goa peristirahatan ) Simon dan teman temanya memutuskan untuk beristirahat sementara disana.

“Astaga badai itu hampir saja membuatku terapung.” Ucap Aisha sambil mengintip area luar.

“Dataran tinggi adalah sumbernya suhu dingin, dan gunung ini juga sebuah gunung salju, tidak heran airku bisa langsung membeku dalam sekejap.” Tadano berusaha mengeluarkan tehnik airnya, tetapi semua Airnya membeku seketika karena suhu yang sangat dingin.

Beruntungnya Stella dengan sigap menyiapkan api unggun dan Aisha juga segera menyiapkan pot untuk menyimpan es yang akan dilelehkan untuk dijadikan sup. Karena badai yang berlangsung lama mereka memutuskan untuk menetap disana sampai besok.

...****************...

Keesokan harinya. Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan. “aku harap ada cara yang cepat untuk kita naik ke atas sana.” Ucap kenzho sambil melihat ke arah puncak yang terlihat masih jauh.

“aku punya, aku akan menggunakan tehnik airku untuk membentuk tangga , karena kemarin airku langsung membeku kan, akan kucoba agar airnya membeku dan membuat jalan untuk kita.” Tadano mulai menyiapkan diri untuk menggunakan kekuatannya.

Dan benar saja saat dia mengeluarkan air yang dibentuk seperti tangga, air itu seketika membeku dan membuatkan jalan untuk mereka. Tetapi saat dicoba , hanya sentuhan kecil saja es itu langsung hancur karena tadano membuat jalananya terlalu tipis. Tadano mencoba lagi dengan air yang lumayan banyak, agar saat air itu membeku, air itu akan menjadi es yang tebal dan kuat.

“akan kucoba sekarang.” Kenzho melangkahkan kakinya dan es nya berhasil menahan beban itu , sekarang semuanya bisa berjalan di tangga itu secara 1 per 1. Diawali dengan Tadano karena dialah kunci pembuatan tangga ini.

Langkah demi langkah, Tadano membuatkan tangga itu, dan dia sudah sampai di puncak itu, Simon dan yang lainnya naik secara perlahan dan mereka membuat jarak yang cukup jauh untuk menghindari kelebihan beban.

Setelah semuanya naik keatas mereka dikejutkan dengan penuhnya pilar pilar es didepan mereka, pilar pilar es itu begitu tinggi dan lebar , sehingga mereka bisa saja tersesat didalamnya, bahkan mereka tidak melihat tanda tanda desa es yang disebutkan oleh Tadano.

“Wah wahhh ada pendatang baru disini rupanya……” terdengar suara gadis yang berbicara, tetapi mereka tak tahu asalnya darimana.

Setelah itu tanpa peringatan beberapa es yang tajam mengarah pada mereka. Stella dengan sigap menyemburkan api dari mulutnya untuk melelehkan es nya , dan setelah esnya meleleh. “ wah wahhhh……. Pengguna Quat Alnaar' kurang ajar! Aku bencii!!” suara gadis itu semakin marah dan muncul beberapa es dari langit yang berjatuhan. Dengan cepat Simon mengeluarkan Yuki dan berlari sebab dia masih belum bisa berlari dengan kondisinya.

Sekali lagi Stella melawan gadis pengguna Quat Aljalid itu dengan api miliknya. “ ERGHHH!!! Aku benci kau! “ gadis itu pun muncul dari salah satu pilar dan menunjukan dirinya. Terlihat gadis itu memperlihatkan wajah cemberut kesal karena gagal melawan Stella. Sesaat Stella mencoba untuk melawan gadis es itu, tetapi Simon menghentikannya dan mencoba untuk berunding dengan gadis itu.

“apa kau warga desa es? Bisakah kau membawa kami kesana? Kami bukan orang jahat.”

“memangnya kenapa kalau aku warga desa es hah? Kau mau menghancurkan desaku ya? Aku adalah orang terkuat di desaku , kau tidak akan bisa mengalahkanku!” gadis itu menolak Simon dan teman temanya .

“bahkan kau tidak mampu melawan Stella, bagaimana kau bisa bilang seperti itu……” ucap Zero sambil menutup suara tawa nya.

Lalu muncul seorang laki laki dibelakang gadis itu dan memukul kepalanya.

“ dasar bodoh! Kau memperlakukan tamu secara tidak terhormat ! dasar!” laki laki itu menghampiri Simon “ sungguh saya minta maaf atas perlakuan Sasha pada kalian, dia memang gadis yang merepotkan,saya akan membawa anda ke desa es, oh iya perkenalkan nama saya adalah Rogi Korigami. ”

“kalau mereka orang jahat awas saja jangan salahkan aku ya Rogi!” gadis itu marah dan pergi.

Rogi meminta maaf lagi dan akhirnya membawa Simon dan teman temanya menuju desa es. Sebelumnya kepala desa nelayan sudah memberikan pesan lewat burung pada kepala desa es bahwa Simon dan teman temanya akan datang, itulah burung yang Simon lihat saat mereka di perjalanan.

Setelah melewati banyak sekali pilar es yang tinggi, merekapun telah sampai di desa es. Perumahan disini kebanyakan dibuat dari kayu, karena yang ada hanyalah es. Dan Warga sengaja membuat rumah dari es karena memang susah untuk menambang bebatuan dikarenakan mereja menjadi lebih keras dari biasanya ketika mereka dingin.

Warga desa pun semuaya adalah pengguna Quat Aljalid. Bahkan anak kecilpun bisa menggunakan kemampuan es. Sepertinya semua orang yg ada di desa ini adalah orang orang yg memiliki Quat Aljalid. Dan sepertinya itu sudah menjadi sebuah ciri khas warga desa ini.

Rogi menggiring rombongan Simon ke desa dan menjelaskan soal desa ini “ nama desa ini adalah desa Koriyuki. Sejak zaman dahulu desa kami adalah desa yang damai. Tak ada monster atau orang jahatpun yang bisa datang kesini. Itu karena kebanyakan mereka tersesat di pilar es dan akhirnya menyerah dan kabur. Para monster juga tidak sudi datang ke tempat yang dingin seperti ini, jadi tentu desa kami desa yang damai tanpa ada masalah. Dan jika kami menerima tamu dari sebuah desa. Ada penjaga yang ada di kumpulan pilar es untuk melihat jika ada pengembara yang datang, dan jika tamu itu datang dari sebuah desa, mereka harus mengirimkan surat terlebih dahulu untuk konfirmasi pada kami bahwa akan ada yang datang dari desa lain.”

Rogi membawa mereka ke penginapan , beruntungnya mereka bahwa penginapan disini terbuat dari kayu dan bukanya es. “ silakan kalian beristirahat di sini , saya ada urusan lain bersama kepala desa, silakan nikmati kunjungan anda di desa kami.” Rogi pergi meninggalkan rombongan Simon di penginapan.

“disini sangat dingin………apa ada toko baju hangat disini? Tapi sebelum itu aku mau mandi di kolam air panas……..” Kenzho menyimpan barangnya dan bersiap untuk pergi. “aku juga mau ikut…..apa yang lainnya juga mau ikut?” Tadano pun setuju dengan Kenzho.

Tiba tiba gadis bernama Sasha itu berlari kearah mereka dan berkata “biar aku tunjukan tempat toko baju hangat dan pemandian air panasnyaaaa!!!” semua orang terkejut dan bingung dengan kedataganya yang tiba tiba.

“namaku adalah Sasha Tesla!! Salam kenal!”

“uh huh…… namaku Aisha Historia, ini adalah kakakku Simon Historia, ini adikku Kenzho Historia, ini teman teman kami, Tadano nakamura, Stella Delia, Zero Fushi, dan Kevin Alderia. Salam kenal ya Sasha.”

Sasha menatap heran pada Kenzho, tentu Kenzho merasa bingung dan heran melihat kelakuan Sasha yang tidak bisa difahami. “HEEE!!??! Dia adikmu?! Bahkan dia terlihat lebih tua daripada Simon.” Tentu Aisha, Simon dan Kenzho tidak terlalu kaget dengan reaksi Sasha.

 “baiklah pertama tama kita akan ke toko baju hangat.” Sasha membawa mereka ke toko pakaian.

“ tada!! Ini adalah toko pakaian di desa kami!! Disini kami menyediakan pakaian hangat yang dikhususkan bagi para pendatang…..kami para warga Koriyuki sebenarnya bisa menggunakan pakaian biasa…… itu sebabnya toko ini hanya untuk para pendatang.” Mereka pun masuk kedalam toko itu.

“selamat datang…… disini kami menyediakan pakaian hangat dengan berbahan bulu dari domba salju……” ucap penjaga toko yang menyambut mereka. Aisha, Tadano, Zero, dan Kenzho pun berlarian mencari pakaian yang bagus untuk mereka pakai. Kevin datang dan bertanya pada penjaga toko itu. “ apa itu domba salju?”

Penjaga toko datang menjelaskan “ domba salju adalah seekor hewan ternak semacam domba biasa, tetapi mereka bisa tinggal di musim dingin tanpa merasakan dingin, tentu kualitas bulunya sama saja dengan domba biasa. Jadi kami menggunakan bulu mereka sebagai baju hangat dan kami juga memiliki banyak domba salju di peternakan desa ini!”

Simon tidak membeli baju hangat karena jubah miliknya sudah cukup membuatnya menahan suhu dingin. Dan sesekalu dia ingin merasakan kesejukan dimusim dingin.

Aisha membeli sebuah jubah sweater yang seluruh bahanya dibuat dari bulu domba salju, begitu juga dengan Tadano, Kenzho dan Zero, mereka memilih sweater yang berbahan sama namun dengan model yang berbeda beda.

“baiklah!! Ayo kita ke kolam air panas!!!” Sasha membawa rombongan Simon ke kolam air panas umum. Disana ada 2 pintu yaitu pintu untuk pemandian perempuan dan pemandian untuk pria. “ baiklah kita berpisah disini yaa.” Kenzho lari kedalam pemandian dan tak berlangsung lama dia terjatuh karena lantai yang licin.

“ dasar bocah…….” Simon mengelengkan kepala sambil tersenyum sebelum kemudian dia ikut masuk kedalam.

“ ayo Aisha kita ke pemandian!!” Sasha menarik tangan Aisha dan berjalan menuju pemandian perempuan diikuti dengan Stella yang mengikuti mereka dibelakang.

“ahh……… rasanya ada sesuatu yang ajaib masuk kedalam tubuhku………” ucap Kenzho.

“ahahahah! Itu hanya karena kamu merasa nyaman dengan kondisi…..” jawab Tadano.

Kembali ke pemandian perempuan, Sasha benar benar senang bertemu dengan Aisha, dia mengajak Aisha untuk bermain air, sedangkan Stella hanya bersantai sendirian dan hanya melihat Sasha dan Aisha yang sedang bermain air. Tetapi Stella memang tipe perempuan yang pendiam dan tidak suka kerusuhan, dia mirip seperti Simon yang hanya bertindak untuk hal penting.

Dalam pemandian, Aisha menceritakan petualangan mereka dari awal mereka memulai mengembara dan sampai di desa ini. Tanpa mendengar kata kata Aisha lebih lanjut, Sasha langsung berkata “ aku jadi ingin ikut!!! izinkan aku bergabung dengan kalian ya! “ Sasha langsung memeluk Aisha dan berteriak padanya. Aisha langsung terkejut dan terdiam karena dia tidak menyangka Sasha jadi ingin ikut ke rombongan mereka sampai sampai Sasha berteriak kalau dia akan bergabung dengan kelompok Simon.

Stella pun menatap dengan kaget dari sudut kolam , karena teriakan Sasha yang begitu keras membuatnya kaget bahkan bisa terdengar dari pemandian pria.

“Sasha itu suka sekali berteriak…sampai sampai bisa terdengar dari sini… apa yang sedang dia bicarakan ya sampai sebegitunya.” Tadano menatap tembok pembatas pemandian dengan heran.

“aku akan minta izin pada pak Luke agar mengizinkan ku pergi, jika dia tidak mengizinkan maka aku akan tetap pergi!” Sasha pergi meninggalkan rombongan Simon dan pergi ke rumah orang yang dia sebutkan itu.

Namun tak disangka sangka Rogi mendengar percakapan mereka, kebetulan dia ada di penginapan , mengurus tamu lain yang datang ke desa mereka. “jadi………Sasha akan ikut bersama kalian? “ Rogi terlihat sedih . “iya……. Tapi kami tidak memaksanya kok.. dia sendiri yang mengatakan dia ingin sekali ikut dengan kami.” Aisha menjelaskan pada Rogi.

tanpa berkata apa apa Rogi bergegas pergi dari penginapan.

...****************...

Keesokan harinya. Sasha sudah kembali ke penginapan dengan bahagia. “ yeeea!!! Aku bakalan jadi salah satu anggota rombongan Simon!! Bersama Aisha!! yuhuuuu!!!!”

Mereka berjalan menuju gerbang desa. Terlihat Rogi berlari kearah mereka, “ Sasha!! Tunggu!!” Rogi datang membawa sebuah kalung. “kalung persahabatan kita ketinggalan…….” Rogi memberikan kalung berbentuk kepingan salju yang berkilau. Terlihat kalung itu bersinar sinar. Rogi pun mengucapkan salam selamat tinggal pada sahabatnya sasha. “ Maafkan aku Rogi!!! Aku harus pergi hwaaa!!!!” Sasha melambaikan tangan sambil menangis kearah Rogi.

Dan akhirnya mereka pun pergi memasuki kumpulan pilar es pergi meninggalkan desa Koriyuki.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!