Pahlawan Lautan

Kenzho mulai melancarkan pukulan pada hiu itu, namun hiu itu menangkap tanganya dan membanting Kenzho mengarah pada Simon Tadano dan Aisha. Aisha dengan cepat menggunakan perisai hologramnya, tetapi tidak berguna, Kenzho terlalu besar dan berat untuk ditahan dengan perisai biasa.

Aisha terpental kearah laut. Malangnya kaki Simon tertimpa oleh tubuh Kenzho , karena hal itu , tulang di kakinya patah dan tidak bisa berdiri. Dia juga tidak bisa berubah menjadi manusia naga karena dia sudah menggunakanya saat melawan gurita tadi.

“kakak! awas!” teriak Aisha dari jauh.

hiu raksasa itu membuka mulutnya dan mengarah pada Simon, Kenzho, dan Tadano. hiu itu mencoba untuk memakan mereka. Kenzho baru saja berubah menjadi manusia tidak menyadari hal tersebut, Tadano juga harus memilih antara menyelamatkan Kenzho atau Simon. Karena dia bingung harus menolong siapa, pada akhirnya Tadano hanya menggenggam erat tangan mereka berdua dan merekapun dimakan oleh hiu raksasa itu.

"KAK SIMON! KENZHO!" Aisha mencoba lari mendekati hiu yang memakan mereka bertiga.

Stella, Kevin, dan Zero mendekat dan mencegah Aisha untuk bertindak lebih jauh.

Mereka hanya bisa menatap raksasa hiu itu yang terlihat sedang bersiap untuk menyerang mereka.

“apa yang harus kita lakukan......” Kevin panik.

situasi diluar menjadi semakin gawat diantara mereka berempat, karena hiu ini lebih kuat daripada gurita yang Simon dan Kenzho lawan.

...****************...

Beralih ke kondisi Simon Kenzho dan Tadano yang sudah ditelan oleh hiu raksasa. “Simon……. kita ada dimana?” Kenzho ketakutan.

Mereka bertiga melihat sekitar , semua yang disekitar mereka gelap, namun sedikit terlihat bahwa dinding atap dan lantainya memang seperti tekstur daging ikan, jadi mereka sudah yakin bahwa mereka sudah dimakan.

“kenapa kalian tidak lari! " Simon membentak Kenzho dan Tadano.

“Aku tidak bisa membiarkanmu sendiri disini. sejak aku kalah darimu , aku melihatmu sebagai seorang pahlawan yang kuat dan berani. Ditambah lagi perbuatanmu saat melawan warga demi aku ,hal itu yang membuatku semakin menghormatimu.... Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan siapapun diantara kalian berdua didalam sini.”

Mendengar kata kata yang terucap dari mulut Tadano, Simon hanya terdiam saja tetapi didalam hatinya dia senang bahwa dia bisa menjadi orang yang dibanggakan bagi orang lain,Tadano adalah orang pertama yang mengaguminya sebagai panutanya. Dan bagi Tadano, Simon bukan hanya orang yang dikaguminya, tetapi dia juga teman pertamanya.

Tadano yang bingung memutuskan untuk bicara. “kepala desa pernah bilang padaku bahwa orang tuaku.....meninggalkanku di desa ini. dia bilang orang tuaku membuangku karena mereka merasa takut padaku. Aku memiliki Taqa dengan jumlah yang cukup besar sehingga mereka berfikir bahwa aku ini berbahaya,dan orang tuaku tidak pernah terlihat lagi sejak hari itu.

pak Enko sang kepala desa mengurusku dengan baik, dia mengajariku cara menggunakan Qua dan mengendalikan Taqaku. Namun terkadang aku terlalu berbangga diri dan selalu berbuat jahil menggunakan kekuatanku. Membasahi pakaian orang lain, memunculkan hujan untuk menganggu aktifitas warga, hingga menembakan bola bola air untuk sekedar iseng.

yang dikatakan mereka adalah kebenaran, aku memang pembuat masalah didesa ini, aku hanya punya jabatan sebagai penjaga desa karena aku pengguna Taqa dan Qua , tapi aku tidak benar benar melindungi desa ini. Aku malah membuat desa ini hancur. "

Simon menepuk pundak Tadano dan berkata. "ini bukan salahmu, tidak ada yang salah dalam kasus ini, kita hanya perlu berjuang melawan mereka, tak peduli mereka sekuat apapun kita akan terus melawan. Kau sekarang adalah salah satu teman kami, kau tidak sendirian lagi. Kami akan selalu bersamamu. "

mendengar kalimat itu Tadano mengeluarkan air mata bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena sudah memiliki teman yang peduli denganya namun harus bersedih berpisah dari keluarganya. Biar bagaimanapun Tadano selalu menyayangi warga desa ini , karena mereka lah yang menjadi orang tuanya selama ini.

...****************...

beralih kembali pada kondisi di desa, Zero Kevin dan Stella sedang berusaha untuk menyelamatkan Simon, Kenzho, dan Tadano dari luar.

"WOI BAJINGAN!!! MUNTAHKAN SIMON KENZHO DAN TADANO!!!!" Zero kesal.

“tenanglah Zero, kita benar benar tidak mampu melawanya. Aku kira kita…….menyerah saja... kita bukan tandingannya.” Kevin mundur perlahan.

Aisha mendengar percakapan mereka dan datang kearah mereka.”KAU LUPA HA?!! KAKAKKU YANG MENOLONG KALIAN DARI GOLEM ANGIN TANPA MEMIKIRKAN DIRINYA SENDIRI DAN KAU MENYERAH UNTUK MEMBANTUNYA? DASAR KAU TIDAK TAU TERIMAKASIH!” Aisha membentak mereka.

Karena marah Aisha mengusir mereka bertiga dan dia mencoba untuk melawan. " kakak……. aku tidak yakin kalau aku bisa menyelamatkanmu tapi aku tidak akan menyerah.”

“tapi Aisha, kau tidak bisa menggunakan Tehnik apapun untuk menyerang, atau senjata apapun kan.” Stella berusaha meyakinkan Aisha. Tetapi Aisha tetap mencoba untuk melawan, aisha menggunakan tehnik perlindungan mutlak miliknya sehingga dia tidak akan terluka terhadap serangan yang biasa. Dalam fikiran Aisha dia berfikir bagaimana caranya untuk melawan hiu raksasa itu secara dia tidak mempunyai tehnik serangan.

"aku sudah mencoba sekuat tenaga tapi kristalku tetap hancur oleh hantamannya. Aku rasa memang percuma tapi aku tidak bisa membiarkan mereka dimakan begitu.” ucap Kevin.

"tehnik racunku tidak bisa berguna karena tubuhnya keras."

"dan api tidak mungkin bisa menang melawan air. "

...****************...

Beralih kembali ke kondisi dalam perut hiu.

“Haaahh......... Aku sudah lelah menggendong kalian berdua, aku fikir kita tidak bisa keluar lewat jalur belakang, setauku ikan hiu tidak punya lubang pantat.” keluh Kenzho.

"tidak, kau salah, Hiu itu punya lubang pantat, hanya saja hiu ini terlalu besar dan entah bagaimana caranya kita untuk mencapai daerah sana." ucap Tadano

Merekapun beristirahat sejenak untuk memikirkan cara untuk keluar dari perut hiu ini. Tak lama kemudian Simon mendapat sebuah ide.” aku akan meledakan perutnya dari dalam sini. Tapi sebelum aku melakukan itu, aku ingin Tadano keluar dari sini terlebih dahulu agar kau tidak terluka, gunakan kekuatan air yang banyak sehingga hiu itu muntah dan mengeluarkanmu. Aku dan Kenzho akan menahan diri didalam dan kemudian kami akan menggunakan ledakan petir milikku didalam sini.”

Setelah mendengar penjelasan rencana Simon secara rinci, Tadano mulai menggunakan tehnik yang waktu itu, "Tsunami." Simon dan Kenzho menahan nafas, Simon menancapkan pedangnya pada bagian perut hiu itu, sedangkan Kenzho menggunakan cakarnya untuk menahan tubuhnya.

Dari luar terlihat hiu itu sedang kesakitan dan mual, lama kelamaan perutnya membesar. Dikarenakan hiu itu tidak kuat menahan begitu banyak air, akhirnya dia muntah air yang begitu banyak, saat itulah Tadano ikut keluar dari mulut hiu itu.

“AAHHH!!!!” Tadano terlempar kelaut.

Aisha, Zero, Stella, dan Kevin melihat Tadano keluar dari mulut hiu dan jatuh ke laut. Mereka pun menghampiri Tadano.

“Tadano! Dimana kakak dan Kenzho?!”Tanya Aisha.

“tenang……….mereka akan keluar sebentar lagi.” jawab Tadano.

Setelah Simon dan Kenzho bisa bernafas mereka mulai bersiap mengabungkan kekuatan mereka dengan cara beradu kepalan tangan. Kemudian mereka saling membelakangi, dan mereka mengarahkan kedua tangan mereka kedepan, aura petir muncul dari tubuh mereka dan mulai membentuk bola di tangan mereka. Semakin lama bola listrik itu membesar.

Setelah dirasa sudah cukup kuat mereka meluncurkan bola itu kearah depan dan meledakan seisi tubuh hiu itu. Semua orang kaget dengan meledaknya monster hiu raksasa itu, sampai sampai hanya tersisa potongan daging daging hiu yang berserakan dimana mana. Dalam kekacauan itu, terlihat kenzho yang sedang menggendong Simon berjalan menuju arah desa. Mereka berdua disambut oleh Aisha dan yang lainnya.

“aku senang kakak baik baik saja, dan Kenzho juga…..” Aisha merasa lega atas kembalinya Simon dan Kenzho. Tak lama kemudian terdengar suara sorakan dari para warga yang menghampiri mereka.

semua orang bersorak menyambutnya. saat itu......Simon merasa bingung dan senang dia berhasil menyelamatkan banyak orang dari sebuah musibah. Kenzho menggendong Simon menuju ke tengah desa, dan kepala desa mendatangi mereka. Dia memberi hormat pada Simon dan teman temanya.

lalu kepala desa memberikan sebuah Kristal pada Simon dia mengatakan kalau itu adalah"Kristal Hati lautan" ini adalah warisan dari kakek moyang kepala desa namun karena dia tidak bisa menggunakan Taqa dan tidak bisa bertarung. Dia memberikanya pada mereka.kepala desa berharap suatu hari kristal itu akan berguna bagi mereka.

"Terima kasih atas hadiah yang anda berikan, saya sangat menghargai pemberian anda, semoga desa ini selalu hidup dan keadaan aman dan damai seperti biasanya,monster ini datang akibat ulah kami sendiri, dan membuat kalian terkena bahaya, saya benar benar minta maaf. " Simon menjabat tangan kepala desa.

" Setidaknya anda bertanggung jawab meski itu adalah kesalahan anda sendiri, saya memaafkan anda, kalau tidak ada kalian kami semua sudah mati dan punah. Dengan ini saya sebagai kepala desa nelayan, memberikan kehormatan pada anda dan rekan rekan anda, Gelar sang pahlawan lautan. "

Kemenangan Simon dan teman temanya dirayakan hingga malam.

...****************...

malam tiba, disebuah tenda.

"kakinya udah aku sembuhin,tapi kakak masih belum bisa jalan atau lari.”

"makasih ya Aisha. "

Kenzho datang ke tenda medis menemui aisha dan Simon "kepala desa mengadakan perayaan Penghormatan pada kelompok kita. sini aku akan menggendongmu." Kenzho membawa Simon ke tempat perayaan.

merekapun pergi ke pertengahan desa, begitu banyak orang, lampu hias dan makanan, sayangnya semua makanan yang mereka sajikan adalah makanan lautan, Simon tidak memberitahu mereka kalau dia alergi makanan lautan.

namun Aisha menyadari kekhawatiran Simon lalu dia memasangkan tehnik kekebalan pada Simon.

"dulu aku mempelajari tehnik ini, tehnik ini akan melindungi kakak dari alergimu itu, jadi kakak tidak perlu khawatir."

" akhirnya kalian datang, silakan..... kami menyiapkan makanan khas desa kami disini, semoga kalian menyukainya. "

"tentu saja aku sukaaa!!!” Tadano mulai memakan hidangan yang disajikan.

Kenzho menempatkan Simon di kursi yang ditempatkan di samping kepala desa. Sedangkan dia duduk di kursi di samping Simon yang sudah disediakan untuk mereka.

Simon mulai mencoba makanan beragam ikan tersebut,ada lobster, udang, gurita, kepiting, dan ikan lainnya. Setelah Simon mencoba makanannya dia sangat terkejut dengan rasa makananya yang enak. Ini adalah pertama kalinya dia mencoba ikan dari lautan.

Pelayanpun datang dan menyuguhkan suatu makanan dengan mangkuk. " syukurlah anda menyukainya, ini ada makanan khas dari desa kami namanya adalah norimen makanan ini terbuat dari rumput laut yang dijadikan mie dan disajikan dengan sup rempah rempah, semoga anda menyukainya." kepala desa memberikan makanan itu pada Simon.

Simon mencoba makanan itu, dan dia sangat suka dengan rasa makanannya.

Saat mereka makan datang beberapa warga yang datang kehadapan mereka dan membungkuk pada Simon. “tuan…….. terima kasih sudah melindungi kami dari bahaya. Kami sempat marah dan berkata kasar pada Tadano dan anda, kami benar benar meminta maaf.” Ucap seorang perwakilan warga.

“aku memaafkan kalian semua.” jawab Simon singkat.

“itu saja? Apa kau tidak mau mengucapkan hal lain?”sambung Kenzho.

“terkadang aku tidak suka banyak bicara hal yang tidak penting. Lagipula aku sedang makan, aku ingin menikmati makanan ini dengan tenang, jika aku bilang aku memaafkan kalian maka itu sudah keputusanku jadi pergilah dan bersenang senang.”

Para warga memberikan salam pada Simon dan pergi ke pekerjaan mereka masing masing. Beberapa saat kemudian kepala desa memanggil pelayan dan berbisik padanya. Kemudian pelayan itu pergi dan terlihat seperti memberi isyarat pada seseorang.

Kepala desa bertanya pada Simon. "maaf jika saya tidak sopan tapi saya ingin tau berapa umur anda? Karena saya lihat anda seumuran dengan Tadano tapi anda orang yang sangat kuat.”

"aku masih berumur 15 tahun saat ini, dan aku masih jauh dari kata kuat, anda tidak perlu melebih lebihkan seperti itu. " ucap Simon

Kenzho pun menyela saat Simon berbicara "diam kau tidak usah merendah, di umur 15 tahun kau sudah menjadi Dragon Tamer itu adalah pencapaian yang luar biasa. Belum pernah ada Dragon Tamer selain kau dan legenda Ksatria Putih kan. "

Tadano pun berkata"aku juga sangat menghormati tuan Simon karena kehebatanya, aku sangat senang bisa bergabung dengan kelompok anda. "

"kami bertiga juga sangat menghormati tuan Simon yang sudah menyelamatkan nyawa kami juga, tanpanya kami sudah mati." Kevin menunduk pada Simon.

“di umur 15 tahun anda sudah menjadi sehebat ini? Saya yakin hidup anda akan bahagia di masa depan nanti.” Ucap kepala desa.

Beberapa saat kemudian beberapa wanita menggunakan pakaian tari datang dan berkumpul di depan meja mereka.” kami akan membawakan tarian ratu lautan pada anda, semoga anda menikmati pertunjukanya.” para penari mulai menari, tarian mereka sangat indah dan menenangkan.

...****************...

Keesokan harinya

Simon sedang bersiap untuk pergi dari desa nelayan dan menuju ke desa selanjutnya. Mereka pun berjalan ke gerbang luar desa, tak lama kemudian warga mengerumuni mereka dan melempari mereka bunga. Mereka melambai pada Simon dan teman temanya untuk mengucapkan selamat tinggal.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!