Beberapa saat setelah Simon naik kembali ke permukaan , dia sedang mengeringkan pakaian nya dibantu dengan api milik Stella.
Kenzho yang mulai bosan pun berkata"hei Simon, kau serius mau menunggunya disitu?."
Kenzho mengeluhkan keputusannya,mungkin ini terlihat bodoh menunggu orang bangkit dari kegiatan yang dia sebut Istirahat, namun Simon tetap tidak bisa diam saja melihat hal aneh tidak biasa itu.
"Aku berfikir dia orang bodoh yang berusaha bunuh diri, entah apa maksudnya dengan beristirahat dengan cara terapung di lautan seperti itu." Simon terheran.
Aisha pun ikut merasa bosan “Aduh kak lebih baik kita biarkan saja buang buang waktu!"
"Iya,nona Aisha Benar sekali"ucap Zero.
...****************...
Setelah beberapa menit berlalu orang itu selesai dengan istirahatnya dan terlihat dia memancarkan aura biru dalam beberapa detik, lalu aura biru itu hilang. Setelah itu dia izin pada Simon dan teman temanya , untuk mengganti bajunya dibalik sebuah batu.
beberapa saat kemudian orang itu menghampir Simon dan teman temanya, dan memperkenalkan dirinya
"halo, namaku Tadano Nakamura siapa kalian dan mau apa disini? "
Kenzho maju dan menjawab "halo Tadano, namaku Kenzho, ini Simon,ini Aisha, lalu perempuan yang berambut orange itu adalah Stella,pria berambut abu abu itu adalah Zero, dan yang berambut hijau adalah Kevin."
"salam kenal semuanya! lalu apa tujuan kalian datang ke desa ini. " Tadano menyambut mereka dengan ramah.
sembari berjalan menuju desa, Simon menjelaskan tujuan nya dalam mengembara ke benua ini untuk berkelanan melalui benua ini atas perintah kakeknya, dia juga menyebutkan perihal masalahnya dengan Tartarus.
Tadano terkejut dengan nama Tartarus itu "Tartarus itu..... kerajaan dari benua abyad kan? itu jauh sekali.... memangnya kenapa mereka bisa mengincarmu begitu....tidak mungkin mereka mengincar rakyat biasa kan. " ucap Tadano sambil tertawa kecil.
“kami pun tak tau apa salah kami pada kerajaan itu namun jelas sekali mereka mengincar Simon dan Aisha” ucap Kenzho.
"aku capek.... cari penginapan dulu yuk." Aisha memotong pembicaraan.
Kenzho setuju namun dia menatap Simon sambil menunggu keputusan dari Simon.
Simonpun memutuskan untuk memecah kelompok " yang ingin istirahat carikan penginapan, sisanya ikut aku bersama Tadano untuk berkeliling desa. "
" ayokk" Tadano semakin bersemangat.
Aisha dan Kenzho mencari penginapan di desa ini untuk kami, sedangkan Simon, Zero, Stella, Kevin dan tadano berkeliling desa.
Sambil berjalan,Tadano menjelaskan soal desa "desa ini bernama Desa Nelayan, kami disini hidup hampir seluruhnya makan makanan dari lautan, karena warga disini memang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. "
Simon melihat disekitar dan tidak melihat penjaga satupun, maksudnya adalah tidak mungkin di sebuah desa tidak memiliki penjaga desa kan, setiap desa minimal harus memiliki kelompok penjaga desa untuk berjaga jaga dari monster atau penjahat lainnya.
" aku lihat disini hanya ada warga desa biasa,apa kalian tidak punya penjaga atau prajurit? aku lihat disini hanya ada masyarakat biasa tanpa kemampuan bertarung. "
" satu satunya pelindung desa ini adalah aku, aku adalah anak yang memiliki Quat Alma' atau bisa dibilang aku memiliki kekuatan air. aku mengisi Taqaku dengan menyerap Taqa dari lautan atau perairan lainnya seperti sungai atau danau, itulah yang aku lakukan tadi, dan kau berfikir aku sedang bunuh diri hahaha. "
" aku tidak tau sistem penyerapan Taqa bisa dilakukan seperti itu, cara yang aneh untuk mengisi daya. " Simon menggerutu.
" ahahaha bagi orang baru mungkin terlihat bodoh dan aneh, reaksimu tadi juga sangat lucu dan membuatku ingin tertawa tadi, tapi nanti jadi terbiasaa." Tadano tertawa terbahak bahak.
mereka masuk kedalam area pasar,di pasar desa ini, banyak orang orang yang menjual ikan, hampir 70% dari mereka menjual ikan, sisanya menjual buah dan sayuran. dikarenakan desa ini jarang sekali diserang monster aneh jadi disini tidak ada toko jual beli barang buruan.
Tadano melompat ke depan dan berkata " tadaaaa!!! inilah pasar kami!!, disini kami menyiapkan ikan normal seperti ikan salmon, kepiting, lobster, dan jenis ikan yang bisa dimakan lainnya. "
Simon mengeluarkan ekspresi khawatir "aku alergi makanan laut. ",mendengar hal itu tadano membawa Simon ke gerai penjual buah dan sayuran,dan daging hewan ternak lainya."baguslah setidaknya aku mendapatkan makanan disini. " Simon lega.
Stella teringat saat Simon memakan ikan kemarin malam" bukankah anda memakan ikan kemarin? "
Simon pun menjelaskan pada Stella " ikan lautan dan ikan air tawar itu berbeda, aku hanya alergi pada ikan di lautan ya seperti udang atau ikan lainya."
Zero melihat sesuatu yang menarik perhatianya dan......". hei aku ingin membeli Ikan beracun Ini berapa harganyaa.... " sang penjual ikan pun menunjukan ikan beracun itu pada Zero " 30 kabir dollar kau bisa dapatkan dua ekor ikan ini nak.” Zero terkejut dengan harganya" oh astaga mahal sekali harganya. "
Kevin lalu memperlihatkan ekspresi jijik pada Zero "lagi lagi kau melakukan itu Zero.... itu sangat menjijikan. " Simon penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Kevin " memangnya apa yang mau dia lakukan? "
Kevin menjawab "dia suka meminum racun dari hewan apapun yang memiliki racun didalamnya, setelah minum racun dia menjadi kejang kejang namun sesaat kemudian kembali normal dan menurutnya itu menyenangkan. "
Tadano pun melihat Zero dengan pandangan penuh heran dan berkata " orang aneh. "
Simon, Kevin, dan Stella dengan kompak berkata "Lebih baik kau Bercermin."
...****************...
Sementara itu Aisha dan Kenzho.....
Aisha bertemu dengan seorang penduduk desa dan bertanya pada orang itu. " permisi pak.... kami mencari penginapan disini... apa ada penginapan yang bisa kami sewa? "
Kakek tua itu menunjuk ke sebuah bangunan 3 lantai di depan sana "Iya ada nak lurus saja dan nanti kau akan menemukan penginapan disana. "
Aisha dan Kenzho kembali berjalan dan berterima kasih pada pak tua itu
mereka Berjalan menuju arah yang disebutkan oleh kakek itu sambil berbincang.
"hei Aisha, aku ingin tau sifat Simon sebelum aku bertemu denganya, aku hanya mengenalnya saat 5 tahun terakhir, tapi aku tidak mengenalnya sebelum itu. "
Aisha pun tersenyum dan menatap langit sejenak, mengingat bagaimana kebahagiaan mereka terbentuk saat mereka masih tinggal didesa Starry.
"dahulu kami hanya hidup sebagai rakyat biasa, ayah kami adalah ketua dari kelompok penjaga desa, dan ibu kami adalah seorang tabib,dan kami memiliki seorang kakak perempuan bernama Karin, dan suatu hari desa kami diserang oleh kerajaan tartarus dan Alwuhush. Ayah, ibu, dan kakak perempuan kami, mati disana. itu membuat kakakku marah dan dia memutuskan untuk membalas dendam dan menghancurkan kedua kerajaan itu. " Aisha mulai sedikit murung.
"jadi begitu, kalian harus menghadapi masalah serius pada usia kalian sekarang yaa. yaahh meski aku juga masih anak anak hehe. "
"tidak apa apa, kami sudah diajarkan untuk kuat dalam mengalami masalah, tapi kakakku lupa akan ajaran ibu, lebih tepatnya dia tidak mau tau, dia ingin membalaskan dendam mereka meski dia tau balas dendam adalah hal yang buruk."
akhirnya Aisha dan Kenzho sampai di penginapan dan memesan kamar untuk 7 orang sekaligus.setelah sampai di ruangan yang sangat besar Kenzho berlari menuju sebuah kasur di ujung dekat jendela dan mengklaim bahwa itu adalah kasur miliknya, Aisha menghiraukan dan membiarkan Kenzho bersenang senang, biar bagaimanapun dia masihlah anak anak yang bertubuh remaja.
Kenzho yang sedang asik berbaring di kasur dan dia tiba tiba merasa lapar." lapar sekalii.... mereka kemana sih lama bangett!!"
" entah la, aku mau mandi dulu jangan berisik ya. " Aisha mengambil pakaianya lalu pergi menuju pemandian.
Kenzho cemberut dikamar sambil menunggu.
...****************...
setelah sekian lama Simon dan yang lainnya sudah sampai di penginapan.dan menuju kamar mereka.
Kenzho yang mendengar suara langkah kaki sadar bahwa itu adalah Simon dan teman teman lainnya, dia pun berusaha membukakan pintu untuk Simon, " DARIMANA SAJAAA!!! AKU LAPARR!! AISHA NGGAK ADAA, SIMON TOLONG MASAK MAKANAN!!"
Simon terkejut melihat Kenzho yang merengek padanya. Tadano heran melihat itu dan mendekat.
"Kenapa tidak pesan makanan pada pihak penginapan? disini dapat makanan gratis loh."
Kenzho pun terkejut dan mematung. Simon berusaha menjelaskan bahwa Kenzho tidak tau tentang hal itu karena dia masih anak anak.
Tadano heran dengan ucapan yang menyebutkan Kenzho masihlah anak anak, sedangkan tubuh fisiknya terlihat seperti remaja seumurannya. "lagi lagi orang aneh........" ucap tadano dengan wajah heran.
Simon Kevin dan Stella kembali menatap Tadano sambil berkata " kau benar benar butuh cermin. "
"ahahaha sudah lahhhh, aku akan panggilkan pelayan untuk menyiapkan makanan kita."
Tadano pergi memanggil pelayan untuk membawakan makanan.
beberapa saat kemudian,pelayan membawakan berbagai makanan dari makanan laut sampai sayur sayuran. Mereka pun makan bersama. Dengan duduk lesehan dan meja pendeknya, membuat suasana serasa sedang makan di sebuah desa sederhana.
Kenzho makan dengan lahap dan mengambil banyak sekali makanan, Aisha yang tidak suka dengan sifat Kenzho itupun berkata ”jangan rakus……. Dan satu hal lagi Kalau mau makan itu berdoa dulu Kenzho...kau ini seperti hewan saja.”
"ahhh....... baiklah, lain kali aku lakukan lagipun aku kan memang seekor hewan."
Saat makan Simon teringat dengan perkataan tadano di pasar." Oiya Tadano, tadi kau bilang hanya kau lah yang menjadi pelindung desa ini, kenapa bisa begitu, memangnya desa ini begitu damai sampai sampai mereka tidak butuh penjaga?"
"paling hanya sesekali datang bandit bodoh yang ingin mencuri ikan kami, dan aku sendiri bisa mengatasi Pecundang seperti itu.bahkan warga desa juga bisa melawan mereka dengan kayu , selain itu tidak pernah ada bahaya lain disini. Yaa kebanyakan aku menganggur disini hahaha."
"desa ini benar benar terlihat damai, warganya pun sangat ramah menyambut kami... meskipun ada orang yang kelakuanya tidk bisa dikendalikan. " Simon menatap kearah Kenzho.
" apa? kau sudah kenyang?" ucap Kenzho sambil menatap Simon dengan heran.
Simon tertawa kecil sambil menggelengkan kepala, mereka melanjutkan makan dengan tenang.
...****************...
keesokan harinya.....
Tadano menghampiri Simon dan berkata" hari ini kita akan kemana?"
" bagaimana kalau kita bertarung, aku ingin melihat kemampuanmu. " Simon teringat dengan perkataan Tadano bahwa dialah satu satunya penjaga di desa ini.
" waduh tiba tiba begini tapi baiklah, apa ada pertaruhanya?" Tadano terkejut
" Tidak ada, hal seperti itu kan dilarang didunia ini, aku hanya ingin melihat kemampuanmu. "
" baiklah. "
Tadano pun mengajak Simon dan yang lainya pergi ke area bukit untuk menggunakan area luas agar mereka bisa bertarung tanpa menganggu aktifitas warga.
Simon melihat Tadano dengan tatapan kurang yakin, dia terlihat seperti orang yang hanya bermulut besar namun berjiwa pecundang.
Akhirnya mereka sampai di bukit, dan duel antara Simon dan Tadanopun akan dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments