Keinginan Aisha

1 bulan kemudian simon hanya mempelajari ilmu pedang saja karena tonbei mengatakan padanya bahwa Quat Albarq (Kekuatan Petir) milik Simon sudah cukup kuat untuk sementara waktu ini , jadi dia hanya mengajarkan nya tentang ilmu berpedang saja.

berbeda dengan Aisha yang tidak mau belajar apapun,dengan alasan tak mau menyakiti orang lain dengan sengaja, Simon ingin membalaskan dendam orang tua dan kakaknya yang sudah mati. Dia bersumpah untuk menjadi lebih kuat, tak peduli bagaimanapun caranya.

setelah latihan Simon pergi menemui Aisha di teras sambil istirahat dan mencoba untuk membujuk Aisha." kamu yakin tidak ingin belajar Kekuatan apapun? aku tak ingin kamu bertarung jarak dekat sepertiku tapi setidaknya apa kamu tidak mau mencoba membantuku dari belakang?."

dengan lembut Aisha menjawab "meski aku marah atas kematian keluarga kita, tapi aku tetap saja tidak mau menyakiti orang lain meskipun mereka orang yang jahat."

dengan kekesalan Simon melempar pedangnya kearah pohon dan meninggalkan Aisha disana. Dia berfikir kenapa hatinya masih bisa merasa kasihan pada mereka yang sudah menyakitinya. Aisha hanya bisa menghela nafas dan mengabaikan sifat simon yang sedikit pemarah.

...****************...

malam tiba*

Simon sedang melamun di area latihanya, Tonbei yang kebetulan lewat pun berinisiatif untuk menghampirinya. Tonbei bertanya pada Simon.

"bagaimana perkembanganmu?"

"..... lumayan......" jawabnya.

“janganlah terlalu terburu buru, semuanya butuh proses, aku akan mendukungmu sampai akhir.” ucap Tonbei sambil memberikan makanan pada Simon sebelum dia pergi kembali kedalam rumah, meninggalkannya sendirian disana. Simon mengerti tentang maksud dari perkataan Tonbei, namun tetap saja dia tidak bisa menahan kesabaran, dalam perasaanya, dia sangat ingin membantai tartarus saat hari dimana dia kehilangan keluarganya, namun dia tidak berdaya dan terpaksa harus melarikan diri. Perasaan inilah yang membuatnya merasa seperti pengecut.

...****************...

Keesokan harinya*

dipagi hari Aisha pergi kepasar untuk membeli bahan makanan untuk dimasak dirumah.dia membeli sayuran yang sangat disukai Simon, berharap bahwa kakaknya akan senang dengan masakan yang akan dibuatnya nanti.

Singkat cerita Aisha selesai berbelanja dan menuju perjalanan pulang kerumah. Aisha tidak sengaja tertabrak anak kecil dan membuatnya terjatuh, Aisha mencoba melihat keadaannya, ada luka kecil di kaki anak itu namun karena Aisha tak memiliki pengetahuan dalam hal obat obatan dia tak tau apa yang harus dia lakukan. Tak berselang lama orang tua anak itu datang dan meminta maaf pada Aisha, sebaliknya Aisha kembali meminta maaf juga pada mereka.

saat pulang kerumah dan memasak sarapan Aisha kembali memikirkan anak kecil yang terluka itu, melihat darah yang keluar dari kaki anak itu dia merasa kasihan. Aisha mulai melamun saat memasak, karena tak fokus memasak Aisha Tak sengaja melukai jarinya ,dia langsung merasa terkejut dan tersadarkan akan sesuatu lalu Dia Teringat sesuatu perkataan Simon "apa kamu tidak mau mencoba membantuku dari belakang?", teringat akan perkataan kakak nya, kejadian dipasar, dan saat ini, Aisha memutuskan untuk belajar sihir Penyembuhan. Dia segera memasak sarapan dan ingin cepat cepat memberitahu kakak dan kakeknya atas keputusan yang dibuatnya.

...****************...

saat di ruang makan

setelah Aisha menyajikan makanan, tanpa berfikir lama dia mulai bicara pada Simon "kak, aku mau bilang kalau aku memutuskan........ mau belajar Quat Alshifa (Kekuatan penyembuhan) untuk membantu kakak." Aisha mengatakannya dengan penuh semangat.

Simon lalu bertanya “apa kau yakin membuat keputusan ini tanpa merasa terpaksa? Aku tau kemarin aku memintamu begitu tapi aku harap kau melakukan ini bukan karena paksaanku.”ucap Simon.

Aisha menggelengkan kepala dan mengatakan padanya bahwa dia tak merasa dipaksa dan ini murni keputusan yang dia inginkan.setelah itu tonbei mengatakan kalau dia mempunyai buku pelajaran sihir di gudangnya yang bisa digunakan oleh Aisha nantinya.

Selesai makan , pertama tama Aisha ingin membaca buku pelajaran tentang segalan jenis Qua yang ada didunia ini buku diberikan kakek tonbei padanya, Simon juga ikut dia juga ingin mencari buku yang mungkin akan membantunya.

Aisha mendapatkan buku tentang pelajaran Qua, sementara Simon masih melihat lihat rak buku dia mengeluhkan gudang yang kotor dan berdebu , dia pun menemukan buku tentang biodata monster , Simon berfikir mungkin buku ini akan berguna . merekapun pergi ke ruang tamu untuk membaca, dikarenakan di gudang agak gelap membuat mereka menjadi sulit untuk membaca.

Biodata para monster itu lumayan banyak dari monster langit daratan sampai perairan, jenis jenis mahkluk aneh membuatnya sangat bingung , kenapa bisa ada hewan seperti itu di dunia ini. Disisi lain Aisha sangat fokus membaca buku Quat Alshifa.

...****************...

Berjam jam berlalu Simon sudah selesai melihat lihat isi dalam buku itu, namun aisha masih belum selesai dengan bukunya.

“ masih belum beres baca bukunya?. " Ucap simon yang sudah lelah menunggu aisha yang sudah lelah sampai berjam jam."sabar donk kak sesuatu gak bisa didapetin secara instan semua itu butuh proses yang panjang aku gak bisa mendapat apa yang aku mau sekarang juga, aku harus berusaha dan ambil sedikit demi sedikit hal yang aku mau." mendengar hal itu Simon pun mengabaikan perkataan Aisha lalu keluar untuk berlatih pedang.

setelah akhirnya menghabiskan waktu hampir 14 jam Aisha selesai dengan bukunya , dia sangat bersemangat dan akan mencoba menggunakanya ,tapi Simon tiba tiba datang dan berkata.“mau kemana kau? Lihat lah jam berapa ini.”

Aisha melihat jam, jam itu menunjukan pukul 8 malam dan sudah waktunya makan malam, Aisha kesal dan tetap memaksa pergi keluar untuk mencoba kekuatannya. Namun Simon melarangnya dan menyeretnya ke dapur untuk menyuruhnya memasak.

saat malam itu Aisha terdengar sangat berisik sekali,sering kali dia mengoceh pada kakaknya , namun Simon beranggapan bahwa salahnya dia sendiri karena membaca terlalu lama, Tonbei hanya bisa tersenyum melihat kelakuan kedua cucu angkatnya yang ribut sepanjang malam.

keesokan harinya Aisha langsung meyeret Simon dari kasurnya dan mengajaknya keluar untuk segera membantunya dalam praktek menggunakan kekuatannya.

Aisha meminta Simon untuk mencarikannya mahkluk hidup yang terluka, Simon lalu pergi untuk mencari hewan yang lemah, untuk mencegah bahaya saat Aisha praktek. Dia harus mencari hewan yang tidak ganas,alih alih berburu monster dia malah menemukan SkyFish yang siripnya robek menyebabkan ikan itu tidak bisa terbang, menurut buku biodata para monster, skyfish termasuk golongan hewan langit alias hewan yang terbang layaknya burung. Mahkluk ini tidak berbahaya bahkan dia adalah seekor hewan yang jinak. Simon pun membawa skyfish itu ke tempat Aisha.

Aisha terkejut melihat Simon membawa seekor skyfish yang terluka, "oh astaga…….. malang sekali nasibmu….. aku akan membantumu ya.." ucap Aisha. agar tidak bosan menunggu, Simon pergi melakukan rutinitas harian nya.

...****************...

Singkat cerita Aisha berhasil menyembuhkan sirip ikan itu meski hanya sedikit saja ikan itu masih belum bisa terbang sepenuhnya.

Aisha berteriak kearah Simon “HEIII KAKAKK!! AKU BERHASILL LOHH!!”

Mendengar itu Simon terkejut atas teriakan adiknya yang begitu keras. Dia kembali melanjutkan rutinitasnya.

"ada apa ini kenapa kau berteriak kegirangan?." ucap Kakek Tonbei yang kebetulan sedang lewat disana, dia menghampiri aisha.

"Kakek lihat aku sudah bisa melakukan Quat Alshifa!! aku hebat kan!!" ucap Aisha sambil memperlihatkan sirip skyfish yang sudah lumayan terobati. Kakek Tonbei tersenyum dan mengusap usap kepala Aisha.

Berbulan Bulan mereka berlatih,dan perkembangan mereka sudah lumayan meningkat. setelah belajar ilmu pedang simon mencoba melatih Quat Albarq (kekuatan petir) miliknya, dan Aisha bisa melatih beberapa Quat Aldire (Kekuatan Perisai )miliknya.

Suatu hari Simon dan Aisha ingin berburu hewan untuk persediaan makanan,selain untuk mencari makanan mereka disini untuk melawan monster juga untuk melihat sudah seberapa kuat kemampuan Simon, mereka melawan Slime, Banteng berkaki 8, ular terbang, dan Tanaman pemakan daging, Simon mengalahkan semuanya tanpa terluka sedikitpun, berkat tehnik perisai milik Aisha.

...****************...

saat ingin pulang mereka mendengar suara yang aneh terdengar seperti hewan yang kesakitan mereka mencoba mencari darimana suara itu berasal. Setelah mereka telusuri, mereka menemukan seekor naga yang ekornya tertimpa batu dia terlihat tidak berbahaya tapi Aisha Memberikan kekuatan pelindung pada Simon untuk berjaga jaga jika ada naga lain. Simon berhasil mengakat batu besar itu dan mengambil naga itu untuk dibawa kerumah, agar Aisha bisa menyembuhkanya dengan aman.

...****************...

waktu dirumah, Kakek Tonbei kaget dengan apa yang mereka bawa, selain membawa makanan mereka membawa seekor hewan buas. "darimana kalian mendapatkan naga kecil ini?." kakek bertanya dengan sedikit rasa khawatir dalam dirinya. "kami temukan dia tertimpa batu di gunung belakang air terjun."ucap Aisha , lalu kakek Tonbei berkata bahwa hewan itu bahkan seharusnya tidak ada di daerah sini, dia harusnya berasal "Jazirat Alsama'" atau disebut Pulau Langit.

Terpopuler

Comments

Victor

Victor

Inilah kenapa saya suka baca, karena ada novel seperti ini!

2024-01-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!